Kemerdekaan Indonesia
1.127 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Mundu’an
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Mundu’an berangka tahun 728 Çaka atau 806 M dengan menggunakan aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terdiri atas dua buah lempeng berbentuk persegi panjang dibuat dari tembaga ( tamra pra Å›asti ). Lempeng pertama memiliki ukuran 9,5 x 32,2 cm dengan tebal rata-rata 1 mm, sedangkan lempeng kedua berukuran 9,5 x 31,8 cm dengan bagian tepinya lebih tipis dibandingkan bagian lainnya. Setiap lempeng prasasti memuat tujuh baris tulisan.   Prasasti ini ditemukan oleh Mbok Reti (saat itu berusia 55 tahun) pada tanggal 27 November 1969 di Dukuh Toro, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Oleh Mbok Reti, prasasti yang ditemukan dalam keadaan setangkep dengan bagian yang bertuliskan menghadap ke dalam, dianggap sebagai benda keramat sehingga dijaganya dengan baik. Prasasti ini acapkali disebut juga sebagai prasasti Jumo sesuai dengan nama tempat ditemukannya.   Saat ini prasasti...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Wukiran
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Wukiran berangka tahun 784 Çaka atau 862 M, dengan menggunakan aksara Jawa Kuno dan memakai dua bahasa, yaitu bahasa Sansekerta dan bahasa Jawa Kuno. Bagian awal prasasti menggunakan bahasa Sansekerta sebanyak 6 baris yang berisi puji-pujian terhadap Åšiwa dan Walaing. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno sebanyak 9 baris. Di baris ke 17 kembali menggunakan bahasa Sansekerta yang berisi puji-pujian terhadap Kumbhayoni. Dua baris terakhir ditutup dengan bahasa Jawa Kuno.   Prasasti yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Walaing Pu Kumbhayoni ini, terbuat dari batu andesit ( upala pra Å›asti ) yang berbentuk blok dengan puncak setengah lingkaran atau membulat. Secara keseluruhan, prasasti Wukiran mempunyai tinggi 84 cm yang diukur dari bawah hingga hingga ujung puncak prasasti. Tinggi bagian badan prasasti adalah 71,5 cm dan bagian puncak 12,5 cm. Panjang prasasti adalah 35,5 cm dengan ketebalan b...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Permainan Ancak-Ancak Alis
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Permainan ancak-ancak alis  berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata  ancak-ancak  dan  alis . Kata ancak berarti bujur sangkar dengan berbingkai pelepah daun pisang untuk lempar sesaji sedangkan kata alis dalam lagu permainan ini yang dimaksud adalah nama seekor kerbau. Dengan demikian antara nama permainan dan permainannya sendiri tidak ada sangkutpautnya. Permainan ancak-ancak alis dapat dilakukan sewaktu-waktu atau pada saat istirahat serta memerlukan halaman yang agak luas. Latar belakang permainan ancak·ancak alis ini menitikberatkan kepada kehidupan  pertanian yang sebagian besar merupakan mata pencaharian penduduk di Indonesia. Oleh sebab itu secara tidak langsung permainan ini mendidik anak-anak untuk mengetahui dunia pertanian. Misalnya, mengenalkan nama-nama tanaman, nama hama tanaman, cara– cara bertani dan sebagainya. Dilihat dari ini dari lagu yang mengiringnya dapat disimpulkan bahwa permainan ancak-ancak alis dapat dig...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Desa Welahan Jepara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Menurut cerita orang tua konon Desa Welahan merupakan daerah segara       atau lautan yang sering menjadi jalan berlayarnya para saudagar atau para nelayan dari negara manca yang mau berdagang di Indonesia terutama bangsa Cina. Dahulu kala, ada seorang saudagar dari cina yang bernama SAM POO KOONG yang berlayar / membawa perahu ke Indonesia bersama barang dengan rempah-rempah. Kisah perjalanan saudagar cina yang bernama Sam Poo Koong menuju Indonesia dengan barang dagangannya ke Indonesia. Dalam perjalanan mereka bermaksud untuk mampir bertemu Sunan Muria. Tujuan bertemu Sunan Muria tidak untuk menawarkan dagangannya namun hanya silaturakhim ngangsu karwuh atau tukar pengalaman kepada Sunan Muria. Dalam pembicaraan antara Sunan Muria dan Saudagar cina ( Sam poo koong ) ada ucapan atau kata-kata sam poo koong yang menyinggung perasaan dan kurang diterima oleh Sunan Muria. Karena Sunan Muria merasa tersinggung dan dihina oleh tamu tersebut ( Sam poo koong)...