Gandrung Banyuwangi awalnya diperagakan oleh lelaki. Laki – laki yang menjadi Gandrung ini merupakan pasukan Blambangan dan Bali yang tersisa dari perang Puputan Bayu (Rakyat Bayu melawan VOC). Pasukan Blambangan i yang berantakan itu membentuk kelompok kecil antara desa ke desa. Sedangkan sisa pasukan Bali menyebar dimana – mana, bahkan mereka ada yang menjadi penduduk Blambangan dengan cara menikahi orang Blambangan. Keturunan – keturunnan mereka meneruskan tradisi orang tuanya dan mendirikan kesenian Gandrung. Pasukan – pasukan Blambangan yang berkelompok kecil -kecil tadi mendirikan Gandrung sebagai alat perjuangan. Artinya Gandrung sebagai alat komunikasi dengan kawan – kawan sisa pasukan Blambangan, dengan cara mementaskan tarian Gandrung dengan nyanyian perjuangan. Tarian dan nyanyian tadi pun sebagai Kode untuk pasukan - pasukan ya...
Bicara soal tentang agama di Indonesia, biasanya tidak terlepas dari ritual. Kebetulan saya ada teman yang tinggal di Semarang dan dia beragama Buddha. Kemarin malam kami berbincang soal bagaimana ritual pindah rumah menurut tradisi Buddha di daerah Jawa. Nama ritualnya ini adalah Upacara Pelimpahan Jasa. Sama hal nya dengan kita yang beragama islam mengadakan syukuran untuk pindah ke rumah baru yang mengundang beberapa tetangga rumah sekitar. Buddha dengan budaya Jawa ini, mereka juga mengadakan ritual pindah rumah. Ritual pindah rumah ini menyangkut tentang ruh-ruh penghuni rumah yang sudah lama tinggal disana. Tujuan dari ritual tersebut adalah untuk mendoakan penghuni rumah lama itu dan pastinya doa-doa tersebut berisikan hal-hal yang baik agar penghuni rumah lama tersebut tidak menganggu kita yang pindah ke rumah tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tidak mengusir ruh penghuni lama tersebut? Kan bisa saja penghuni lama tersebut mengganggu kita? Dalam kepercaya...
Tak seperti candi-candi di daerah Sidoarjo yang lain, Candi Pamotan tidak terlalu dikenal oleh masyarakat baik yang berada di luar daerah Sidoarjo maupun penduduk lokal sendiri. Mengapa demikian? Candi Pamotan hanya berupa tumpukan batu bata yang bentuknya menyerupai candi. Penelitian yang dilakukan terhadap Candi Pamotan sangat sedikit dan pemerintah setempat tidak banyak menaruh perhatian terhadap candi ini. Bentuk dari candi sendiri tidak semenarik candi-candi lainnya yang berada di daerah Kabupaten Sidoarjo. Namun, hal ini memberikan keunikan tersendiri terhadap Candi Pamotan. Candi Pamotan ada 2, sederhananya disebut Candi Pamotan I dan II. Asal nama candi tentu dari nama daerah di mana candi ini terletak, yaitu Desa Pamotan. Candi Pamotan I berukuran sedikit lebih besar daripada Candi Pamotan II dan keduanya hampir berbentuk bujursangkar. Candi Pamotan I berukuran 4,84 x 4,78 meter, sedangkan Candi Pamotan II berukuran 4,75 x 4,3 meter. Candi Pamotan I terletak di belakang...
Asal Usul Kata Jancok di Surabaya Apa yang terlintas di pikiran kita jika mendengar kata “Jancok” ???. mungkin kita akan berpikir jika itu adalah kata dengan konotasi negatif. Banyak orang salah mengartikan “Jancok” sama dengan kata makian padahal sebenarnya “Jancok” memiliki makna tersendiri. Stereotype yang demikian itu telah terbangun secara tidak lansung di kepala masyarakat. Oleh karena itu saya akan menjelaskan sejarah kata “Jancok” dalam dalam bentuk cerita rakyat yang saya ketahui. Untuk mengetahui sejarah kata “Jancok” marilah kita mundur ke zaman penjajahan belanda. Dahulu saat belanda menyerang Indonesia, para pemuda bangsa dan TKR berjuang keras untuk mengusir penjajah dengan persenjataan seadanya. Pada era ini lah Surabaya mulai mengenal kata “Jancok”. Ket...
