Asal Usul Nasi Megono Megono adalah makanan khas dari kota kecil di Jawa Tengah, yakni Pekalongan dan Batang. Selain terkenal dengan batiknya, nasi Megono juga cukup beken di kawasan sekitar Pekalongan dan Batang seperti macamnya nasi uduk di Jakarta/Bekasi. Nasi megono sudah ada sejak zaman dulu, tepatnya mulai dari sekitar tahun 1936 hingga sekarang. Makanan ini merupakan salah satu makanan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun dan dijaga kelestariannya. Uniknya, Megono hanya dapat ditemukan di Pekalongan dan kota kecil bernama Batang saja. Sekilas, nasi Megono terlihat seperti urap tetapi bahan isinya bukanlah sayuran melainkan nangka muda yang dipotong / dicacah kecil-kecil. Bumbu Megono sendiri terdiri dari cabe, kencur, bawan...
Cagar Budaya merupakan kekayaan bangsa yang sangat penting dan wajib kita lestarikan. Selain itu, kita dapat memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional. Secara tidak langsung cagar budaya dapat mencerminkan jati diri dari suatu bangsa mengingat cagar budaya merupakan warisan dari budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur dan spiritual. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Sebagai warisan budaya bangsa, kita wajib mencintai dan melindungi benda cagar budaya dari ancaman seperti pencurian, penghancuran, dan pemalsuan. Upaya pemerintah melindungi benda cagar budaya dari kepunahan dilakukan dengan mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 dan disusul dengan Nomor 11 tahun 2010. Tug...
Batik Plumpungan merupakan salah satu produk batik yang berasal dari Kota Salatiga. Motif dasar batik tersebut terinspirasi dari susunan batu besar dan batu kecil Prasasti Plumpungan, yaitu prasasti yang dianggap sebagai cikal bakal berdirinya Kota Salatiga. Adapun pencipta dari motif batik ini adalah Bambang Pamulardi yang berstatus sebagai salah satu PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kota Salatiga. Pencipta Batik Plumpungan merupakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia dan karya seni kontemporer. Motif batik ini diciptakan pada tanggal 23 Juli 2004 oleh seorang PNS bernama Bambang Pamulardi dan dipublikasikan pada tahun 2005 di harian Jawa Pos. Motif tersebut terinspirasi dari susunan batu pada Prasasti Plumpungan, yaitu prasasti berangka tahun 672 Saka atau 750 Masehi yang ditulis dengan huruf Jawa Kuno serta menggunakan bahasa Sanskerta. Prasasti itu berada di Dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Adapun Bambang sendiri merupakan war...
Museum Wayang Kulit adalah sebuah museum yang terletak di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan pada masa pemerintahan Bupati Begug Poernomosidi yang juga dikenal sebagai seorang dalang di Kabupaten Wonogiri. Museum Wayang Indonesia terletak di dalam kompleks Padepokan Pak Bei Tani M Ng. Prawirowihardjo di Kecamatan Wuryantoro pada Jalan Raya Wonogiri – Pracimantoro km 13. Museum ini berjarak sekitar 15 km dari pusat kota dan dapat dicapai dengan kendaraan pribadi dalam waktu kurang dari 30 menit. Cukup mudah menemukan museum ini karena terletak di pinggir Jalan Raya Wonogiri – Pracimantoro km 13. Museum ini diresmikan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia pada waktu itu, pada tanggal 1 September 2004. Museum ini dikelola oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri dan buka tiap hari kerja dari Senin – Sabtu pukul 07.00 – 14.00. Disebut sebagai Museum Wayang Indonesia karena...
Lagu Lir-ilir merupakan sebuah tembang dolanan (lagu anak-anak) karangan Sunan Kalijaga yang dipergunakan sebagai media untuk mendakwahkan Agama Islam di Nusantara. Alasan dipilihnya lagu sebagai media dakwah adalah agar mudah dimengerti oleh masyarakat pada kala itu yang rata-rata belum terdidik. Selain itu, juga sebagai penarik bagi semua kalangan yang ada di Jawa untuk mengenal Islam lebih mendalam. Adapun lirik lagu Lir-Ilir adalah sebagai betikut beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia: Lir-ilir, lir-ilir, tandure wes sumilir (Bangun, bangunlah, pohon sudah mulai bersemi) Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar (Demikian menghijau, bergairah bagai pengantin baru) Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi (Anak gembala, anak gembala, panjatkan belimbing itu) Lunyu-lunyu yo penekno, kanggo mbasuh dodotiro (Walaupun licin tetap panjatlah, untuk mencuci pakaianmu) Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggi...