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Desa Boja, Kendal, Jawa Tengah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Berawal dari cerita Tutur–Tinular dari para sesepuh desa Desa Boja dan dari dukungan dari beberapa buku catatan sejarah terkait dengan keberadaan desa Boja yang tidak lepas dari kegiatan bernama syawalan dan acara ziarah di makam se Dapu Boja, telah berjalan pada setiap tahun hingga sekarang. Dimulai dari Tokoh yang bernama Ki Ageng Pandanaran yang kita kenal sebagai salah satu Bupati di Semarang, konon adalah Bupati yang pertama. Ki Ageng Pandanaran adalah keturunan dari Pangeran Mode Pandan termasuk keturunan Sultan Demak Raden Bagus Sebrang Lor atau Pangeran Adi Pati Sepuh. Pangeran Mode Pandan mempunyai seorang putra bernama Raden Pandanaran dan seorang putri bernama Ni Pandansari. Atas kehendak Pangeran Mode Pandan beliau mengajak putra dan putrinya dengan disertai oleh beberapa pengawalnya meninggalkan kota Demak menuju ke arah barat daya guna menyebarkan agama Islam. Dan sampailah disuatu daerah yang bernama pulau tiring dan disitulah beliau mendirikan pesantren. De...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Magelang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Terdapat berbagai macam versi mengenai asal usul nama Magelang. Kebanyakan sumber berdasarkan legenda, cerita rakyat, dongeng, dan lain sebagainya. Kali ini, saya akan mencoba memaparkannya secara singkat beberapa versi asal nama Magelang.   Versi Pertama. Syahdan, kata Magelang sendiri berasal dari kedatangan orang – orang dari Keling / Ho-Ling (Kerajaan Kalingga) ke wilayah Kedu. Kalingga sendiri merupakan kerajaan bercorak Hindu Siwais yang berpusat di Jepara yang berkembang pada abad ke-6 Masehi. Alkisah, orang – orang Kalingga yang datang ke wilayah kedu waktu itu senang sekali menggunakan perhiasan berupa gelang. Orang Keling ini kerap mengenakan gelang dibagian tubuh mereka, seperti di tangan dan hidung mereka. Kata ‘ma’ pada Magelang merujuk pada kata kerja yang berarti mengenakan. Maka dari itu Magelang berarti mengenakan atau memakai  gelang. Dari rujukan ini, maka Magelang adalah sebuah daerah yang didatangi oleh oran...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Asal Usul Gunung Merapi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Gunung Merapi berada di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah seperti Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten. Menurut cerita masyarakat setempat, dahulu daerah yang kini ditempati oleh Gunung Merapi masih berupa tanah datar. Oleh karena suatu keadaan yang sangat mendesak, para dewa di Kahyangan bersepakat untuk memindahkan Gunung Jamurdipa yang ada di Laut Selatan ke daerah tersebut. Namun setelah dipindahkan, Gunung Jamurdipa yang semula hanya berupa gunung biasa (tidak aktif) berubah menjadi gunung berapi. Apa yang menyebabkan Gunung Jamurdipa berubah menjadi gunung berapi setelah dipindahkan ke daerah tersebut? Ikuti kisahnya dalam cerita  Asal Mula Gunung Merapi berikut ini! Alkisah, Pulau Jawa adalah satu dari lima pulau terbesar di Indonesia. Konon, pulau ini pada masa lampau letaknya tidak rata atau miring. Oleh karena itu, para dewa di Kahyangan bermaksud untuk membuat pulau tersebut tidak...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kota Gunungpati Semarang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Peperangan antara prajurit  Tuban  dan  Pati . Saat itu, banyak penduduk  Pati  yang pergi melarikan diri untuk mengungsi demi keselamatan jiwanya. Salah seorang diantaranya adalah  Kyai Pati . Dia pergi kearah timur di Daerah Semarang. Dengan mengendarai seekor sapi yang bernama  Pragolapati , sapi itu bisa lari cepat sampai tidak bisa di ikuti oleh musuh, dia mengungsi bersama para pengikutnya. Dan tibalah rombongan ini di sebuah tempat yang dianggapnya sudah cukup aman dan nyaman. ''Daerah ini rasanya cukup aman untuk berlindung,'' kata Kyai Pati, benar Kyai sepertinya aman dan kelihatannya daerahnya  juga subur kata pengikutnya. ''Bagaimana kalau kita menetap di daerah ini saja?'' tanya Kyai Pati, yang dijawab ''setuju'' oleh semua pengikutnya dengan sorak-sorak . Kemudian Kyai Pati berkata, ''Wahai  saudara-saudaraku semua, saksikanlah, daerah ini akan saya ber...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Klenteng Tjoe Tik Bio
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Juwana merupakan salah satu nama kecamatan yang terdapat di Kabupaten Pati. Letaknya berada di pesisir utara Pulau Jawa. Sebagai daerah pesisir, Juwana memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Oleh karena itu, Juwana pun menjadi salah satu kawasan tua yang ada di daerah pantai utara (pantura).   Sebagai kota tua, Juwana banyak memiliki peninggalan-peninggalan berupa bangunan  lawas , di antaranya adalah Klenteng Tjoe Tik Bio. Klenteng ini terletak di Jalan Camong No. 1 Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara perusahaan rokok bernama PT Tapal Kuda Kencana.   Keberadaan klenteng ini tidak terlepas dari keberadaan orang-orang Tionghoa yang bermukim di Juwana. Ketika terjadi Geger Pecinan (juga dikenal sebagai Tragedi Angke, dalam bahasa Belanda  Chinezenmoord  yang berarti “Pembunuhan orang Tionghoa) di Batavia pada tahun 1740, lebih sepuluh ribu orang Tionghoa...

avatar
Arum Tunjung