Tanaman tali putri ini juga disebut dengan sangga langit oleh masyarakat Sunda. Mudah ditemukan di tepi hutan dan ladang, bahan ini mampu dijadikan obat disentri yang cukup bagus. Selain disentri, herbal tali putri cocok digunakan sebagai solusi sakit perut, sakit borok, dan cacingan, bahkan baik untuk menyuburkan rambut. Caranya : Sediakan 50 gram herbal tali putri yang masih segar berikut juga 3 gelas air. Tali putri ini bisa Anda cuci lebih dulu hingga bersih. Baru kemudian Anda bisa merebusnya sampai sisa air menjadi sebanyak 1 gelas. Saringlah ketika telah dingin, minumlah masing-masing ½ gelas setiap 2 kali sehari. Sumber: https://halosehat.com/penyakit/disentri/obat-disentri
Tebus Weteng atau Mitoni merupakan salah satu tradisi syukuran ibu hamil ketika memasuki usia kandungan 7 (tujuh) bulan. Di Tegal pun mengenal tradisi ini. Namun tentu saja, setiap desa yang ada di Tegal, baik itu Kabupaten maupun Kota Tegal pasti memiliki tradisi yang berbeda juga sesuai dengan kepercayaan dan yang pasti sesuai dengan perkembangan jaman. Namun di daerah pedalaman (jauh dari jalan utama), tradisi ini masih ditemukan, terutama di wilayah Adiwerna, Kabupaten Tegal. Untuk pakem dari Tebus Weteng sebenarnya sama, yaitu adanya rujak. Namun yang membuat berbeda adalah tradisi yang mengikutinya. Biasanya tradisi itu turun temurun dari nenek moyang. Tata Cara Pertama – tama rujak dibuat dengan bahan seperti delima, jeruk bali yang dijemur kering, nanas, gula merah, cabai rawit, dan bumbu lainnya. Sebelum rujak dibagikan kepada tetangga, pasangan yang berbahagia tersebut diminta untuk pura – pura membeli rujak tersebut 1 porsi (biasanya...
Dalam artikel lain kita sudah membahas PENYANG – Azimat Dayak Ngaju , kali ini kita akan membahas GIMAT & SEREMPELIT yaitu penyang yang dikenal oleh sub suku Dayak Benuaq – Tunjung. Sebenarnya antara penyang dengan gimat ini adalah hal yang sama, cuma ada beberapa perbedaan konsep. Jika didalam budaya Dayak Ngaju ada penyang atau azimat yang digantung di Mandau maka orang Dayak Benuaq – Tunjung tidak mengenal azimat yang digantung pada mandau. Azimat ini biasanya berupa kalung, gelang lengan atau juga yang diikatkan pada pinggang. GIMAT GIMAT GIMAT atau JIMAT dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu; gimat yang dipakai saat peperangan dan juga gimat yang dipakai untuk menangkal kekuatan magis berupa santet atau guna-guna. Kedua gimat ini dibuat dalam bentuk yang hampir sama sesuai keinginan pemiliknya. Gimat rata-rata dibuat dari kain hitam. Gimat yang dipakai dalam peperangan harus dijahit oleh seorang janda menggunak...
Jawa memang dikenal memiliki sederet upacara yang berhubungan dengan bayi baru lahir, salah satunya adalah Brokohan. Tradisi Jawa yang satu ini dilangsungkan sehari setelah bayi dilahirkan, tujuannya untuk menyambut kelahiran bayi. Brokohan sendiri berasal dari kata barokah-an yang berarti memohon berkah serta keselamatan atas kelahiran bayi. Saat Brokohan, biasanya sanak saudara dan tetangga dekat berdatangan berkumpul sebagai tanda turut bahagia merayakan proses kelahiran bayi yang sudah berjalan lancar. Selain itu, para tetangga yang datang juga tidak jarang membawa berbagai macam oleh-oleh berupa perlengkapan bayi maupun makanan untuk keluarga yang melahirkan. https://www.orami.co.id/magazine/6-tradisi-merayakan-kelahiran-bayi-yang-hanya-ada-di-indonesia/
Di desa Tarub, tinggallah seorang ibu bernama Mbok Randa Tarub. Ia hidup sebatang kara, oleh karenanya Mbok Randa Tarub kemudian mengangkat seorang anak laki-laki yang ia beri nama Jaka Tarub. Mbok Randa Tarub mengasuh anak angkatnya dari kecil hingga dewasa dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri. Setelah dewasa, Jaka Tarub tumbuh menjadi seorang pemuda yang rajin bekerja membantu ibunya. Jaka Tarub juga memiliki wajah sangat tampan. Sering ia berburu binatang di hutan menggunakan sumpitnya. Ketampanan dan ketangkasannya membuat banyak gadis-gadis desa jatuh hati padanya, namun Jaka Tarub belum berniat untuk berumah tangga. Mbok Randa Tarub sering berkata bahwa ia menginginkan Jaka Tarub segera menikah. “Mbok, saat ini Jaka belum menginginkan untuk memiliki pendamping hidup. Akan tiba saatnya nanti Jaka akan mencari istri.” jawab Jaka Tarub. “Baiklah, jika itu kehendakmu Jaka. Mbok hanya mendoakan yang terbaik bagimu. Mbok sangat menyayangi Jaka.&...
