Watu Layar Bonang Dahulu kala, pelabuhan yang terkenal di pantai utara pulau Jawa adalah Pelabuhan Kota Lasem, Lasem adalah kota tua pusat pemerintahan sebelum adanya Rembang. Alkisah ada seorang kapten kapal berasal dari Negara China dengan nama Laksamana Cheng Ho, tetapi dijuluki Dampo Awang. Julukan itu diberikan karena ia memiliki kemampuan sebagai juru mudi kapal, perdagangan, strategi perang, dan bela diri yang tinggi. Dampo Awang saat itu sedang berlabuh di Lasem untuk berdagang. Lalu dia ingin mengetahui siapa penduduk pribumi yang mempunyai kemampuan ilmu bela diri yang tinggi, dia sesumbar jika dia menang maka seluruh wilayah Pelabuhan Lasem harus menjadi miliknya, sedangkan jika ia kalah maka ia akan berguru pada orang tersebut. Di Lasem ada sebuah desa yang bernama Bonang, di desa tersebut ada seorang guru yang alim bernama Sunan Bonang, beliau merupakan 1 dari 9 wali yang ternama di pulau Jawa. Dampo Awang pun mendengar tentang Sunan Bonang, orang...
Kampung Naga merupakan suatu daerah di Tasikmalaya, Jawa Barat. yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang masih taat melaksanakan tradisi leluhurnya, yaitu tradisi Sunda. Seluruh penduduk Kampung Naga mengaku beragama Islam, namun tetap sangat menaati adat istiadat dan melaksanakan ritual-ritual yang ada. Maka dari itu pemeluk agama Islam di Kampung Naga sedikit berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Contohnya mereka hanya melaksanakan sholat lima waktu pada hari Jumat saja. Selain itu, dalam melaksanakan rukun Islam kelima yaitu ibadah haji, menurut mereka tidak perlu jauh-jauh pergi ke kota suci Mekah namun dapat dilaksanakan melalui upacara Hajat Sasih yang dilaksanakan bertepatan dengan hari raya haji, yaitu tanggal 10 Rayagung. Upacara Hajat Sasih ini bertujuan untuk memohon berkah kepada Eyang Singaparna yang merupakan leluhur Kampung Naga dan juga untuk bersyukur kepada Tuhan. Sasih dalam bahasa Sunda berarti 'bulan (kalender)', maka dari itu upacara in...
Pada tahun 1872 di Banjarnegara lahirlah seorang putera dari KH Syuhada yang diberi nama Ibrahim. Diusia remaja Ibrahim telah belajar pencak silat dan kelak ia dikenal aktif menggunakan ilmu pencaknya untuk menentang penjajah belanda. Hal ini kerap membuatnya menjadi buronan belanda. Dalam statusnya yang sering menjadi buronan belanda, ia kerap berkelana dari satu tempat ke tempat lainya. Selain bersembunyi,ia juga mendalami dan mengasah ilmu pencaknya. Ia pernah singgah ke batavia, pada seorang kerabatnya disana. Namun di sana ia juga sering membuat onar terhadap belanda hingga akhirnya ia berangkat ke tanah suci Mekah. Setelah menikah dengan puteri KH Ali, ia mendirikan pondok pesantren Binorong di Banjarnegara. Sepulang dari tanah suci ia berganti nama menjadi KH Busyro Syuhada. Pondok pesantren Binorong semakin berkembang pesat. Diantara santri-santrinya antara lain : Achyat (H Burhan) adik misan Ibrahim, M Yasin (Abu Amar Syuhada) adik kandung, dan Sudirman (Pang...
Tembang Dolanan Cublek-Cublek Suweng Tanggal 15 Agustus 2018 Kategori: Alat Musik dan lagu Elemen Budaya: Lagu Daerah Provinsi: Jawa Tengah Asal Daerah: Sragen Cublek-Cublek Suweng merupakan tembang dolanan Jawa atau dalam bahasa Indonesia merupakan lagu permainan yang brasal dari Provinsi Jawa Tengah. jawa.Tembang dolanan ini sangat sederhana namunmemiliki makna yang baik.Lagu ini biasanya dinyanyikan oleh anak-anakterutama anak-anak yang berada di daerah pedesaan,yang dipermainkan bersama-sama dengan teman-teman mereka.Dengan lagu ini,anak-anak menjadi lebih tahu tentang Binatang,tumbuhan,lingkungan alam,dan sebagainya.Terkadang Tembang dolanan ini juga dinyanyikan saat acara-acara terntentu seperti pagelaran wayang kulit.Tembang ini memiliki not angka sebagai berikut : C=do ...
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Buahbatu dan sering melewati Pasar Kordon, pasti mengenal Curug Ece atau Air terjun kecil Ece. Berlokasi tepat dibawah Pasar Kordon dan saat ini bersebelahan dengan Masjid Agung, Curug Ece memiliki kondisi yang mengkhawatirkan. Warna air yang hitam dan sampah yang menumpuk menjadi pemandangan para masyarakat Kordon. Namun, apakah kalian tahu asal usul penamaan Curug Ece? sejauh ini saya menemukan 3 versi yang berbeda dari asal usul curug ini, cerita ini saya dapatkan dari website, literasi, dan narasumber terkait. baiklah mari kita telaah bersama.. Pertama, seorang laki-laki yang biasa dipanggil Mang Ece -penduduk asli sekitar pasar kordon, seringkali melintasi daerah/curug ini bersama kerbau miliknya setelah selesai membajak sawah. suatu ketika Mang Ece bersama kerbaunya mandi di curug tersebut, entah mengapa Mang Ece terpeleset jatuh dan terhimpit diantara batu besar hingga meninggal. konon katanya jasad dari Mang Ece tidak perna...
