7.615 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Makna dan Filosofi Tembang Macapat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Tembang Macapat merupakan salah satu kelompok tembang yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh orang Jawa. Ada sebelas tembang dalam macapat, masing-masing memiliki karakter dan ciri yang berbeda, memiliki wataknya sendiri, dan memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya. Aturan khusus tersebut biasa disebut sebagai wewaton (guru/patokan). Dalam macapat terdapat 3 guru yakni guru gatra (banyaknya jumlah baris dalam satu bait), guru wilangan (banyaknya suku kata dalam setiap baris) dan guru lagu (jatuhnya suara vokal dalam setiap baris/ dhong-dhing ). Dalam perkembangannya tembang macapat mengalami perbedaan tafsir. Meski terdapat banyak perbedaan tafsir macapat, namun pada aturan-aturan baku tetap sama. Guru gatra, guru wilangan dan guru lagu semua tetap menggunakan patokan yang sama. Tembang macapat diyakini sebagian besar orang jawa sebagai kelompok tembang yang memiliki makna proses hidup manusia, proses dimana Tuhan memberikan r...

avatar
OSKM18_16418324_Widy Hanifianto
Gambar Entri
Jajanan Pasar Khas Pekalongan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Pekalongan merupakan kota kecil yang berada di Jawa Tengah. Kota ini juga tempat ibu saya dibesarkan. Selama ini banyak orang berparadigma bahwa Pekalongan terkenal dengan batiknya. Berbagai macam-macam batik Pekalongan sudah dikenal oleh para wisatawan yang datang berkunjung. Setiap kali mereka berkunjung rasanya kurang afdal jika tidak membeli batik. Namun, ternyata ada yang lebih menarik dan mengisi perut dibandingkan dengan kain batik, yaitu jajanan pasar. Jajanan pasar yang ada di Pekalongan merupakan jajanan pasar tradisional yang alami dan tanpa bahan pengawet. Pewarnanya makanannya pun berasal dari alam contohnya daun suji. Tetapi, tetap saja ada jajanan yang mengandung pewarna makanan sintetis. Makanan yang pertama akan dibahas adalah Wilatok. Wilatok merupakan jajanan pasar yang menurut saya mirip sekali dengan lapis. Bahannya sendiri terdiri dari tepung beras, gula, daun suji, dan pandan. Bedanya dengan kue lapis, wilatok ini agak sedikit lebih keras dan tidak mem...

avatar
OSKM_19718104_Laksmi Azzahra
Gambar Entri
Cara Membuat Nasi Jagung Khas Salatiga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Nasi jagung adalah suatu makanan khas Indonesia yang terbuat dari jagung sebagai bahan dasarnya. Jagung yang digunakan adalah jagung yang sudah tua. Jagung tersebut mudah ditemukan di pasaran karena harganya relatif lebih murah daripada jagung manis ataupun jagung muda. Nasi jagung ini sama saja seperti nasi putih pada umumnya yang dimakan dengan lauk pauk lainnya. Nasi Jagung dinilai memiliki nilai gizi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasi beras. Nasi Jagung lebih kaya akan vitamin, mineral dan serat. Dalam nasi jagung, gizi yang paling tinggi terkandung ialah Magnesium. Mengkonsumsi Magnesium membantu mengurangi kemungkinan terkena penyakit diabetes dan darah tinggi. Nasi jagung juga dapat melancarkan pencernaan, menurunkan resiko kanker, mencegah anemia, menjaga kesehatan tulang, menurunkan kadar gula, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menjaga fungsi ginjal.   Bahan-bahan: Jagung kering. Cara membuat Beras Jagung: 1. Jagung kering dih...

avatar
OSKM18_19718310_Vailovaya Sinya Havinaka
Gambar Entri
Pertemuan Werkudara dan Dewa Ruci
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita tentang Ajaran Dewa Ruci kepada Werkudara/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta), terdapat pada kakawin (tembang) oleh pujangga Surakarta, Yasadipura I.   Alkisah, seorang kesatria yang mulia, jujur, bahkan cenderung lugu yaitu Arya Bimasena alias Prabu Werkudara diutus oleh sang Guru Resi Durna untuk mencari "Tirta Prawitasari" yaitu air kehidupan. Air kehidupan ini berkhasiat untuk menyucikan batin guna mencapai kesempurnaan hidup.   Kemudian Bima menghadap Ibundanya yaitu Dewi Kunthi untuk pergi ke Hutan Tibaksara tepatnya di pegunungan Reksamuka. Dikatakan bahwa letak air itu tersimpan di bawah Kayu Gung Susuhing Angin (Pohon besar tempat bersarangnya angin). Namun Ibunya, Dewi Kunthi serta sanak saudaranya hendak melarangnya dan mengingatkan bahwa mungkin itu hanya jebakan dan dapat membahayakan keselamatannya.    Tekad yang kuat  mengantarkan Bima sampai...

avatar
OSKM_19918228_NIna
Gambar Entri
Monumen Juang Pekalongan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Monumen Juang Pekalongan terletak di Bendan, Pekalongan. Monumen ini dibangun bertujuan untuk memperingati peristiwa berdarah yang terjadi pada 3 Oktober 1945. Peristiwa ini diawali dengan berita kekalahan jepang oleh sekutu pada perang dunia kedua. Indonesia setelah itu memproklamasikan kemerdekaannya. di Jakarta, PPKI membentuk KNIP yang kemudian di Pekalongan tepatnya di Karesidenan Pekalongan dibentuklah KNID yang diketuai dr.Sumbardji. Usaha pertama yang dilakukan KNID setelah didirikan adalah membentuk pertemuan rakyat dari Batang, Buaran, Comal, dan Pekalongan untuk mengambil kekuasaan dari tangan jepang. Pertemuan ini diadakan di Lapangan Kebon Rojo (Sekarang Menjadi Monumen) sejak pukul 08.00. Pukul 10.00 perundingan di mulai, pada saat perundingan selesai kemudian dr.Sumbardji serta Mr.Besar membacakan hasil perundingan dan Harizumi menerjemahkan penyataan dari dr.Sumbardji, seketika ada sekelompok orang yang tiba-tiba menaiki pagar pemisah. Seketika itu tentara jepang...

