Bicara soal tentang agama di Indonesia, biasanya tidak terlepas dari ritual. Kebetulan saya ada teman yang tinggal di Semarang dan dia beragama Buddha. Kemarin malam kami berbincang soal bagaimana ritual pindah rumah menurut tradisi Buddha di daerah Jawa. Nama ritualnya ini adalah Upacara Pelimpahan Jasa.
Sama hal nya dengan kita yang beragama islam mengadakan syukuran untuk pindah ke rumah baru yang mengundang beberapa tetangga rumah sekitar. Buddha dengan budaya Jawa ini, mereka juga mengadakan ritual pindah rumah. Ritual pindah rumah ini menyangkut tentang ruh-ruh penghuni rumah yang sudah lama tinggal disana. Tujuan dari ritual tersebut adalah untuk mendoakan penghuni rumah lama itu dan pastinya doa-doa tersebut berisikan hal-hal yang baik agar penghuni rumah lama tersebut tidak menganggu kita yang pindah ke rumah tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tidak mengusir ruh penghuni lama tersebut? Kan bisa saja penghuni lama tersebut mengganggu kita? Dalam kepercayaan Buddha, ruh penunggu itu adalah makhluk yang menderita dan mereka butuh pertolongan. Salah satu tujuan dari ritual pelimpahan jasa ini juga untuk mengurangi penderitaan ruh penunggu itu karena kita telah mendoakannya. Ritual ini juga didasari atas ajaran Buddha yang mana menyuruh umatnya untuk selalu menyebarkan kebaikan dan cinta ke semua makhluk, entah itu hewan; tumbuhan; manusia; bahkan makhluk halus. Doa-doa ritual ini biasanya dipimpin oleh biksu atau bhikkhu setempat.
Prosesi upacara pelimpahan jasa ini diawali dengan dinyalakannya lilin dan dupa. Kita lihat lama kelamaan lilin semakin meleleh dan dupa menjadi abu. Ini sebagai simbol bahwa hidup manusia itu tidak ada yang kekal dan abadi. Kedua, dibacakannya doa pengantar oleh bhikkhu. Ketiga, dibacakannya doa pelimpahan jasa oleh bhikkhu juga. Yang keempat adalah penuangan air atau pemercikan air di segala penjuru rumah yang akan ditempati. Air ini juga simbol sebagai kita itu menebarkan kebaikan. Yang terakhir itu adalah meditasi sebagai pemusatan pikiran dan menyebarkan kasih sayang lalu ditutup dengan doa penutup. Dalam upacara ini, dihadirkan pula sesajen yang berisi bunga dan buah untuk persembahan kepada ruh penunggu.
Sebenarnya ritual tersebut bisa saja dilaksanakan sendiri oleh keluarga yang akan menempati rumah baru. Tetapi, lebih baik lagi jika mengundang bhikkhu untuk mendoakan serta tetangga-tetangga rumah lainnya agar semakin banyak yang mendoakan semakin tentram pula si keluarga yang akan tinggal di rumah baru tersebut.
Apa sering terjadi kesurupan saat prosesi upacara pelimpahan jasa itu berlangsung? Jarang terjadi. Kalau pun ada, bhikkhu itu akan membimbing si ruh nakal tersebut untuk keluar dari tubuh manusia yang kesurupan itu. Pertama didoakan dulu si ruh tersebut lalu dituruti keinginan ruh itu apa agar lebih cepat keluar dari si tubuh manusia itu.
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...