"Tawurjiii... Tawurji... Tawur! Tawur tuan kaji,Smoga dawa Umur.Tawur!".Kalimat yang juga bait lagu itu pun terus dinyanyikan pada setiap bulan Safar.Mereka terus menyanyikan lagu itu berulang kali,hingga Sultan beserta keluarganya keluar rumah,dengan membawa ribuan uang koin .Sesaat suasana sunyi dan senyap saat mereka berdoa bersama,namun sekejap kemudian,suasana langsung riuh dan ricuh.Itulah yang tergambar dari tradisi Tawurji yang berlangsung di Keraton Kanoman Cirebon,Jawa Barat.Ratusan warga berharap keluarga keraton membawa ribuan uang koin yang akan disedekahkan kepada mereka,dengan cara ditawur atau ditabur. Tidak hanya pada keluarga keraton saja namun tradisi ini pun diselenggarakan di lingkungan umum seperti anak-anak usia sekolah (SD,SMP) biasanya anak laki-laki berselendang sarung dan berpeci berkeliling mendatangi orang-orang di keramaian,ke toko-toko atau mendatangi ke perumahan-perumahan untuk "meminta sedekah" sambil bersenandung "wur..tawurji.." yang dilantunkan ber...
Assalamualaikum teman-teman :) Nama saya Raka Maulida Azka,Saya lahir dari campuran Sunda dan Jakarta.Ayah saya sunda dan Ibu saya Jakarta.Keluarga kami tinggal di Jakarta ,Oleh karena itu tiap momen libur lebaran,tempat mudik kami ialah Jawa Barat,Lebih tepatnya di Kuningan. Saya memiliki Nenek yang hobi memasak,suatu hari saat kami mudik,Ia membuat tape ketan yang enak rasanya dan kebetulan itu ialah tape ketan pertama saya.Tak diragukan lagi,Nenek saya memang sudah terkenal di Desanya sebagai koki yang handal.Atas pengalaman tersebut saya ingin menulis sebuah artikel untuk teman-teman semua. Tape kuningan sudah ada sekitar tahun 1970-an,,Berdasarkan hasil wawancara terhadap Ayah Saya,tape ketan sudah ada saat ia masih sekolah dasar,yaitu sekitar tahun 1977 dan Desa yang paling mengembangkan usaha makanan ini adalah Desa Cibeureum.Kebetulan Desa tersebut tidak jauh dari rumah Ayah (sekitar 2-3 km). Tape ketan terbuat dari beras ketan yang difermentasi dengan ragi d...
Tradisi Barit Desa (Desa Prembun, Tambak, Banyumas) Untuk Menyambut Masa Tanam Baru Prembun adalah desa di kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terletak di ujung wilayah Banyumas, berbatasan dengan Desa Rowokelele, Kebumen, di sebelah timurnya. Di sisi barat, Prembun berbatasan dengan Desa Gebangsari; dan di sebelah utara dengan Desa Pesantren. Sisi sebelah selatan dibatasi oleh Kali Ijo, yang sekaligus merupakan batas antara Kabupaten Banyumas dengan Kebumen. Desa Prembun terdiri atas 4 dusun, yaitu Prembun Lor, Prembun Kidul, Prembun Rawakele, Prembun Rawagembol-Rawadawa, masing-masing dipimpin oleh seorang kepala dusun yang disebut bahu (baca: bau ). Prembun didirikan oleh Mbah Abdul Hamid (Dulkamid), salah seorang pengikut Pangeran Diponegoro, sekarang makamnya terletak di Pemakaman Unthuk Batur, masuk wilayah Dusun Rawagembol. Desa Prembun merupakan salah satu produsen beras di Banyumas, selain itu menghasilkan pula sayur mayu...
Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah pastinya memiliki ciri khasnya masing - masing, Indonesia tidak dapat menjauhi perbedaan namun perbedaan itu tidaklah menjadi batas bagi kita untuk bersatu. Perbedaan berbagai budaya, kepercayaan, etnis, ataupun adat istiadat menjadi dasar bagi kita untuk menguatkan rasa toleransi terhadap satu sama lain. Masyarakat sudah sepantasnya menjalankan apa yang telah menjadi dasar dan pedoman bagi daerah tempat ia tinggal. Seperti dalam hal pernikahan adat. Pernikahan adat adalah suatu kegiatan dimana 2 orang meresmikan ikatan perkawinan yang dilaksanakan berdasarkan adat atau tradisi yang mereka miliki. Adat tersebut memiliki aturan, tahapan, dan tata caranya masing - masing. Hal ini dapat terlihat dari Pernikahan Adat Suku Batak Toba. Pernikahan suku Batak memang memiliki proses yang panjang dan memakan waktu yang lama namun hal ini merupakan suatu keunikan dari suku ini....