avatar
OSKM18_19718122_Savina Dinda Ramadhanty
Gambar Entri
Ritual Dhanyangan di Wonogiri
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Lokasi : Kabupaten Wonogiri, terutama daerah Kecamatan Sidoharjo, Jatisrono (Wonogiri timur dan selatan) Deskripsi: Ritual Dhanyangan adalah suatu kegiatan yg dilakukan oleh masyarakat sebagai respons terhadap lingkungan hidup mereka. Tentu saja hal ini berkaitan erat dengan latar belakang budaya, kepercayaan dan nalar tradisional yg telah diturunkan oleh leluhur mereka. Daerah kabupaten wonogiri, terutama bagian selatan dan timur merupakan daerah karst (kapur), dengan tebal tanah subur yg hanya sekitar 10-70 cm. Akibatnya secara umum tidak banyak sumber air yg dapat ditemui. Untungnya ada beberapa spesies pohon tertentu yg bisa hidup dengan baik di daerah ini seperti beringin, jati, kluwih, cendana dll. Pd beberapa spesies mampu berakar sangat baik, menembus lapisan kapur dan mampu menahan kelembaban tanah sedemikian rupa sehingga bisa memunculkan mata air. Oleh masyarakat sekitar dipercaya fenomena ini sebagai fenomena spiritual. Pohon yg mampu memunculkan mata air dianggap ad...

avatar
OSKM18_16618110_Sholihah R. Utami
Gambar Entri
KESENIAN JANENGAN | #OSKMITB2018
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Agama Islam seringkali menjadi salah satu penyebab dari terbentuknya tradisi maupun kesenian baru di Indonesia. Salah satu peninggalan kesenian yang bercampur dengan agama islam yaitu Kesenian Janengan. Kesenian Janengan merupakan seni tradisi yang memadukan musik jawa dengan syi’iran. Janengan ini diakui sebagai kesenian khas Kebumen. Hal itu disebabkan karena kesenian ini tidak berkembang di wilayah lain di sekitar Kebumen seperti Purworejo, Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga. Sebaliknya hampir di seluruh desa di Kebumen terdapat kelompok Janengan ini. Menurut pemain kesenian ini, Janengan diciptakan oleh Kyai Zamzani yang pada saat itu menggunakan kesenian ini untuk berdakwah dengan memadukan syair-syair yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan musik Jawa ciptaan Ibrahim al-Samarqandi (Brahim Samarkandi). Tokoh ini diperkirakan hidup pada abad ke-15-16, masa dimana Islam berkembang pesat di Tanah Jawa. Menurut sumber lain, pergerakan masuknya Janengan...

avatar
OSKM18_19918089_Atika
Gambar Entri
-
Ritual Ritual
Jawa Tengah

[Sebelum membaca artikel ini, saya sebagai penulis, Muhammad Marshal Nugroho, terlebih dahulu menyampaikan mohon maaf apabila terdapat beberapa materi seksual di dalam artikel yang saya tulis ini membuat pembaca tidak senang atau tidak nyaman. Saya menulis artikel ini, murni hanya untuk mengarsipkan tradisi “Gowok” sebagai salah satu budaya Indonesia untuk memenuhi tugas OSKM ITB 2018 dan bukan untuk menjadikan “Gowok” sebagai budaya atau tradisi yang harus dilestarikan.]   Gowok adalah tradisi yang konon katanya berasal dari Tiongkok dan tiba di Jawa ini bisa dibilang tradisi untuk mengajari remaja laki-laki bisa menjadi seorang pria dewasa. Dewasa yang dimaksud adalah dapat memahami seluk beluk tubuh perempuan. Ada sejumlah cerita menarik terkait tradisi yang satu ini. Bahkan ada novel yang dibuat dengan latar tradisi gowok yang begitu fenomenal. Goo Wook Niang adalah sosok wanita Tiongkok yang disebut telah membawa tradisi yang disebut Gowok k...

avatar
OSKM18_16518341_Muhammad Marshal Nugroho
Gambar Entri
Serat Tripama
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Serat adalah karya sastra dari jawa yang berisi tentang ajaran-ajaran dari leluhur untuk sebuah kebaikan. Banyak sekali serat dalam budaya jawa, salah satu diantaranya adalah Serat Tripama.  Serat tripama muncul pertama kali pada zaman Mangkunegaran, yaitu diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV) dalam bentuk Tembang Macapat Dhandanggula sebanyak tujuh  pada  (bait), di Surakarta. Serat tripama ini diterbitkan pertama kali dalam kumpulan ciptaan Mangkunegara IV, jilid III (tahun 1927). Ketujuh bait Serat Tripama mengisahkan tiga tokoh wayang yang memiliki keteladanan. Bait pertama dan kedua mengisahkan keteladanan Patih Suwanda (Bambang Sumantri), Patih dari Raja Harjunasasrabahu dari negara Maespati pada era sebelum kisah Ramayana. Bait ketiga dan keempat mengisahkan keteladanan Kumbakarna, adik dari Prabu Dasamuka raja Ngalengkadiraja (Alengka) pada era kisah Ramayana. Bait kelima dan keenam mengisahkan Suryapu...

avatar
OSKM_16918210_Fuad