Pulau Penyengat adalah sebuah pulau kecil berukuran kurang lebih panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, yang terletak 2 km dari pusat Kota Tanjung Pinang. Kota Tanjung Pinang sendiri merupakan ibukota dari Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menuju Pulau Penyengat para wisatawan biasanya menaiki Pompong yaitu sebuah kapal kayu kecil yang dimodifikasi dengan mesin bermotor tempel (outboard engine) berbahan bakar solar. Di Pulau Penyengat ini banyak terdapat sisa-sisa peninggalan sejarah, dan yang paling terkenal adalah sebuah masjid bernama Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat yang biasa disebut Masjid Pulau Penyengat.
Masjid Pulau Penyengat ini memiliki cerita unik tersendiri, pasalnya bahan perekat yang digunakan untuk membangun masjid ini bukanlah semen melainkan putih telur. Masjid ini berwarna kuning khas melayu dengan perpaduan warna hijau dimana Pulau Penyengat sendiri kental dengan adat melayunya. Jika dilihat dari depan masjid ini memliki dua menara dan dua rumah kecil yang masing-masing ada di kiri dan kanan masjid. Konon, dahulu persediaan makanan sangat melimpah seperti beras, sayur, dan telur. Karena pekerja merasa bosan dengan makanan tersebut, akhirnya mereka hanya memakan kuning telur saja dan menggunakan putih telur sebagai bahan campuran untuk membuat bangunan.
Masjid ini sendiri telah dibangun sejak tahun 1812 M dan dikategorikan sebagai situs warisan budaya oleh pemerintah. Setiap sisi ruangan masjid ini memiliki makna-makna tertentu, seperti misalnya terdapat sebuah lorong yang disekat-sekat sehingga membentuk 5 ruangan, dimana 5 ruangan ini bermakna yaitu jumlah dari ke-5 rukun islam dan jumlah 5 waktu sholat, lalu masjid ini juga memiliki 13 kubah yang berarti jumlah rukun sholat dengan ditambah 4 menara menjadi 17 yang berarti jumlah rakaat di dalam sholat selama satu hari.
Hingga saat ini, masjid ini masih aktif digunakan untuk beribadah oleh orang-orang sekitar. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah masjid ini juga menjadi tempat wisata religi. Banyak benda-benda berusia ratusan tahun dapat kita temukan di dalam masjid ini. Di masjid ini kita bisa menemukan 2 lemari besar identik di sisi kanan dan kiri saat beradan di dalam masjid, lemari-lemari tersebut berisi buku-buku yang telah berusia ratusan tahun. Lalu ada al-Quran yang juga telah berusia ratusan tahun yang ditulis tangan oleh seorang putra asli dari Riau yang menuntut ilmu agama sampai ke negeri Turki. Ada lagi benda unik yaitu pasir asli dari Mekkah yang diletakkan dibawah mimbar masjid, pasir ini dibawa oleh seseorang dari Riau yang pertama kali menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci.
#OSKMITB2018
Untuk Mengatasi lupa PIN (BR𝖎mo) Tanpa ke bank Anda bisa menghubungi CS BR𝖎 melalui Chat WhatsApp di (628192000015) atau (1500046). Melalui aplikasi BR𝖎mo Anda bisa lupa [Username atau Password] pada halaman login Aplikasi BR𝗜mo.
Nasabah dapat melakukan penggantian Kartu Debit BNI melalui : 08131377201 Kantor Cabang Bank BNI terdekat dengan membawa kartu identitas (KTP untuk WNI atau paspor untuk WNA/non residen)
Ya, layanan Halo BNI melalui (+62/-0813-1377-201- WhatsApp dapat diakses 24 jam, memungkinkan Anda mendapatkan bantuan dan informasi kapan
Cara Menonaktifkan akun GO-PAY pinjam Anda hubungi pelanggan gopay~(62 0852•1165•5933) atau WhatsApp .) melalui live chat, dan siapkan data diri Anda seperti (KTP) Ikuti instruksi
GoPay memiliki akun WhatsApp resmi, namun hanyhhanyhanyaaanyaa digunakan untuk keperluan promosi dan informasi marketing. Akun ininii tidak melayani keluhan atau pertanyaan pelanggan. JikaJika kamu mengalami kendala atau butuh bantuan terkait layanan GoPay, silakan hubungi kami melalui Halaman Bantuan di aplikasi GoPay-mu!