Mie Siam Kuning merupakan salah satu dari sekian banyak masakan khas Kepulauan Riau saat ini. Dengan berbahan dasar mie kuning, mie ini sangat digemari oleh masyarakat Kepulauan Riau sana. Selain itu, di dalamnya terdapat tauge, udang, tahu putih, serta bumbu-bumbu yang telah dihaluskan. Lebih tepatnya, bumbu tersebut ialah cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Proses pembuatan Mie Siam Kuning ini tidak begitu susah ataupun cukup mudah. Begitulah menurut teman saya yang pernah membuat masakan ini sendiri. Adapun cara pembuatan masakan ini, terdapat 2 kali memasak. Yang pertama, ambil sebagian bumbu halus dan tambahkan asam jawa, gula dan garam serta air secukupnya sampai mendidih. Kedua, di wajan yang lain tumis bumbu halus sisa tadi dan masukan udang, tauge, tahu putih serta mie kuning. Tambahkan kecap manis, kecap asin, dan garam sesuai keinginan. Aduk lagi agar bumbunya meresap. Setelah itu, sajikan mie yang telah dimasak tadi dalam mangkuk dan siram deng...
Durian Bertebaran, kenapa bertebaran? Durian?! Saya datang dari Batam, Kepulauan Riau. Budaya asli dari Batam tidaklah banyak, dan hampir semua yang terkenal sudah dibahas, contohnya jembatan barelang, tari zapin, rumah limas potong. Karena itu, bagaimana kalau kita bahas saja kebiasaan yang sangat populer bagi mayoritas masyarakat Batam, tidak dibatasi oleh apapun sukunya, apapun agamanya. Pembangunan di Batam dipelopori oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, Pak B.J. Habibie pada tahun 1998. Batam dibangun dengan harapan bisa menyaingi pulau seberang yang sangat sukses dan maju, kita kenal juga dengan sebuah negara yang kecil tetapi sangat pesat perkembangannya, Singapura. Jika kita lihat kembali ke tahun 1998, Batam penuh dengan hutan, penduduk nya jarang. Yang artinya, kebanyakan penduduk di Batam adalah pendatang dari luar, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berasal dari daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau yang datang demi...
Durian Bertebaran, kenapa bertebaran? Durian?! Saya datang dari Batam, Kepulauan Riau. Budaya asli dari Batam tidaklah banyak, dan hampir semua yang terkenal sudah dibahas, contohnya jembatan barelang, tari zapin, rumah limas potong. Karena itu, bagaimana kalau kita bahas saja kebiasaan yang sangat populer bagi mayoritas masyarakat Batam, tidak dibatasi oleh apapun sukunya, apapun agamanya. Pembangunan di Batam dipelopori oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, Pak B.J. Habibie pada tahun 1998. Batam dibangun dengan harapan bisa menyaingi pulau seberang yang sangat sukses dan maju, kita kenal juga dengan sebuah negara yang kecil tetapi sangat pesat perkembangannya, Singapura. Jika kita lihat kembali ke tahun 1998, Batam penuh dengan hutan, penduduk nya jarang. Yang artinya, kebanyakan penduduk di Batam adalah pendatang dari luar, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berasal dari daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau yang datang demi...
Apa yang pertama kali muncul di dalam benakmu saat mendengar kata "Imlek"? Apakah barongsai, angpao, dan kue bakul? Ternyata ada satu lagi makanan yang tidak boleh ketinggalan saat Imlek, yaitu siu mie. Mie yang biasanya disajikan pada malam Imlek ini memiliki rasa yang gurih dan bertekstur kenyal, serta makna yang menarik untuk kita ketahui loh! Siu mie adalah simbol umur panjang, rezeki yang berlimpah, dan kebahagiaan. Karena melambangkan umur yang panjang, jadi mie tidak boleh terputus saat kita santap. Maka dari itu, masyarakat Tionghoa biasa menyantapnya menggunakan sumpit. Mie ini tidak jauh berbeda dengan mie goreng pada umumnya, hanya saja isinya lebih beragam. Seperti sawi, kol, udang, kerang, cumi, dan juga jamur. Bisa juga ditambahkan bakso, sosis, irisan daging ayam, atau tambahan lainnya sesuai selera. Masyarakat Tionghoa biasanya menyantap siu mie bersama keluarga serta ditemani arak sebagai minumannya. #OSKMITB2018
“Indonesia, satu kata berjuta makna” Mungkin inilah kata yang paling tepat untuk menggambarkan negeri yang amat kaya akan perbedaan yang meciptakan keanekaragaman yang terjalin dengan indahnya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa negara kita Indonesia, merupakan negara yang sangat kaya, mulai dari alamya termasuk flora dan fauna, tradisi dan budaya yang diturunkan leluhur yang masih terjaga keasliannya dengan harmonis, serta masih banyak lagi yang tidak dapat kita tuliskan satu persatu. Begitulah ungkapannya. Setiap wilayah di Indonesia pasti memiliki ciri khas yang melukiskan pesona alam daerahnya, Salah satunya ialah Kota Pangkalpinang. Mendengar tentang Kota Pangkalpinang yang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pasti yang langsung terlintas di benak kita adalah tentang keindahan alamnya, terlebih lagi bagi para penggemar film Laskar Pelangi, dimana film tersebut menceritakan kehidupan anak pinggir pantai yang berjuang untuk mempertahankan kehidupan s...
Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Pulau Sumatera yang terdiri atas 2.408 pulau. Provinsi yang beribukotakan Kota Tanjung Pinang ini terdiri atas 5 kabupaten (Bintan, Karimun, Anambas, Lingga, dan Natuna) serta 2 kota (Batam dan Tanjung Pinang). Meskipun Kepulauan Riau berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia, Kepulauan Riau memiliki cukup banyak budaya asli yang masih diakui masyarakat setempat, salah satunya adalah Batik Gonggong. Dari namanya sendiri sudah terlihat bahwa Batik Gonggong merupakan perpaduan dari 2 unsur yang merupakan kebanggaan Indonesia, yaitu Batik sebagai motif kain warna warni khas Indonesia dan gonggong, jenis siput bercangkang unik yang hidup di laut. Mengapa gonggong? Gonggong merupakan salah satu kuliner seafood khas Kepulauan Riau, mengingat Provinsi ini mayoritasnya adalah pulau dengan akses laut langsung. Gonggong biasanya disajikan dengan cara direbus/steam, kemudian Anda dapat mengeluarkan daging dari cangkangnya untuk...
Gonggong : Seafood Khas Kepri Gonggong merupakan makhluk yang hidup di perairan laut dan menjadi kuliner khas Kepulauan Riau yang dimasak dengan bumbu belacan. Umumnya masyarakat asli pesisir memasak gonggong dengan cara di tumis. Tapi kadang juga ada yang dimasak asam pedas, ataupun di soup. Sebenarnya gonggong itu apa sih? Bukannya itu anjing yang suka menggonggong?Salah besar. Gonggong adalah sejenis makhluk laut yang sekilas mirip dengan keong dan termasuk jenis siput laut dengan ukuran sedang yang panjangnya dapat mencapai 7 cm. Ada 4 jenis Gonggong yang dapat dikonsumsi 1. Gonggong ayam berukuran kecil dan berwarna hitam. 2. Gonggong tanduk atau lambis – lambis memiliki bibir luarnya yang berkobar, 3. Gonggong bercangkang tebal warna putih, dan 4. Gonggong merah bercangkang tebal Meskipun banyak dijual di restoran-restoran seafood, banyak juga penduduk setempat yang mencari dan mengolahnya sendiri...
ARTI PEMAKAIAN KAIN SONGKET LAKI-LAKI MELAYU Kain Songket adalah salah satu kain khas Indonesia. Menariknya, seperti Kain Batik, Kain Songket di Indonesia berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain, baik motif maupun maksud cara pemakaiannya. Kain Songket juga tidak melulu digunakan oleh kaum perempuan, tetapi juga banyak digunakan oleh kaum laki-laki untuk maksud dan tujuan tertentu. Dalam kesempatan ini, akan diuraikan keunikan Kain Songket laki-laki Melayu, dari sebaran jenis hingga ragam cara pemakainnya yang berbeda-beda, khususnya yang tersebar di Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Secara umum Kain Songket laki-laki Melayu dibagi menjadi dua jenis. Pertama dan yang paling bayak ditemukan, adalah Kain Songket yang diadopsi dari Kerajaan Lingga Johor Malaysia. Selain itu jenis kedua yang juga tidak kalah banyak, adalah Kain Songket yang diadopsi dari Padang Sumatera Barat. Kedua jenis kain ini pada prinsipnya memiliki beberapa kesamaan namun tetap memiliki keunikan...
Pulau Penyengat adalah sebuah pulau kecil berukuran kurang lebih panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, yang terletak 2 km dari pusat Kota Tanjung Pinang. Kota Tanjung Pinang sendiri merupakan ibukota dari Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menuju Pulau Penyengat para wisatawan biasanya menaiki Pompong yaitu sebuah kapal kayu kecil yang dimodifikasi dengan mesin bermotor tempel (outboard engine) berbahan bakar solar. Di Pulau Penyengat ini banyak terdapat sisa-sisa peninggalan sejarah, dan yang paling terkenal adalah sebuah masjid bernama Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat yang biasa disebut Masjid Pulau Penyengat. Masjid Pulau Penyengat ini memiliki cerita unik tersendiri, pasalnya bahan perekat yang digunakan untuk membangun masjid ini bukanlah semen melainkan putih telur. Masjid ini berwarna kuning khas melayu dengan perpaduan warna hijau dimana Pulau Penyengat sendiri kental dengan adat melayunya. Jika dilihat dari depan masjid ini memliki dua menara dan dua ru...