Assalamualaikum teman-teman :)
Nama saya Raka Maulida Azka,Saya lahir dari campuran Sunda dan Jakarta.Ayah saya sunda dan Ibu saya Jakarta.Keluarga kami tinggal di Jakarta ,Oleh karena itu tiap momen libur lebaran,tempat mudik kami ialah Jawa Barat,Lebih tepatnya di Kuningan.
Saya memiliki Nenek yang hobi memasak,suatu hari saat kami mudik,Ia membuat tape ketan yang enak rasanya dan kebetulan itu ialah tape ketan pertama saya.Tak diragukan lagi,Nenek saya memang sudah terkenal di Desanya sebagai koki yang handal.Atas pengalaman tersebut saya ingin menulis sebuah artikel untuk teman-teman semua.
Tape kuningan sudah ada sekitar tahun 1970-an,,Berdasarkan hasil wawancara terhadap Ayah Saya,tape ketan sudah ada saat ia masih sekolah dasar,yaitu sekitar tahun 1977 dan Desa yang paling mengembangkan usaha makanan ini adalah Desa Cibeureum.Kebetulan Desa tersebut tidak jauh dari rumah Ayah (sekitar 2-3 km).
Tape ketan terbuat dari beras ketan yang difermentasi dengan ragi dengan bantuan mikroorganisme saccharomeyces cerevisiae.Untuk menambah cita rasa dan ciri khas,Tape ketan dibungkus dengan daun jambu air dan diberi pewarna dengan daun katuk.Tape ketan ini dibuat dengan bahan alami sehingga kita tidak perlu khawatir saat mengkonsumsinya.Saat membeli Tape khas kuningan ini,tak jarang penjual menyajikan tape yang belum matang namun konsumen bisa memperhitungkan waktu matang tape tersebut.Kelebihan dari pembelian tape yang masih mentah contohnya saat pembeli dari luar pulau jawa membeli tape yang matangnya sekitar 3 hari lagi,Jadi pada saat pesanan itu tiba pada pembelinya tape bisa matang tepat pada waktunya.Tape ketan tahan sampai waktu satu minggu,semakin lama usia tape,semakin banyak air yang keluar dari hasil fermentasinya.Namun,Air hasil fermentasi tersebut aman untuk diminum dan memiliki rasa yang manis.
Setelah dibungkus dengan daun jambu air,biasanya tape ketan dijual dalam ember yang berukuran besar dan kecil.Untuk ukuran yang kecil tape ketan dijual dikisaran Rp.50.000 sedangkan yang besar dijual dengan harga kisaran Rp.85.000.Demikian sedikit informasi tentang tape kuningan,artikel ini saya buat dari pengalaman mudik saya dan juga hasil wawancara dengan Ayah saya selaku warga kuningan asli.
Banyak cara untuk kita melestarikan budaya daerah,Salah satunya ialah dengan mengonsumsi kuliner daerah agar makanan/minuman khas daerah dapat bersaing dengan makanan/minuman cepat saji lainnya.sehingga generasi mendatang juga dapat mencicipi betapa lezatnya kuliner nusantara.
Sekian dari saya,kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...