BAHAN LEPAT GAYO TAKENGON: : 1.Tepung beras ketan putih 2.Gula pasir 3.Gula aren atau gula jawa atau gula merag juga boleh 4.Garam 5.Kelapa parut 6. Minyakgoreng 6.Daun pisang 7.Air CARA MEMBUAT LEPAT GAYO -Pertama tama tepung beras ketan di kasih air terus di aduk sampai kalis tapi jangan terlalu lembek -Kemudian tambahkan gula pasir secukupnya, sebisa mungkin gula pasir di campur sampai merata agar lebih mudah baiknya gula pasir atau gula puth di larutkan dalam air -Selanjutnya campurkan gula aren/gula jawa/gula merah yang sudah di haluskan aduk sampairata -Dan jangan lupa menambahkan garam secukupnya, agar hasilnya terasa lebih nikmat ( tidak hambar) -Setelah itu taburkan adonan tersebut dengan kelapa yang sudah di parut( pilih kelapa yang tidak terlalu tua agar rasanya lebih empuk) aduk sampai semua bahan tersebut merata -Sisihkan sediki...
Daerah Aceh, tanoh lon sayang nibak tempat nyan, lon udep matee Tanoh keuneubak, indatu moyang lampoh deungon blang, luah bukeon lee Tanoh keuneubak, indatu moyang lampoh deungon blang, luah bukeon lee Keureuja udep, na so peutimang na so peuseunang, keureuja matee Hate nyang susah, lon rasa seunang aceh lon sayang, sampo'an matee Hate nyang susah, lon rasa seunang aceh lon sayang, sampo'an matee
Daerah Aceh, tanoh lon sayang nibak tempat nyan, lon udep matee Tanoh keuneubak, indatu moyang lampoh deungon blang, luah bukeon lee Tanoh keuneubak, indatu moyang lampoh deungon blang, luah bukeon lee Keureuja udep, na so peutimang na so peuseunang, keureuja matee Hate nyang susah, lon rasa seunang aceh lon sayang, sampo'an matee Hate nyang susah, lon rasa seunang aceh lon sayang, sampo'an matee
Loveaceh.com – Bulan Ramadhan adalah bulan ke sembilan dalam sistem penanggalan agama Islam atau Hijriah. Di bulan yang suci dan penuh berkah ini, para umat Muslim seluruh dunia melakukan serangkaian aktivitas agama di dalamnya, seperti berpuasa, sholat tarawih, dan lainnya. Selain aktivitas keagamaan, di bulan Ramadhan sangat identik dengan kuliner dan sajian khas. Ya, bulan Ramadhan akan sangat identik dengan pengalaman kuliner, pengalaman yang sangat membekas karena memberikan dampak yang sangat personal. Semua orang akan mempunyai pengalaman tersendiri dalam menyantap kuliner khas Ramadhan. Makanan yang sederhana akan tampak istimewa di bulan Ramadhan, karena ada nuansa berbeda yang menyertainya. Makanan khas di bulan Ramadhan sebenarnya sangat beragam, tapi ada satu kuliner yang sangat disukai semua orang, khususnya warga Aceh Besar, yaitu Ruti Seuoep. Ruti Seuoep adalah kue khas Aceh Besar yang bisa di jumpai di rumah-rumah warga di bula...
Loveaceh.com – Aceh, provinsi yang berada paling barat Pulau Sumatra ini selalu dikenal dengan makanannya yang khas, dan berbeda dengan daerah lain, salah satunya adalah kuah beulangong . “Beulangong” artinya kuali besar atau belanga yang digunakan untuk memasak. Ukurannya dipilih yang besar, berdiameter sekitar satu meter. Kuah beulangong adalah makanan khas Aceh yang bahan utamanya bisa: daging sapi, daging kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka, atau pisang kapok. Berbeda dengan sie reuboh , yang bahan dan bumbunya sangat sedikit. Memasak kuah beulangong membutuhkan bumbu yang cukup banyak, dan hampir sama dengan bahan dan bumbu untuk memasak kuah sie kameng , seperti kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng,...
