HARI PAHLAWAN
197 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bubur Bayaak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Bubur Bayaak - Banjarmasin Bubur baayak adalah makanan tradisional khas Kalimantan Selatan yang menjadi warisan kuliner di Banjarmasin. Bubur tradisional ini mempunyai warna cokelat dengan paduan cita rasa manis dan gurih. Bubur baayak terbuat dari campuran tepung beras, tepung gandum, santan, gula merah, garam, dan air. Adonan bubur baayak berbentuk butiran-butiran yang diproses dengan cara disaring sembari digoyang-goyang hingga adonannya kalis. Penjual bubur baayak sendiri cukup banyak ditemukan di kota Banjarmasin karena proses pembuatannya yang terbilang mudah. Bagi setiap pembeli yang ingin menikmati semangkuk bubur baayak, mereka hanya perlu mengeluarkan uang tidak lebih dari Rp10.000. Biasanya bubur baayak menjadi menu sarapan sehingga warung penjualnya pun sudah tutup di siang hari. Sumber https://www.google.co.id/search?q=bubur+baayak&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi8xIHFsNHWAhWFjpQKHTCfBj0Q_AUICigB&biw=1366&bih=667#imgrc=10IN...

avatar
Mas Ardy Wijaya
Gambar Entri
Ketupat Kandangan Banjarmasin
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Ketuapat Kandangan - Banjarmasin Ketupat kandangan [katupat kandangan orang Banjar menyebutnya] adalah salah satu makanan khas Kalimantan Selatan yang berasal dari daerah Kandangan yang juga mempunyai kuliner khas lain berupa dodol kandangan. Ketupat dari Kandangan juga sama seperti ketupat pada umumnya yang terbuat dari bahan baku beras. Sedangkan perbedaannya dengan ketupat lainnya adalah penggunakan ikan haruan sebagai menu pelengkap di dalam setiap porsi ketupat. Ikan haruan atau gabus yang digunakan tidak diolah dengan cara digoreng, melainkan dimasak bersama santan yang sehingga menghasilkan kuah gurih. Kuah tersebut nantinya akan disiram ke potongan ketupat.  Ketupat kandangan  bisa dimakan pada pagi, siang, ataupun malam hari. Sebagai tambahan, selain terdapat ikan haruan, biasanya ketupat kandangan juga disajikan bersama sepotong ikan gurame atau patin yang diasap. Resep Ketupat Kandangan Khas Banjarmasin: Bahan-bahan 1. 8 potong  ikan...

avatar
Mas Ardy Wijaya
Gambar Entri
Apam Batil
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Apam Batil - Banjarmasin Para wisatawan yang datang ke Banjarmasin untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga harus menjajal kue apam batil, terutama untuk mereka yang sudah mempunyai anak, dijamin anak-anak mereka akan menyukai kue khas Kalimantan Selatan ini. Kue apam batil atau orang Banjar menyebutnya surabi adalah kue yang menjadi warisan nenek moyang suku Banjar. Apam batil biasanya dimakan dengan tangan alias bakucau dalam bahasa Banjar. Kue apam batil yang menurut sebagian penduduk Banjar berasal dari Hulu Sungai Selatan adalah kue yang terbuat dari tepung terigu. Kue apam atau apem batil mungkin tidak sepopuler kue donat atau bolu, tapi untuk rasanya boleh diadu, apalagi jika dimakan bersama kuah gula aren, akan  double  nikmatnya. Kue yang menjadi kesukaan anak-anak Banjar ini paling sering dimakan pagi hari atau oleh umat Muslim dijadikan menu berbuka puasa. Resep Apam Batil Khas Banjarmasin : Bahan 1 kg tepung beras 1...

avatar
Mas Ardy Wijaya
Gambar Entri
Mandai
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Selatan

Kudapan yang satu ini merupakan khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari kulit cempedak atau kalau orang Kalimantan Selatan menyebutnya tiwadak yang diawetkan dalam waktu yang cukup lama. Mandai umumnya dimasak dengan cara di goreng, walaupun ada juga yang memasaknya dengan cara digulai dan dibakar. Dengan ditambah beberapa rempah-rempah maka rasa asam dari kulit cempedak pasti enak rasanya. Proses pengawetannya pun cukup sederhana yaitu dicampur dengan garam, kemudian didiamkan dalam tempat yang tertutup rapat. Sedangkan lama pengawetan tergantung selera masing-masing, makin lama semakin asam rasanya dan semakin enak. Siapa yang tidak kenal buah cempedak, buah dengan nama latin artocarpus champeden  sangat digemari karena daging buahnya memiliki tekstur yang lunak dan lembut di lidah serta aroma wanginya yang menusuk hidung layaknya buah durian. Buah cempedak mirip dengan buah nangka karena sama-sama termasuk dalam famili moraceae, hanya saja buah nangka lebih fam...

avatar
Muthi Ashriyanti Tarya
Gambar Entri
Mamanda
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kalimantan Selatan

Teater rakyat Mamanda merupakan kesenian asli Suku Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Teater ini telah dibawa oleh rombongan bangsawan Malaka pada tahun 1897 M. Rombongan ini, di samping bermaksud melakukan kegiatan perdagangan, juga memperkenalkan suatu kesenian baru yang bersumber dari syair Abdoel Moeloek. Kesenian tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Badamuluk . Seiring perkembangan zaman, sebutan untuk kesenian ini berkembang menjadi Bamanda atau Mamanda . Berikut ini akan dikemukakan terlebih dahulu bagaimana sejarah dan perkembangan kesenian Mamanda di Kalimantan Selatan. Sejak masa Kerajaan Negara Dipa, masyarakat Kalimantan Selatan telah mengenal beberapa jenis kesenian tradisional, seperti  wayang, topeng, dan joged. Ketika Islam mulai berkembang di Kalimantan Selatan pada tahun 1550 M, terutama setelah berdirinya Kesultanan Banjar yang mendapat bantuan dari Kesultanan Demak, kesenian-kesenian tradisional semakin dikenal rakyat. Pada masa...

