Monumen Trisula yang terletak di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar ini merupakan monumen yang menuai sejarah di dalam masa kemerdekaan Indonesia yang saat itu masih muda. "Itu sebenarnya untuk memperingati bahwa dahulu kala tepatnya di Bakung pernah ada penumpasan sisa-sisa PKI.", ujar Rudju Diafakhma, salah satu warga Desa Bakung. Jadi atas dasar memperingati dan mengenang peristiwa penumpasan sisa-sisa PKI di Desa Bakung, dibentuklah Monumen Trisula pada tanggal 18 Desember 1972 oleh Deputi Kasad Bapak Letjen TNI Mochamad Jasin. Pembantaian yang dipimpin oleh Kolonel Inf Witarmin dengan mempunyai Pasukan Brigif Linud 18/Trisula beserta rakyat Blitar yang turut berkontribusi dalam upaya pembersihan sisa-sisa PKI tersebut terjadi pada sekitar tahun 1968. "Jadi dulu Bakung itu sarangnya PKI?', ujarku. "Iya dulunya, karena wilayahnya itu terpencil, dekat dengan laut dan pengetahuan masyarakat disana masih rendah.", kata Rudju. Mungkin seperti...
Penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tak lepas dari perjuangan dakwah wali songo (sembilan wali). Selain berdakwah, para wali juga kerap kali meninggalkan peninggalan bersejarah yang mereka gunakan untuk berdakwah baik berupa alat berdakwah ataupun bangunan. Peninggalan bangunan yang sering terlihat adalah masjid, karena masjid bisa menjadi pusat dakwah para wali. Masjid Sunan Ampel, terletak di daerah Ampel Denta, Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini dibangun langsung oleh Sunan Ampel (Raden Rahmat) yang juga merupakan putra dari Sunan Gresik (Maulana Ibrahim). Masjid Sunan Ampel berbahan bahan kayu jati yang dibangun dengan gaya arsitektur jawa kuno dan nuansa arab islami. Peninggalan ini masih dipengaruhi akulturasi dari budaya lokal dan Hindu-Buddha. Tepat di belakang masjid terdapat kompleks pemakaman Sunan Ampel. Di bagian masjid yang lain terdapat sebuah sumur yang diyakini dapat menjadi penguat janji. Di kawasan ini juga terdapat kampung arab yang se...
Di beberapa lokasi di Pulau Jawa, ada tradisi mencengangkan setiap kali bulan Ramadan tiba. Tradisi itu adalah permainan sepak bola api yang dilaksanakan setelah selesai menunaikan ibadah salat tarawih. Ada yang menganggap sebagai hiburan, ada juga yang meyakini sepak bola api adalah latihan kekebalan diri. Tradisi tak biasa ini barangkali akan membuat mayoritas orang memilih mundur daripada mengikutinya. Pasalnya, seperti namanya, bola yang dipakai bukan bola biasa. Sepak bola ini menggunakan buah kelapa yang disiram atau direndam dalam minyak tanah, kemudian dibakar hingga api menyala. Para santri di berbagai pesantren di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat menggemari permainan yang menjurus bahaya ini. Misalnya, di Pondok Pesantren Nurul Islam yang terletak di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Contoh lainnya adalah Pondok Pesantren Singo Ludiro di Sukoharjo, Jawa Tengah. Anehnya, meski api berkobar, kaki mereka tidak terluka. Para santri justru sangat bersemang...
Ketupat, seolah menjadi hidangan wajib di momen Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, bersama beduk, ketupat menjadi ikon lebaran. Kehadirannya ternyata tak hanya sekedar pendamping bagi opor ayam atau pun kuliner berkuah santan lainnya. Ketupat ternyata juga memiliki filosofi tersendiri. Tradisi kupatan saat lebaran, ternyata dipopulerkan dalam masyarakat Muslim oleh Sunan Kalijaga. Dengan tujuan untuk mempererat kebersamaan dan menjalin tali silaturrahmi, ketupat diperkenalkan sebagai simbol yang menyimpan filosofi yang dalam tentang ajaran Islam. Kala itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua kali lebaran, yaitu lebaran Idul Fitri 1 Syawal dan Lebaran Ketupat. Lebaran ketupat ini yang biasa dikenal dengan tradisi kupatan. Tradisi ini digelar pada hari ketujuh bulan Syawal setelah menjalankan puasa sunah tujuh hari yang dimulai pada tanggal 2 Syawal. Tradisi kupatan ini berlaku hanya di beberapa daerah di Pulau Jawa yang merupakan daerah penyebaran agama Islam oleh Sunan...