Alkisah, Mbok Sirni telah lama mendambakan seorang anak. Namun, hingga suaminya meninggal dunia, ia belum juga dikaruniai seorang anak. Meskipun kini Mbok Sirni telah tua, namun keinginannya untuk memiliki seorang anak tidaklah pudar. Ia berharap ada seseorang baik hati bersedia memberikan anak padanya untuk ia rawat. Suatu hari, datanglah seorang raksasa mendatangi Mbok Sirni. Tentu saja Mbok Sirni sangat ketakutan. Ia meminta si raksasa untuk tidak memakannnya. “Tuan raksasa, jangan makan hamba. Tubuh hamba kurus lagi sudah tua, rasanya pahit bila dimakan.” kata Mbok Sirni gemetaran. “Memangnya siapa mau memakanmu hai ibu tua. Aku datang kemari untuk memberikan bibit-bibit mentimun. Tanamlah biji-bijian mentimun ini. Engkau akan mendapatkan apa yang sudah lama engkau inginkan. Sebagai ungkapan terima kasihmu nanti atas pemberianku, engkau harus membagi dua hasilnya denganku.” kata si raksasa. Meskipun merasa kebingungan dengan pemberian raksasa,...
Alkisah, zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Dieng yang memiliki seorang putri cantik jelita bernama Shinta Dewi. Banyak sekali para pangeran dan bangsawan ingin meminang Putri Shinta Dewi. Namun belum ada satupun berani datang untuk meminangnya. Tersebutlah seorang pangeran kaya raya bernama Kidang Garungan. Disamping kaya, ia juga dikenal amat sakti mandraguna. Pangeran Kidang Garungan telah mendengar kabar kecantikan Putri Shinta Dewi. Ia berminat untuk meminangnya. Ia kemudian mengirimkan utusan ke kerajaan Dieng untuk menyampaikan pinangannya pada Putri Shinta Dewi. Mendengar penjelasan dari utusan Pangeran Kidang Garungan, Putri Shinta Dewi akhirnya setuju dengan pinangan Pangeran Kidang Garungan, karena tertarik dengan kekayaan dan kesaktian sang Pangeran. “Baiklah aku menerima pinangan Pangeran Kidang Garungan. Sampaikan pada pangeranmu untuk datang langsung kemari menyampaikan lamarannya.” ujar Putri Shinta Dewi. Setelah mendengar penjelasan dari utusannya b...
Alkisah, zaman dahulu di daerah Jawa Tengah berdiri kerajaan Jenggala. Sang Raja memiliki putra mahkota bernama Raden Putra. Raden Putra telah memiliki seorang istri bernama Dewi Candra Kirana. Dewi Candra Kirana terkenal sangat cantik wajahnya. “Anakku, Ayah ingin kamu kelak menggantikan ayah menjadi Raja Jenggala.” Sang Raja menginginkan agar kelak Raden Putra menggantikannya menjadi Raja Jenggala. “Ayah, Ananda belum siap menjadi raja.” Raden Putra menolaknya. Ia justru pergi meninggalkan kerajaan Jenggala seorang diri tanpa mengajak istrinya, Dewi Candra Kirana. Dewi Candra Kirana merasa sangat sedih setelah kepergian suaminya. Ia kemudian pergi meninggalkan istana untuk mencari suaminya tercinta. Dewi Candra Kirana menyamar menjadi seorang perempuan desa biasa. Di tengah pengembaraannya, ia bertemu seorang janda kaya bernama Mbok Randa Kawulusan. Mbok Randa Kawulusan telah memiliki tiga orang anak perempuan bernama Kleting Abang, Kleting Wungu d...
Rawa Pening merupakan sebuah obyek wisata telaga yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kini telaga Rawa Pening ditumbuhi oleh tumbuhan Eceng Gondok. Penduduk biasa menggunakannya sebagai bahan kerajinan seperti tas, ikat pinggang, dompet dan lain sebagainya. Konon menurut legenda Rawa Pening terbentuk karena kemarahan seorang pemuda miskin bernama Jaka Baru Klinting. Pada masa itu masyarakat tidak menyukai orang miskin karena penampilan mereka yang lusuh, dekil dan bau amis. Mereka seringkali menghina Jaka Baru Klinting karena kemiskinannya. Penduduk selalu memperlakukannya secara tidak adil. Namun tidak semua orang membenci Jaka Baru Klinting. Ada seorang janda tua bernama Nyi Lantung yang merasa kasihan terhadap Jaka Baru Klinting. Nyi Lantung merupakan satu-satunya orang yang mau membantu Jaka Baru Klinting. Nyi Lantung selalu berbaik hati memberikan makanan dan minuman padanya. Nyi Lantung Selalu Membantu Jaka Baru Klinting "Terima kasih Nyi Lantung karena selalu...