avatar
Eloksahar
Gambar Entri
Bamadihin
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kalimantan Selatan

Bamadihin adalah salah satu seni bertutur orang Banjar melalui syair atau pantun yang dilantunkan oleh satu sampai empat orang sambil diiringi alat musik rebana atau terbang . Saat ini beberapa kelompok Bamadihin masih bertahan di perdesaan Banjar, meski tidak sebanyak dahulu. 1. Asal-usul Suku Banjar di Kalimantan Selatan adalah salah satu suku Melayu terbesar di Indonesia. Suku ini memiliki kebudayaan yang khas, yaitu kesenian bamadihin atau bamadihinan. Kesenian ini merupakan salah satu identitas budaya orang Banjar yang unik dan penting. Hingga saat ini, bamadihin masih dipentaskan di perdesaan-perdesaan Banjar dalam peristiwa-peristiwa tertentu, misalnya pesta perkawinan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Banjar masih peduli terhadap warisan leluhur mereka. Secara umum, bamadihin berarti seni bertutur menggunakan syair-syair dan pantun nasehat ( madihin ) tentang kehidupan, yang dilantunkan oleh satu hingga empat orang ( pamadihin )....

avatar
Eloksahar
Gambar Entri
Tenun Pagatan
Motif Kain Motif Kain
Kalimantan Selatan

Tenun tradisional Bugis Pagatan adalah tenun yang berasal dari daerah Pagatan, Kalimantan. Tenun ini merupakan hasil kerajinan orang-orang Bugis yang tinggal di Pagatan. 1. Asal-usul Seni tenun telah dikenal masyarakat sejak Nusantara masih menyatu dalam berbagai bentuk kerajaan. Menenun merupakan kegiatan sehari-hari masyarakat terutama kaum perempuan, baik untuk tujuan kormersil atau sekadar untuk mengisi waktu luang. Di Kalimantan, pekerjaan menenun telah ada sejak zaman kerajaan Negara Dipa di Amuntai. Hal tersebut tertuang dalam naskah Tutur Candi yang berbunyi: Mula-mula kapas digawi urang dan itu tapih pitung warna ada yang menggiling, ada yang mahambat dan ada yang menggantih dan manisi dan yang manyikat dan yang maawiludar dan yang mahani dan mananun, maka tuntung pada sahari itu jua maulah. Artinya: Mulai kapas dikerjakan orang, dan sarung yang tujuh warna itu ada yang menggiling, ada yang memukul-mukul, menggantih , manisi dan yang menenun, maka...

avatar
Eloksahar
Gambar Entri
Dewi Luing Indung Bunga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Alkisah pada zaman dahulu di daerah Kalimantan Selatan pernah berdiri beberapa perkampungan yang saling berdekatan. Para penduduknya sering menebang hutan tanpa menanaminya kembali hingga alam menjadi rusak. Mereka juga sering bertengkar, saling menyakiti, suka merampas hak milik orang lain, dan gemar berfoya-foya. Beberapa tahun kemudian daerah itu ditimpa bencana kekeringan. Sudah enam bulan hujan tidak turun. Di mana-mana debu beterbangan dan tanah mulai pecah-pecah. Hutan yang dulu subur menghijau, kini pepohonan berubah menjadi meranggas. Hewan penghuni hutan banyak yang mati kehausan. Demikian pula ternak penduduk. Mata air yang ada di kaki bukit mulai mengering dan hanya mengeluarkan tetesan air. Padahal mata air itu merupakan satu-satunya sumber air yang mengairi tanah pertanian mereka. Akibatnya, mereka gagal panen. Penduduk yang tinggal di tepi sungai pun mulai gelisah. Air bersih semakin sulit didapatkan. Persediaan makanan pun semakin menipis. Di mana-mana terjad...

avatar
Nandafitsu
Gambar Entri
Si Diang Bakut
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Syahdan, di Kampung Timbuk Bahalang , Haruai, hiduplah seorang petani bernama Raden Palewangan. Tubuhnya gagah dan kekar. Ia mempunyai istri yang cantik jelita, baik tutur katanya, sopan-santun dalam pergaulan. Namanya Kenanga Boyan. Sesuai namanya, seumpama bunga kenanga, yang wanginya menghiasi konde pengantin.   Mereka keturunan bangsawan Kerajaan Tanjung Puri yang menjauhkan diri dari perebutan kekuasaan dan pertikaian di istana, menutup diri dari khalayak ramai. Sehari-hari, mereka dipanggil “Abah Diang” dan “Uma Diang” saja. Akhirnya, mereka bermukim di Kampung Timbuk Bahalang.   Kampung itu sunyi, hutan belantaranya lebat sekali. Penduduknya warga Dayak Ma’anyan, Deah dan Lawangan. Hutan yang lebat, luas dan gelap, dihuni hewan payau , kijang, kancil dan burung haruai, yang bulunya dipakai Suku Dayak sebagai tanda kepahlawanan.   Di kaki bukit, mengalir Sungai Tabalong Kiwa, yang berhulu di Tampirak, Muara U...

avatar
Nandafitsu