Salah satu tradisi yang masih dipertahankan di daerah Bangka khususnya di desa – desa seperti Desa Keretak, Desa Saranmandi, Dae Sungaiselan, Desa Simpangkatis dan desa lainnya yang ada di Bangka Tengah. Tradisi tersebut biasa dikenal dengan tradisi ‘Ruahan’. Ruahan adalah sebuah tradisi dimana para leluhur ataupun keluarga yang telah meninggal dunia dan ketika menjelang Maulud Nabi , para keluarga seperti anak, menantu, dan cucu yang masih hidup mendatangi makam tersebut untuk mendoakan mereka yang telah meninggal.
Keluarga yang mendatangi makam tersebut mendatangi kuburan dengan membawa tikar, yasin, air dan kembang serta alat pembersih seperti sapu lidi. Kebiasaan mereka mendatangi kuburan dengan melepaskan alas kaki. Setelah itu mereka mulai melakukan pembersihan kubur, setelah bersih lalu mereka membacakan doa – doa dan surat yasin dengan dipimpin satu orang dan biasanya yang memimpin orang yang lebih tua. Selesai itu mereka menyiram air dengan simbolis bahwa dipercaya air tersebut merupakan air minum bagi keluarga yang telah meninggal dan juga agar tanah tidak menjadi kering dan kuburan tersebut lembab.
Setelah melakukan tradisi di kuburan tersebut , mereka memiliki tradisi Lebaran Ruahan dimana sepintas seperti lebaran pada umumnya. Sehingga desa ini menjadi ramai karena saling silaturahmi antar satu rumah dengan rumah lainnya. Bahkan sanak saudaranya yang dari kota juga ikut merayakan Lebaran Ruahan tersebut. Terdapat makanan seperti gulai ayam kampung, opor ayam kampung, soto santan, rendang dan kue – kue kering lainnya.
#OSKMITB2018
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...