Hidup tanpa ada yang menasehati dijamin akan terasa kurang akan sesuatu, hidup ini tidaklah selalu berada diatas, tidak selalu benar dan tanpa kesalahan atau kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk memperbaiki hal tersebut orang terdekat dari kita biasa menasehati kita agar kesalahan tersebut tidak diulangi kedepannya dan dapat merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Menurut pengalaman pribadi, orang yang biasa menasehati kita ialah sang ibu. Ibu bagaikan seorang guru yang dapat menasehati kita dengan cara-cara yang tak menyakiti hati namun tetap dapat tercapai tujuannya. Ibu penulis merupakan seorang wanita yang tumbuh besar di keluarga dengan adat jawa yang kental akan budaya menasehati dengan sindiran halus yang dinamai oleh pasemon. Pasemon merupakan istilah yang digunakan dalam masyarakat jawa untuk menasehati ataupun menyindir seseorang untuk mengingatkannya jika ia dirasa sudah bertindak diluar etika. Bahasa pasemon biasa digunakan sejak jaman d...
Dulu ketika saya SMA tepatnya di Madrasah Aliyah Negeri 13 Jakarta, saya bertemu dengan kakak kelas saya yang gemar mengikuti bela diri silat. Ia bernama Rasta Danawa Ibrahim. Saya senang melihat bela diri yang satu ini. Gayanya sangat unik yaitu bersilat di ruang sempit. Gaya khas kuda-kuda jongkok ini dimaksudkan untuk berkelahi di ruang sempit yang mana barangkali menjadi tempat kejahatan sering terjadi Cerita yang saya dapat dari kakak kelas saya bernama Rasta Ibrahim (ig: rastaaibrahimm) bahwasanya silat citbitik tulen ini merupakan salah satu silat tradisional betawi. Silat Citbitik berawal pada abad 17 yang diwarisi dari pendekar wanita pada tempo tersebut yang bernama “Mak Tjenik“ kepada seorang pemuda asli kampung pasar minggu yang bernama “Ncit“. Ncit merupakan sosok pemuda yang rajin, sholeh dan berbakti kepada orang tua. Oleh kakeknya ncit diberi nama kesayangan yaitu “Bitik” maka dikalangan kampung pasar...
Tari tradisional merupakan gabungan beberapa gerakan yang mengandung makna. Tari tradisional dibentuk oleh para leluhur dengan tujuan tertentu dan tentunya berbeda di setiap daerah tergantung kebudayaannya. Tarian tradisional bisa juga menjadi daya tarik tersendiri bagi turis baik mancanegara maupun domestik. Di Indonesia sendiri bisa dibilang setiap daerah memiliki kebudayaan dengan ciri khas masing-masing. Salah satu contohnya adalah Tari Lenggang Cisadane. Tarian ini berasal dari kota Tangerang. Tarian ini cukup unik karena tarian ini bukan justru menonjolkan kebudayaan Tangerang, melainkan justru menunjukkan kebudayaan yang terkontaminasi kebudayaan Betawi. Sayangnya tarian ini kurang berkembang di mata masyarakat, artinya bahwa kurang adanya eksistensi mengenai tarian khas Banten ini. Tulisan in ibertujuan untuk menambah wawasan terhadap tari Lenggang Cisadane ini. Sejarah Tari Lenggang Cisadane Tari lenggang cisadane merupakan salah satu kebudayaan di kota tangerang....
Kain Sasirangan berasal dari kata menyirang yang artinya menjelujur, Mengapa dikatakan demikian ? Karena teknik pengerjaannya dilakukan dengan cara menjelujur lalu diikat dengan tali, yang selanjutnya akan di celup. Pada umumnya Sasirangan digunakan sebagai kain adat yang digunakan pada acara-acara adat suku Banjar. Namun, pada awalnya sasirangan sendiri digunakan untuk penyembuhan orang sakit atau menurut bahasa banjar adalah "batatamba". Kain Sasirangan sendiri memiliki arti atau fungsi pada setiap warnanya, seperti warna kuning sebagai pengobatan untuk penyakit kuning, warna hijau sebagai pengobatan untuk penyakit stroke, warna merah untuk mengobati sakit kepala dan insomnia, warna hitam untuk mengobati penyakit gatal-gatal, warna coklat sebagai pengobatan bagi orang yang sedang stress, dan warna ungu sebagai pengobatan penyakit perut. Kain Sasirangan juga memiiki banyak sekali motif dan masing-masing motif memiiki arti tersendiri, seperti : 1.Kambang Kacang - Simbol...