Kain Batik Biota Laut Situbondo Kebudayaan adalah suatu hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Perwujudan kebudayaan itu sendiri adalah benda-benda yang dicipta oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Kain batik merupakan salah satu hasil kebudayaan yang berbentuk sandang yang dapat memperindah pemakainya. Kain batik biota laut merupakan kain batik yang berasal dari Kabupaten Situbondo. Kain ini mengangkat motif biota laut karena letak geografi Kabupaten Situbondo sendiri yang berada di sepanjang pesisir pantai utara pulau Jawa dengan hasil laut yang melimpah. Sehingga, masyarakat Situbondo terinspirasi untuk membuat kain batik dengan motif khas biota laut dengan warna kain yang cerah. Menurut salah satu seniman batik Situbondo, ibu Sri Setyo mengatakan,“Motif biota laut yang sering diangkat yaitu kerang-kerangan, kuda laut, bintang laut, ubur-ubur, dan hasil laut lainnya. Peng...
"PPO!" Cukup unik untuk didengar, bukan? Apalagi untuk dimainkan. Perlu diketahui bahwa PPO ini bukan merupakan suatu singkatan, melainkan sebuah nama dari minyak kayu putih. Untuk pencarian lebih lanjut, Permainan ini bisa ditemui di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Anak-anak di sana suka dengan permainan ini karena PPO tidak mengikat pada jenis kelamin tertentu untuk dapat dimainkan. Dengan demikian, PPO bisa dimainkan baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan sehingga dalam satu permainan bisa diikuti oleh banyak anak. Dalam sekali permainan, mungkin bisa diikuti oleh lima belas anak. Bakal ramai, tuh! Nah, permainan ini cocok sekali buat kamu yang lagi cari gim untuk dimainkan saat kerja kelompok. Makin penasaran, kan? okedeh aku bakal menunjukkan pada kalian tentang permainan PPO ini. Secara garis besar, PPO terdiri dari dua kubu, yaitu penangkap dan pelari. Penangkap hanya dimainkan oleh satu orang, sedangkan pelari dimainkan oleh&nb...
Sate kelapa sebenarnya hampir mirip dengan sate ayam atau sate kambing pada umumnya, yaitu beberapa potongan kecil daging ayam atau daging kambing yang ditusuk dan dilumuri dengan bumbu kacang khas madura yang kemudian dibakar hingga matang selama beberapa saat. Yang membedakan Sate Kelapa Surabaya dengan sate lainnya adalah saat sate sebelum dibakar, potongan daging harus dilumuri racikan bumbu khas sate dan kelapa parut serta taburan serundeng yang menambah kelezatan dari sate ini sendiri , kemudian baru ditusuk dan dibakar hingga matang. Asal-usul sate kelapa yaitu saat tahun 1945 didirikan kedai Sate Kelapa “Ondomohen” di sekitar Balai Kota Surabaya oleh keluarga ibu Asih yang memiliki resep sate kelapa yang bertahan hingga 73 tahun. Menurut beliau, resep tersebut berasal dari keluarga beliau yang berasal dari Madura. Keluarga ibu Asih mampu memberikan inovasi baru dalam resep sate khas madura. Tekstur bumbu sate buatan Bu Asih terkenal dengan kelembutan dan kele...
Sape Sono’ Sape Sono’ adalah seni pertunjukan di Madura yang biasa dilombakan dan diadakan di lapangan. Seni pertunjukan Sape Sono’ adalah seni yang ini biasa diadakan dengan menggunakan dua sapi betina yang dijadikan berpasangan. Bedanya dengan Kerbhan Sape adalah Sape Sono’ tidak dipacu untuk dan ditunggangi oleh seseorang untuk di adu kecepatannya, kekuatannya dan ketangkasannya dalam berlari melainkan untuk diadu kecantikan dan keanggungannya dengan cara dihias dan dijalankan sendiri sepasang dengan diiringi dengan musik dan tarian – tarian saronen , musik khas madura, yang biasa digunakan untuk mengiringi seni Sape Sono’ . Bisa dikatakan Sape Sono’ adalah kontes kecantikan untuk sapi di Madura. Sape sendiri dalam bahasa madura memiliki arti sapi dan sono’ memiliki masuk. Dikatakan Sape S...
Gudang Garam adalah salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang produksi rokok. Berdiri sejak 1958, Gudang Garam menjadi bagian besar dari kehidupan masyarakat Kota Kediri. Awal mula Gudang Garam adalah industri rumahan. Industri ini terus berkembang dari tahun ke tahun, dari yang awalnya perusahaan perseorangan menjadi firma, lalu menjadi perseroan. Gudang Garam menjadi perusahaan terbuka dan memasarkan sahamnya di bursa efek pada tahun 1990. Hingga saat ini Gudang Garam memiliki tempat produksi di kota dan kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, dan Jakarta. Luas perusahaan Gudang Garam saat ini adalah sekitar 200 hektar di Kediri dan Pasuruan. Luas ini adalah 3% dari luas Kabupaten dan Kota Kediri. Gudang Garam menjadi salah satu penggerak perekonomian Kota Kediri. Hal ini disebabkan oleh jumlah karyawan Gudang Garam yang sangat masif, yaitu sekitar 35.000 karyawan di Kediri. Jumlah ini adalah sekitar 12% dari jumlah penduduk Kota Kediri yang berjumlah sek...