Upacara selapanan yang diiringi tradisi bancakan/nasi bancakan adalah tradisi yang dikenal luas dan dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa sebagai salah satu bentuk upacara slametan. Upacara selapanan ini dilakukan tepat saat sang bayi berusia 35 hari (selapan). Perhitungan ini dilakukan berdasarkan kalender Jawa, dimana masyarakat Jawa menghitung hari dalam hitungan sepekan sebanyak 7 hari (Senin – Minggu) dan hitungan pasaran dimana satu pasaran berjumlah 5 hari (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi). Perhitungan selapan berasal dari perkalian antara 7 dan 5 yang menghasilkan 35 hari. Tujuan dihelatnya upacara selapanan adalah dalam rangka menunjukan rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada bayi dan ibunya. Rangkaian selapanan memuat beberapa sesi upacara...
Cagar Budaya merupakan kekayaan bangsa yang sangat penting dan wajib kita lestarikan. Selain itu, kita dapat memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional. Secara tidak langsung cagar budaya dapat mencerminkan jati diri dari suatu bangsa mengingat cagar budaya merupakan warisan dari budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur dan spiritual. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Sebagai warisan budaya bangsa, kita wajib mencintai dan melindungi benda cagar budaya dari ancaman seperti pencurian, penghancuran, dan pemalsuan. Upaya pemerintah melindungi benda cagar budaya dari kepunahan dilakukan dengan mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 dan disusul dengan Nomor 11 tahun 2010. Tug...
Batik Plumpungan merupakan salah satu produk batik yang berasal dari Kota Salatiga. Motif dasar batik tersebut terinspirasi dari susunan batu besar dan batu kecil Prasasti Plumpungan, yaitu prasasti yang dianggap sebagai cikal bakal berdirinya Kota Salatiga. Adapun pencipta dari motif batik ini adalah Bambang Pamulardi yang berstatus sebagai salah satu PNS (Pegawai Negeri Sipil) Kota Salatiga. Pencipta Batik Plumpungan merupakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia dan karya seni kontemporer. Motif batik ini diciptakan pada tanggal 23 Juli 2004 oleh seorang PNS bernama Bambang Pamulardi dan dipublikasikan pada tahun 2005 di harian Jawa Pos. Motif tersebut terinspirasi dari susunan batu pada Prasasti Plumpungan, yaitu prasasti berangka tahun 672 Saka atau 750 Masehi yang ditulis dengan huruf Jawa Kuno serta menggunakan bahasa Sanskerta. Prasasti itu berada di Dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Adapun Bambang sendiri merupakan war...
Museum Wayang Kulit adalah sebuah museum yang terletak di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan pada masa pemerintahan Bupati Begug Poernomosidi yang juga dikenal sebagai seorang dalang di Kabupaten Wonogiri. Museum Wayang Indonesia terletak di dalam kompleks Padepokan Pak Bei Tani M Ng. Prawirowihardjo di Kecamatan Wuryantoro pada Jalan Raya Wonogiri – Pracimantoro km 13. Museum ini berjarak sekitar 15 km dari pusat kota dan dapat dicapai dengan kendaraan pribadi dalam waktu kurang dari 30 menit. Cukup mudah menemukan museum ini karena terletak di pinggir Jalan Raya Wonogiri – Pracimantoro km 13. Museum ini diresmikan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia pada waktu itu, pada tanggal 1 September 2004. Museum ini dikelola oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri dan buka tiap hari kerja dari Senin – Sabtu pukul 07.00 – 14.00. Disebut sebagai Museum Wayang Indonesia karena...
Lagu Lir-ilir merupakan sebuah tembang dolanan (lagu anak-anak) karangan Sunan Kalijaga yang dipergunakan sebagai media untuk mendakwahkan Agama Islam di Nusantara. Alasan dipilihnya lagu sebagai media dakwah adalah agar mudah dimengerti oleh masyarakat pada kala itu yang rata-rata belum terdidik. Selain itu, juga sebagai penarik bagi semua kalangan yang ada di Jawa untuk mengenal Islam lebih mendalam. Adapun lirik lagu Lir-Ilir adalah sebagai betikut beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia: Lir-ilir, lir-ilir, tandure wes sumilir (Bangun, bangunlah, pohon sudah mulai bersemi) Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar (Demikian menghijau, bergairah bagai pengantin baru) Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi (Anak gembala, anak gembala, panjatkan belimbing itu) Lunyu-lunyu yo penekno, kanggo mbasuh dodotiro (Walaupun licin tetap panjatlah, untuk mencuci pakaianmu) Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggi...
Mengenal tata krama,etika, dan sopan santun jawa Tata krama adalah suatu aturan yang diwariskan turun temurun untuk mengatur hubungan antara individu satu dengan individu lainnya. Tata krama bertujuan untuk menimbulkan saling pengertian, hormat-menghormati dan penghargaan menurut adat yang berlaku di suatu masyarakat. Tata krama umumnya mengandung nilai lokal, yaitu hanya berlaku pada daerah tertentu saja. Untuk itulah tata krama satu suku bangsa dan yang lainnya bisa berbeda-beda. tata krama yang akan kita bahas adalah tata krama Jawa. Dalam tata krama Jawa, ada etika dan sopan santun yang harus dipenuhi. Ini tidak terlepas dari sifat halus dan kasar. Tata krama jawa mengatur semua hubungan mencakup antara manusia dengan Tuhan, manuia dengan lingkungan dan manusia dengan manusia yang lainnya. Etika yang ada antara manusia dan manusia dibedakan dalam tata krama Jawa . Antara orang muda kepada orang tua memiliki etika tersendiri, berbeda dengan etika yang ad...
jenang khas jawa adalah jenis jajanan atau panganan khas jawa yang bentuknya menyerupai madu mongso dan dodol,rasanya lembut manis dan kenyal,mempunyai warna coklat karena adanya bahan pemanis yang berasal dari gula merah atau gula jawa asli.Hampir disetiap sudut daerah JAWA banyak dijual oleh-oleh khas jawa yaitu jenang khas jawa.Buat kalian yang rumahnya luar daerah jawa dan ingin mencicipi bagaimana rasanya jenang khas jawa dapat membuat sendiri di rumah Jenang khas jawa sendiri awalnya memiliki rasa original yaitu wijen gula merah,namun sekarang sudah mulai banyak yang membuat variasi rasa seperti rasa jahe,durian,nangka,wijen,susu,strowbery dan masih banyak lagi aneka rasa lainya. Jenang kas jawa juga sudah menjadi jajanan wajib yang harus ada di meja ruang tamu saat hari raya lebaran. Kebanyakan orang yang dari luar daerah jawa masih sulit untuk membedakan antara jenang dengan madu mongso, sedikit perbedaan yang terdapat pada jenang dan madu mongso adalah kalau jenan...
Konon asal mula Sukoharjo terkait dengan perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala akibat geger pecinan. Pada waktu itu masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana II. Perpindahan terjadi atas nasihat para sesepuh karena keraton dianggap sudah tercemar oleh darah pemberontak. Untuk memenuhi nasihat para sesepuh Keraton, Sri Susuhunan II mengadakan pembicaraan dengan Kyai Yosodipuro, Kyai Tohjoyo, dan Pangeran Wijil. Kyai Tohjoyo menyarankan agar tanah yang akan dijadikan keraton kelak dapat mendatangkan kesejahteraan (yang dalam bahasa Jawa disebut Sokoraharjo). Kyai Yosodipuro sependapat dan menyarankan supaya tanah itu nantinya tanah yang berbau wangi atau Talawangi. Sri Susuhunan menyetujui dan menugaskan Pangeran Wijil untuk mendapatkan lokasi keraton yang baru. Dalam pelaksanaannya Pangeran Mijilpun membentuk tim. Tim pertama dipimpin oleh Suranata, Kyai Khalifah Buyut, dan Mas Penghulu Pekik Ibrahim. Tim kedua dipimpin oleh Raden Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung...
Solo merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang sarat akan nilai-nilai budaya. Salah satu kebudayaan yang berasal dari solo adalah Kirab Apem Sewu. kebudayaan Jawa Tengah yang merupakan acara ritual syukuran oleh masyarakat kampong Sewu yang biasanya digelar pada acara bulan Haji. Ritual ini diadakan guna mengenalkan kampong sewu sebagai sentra produksi apem pada seluruh masyarakat yang sekaligus dijadikan untuk menghargai para pembuat apem. Tak hanya itu saja, ritual ini juga sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan karena desa dan tempat tinggal mereka jau dari bencana. Kirab Apem Sewu adalah tradisi sedekah desa di Kampung Sewu, Solo, Jawa Tengah. Tujuan diadakannya kirab ini semacam bersih desa, yakni membersihkan kampung dan seluruh warganya dari segala mala petaka dan mara bahaya agar dapat hidup rukun berdampingan. Dalam...