Raden Pinten dan Raden Tangsen adalah ksatria kembar. Kembar rupa, suara, maupun pakaian. Itulah sebabnya mereka sering dipanggil dengan sebutan “Kembar”. Keduanya putra Prabu Pandudewanata (Raja Hastina) dengan Dewi Madrim, putri dari Negeri Mandaraka (adik Raden Narasoma/Prabu Salya). Raden Pinten dan Raden Tangsen merupakan bagian dari Pandawa, menempati urutan keempat dan kelima. Urutan selengkapnya sebagai berikut Raden Dwijakangka, Raden Bratasena, Raden Premadi, Raden Pinten, Raden Tangsen. Pandawa dari akar kata Pandu + Hawa, artinya Putra Pandu. Dalam lakon Bale Sigala-gala, usia Pinten dan Tangsen masih kanak-kanak. Mereka telah ditinggal wafat ayah dan ibunya. Selanjutnya mereka dalam asuhan Dewi Kuntitalibrata. Meskipun bukan anak kandungnya, namun Dewi Kunti sangat menyayangi mereka seperti menyayangi anak sendiri. Sepeninggal Prabu Pandu, negara Hastina diperintah oleh Prabu Destarata. Prabu Destarata ini berputra seratus orang yang disebut Kurawa....
Upacara Rambu Soloh Berbicara mengenai kebudayaan Indonesia, hal yang pertama kali terlintas di benak saya adalah upacara Rambu Soloh. Upacara adat ini pertama kali saya ketahui saat mengikuti kelas pelajaran sejarah di kelas X. Beliau adalah Bapak Aldion, guru sejarah di SMA saya yang mengenalkan saya akan upacara ini dan sekaligus menjadi narasumber saya untuk artikel ini. Rambu Soloh merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan mengantarkan arwah menuju alam keabadian. Masyarakat Toraja mempercayai bahwa seseorang yang sudah meninggal dianggap belum sempurna apabila belum melakukan rambu soloh. Hingga saat ini rambu soloh masih dilakukan di daerah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan beberapa daerah lainnya. Secara turun-temurun terdapat anggapan di dalam masyarakat sekitar mengenai orang yang sudah meninggal. Anggapannya adalah orang yang sudah meninggal baru benar-benar dianggap meninggal apabila telah menjalankan seluruh rangkaian...
Kentrung : Seni Penebar Dakwah Islam di Blitar Kota Blitar, terkenal akan Kota Bungkarno, namun pernahkah kita mencari tahu kebudayaan apa saja didalamnya selain jejak sang proklamator kita? Siapa sangka kota yang jumlah penduduknya hanya 132 ribu menurut BPS Kota Blitar pada tahun 2010, namun menyimpan budaya yang kaya akan nilai luhur dan religius yaitu Kentrung. Pasti masih awam ditelinga kita, oleh sebab itu perlu bagi kita untuk mengenal agar dapat melestarikannya, apalagi pertunjukan kebudayaan yang kental akan nilai sejarah islam. Apasih sebenarnya Kentrung itu? Kentrung di Kota Blitar merupakan pertunjukan kesenian dengan menggunakan lagu yang di dalamnya memuat pesan agama serta ajaran kehidupan yang ditujukan kepada masyarakat. Lagu ini terinspirasi oleh cerita-cerita Wali Songo, kehidupan sehari-hari, dan pahlawan-pahlawan di tanah jawa. Kisah yang seri...
Sebagian masyarakat umumnya masih memandang perguruan yang memfokuskan diri pada tenaga dalam seperti Nampon, Satria Nusantara, Prana Sakti, Sinlamba, dan banyak perguruan sejenis lainnya yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, sebagai ilmu yang sarat hal mistik dan di luar nalar manusia. Karena itu, keberanian Nampon menyeminarkan fenomena tenaga prana dari sudut pandang ilmu fisika dan menghadirkan guru besar fisika teoretis ITB Prof Pantur Silaban, merupakan hal yang amat positif. NAMPON dan sejenisnya adalah salah satu kekayaan asli budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan digali eksistensinya.
Sastra Sunda mempunyai banyak jenisnya, salah satunya adalah pupuh. Pupuh merupakan karya sastra berbentuk puisi yang mempunyai aturan berupa guru lagu dan guru wilangan, juga dari setiap pupuhnya mempunyai watak atau karakternya tersendiri. Sedangkan jumlah pupuh ada 17 yang terbagi menjadi sekar ageung dan sekar alit. Salah satunya adalah pupuh magatru. Pupuh magatru ini termasuk dalam sekar alit yang mempunyai watak berupa rasa sedih, penyesalan terhadap perilaku diri sendiri ataupun untuk menasihati. Pupuh magatru mempunyai aturan guru lagu dan guru wilangan berupa : 12-u, 8-i, 8-u, 8-i, 8-o. Contoh Pupuh Magatru : 1) Majalaya, Ciparay, Banjaran, Bandung (12-u) Kopo reujeung Cisondari (8-i) Cicalengka, Ujung Berung (8-u) Rajamandala, Cimahi (8-i) Leles, limbangan, tarogong (8-o) 2) Neangan gawe teh kudu saluyu (12-u) Anu luyu jeung pangarti (8-i) Tong saukur pinuh saku (8-u) Jeung loba meunang bati (8-i) Ngan teu miboga kan...