monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
80 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul Nama Bangka
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Kepulauan Bangka Belitung

Peneliti sejarah banyak menemukan kemungkinan asal-usul penamaan Bangka, diantaranya adalah : Berasal dari legenda dan bahasa sansakerta "VANCA", VANCA=WANGKA=TIMAH Sejauh ini para pengamat dan peneliti cenderung mempercayai bahwa penamaan Pulau Bangka berasal dari kata Wangka ( Vanca ), bahasa sansakerta yang berarti timah ( timah hitam maupun timah putih -unsur kimia yang berumus kimia Pb ataupun Sn). Nama Wangka untuk pertamakali muncul bersama dengan nama Swarnabhumi dalam buku sastera India _Milindrapantha, _dan dalam Kitab Suci Budha dalam bahasa Pali (Niddesa) yang ditulis pada abad ke 1 SM; penyebutan ini terulang lagi dalam Mahaniddessa yang ditulis pada abad 3 M. Teori ini dikuatkan dengan pendapat George Coedes bahwa sejak dini Pulau Bangka sudah dikunjungi pelayar-pelayar India yang datang karena tertarik pada keterdapatan timah, yang disebutnya Vanca . Dan hingga saat ini penghasilan terbesar Pulau Bangka adalah pertambangan timahnya. B...

avatar
OSKM18_16618257_Shafira Ahmad
Gambar Entri
Mengenal Tarian Tradisional: Tari Campak
Tarian Tarian
Kepulauan Bangka Belitung

Tari Campak adalah tarian tradisional yang berasal dari kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini menggambarkan keceriaan dalam pergaulan remaja di sana. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita dengan ekspresi dan gerakan yang menggambarkan kegembiraan. Tari Campak ini awalnya berasal dari kepulauan Riau. Kemudian dibawa dan dikembangkan di Bangka Belitung oleh seorang bernama Nek Campak, sehingga tarian ini dikenal dan sering disebut Tari Campak. Pada jaman penjajahan bangsa portugis, tarian ini kemudian mengalami akulturasi budaya. Percampuran budaya ini sangat terlihat dari gerakan, kostum, dan musik pengiringnya yang memiliki kesan gaya Eropa. Walaupun begitu, budaya lokal juga masih melekat pada tarian ini, hal ini terlihat pada kostum penari pria, alunan pantun dan beberapa musik pengiringnya yang merupakan gaya Melayu. Tari Campak ini ditarikan oleh para penari pria dan wanita secara berpasangan. Di sela-sela tariannya para penari pria dan penari wa...

avatar
OSKM18_16718034_Sharleen Putri
Gambar Entri
Sambal Belacan Khas Bangka
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Untuk para pecinta pedas, sambal adalah menu yang wajib dihidangkan diantara menu-menu lainnya. Tanpa rasa gigitan pedas di lidah dari kehadiran sambal, makanan yang dihidangkan akan terasa hambar bagi para pecinta pedas. Banyak jenis sambal di Indonesia, mulai dari sambal cabe ijo, sambal kecap, sambal bawang, sambal tomat, sambal terasi, sambal bajak, sambal dadak, sambal manga, dan sambal-sambal lainnya. Saya disini akan membahas tentang sambal yang terbuat dari terasi, atau disebut juga sambal belacan. Sambal belacan ada di berbagai daerah, tapi yang akan dibahas disini adalah sambal belacan yang berasal dari Bangka. Bangka dikenal dengan hasil lautnya yang banyak, maka dari itu banyak makanan dengan bahan utama ikan. Nah untuk membuat sambal belacan, terasi yang digunaka adalah terasi yang terbuat dari udang rebon. Udang rebon ini rasanya tidak terlalu asin, baunya pun tidak terlalu menyengat. Selain terasi udang, tentu saja bahan lainnnya adalah cabai besar merah. Untu...

avatar
Fauziaalis
Gambar Entri
Tradisi Ruahan
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan di daerah Bangka khususnya di desa – desa  seperti Desa Keretak, Desa Saranmandi, Dae Sungaiselan, Desa Simpangkatis dan desa lainnya yang ada di Bangka Tengah. Tradisi tersebut biasa dikenal dengan tradisi ‘Ruahan’. Ruahan adalah sebuah tradisi dimana para leluhur ataupun keluarga yang telah meninggal dunia dan ketika menjelang Maulud Nabi , para keluarga seperti anak, menantu, dan cucu yang masih hidup mendatangi makam tersebut untuk mendoakan mereka yang telah meninggal. Keluarga yang mendatangi makam tersebut mendatangi kuburan dengan membawa tikar, yasin, air dan kembang serta alat pembersih seperti sapu lidi. Kebiasaan mereka mendatangi kuburan dengan melepaskan alas kaki. Setelah itu mereka mulai melakukan pembersihan kubur, setelah bersih lalu mereka membacakan doa – doa dan surat yasin dengan dipimpin satu orang dan biasanya yang memimpin orang yang lebih tua. Selesai itu mereka menyiram air dengan...

avatar
Oskm18_sbm_nurul
Gambar Entri
Perayaan Chit Ngiat Pan/Chiong Si Ku (Sembahyang Rebut) di Bangka Belitung
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Sembahyang Rebut (Hakka: Chiong Si Ku ) merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 (Hakka: Chit Ngiat Pan ) penanggalan Imlek. Sembahyang Rebut masih dilakukan setiap tahun hingga saat ini. Sembahyang Rebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.   Dalam kepercayaan warga Tionghoa, pada Chit Ngiat Pan , pintu akhirat terbuka dan arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut akan turun ke dunia. Ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada yang turun terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk arwah yang terlantar tersebut. Selain itu, tersedia rumah-rumahan dari kertas, uang dari kertas, dan baju-baju dari kertas pula. Barang barang tersebut merupakan persembahan khusus untuk para arwah.   Ritual ini diadakan di kelenteng di mana umat Tionghoa memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan kepada De...

avatar
OSKM18_16518408_Rizkin Geordany
Gambar Entri
Batu Balai
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Alkisah, di sebuah hutan di daerah Mentok, Bangka-Belitung, hiduplah seorang janda miskin. Ia tinggal di sebuah gubuk reot bersama anak laki-lakinya yang bernama Dempu Awang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka menanam ubi, keladi, dan sayur-sayuran di ladang. Hasil yang mereka peroleh hanya cukup untuk dimakan sehari-hari, dan terkadang kurang. Begitulah kehidupan Dempu Awang dan ibunya setiap hari. Lama kelamaan, Dempu Awang pun semakin jenuh dan sering bermalas-malasan pergi ke ladang. Suatu hari, Dempu Awang duduk termenung seorang diri di depan gubuknya memikirkan nasibnya. Di tengah-tengah lamunannya itu, tiba-tiba muncul keinginannya untuk merantau mencari pekerjaan yang lebih baik. “Jika aku pergi merantau, bagaimana dengan ibuku? Ia akan tinggal sendirian di sini dan tak ada lagi yang membantunya bekerja di ladang,” pikirnya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, akhirnya Dempu Awang memberanikan diri untuk menyampaikan niat itu kepada ibunya...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Legenda Pulau Kapal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Dahulu, dikisahkan tentang sebuah keluarga yang sangat miskin. Mereka tinggal di dekat Sungai Cecuruk. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, keluarga tersebut hanya mengandalkan hasil dari menjual buah-buahan dan dedaunan ke pasar yang didapatnya dari dalam hutan. Suami istri itu memiliki seorang anak laki-laki bernama Kulup. Kulup sangat rajin membantu orangtuanya mencari nafkah. Semua anggota keluarga saling membantu. Mereka tampak hidup bahagia meskipun menjalani hidup serba kekurangan. Suatu hari, ayah Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung yang masih muda. Rebung itu rencananya untuk dimakan oleh mereka. Tapi, ketika sedang menebang rebung, ia menemukan sebuah tongkat yang berada di rumpun bambu. Pak Kulup, begitu biasanya ia disapa, mengambil tongkat itu dan ingin membuangnya. Sebelum niatnya terlaksana, ia memperhatikan tongkat itu dengan teliti. Ia menganggap tongkat itu bukan tongkat sembarangan. Karena penasaran, dibersihkan tongkat tersebut. Benar saja, sete...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Layang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Layang Di daerah Tanjung Pandan, Provinsi Bangka-Belitung, Indonesia, hiduplah dua orang hulubalang kakak beradik. Sang Kakak bernama Ratu Tunggak Rantau Sawangan Ramas, penguasa Negeri Tanjung Pandan. Sementara sang Adik bernama Cerita Layang yang masih berumur sepuluh tahun, mahir bermain silat dan gemar menolong. Pada suatu hari, entah alasan apa, Cerita Layang pergi berkelana tanpa memberitahukan kakaknya, Ratu Tunggak. Setelah bertahun-tahun di perantauan, ia pun tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah. Suatu sore, ia sedang duduk bersandar pada pohon nyiur sambil menikmati semilir angin senja Pantai Ujung Tanjung di Pulau Rencong. Di wajahnya terpancar sejuta kerinduan ingin pulang ke kampung halamannya. Di saat sedang tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah kapal yang akan menuju ke arah hulu Ketahun. “Hai, bukankah itu kapal milik Pangeran Cilibumi Aceh?” gumamnya. “Wah, orang serakah itu pasti mau pergi menagi...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Datuk Temiang Belah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

ada jaman dahulu kala,sekitar abad ke-18, ditepi  aliran Sungai Letang, Dusun Burung Mandi Desa Mengkubang Kecamatan Manggar,pulau Belitong,hiduplah sepasang suami istri yang terkenal dengan gelar “Datuk Letang”. Untuk kelangsungan hidupnya mereka atasi dengan berladang padi dan menangkap ikan di sungai dengan memakai alat penangkap ikan dari bambu yang disebut Bubu. Pasangan suami istri tersebut sampai menjelang usia lanjut belum juga memperoleh seorang anak. Segala cara dan daya upaya telah mereka lakukan, akan tetapi belum juga berhasil, akhirnya mereka hanya bisa pasrah. Pada suatu hari, Datuk Letang pergi kesungai untuk melihat hasil tangkapan ikan dari bubunya Tapi apa yang didapatnya hanyalah sepotong bambu yang tersangkut pada bubu. Datuk Letangpun berpikir, mungkin bukan rejekinya hari ini untuk bisa makan ikan. Maka batang bambu tersebut beliau singkirkan dari bubunya, lalu dipasangkannya kembali bubu kedalam sungai. Tetapi anehnya, berkali-kali bambu...

avatar
Hamzahmutaqinf