Gua ini terletak di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Sudah puluhan tahun gua ini dikunjungi wisatawan, namun sejarah yang melatarbelakangi gua yang berbentuk sumur tersebut belum banyak diungkapkan dalam bentuk tulisan. Gua yang terletak di bukit kapur ini membuat para wisatawan harus menempuh perjalanan menanjak yang cukup curam. Pengunjung harus melewati jalan setapak yang terjal dan berbatu. Di sekeliling jalan ditumbuhi pohon jati yang menjulang tinggi dan semak belukar. Dari luar, Gua Jedog terlihat seperti mulut sumur yang menganga. Hal tersebut menyebabkan wisatawan kesulitan untuk turun ke dasar gua. Dari mulut gua terlihat stalaktit dan stalagmit yang indah dan beberapa batuan besar yang ditumbuhi lumut. Memasuki Gua Jedog, wisatawan langsung disambut dengan ribuan kelelawar yang menghuni gua. Untuk memasuki Gua Jedog para pengunjung diharuskan menuruni tangga bambu yang bersandar di dinding mulut gua. Di dalam gua, terdapat tumbuhan perdu dan pohon be...
Pada tahun 1964 terjadi peristiwa bersejarah buat masyarakat Bali dan Banyuwangi Yaitu dengan meletusnya Gunung Agung, Dengan meletusnya gunung agung ini memberi dampak negatif juga berdampak positif. Dari segi negatif di mana debu abu vulkanik Gunung Agung yang hampir menyelimuti pulau Bali serta Jawa Timur ( Banyuwangi ) selama berhari bahkan berminggu minggu Dampak akibat letusan Gunung ini perekonomian tidak bisa berjalan dengan baik( orang akan malas untuk keluar rumah untuk beraktifitas tiap harinya. Di desa ( Gintangan) juga kena dampak nya di mana masyarakatnya di setiap rumah juga terganggu aktifitasnya ( malas keluar rumah , ternaknya di taruh di kandang, cari makanan ternak juga susah rumput jadi kotor dan lain lain sebagainya. Hidup di pedesaan memang sangatlah enak ( buat saya lo .karena anak desa) dan di depan rumah pasti ada pohon kelapa,Pohon Kelapa Ini di gunakan untuk hiasan semata,Karena rerumputan susah maka daun kelapa ini ini tiap sore daun nya di ambil untuk b...
Kacang Shanghai yang oleh orang asli Tulungagung dengan logat jawanya sering disebut “Canggei” ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia berupa makanan khas yang bisa disumbangkan oleh Kabupaten Tulungagung, salah satu dari 29 kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Nama kacang shanghai ini sering dikenal dengan istilah kacang atom. Sebaga nama produk pasarannya. Namun, seperti yang sudah saya jelaskan di awal, masyarakat Tulungagung sering menyebut makanan ini, canggei. Menurut orang Jawa, canggei ini memiliki arti kaCANG sing diGawE karo diinterI atau dalam bahasa Indonesia berarti kacang yang dibuat (mungkin maksudnya dibuat menjadi makanan) dan diinteri berarti dibuat bulatan-bulatan, karena memang canggei ini bentuknya bulat-bulat seperti kelereng. Canggei ini dikatakan sebagai makanan atau tepatnya camilan khas dari Tulungagung karena sejarahnya sebagai berikut : dulunya, canggei ini bukan merupakan camilan khas dari Tulungagung, namun kemudian mulai sekitar t...
Budaya Panji yang Mulai Pudar dari Peradaban Cerita Panji merupakan sebuah karya sastra Jawa periode klasik, yang tepatnya dari era Kerajaan Kadiri (1104-1222). Karya sastra ini berisi kumpulan cerita mengenai kepahlawanan dan cinta yang terpusat pada dua orang tokoh utama, yaitu Raden Inu Kertapati (atau Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (atau Galuh Candrakirana). Cerita tersebut memiliki beragam versi dan menyebar tidak hanya lingkup Indonesia khususnya Jawa, tapi Kamboja, Myanmar, dan Filipina. Beberapa versi diantaranya Keong Mas, Ande-Ande Lumut,Panji Kuda Sumirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Angron Akung, Jayakusuma, Panji Angreni Palembang, Panji Kuda-Nurawangsa, Ketek Ogleng , Ragil Kuning dan Golek Kencana. Karena terdapat banyak cerita berbeda tetapi saling berhubungan, maka cerita-cerita tersebut dimasukkan dalam satu kategori yang disebut “Lingkup Panji”. Cerita-cerita dalam Lingkup Panji banyak digunakan dalam b...
Kabupaten Bojonegoro dengan kondisi geografis dan potensi sumber daya alamnya memiliki potensi besar bagi pengembangan kerajinan batik, khususnya batik yang memiliki motif khas Bojonegoro. Terlebih lagi dengan masih banyaknya potensi sumber daya manusia terutama kaum wanita. Berangkat dari pemikiran memberdayakan secara optimal kaum wanita untuk menekuni usaha mandiri, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 29 Desember 2009 menyelenggarakan festival desain motif batik khas Bojonegoro, Festival itu bertujuan untuk mengangkat potensi daerah Bojonegoro yang di goreskan dalam sebuah motif batik. Dalam penentuannya dipilih 9 karya yang ditetapkan sebagai “Motif Batik Khas Bojonegoro” selanjutnya dipopulerkan dengan nama “Batik Jonegoroan”. Motif - motif Batik Jonegoroan pada saat itu diantaranya yaitu: Rencak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang...