Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat kab kuningan
Kentang Mustopha
- 24 Agustus 2020

Kering kentang atau kentang mustofa jadi menu sahur hampir banyak orang. Rasanya renyah gurih, manis dan sedikit pedas. Makanya sangat pas ditaburkan di atas nasi hangat, mie instan atau nasi goreng dan nasi uduk. Bahan utama lauk kering sahur ini adalah kentang. Kentang yang tua dan bagus umbinya jadi kunci kerenyahan kentang mustofa. Bisa kentang biasa tapi lebih baik lagi kentang tes yang tak banyak mengandung air. Bahan yang diperlukan:

Bahan dan bumbu yang dibutuhkan: 2 kg kentang 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk purut 1 batang serai, memarkan 50 ebi, rendam hingga lunak, tumbuk halus, sangrai kering 150 g gula pasir 2 sdm air jeruk nipis 100 ml air Bumbu, haluskan: 5 butir bawang merah 7 siung bawang putih 8 buah cabe merah besar 10 buah cabe merah keriting 2 sdt garam

Cara membuat:

  1. Kupas kentang lalu iris kentang menjadi irisan kecil dan tipis seperti batang korek api. Usahakan ukuran dan ketebalannya sama. Jika ada bisa dipakai serutan kentang agar mendapatkan hasil yang sama.
  2. Rendam irisan kentang dalam air dingin. Jika ada bisa ditambahkan larutan air kapur sirih, 3-4 sendok makan dalam air perendamnya. Setelah didiamkan 30 menit, bilas kentang beberapa kali hingga airnya bersih atau bening lalu tiriskan
  3. Gunakan 2 liter minyak, tuangkan dalam wajan lalu panaskan dengan api sedang. Menggoreng kentang harus memakai banyak minyak dan suhu stabil agar hasilnya kering merata.
  4. Lap irisan kentang yang sudah ditiriskan dengan tisu dapur hingga benar-benar kering. Goreng bertahap hingga menghasilkan kentang yang garing, kuning keemasan. Jangan terlalu sering mengaduk agar kentang tak hancur. Tiriskan kentang goreng.
  5. Panaskan 100 ml minyak dalam wajan lalu tumis bumbu halus hingga wangi dan matang. Masukkan ebi, jika suka, daun salam, daun jeruk dan serai. Aduk hingga tercampur rata.
  6. Tambahkan gula, air jeruk nipis dan air. Masak dengan api kecil hingga campuran bumbu ini mendidih. Tunggu hingga membentuk buih yang lebar dan teksturnya agak kental, sebagai tanda air sudah menguap.
  7. Jika bumbu sudah mulai mengental, masukkan kentang goreng, aduk-aduk cepat hingga seluruh bagian kentang terlapisi bumbu merata. Jika suka bisa ditambahkan kacang tanah goreng.
  8. Jika terlalu awal memasukkan kentang goreng maka hasilnya kentang basah melempem. Sebaliknya jika terlambat akan membuat gula berkristal dan tidak bisa tercampur merata dengan kentang
  9. Taruh kentang mustofa yang sudah berbumbu di baki atau loyang dan ratakan. Biarkan hingga menjadi dingin dan bumbu melekat sempurna pada kentang.

sumber: https://food.detik.com/info-kuliner/d-4988227/resep-kentang-mustofa-yang-garing-dan-enak

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu