Bahan-bahan 100 gram beras putih 700 ml kaldu ayam Secukupnya garam Secukupnya penyedap Secukupnya merica 2 sdm minyak babi (boleh skip)/ ganti minyak wijen Secukupnya Bawang daun iris (untuk topping) Bahan Kentang kecap 3 buah kentang (bagi 4 iris tipis) 2 siung bawang merah Secukupnya Kecap manis Secukupnya garam Bahan Sayur asin 1 bonggol sayur asin (potong kecil2, buang sebagian daunnya) 2 bawang putih (cincang) Secukupnya gula pasir Secukupnya garam
Kering kentang atau kentang mustofa jadi menu sahur hampir banyak orang. Rasanya renyah gurih, manis dan sedikit pedas. Makanya sangat pas ditaburkan di atas nasi hangat, mie instan atau nasi goreng dan nasi uduk. Bahan utama lauk kering sahur ini adalah kentang. Kentang yang tua dan bagus umbinya jadi kunci kerenyahan kentang mustofa. Bisa kentang biasa tapi lebih baik lagi kentang tes yang tak banyak mengandung air. Bahan yang diperlukan: Bahan dan bumbu yang dibutuhkan: 2 kg kentang 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk purut 1 batang serai, memarkan 50 ebi, rendam hingga lunak, tumbuk halus, sangrai kering 150 g gula pasir 2 sdm air jeruk nipis 100 ml air Bumbu, haluskan: 5 butir bawang merah 7 siung bawang putih 8 buah cabe merah besar 10 buah cabe merah keriting 2 sdt garam Cara membuat: Kupas kentang lalu iris kentang menjadi irisan kecil dan tipis seperti batang korek api. Usahakan ukuran dan ketebalannya sama. Jika ada bisa dipakai serutan kentang agar mendapatkan h...
Resep Odading Bantal Bahan-Bahan Odading Bantal 250 gram tepung terigu protein tinggi 50 gram tepung terigu protein sedang 100 gram gula pasir halus 40 gram mentega 1,5 sendok teh ragi atau fermipan 1 sendok teh soda kue 150 ml air putih Wijen secukupnya Minyak goreng secukupnya Cara Membuat Kue Odading Campurkan semua tepung terigu, gula pasir halus, soda kue dan ragi. Kemudian, aduk hingga rata. Lalu, tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga setengah kalis. Uleni dengan menggunakan tangan. Kalau sudah setengah kalis, masukkan mentega. Kemudian, uleni lagi hingga kalis, bisa dengan menggunakan mixer. Namun, tidak perlu terlalu kalis sekali, adonan cukup diuleni sampai bisa ditarik. Sekarang, bulatkan adonan dan taruh di dalam wadah yang sebelumnya sudah ditaburi dengan tepung sedikit saja. Diamkan adonan di dalam wadah, tutupi dengan plastik wrap sampai rapat. Tunggu selama 50 menit hingga 1 jam. Lamanya waktu menunggu disesuaikan suhu di tempat kamu bikin k...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM01 MUJAROBAT LKK_CIAMIS2013_MLM01 Bhs. Sunda Aks. Jawi Prosa DO 74 hal/17 baris/hal 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini tidak mencantumkan judul maupun nama penulis. Adapun judul tentang diperoleh dari isi naskah tentang doa-doa kesembuhan dan keselamatan. Naskah mujarobat ini, ketika menulis doa-doa mengunakan bahasa Arab, sedanhkan penjelasannya ditulis dengan bahasa Sunda, atau sekali-seklai diselipkan bahasa Jawa misalnya sing alus sorane. Naskah ditulis mengunakan huruf Arab dan huruf Pegon atau huruf Arab Melayu. Ketebalan naskah seluruhnya 74 halaman, setiap halaman terdiri dari 9 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman, tetapi menggunakan tanda terusan ke halaman berikutnya. Naskah ditulis pada kertas bergaris, dalam kondisi kertas sudah agak usang, sebagian pinggirnya kriting. Seluruh naskah ditulis dengan tulisan tangan, tinta warna hitam, adapaun doa ditulis dengan tulisan ber...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM02 KUMPULAN DOA LKK_Ciamis2014/MLM02 Bhs. Arab Aks. Jawi Prosa DO 30hal/12 baris/hal 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul kumpulan doa, yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadist. Judul tersebut tidak dijumpai pada kaper naskah atau dalam teks naskah, tetapi diprediksi dari isi kandungan naskah itu sendiri yang banyak berisi ragam doa. Adapun bahasa yang dipakai meliputi tiga jenis bahasa, yaitu bahasa Sunda dipakai ketika penulis memberi penjelasan, tetapi sekali-sekali disisipkan juga bahasa Jawa Sedangkan bahasa Arab dipakai ketika penulis mencantumkan doa-doa dari Al Qur’an atau Hadist. Sedangkan tulisan naskah seluruhanya mengunakan huruf Jawi, Pegon atau huruf Arab Melayu, tulis tangan dengan tinta warna hitam. Ketebalan naskah seluruhnya 30 halaman, dimana setiap halaman terdiri dari 12 baris dengan tidak mencantumkan nomor halaman, tetapi menggunakan tanda sambung ke ha...