Kuah beulangong adalah makanan khas Aceh yang bahan utamanya bisa daging sapi, daging kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka, atau ada juga yang menggunakan pisang kapok. Memasak kuah beulangong membutuhkan bumbu yang cukup banyak, dan hampir sama dengan bahan dan bumbu untuk memasak kuah sie kameng, seperti kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng, kemiri, lengkuas, dan masih banyak bumbu lainnya yang semuanya digiling. Cara membuat kuah beulangong atau resep kuah beulangong khas Aceh lumayan mudah. Daging yang sudah dipotong kecil-kecil dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam kuali besar tadi. Aduk dengan bumbu yang di sebutkan di atas sampai merata, dan jangan lupa di kasih garam yang sesuai. Selanjutnya siram dengan air secukupnya, aduk lagi dengan tangan. Tunggu sampai daging masak setengah matang, dan juga...
Timphan adalah penganan kecil sejenis lepat yang berasal dari Aceh. Bahan untuk membuat timphan tergolong sangat simple, terdiri dari tepung, pisang, dan santan. Semua bahan ini kemudian diaduk-aduk sampai menyatu dengan rata. Lalu dibuat memanjang dan di dalamnya diisi dengan serikaya atau kelapa parut yang dicampur dengan gula. Kemudian adonan ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus (rebus tanpa direndam air) selama satu jam. Timphan umumnya disajikan dalam acara-acara formal sebagai kudapan, seperti dalam pesta pernikahan dan hari-hari besar umat muslim di sana, seperti Hari Raya, dllMakanan ini juga cocok sebagai teman minum kopi atau teh hangat. . Berikut ini ulasan lengkap bagaimana proses pembuatan penganan khas masyarakat Aceh ini. Bahan-bahan Bahan Kulit : 100 gr tepung keto 50 gr 65 ml kara...
Pecak Ayam adalah sajian berupa ayam suwir berbumbu, berasal dari ujung barat kepulauan Nusantara tepatnya dari Propinsi Aceh. Sajian ini melengkapi variasi menu ayam suwir yang tersebar di seluruh Nusantara seperti Ayam Suwir Cabai Hijau dari Kalimantan Timur, Ayam Rabe Rica dari Manado atau Ayam Pelalah dari Bali. Setiap resep tentunya unik dan lezat!. Paduan dari ayam panggang yang disuwir-suwir dengan siraman saus santan kental berbumbu plus taburan daun kemangi..hmmmm sedap menggoda ;-) Catatan: Dalam proses pembuatan Pecak Ayam secara tradisional, ayam seharusnya dipanggang di atas bara api. Tapi karena acara bakar2 tak memungkinkan bagi setiap orang jadi silahkan panggang ayam di atas wajan pembakar sambil dibolak-balik sampai matang atau dipanggang dengan oven. Menurut saya memakai oven lebih cepat dan hasilnya suwiran ayam relatif kering menyamai hasil dari pembakaran. Untuk rekan2 dari Aceh, mohon maklum atas keterbatasan di at...
"Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan mati syahid." Itulah kalimat yang diucapkan oleh Teuku Umar, pahlawan nasional asli Aceh sebelum memimpin penyerangan terhadap Belanda. Sayang, sebelum sempat menyerang, suami Cut Nyak Dien ini sudah lebih dahulu dibunuh Belanda. Kata-kata Teuku Umar ini menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh sudah sejak lama mengenal kopi. Selain karena kualitas kopinya yang sudah mendunia, Aceh juga memiliki Kupi Khop, suatu cara minum kopi yang unik. Lazimnya, minum kopi dilakukan dengan menyeruput dari bibir cangkir atau gelas. Namun di Aceh Barat, tepatnya di Meulaboh kopi disajikan dengan gelas terbalik di atas sebuah piring kecil. Asal-usul Kupi Khop Cara penyajian kopi semacam ini dikenal dengan sebutan Kupi Khop alias Kopi Tertelungkup. Konon, gelas kopi yang dibalik terinspirasi dari topi Teuku Umar. Kupi Khop banyak dijumpai di pesisir Aceh Barat, identik sebagai minuman di kalangan pelaut. Kopi sengaja disajikan terbal...