TARI BONDAN SURAKARTA Tari Bondan adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini termasuk tarian klasik yang telah ada sejak lama. Tidak diketahui asal mula sejarah kemunculannya tapi yang jelas, tarian ini sekarang sangat populer karena dianggap mewakili kehidupan wanita Jawa pada umumnya. Tari Bondan banyak dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada di sekitar Jawa Tengah. Bahkan beberapa tahun terakhir, tarian ini juga menjadi salah satu bagian ekstrakulikuler yang dipelajari di sekolah-sekolah. Tari Bondan secara umum merupakan sebua sendra tari yang mengisahkan tentang kehidupan seorang ibu dalam mengasuh anaknya yang baru lahir. Kisah yang diangkat dalam sendra tari ini sendiri memiliki nilai filosofis tentang gambaran kehidupan wanita Jawa yang lemah lembut dan penyayang. Selain itu, pada salah satu versinya, yaitu Bondan Tani, tarian ini juga menggambarka...
Munggah Molo (Menaikan Kerangka Atap) Tradisi Jawa dalam Membangun Rumah Sekilas Mengenai Munggah Molo Di daerah Jawa Tengah sejak zaman nenek moyang terdahulu sangat terkenal dengan berbagai macam kearifan lokal yang tumbuh mengakar mebudaya dikehidupan masyarakatnya. Masyarakat Jawa tengah selain terkenal dengan kehalusan bahasa dan sopan santunya, sejak dulu juga dikenal sangat menghargai alam sekitar dan dalam setiap tindakanya selalu mengandung makna filosofis luhur yang sangat menarik untuk dijadikan bahan kajian. Salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan seseorang ialah kebutuhan akan tempat tinggal. Dalam konsep kehidupan masyarakat Jawa Tengah, kebutuhan akan tempat tinggal ini menjadi salah satu hal yang dipikirkan masak-masak terutama bagi setiap individu yang hendak berkeluarga. Tatanan budaya Jawa sangat detail mengatur tentang bagaimana tata cara dalam mempersiapkan tempat tinggal salah satunya dengan adanya Upacara Adat “Munggah Molo”. Upa...
Merdi Bumi atau biasa dikenal dengan Sedekah Bumi merupakan salah satu ritual sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil panen yang telah diberikan oleh Tuhan sehingga kebutuhan hidup warga desa dapat terpenuhi. Selain itu, dari ritual ini juga tersimpan harapan agar hasil panen yang akan datang lebih baik lagi dari panen sebelumnya. Acara ini dilaksanakan setelah panen padi. Tiap-tiap desa memiliki caranya masing-masing untuk menyelenggarakan acara ini, terkadang diisi dengan pengajian ataupun menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit. Tradisi ini juga dilakukan di sebuah desa kecil yang tak jauh dari pesisir pantai selatan, yaitu Desa Banjarsari. Desa ini terletak di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Nah, sebagai desa dengan penduduk yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, desa ini memiliki lahan sawah yang cukup luas. Dalam satu tahun, terdapat dua kali masa tanam padi. Masa tanam I dilaksanakan pada musim hujan bulan November dan akan panen seki...
Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas budaya masing-masing. Salah satu elemen budaya adalah kuliner. Di Kabupaten Grobogan memiliki makanan khas yang sudah tidak asing bagi kita yaitu swike. Swike adalah masakan Tionghoa Indonesia yang terbuat dari paha kodok(katak sawah). Hidangan ini dapat ditemukan dalam bentuk sup, digoreng kering, atau ditumis. (Wikipedia Indonesia) Makanan swike sendiri menurut informasinya sudah ada sekitar 100 tahun lalu. Itu bisa dibuktikan dengan keberadaan RM Swike Asli yang ada di Jl. Kol Sugiono no.11 Purwodadi. Dimana rumah makan ini sudah berdiri semenjak tahun 1901 atau lebih dari seabad lalu. Rumah makan ini merupakan warisan dari leluhur. (grobogan.blogspot.com) Mengenai halal haramnya makanan swike ini. Sebagian masyarakat berpendapat makanan swike haram, karena terbuat dari bahan dasar kodok. Sebagian juga ada yang berpendapat jika makanan tersebut harus dilestarikan keberadaannya, karena makanan tersebut termasuk salah satu dari e...