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM03 TAUHID LKK_CIAMIS2013_MLM03 Bhs. Sunda Aks. Jawi Prosa TH 150hal /22 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Judul naskah ini tidak terdapat pada kaper, yang ada hanya nama pemilik naskah bernama Malik Makmun, alamat: Kawali Ciamis. Nama tersebut dijumpai pada kulit muka naskah, berikut tahun penulisan 1945. Sementara pada kulit belakang tertulis ayat Al Quran berupa doa, yaitu: “ Rabbanā Lā Tuzig Qulūbanā Baʽda iż Hadaitana.... Adapun bahasa yang dipakai meliputi dua jenis bahasa, yaitu bahasa Sunda dipakai ketika memberi penjelasan. Sedangkan bahasa Arab dipakai ketika menulis Al Qur’an dan Hadis. Naskah seluruhanya ditulis dengan huruf Jawi, Pegon atau huruf Arab Melayu, tulis tangan dengan tinta warna hitam. Ketebalan naskah seluruhnya 150 halaman, dimana setiap halaman terdiri dari 22-27 baris dengan tidak mencantumkan nomor halaman, juga tidak menggunakan tanda sambung ke halaman sela...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM04 NAHWU LKK_Ciamis2014_MLM Bhs. Arab Aks. Arab Prosa TB 266 hal /15 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Judul naskah ini tidak dijumpai baik pada kulit depan maupun dalam teks naskah. Kecuali nama penulis terdapat dibalik kulit muka, tertulis nama Hasan Ma’mun alamat Ciamis - Jawa Barat - Indonesia. Dzulqo’dah 1404 Hijriya. Nakah ini terbagi ke kepada dua bagian. Bagian pertama berisi ilmu Nahwu atau Tata Bahasa Arab yang ditulis dalam bentuk syair atau nazam, sehingga dengan cara ini akan mudah dihapal oleh para santri, Pak Kyai tinggal memberi penjelasan maksudnya. Adapun bahasa yang dipakai meliputi dua jenis bahasa, yaitu bahasa Sunda dipakai ketika memberi penjelasan. Sedangkan bahasa Arab dipakai ketika menjelaskan qaidah-qaidah ilmu Nahwu. Naskah ini seluruhnya ditulis dengan huruf Jawi, Pegon atau huruf Arab Melayu, tulis tangan dengan tinta warna hitam. Ketebalan naskah seluruhnya...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM05 FIQIH LKK_CIAMIS2013_MLM05 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa FQ 216 hal /15 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Dalam naskah ini tidak dijumpai judul buku, baik pada kulit depan maupun dalam teks. Penetapan judul Fiqih berdasarkan kajian isi naskah yang membahas masalah ilmu fiqih tentang taharah dan ibadah. Nama penulis juga tidak dijumpai dalam naskah ini, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Nama yang ada adalah nama pemilik naskah bernama Ondi M, alamat Kwali, Ciamis Jawa Barat, yang ditulis pada lembar kedua kaver, ditulis dengan tinta biru huruf latin. Naskah ilmu fiqih ini ditulis dalam bentuk nazom atau syair, dimaksudkan untuk memudahkan santri menghafalnya. Adapun bahasa yang dipakai dua bahasa, yaitu bahasa Arab dipakai ketika menjelaskan qaidah-qaidah ilmu fiqih atau kaitan dengan nukilan dari Al Qur’an dan Hadist. Naskah ini ditulis tangan dengan tinta hitam, yang seluruhnya ditu...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM06 TUNTUNAN SOLAT LKK_CIAMIS2013_MLM06 Bhs. Arab Aks. Jawi Prosa FQ 30 hal /11 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul tuntunan solat yang ditetapkan berdasarkan isi naskah, dan bukan dari sumber tertulis pada kaper naskah maupun teks naskah. Judul tersebut dibuat bukan bersumber dari kaper naskah atau teks naskah, tetapi dari kajian isi yang lebih menekankan kepada tuntunan sholat, baik solat pardu maupun solat sunnah. Dalam naskah ini tidak dijumpai judul buku, baik pada kulit depan maupun dalam teks. Penetapan judul berdasarkan kajian isi naskah yang membahas masalah tuntunan solat baik solat wajib maupun salat sunah, dimulai dari masalah taharah sampai masalah salat. Demikian juga penulis maupun pemilik naskah tidak dijumpai, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Hanya saja pada halaman terakhir naskah ini tertulis nama bulan Rayagung tanpa disebutkan tahunnya, juga...