Pernikahan adalah kegiatan yang diadakan oleh sekelompok orang untuk mempersatukan sepasang manusia dalam ikatan perkawinan. Tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki adat istiadat tersendiri dalam melaksanakan pernikahan. Salah satunya adalah tradisi Palang Pintu. Palang Pintu adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dalam upacara pernikahan adat betawi. Dalam pernikahan adat betawi, rombongan calon mempelai laki-laki mendatangi kediaman calon mempelai wanita untuk melakukan prosesi lamaran. Namun calon mempelai laki-laki harus melewati 'palang pintu '. Secara materi, palang pintu adalah bagian dari sebuah rumah adat betawi yang membatasi antara bagian dalam dan bagian luar rumah. Sehingga tradisi Palang Pintu dapat diartikan sebagai pembatas yang harus dilewati calon mempelai laki-laki agar dapat diterima kedalam keluarga calon mempelai wanita. " Palang Pintu ntu, ujian buat calon laki supaya bisa ngelamar calon bininye. Biasanye ujiannye ntu tes ngaji dan tes kemampuan...
Seni ondel-ondel yang tertelan zaman modern Tentu pada zaman modern ini kita tidak asing lagi dengan istilah ondel-ondel yang kerap meriahkan sekaligus menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat, misalnya pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun. Namun, sayangnya tujuan utamanya yang dilestarikan oleh para leluhur kami secara perlahan hanyut dari peradaban globalisasi ini. Setelah mewancarai kedua orangtua saya yang pula berasal, wawasan saya mengenai ondel-ondel yang merupakan budaya betawi asli bertambah luas. Menurut orangtua saya, ondel-ondel pada saat masa muda mereka bukan semata-mata sebagai seni dan kebudayaan masyarakat Betawi yang difungsikan untuk meramaikan sekaligus meriahkan berbagai macam acara, melainkan diyakini dapat menolak bala dan wabah penyakit. Pengertian asal usul ondel-ondel merupakan suatu bentuk bentuk pertunjukan rakyat betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Tampaknya ondel-ondel mem...
A. Danau Setu Babakan Danau Setu babakan adalah sebuah danau buatan yang dijadikan tempat wisata oleh warga setempat. Sebenarnya fungsi utama dari danau ini bukanlah untuk destinasi wisata. Pada awal pembangunanya, danau ini berfungsi sebagai penampung air resapan, tetapi seiring berjalannya waktu, danau ini kemudian berfungsi sebagai pusat pelestarian warisan budaya Jakarta yang umum disebut dengan perkampungan Budaya Betawi dan juga tempat wisata. Perkampungan Budaya Betawi ini pertama kali diresmikan oleh Bapak Sutiyoso yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2000. (lihat gambar 1) Di sekeliling danau dapat dijumpai berbagai macam tanaman dan tumbuhan buah buahan. Tanaman dan buah yang ditanam disekeliling danau ini sangat beragam, antara lain Rambutan, Mangga, Pandan, Palem, Melinjo, Kecapi, Jambu, Nangka, Jengkol, dan lain-lain. Ada...
Masjid Luar Batang terletak di daerah Penjaringan, Jakarta Utara. Masjid ini dibangun oleh Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus pada tahun 1739 M dari tanah pemberian Jendral VOC. Habib Husein merupakan salah satu ulama besar dari Yaman yang datang ke Indonesia pada tahun 1736 M untuk menyebarkan Agama Islam. Awal mulanya masjid ini adalah surau atau musholla. Kisah yang menyebabkan masjid ini dinamakan Luar Batang adalah ketika jenazah Habib Husein yang dibawa di dalam keranda atau kurung batang hendak dimakamkan, tiba-tiba jenazahnya hilang dan ditemukan kembali berada di kamarnya. Kejadian ini tidak hanya terjadi sekali, oleh karena jenazahnya berada di luar “batang”, masjid ini dinamakan demikian. Bentuk arsitektur masjid ini memiliki ciri khas masjid tua di Pulau Jawa pada umumnya, yaitu tidak memiliki atap berbentuk kubah, melainkan berbentuk limas persegi empat dengan ujung lancip atau cungkup seperti bangunan Hindu Jawa. Di dalam masjid terdapat ruangan te...
SAPAAN “LO GUE” DI MASYARAKAT JAKARTA Kalau kita ke Jakarta, atau berbicara dengan orang yang berasal dari Jakarta, pasti familiar dengan percakapan berikut, “Gue kesana dulu ya” “Apa kabar lo?” Yang menjadi khas dari percakapan tersebut ialah sapaan yang digunakan oleh mayoritas warga Jakarta, yaitu “lo” dan “gue”. “Lo” (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “lu” dan “lau” sebagai versi alay -nya) merujuk pada lawan bicara, yang dalam bahasa Indonesia sama seperti “anda”, “kamu”. Sementara “gue’ (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “gua” dan “gw”, “w” dalam percakapan di dunia maya) merujuk pada orang pertama, yang falam bahasa Indonesia sama seperti “aku”, “saya”. Yang perlu diketahui disini adalah konteks penggunaan kata sapaan ini, yaitu hanya saat ber...
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran ketika anda mendengar tentang Kota Jakarta? Kebanyakan orang mungkin menjawab Monas, ibukota Indonesia atau hal lainnya. Tapi pernahkah anda memikirkan atau bahkan tahu tentang makanan asal Jakarta yang bernama goreng asem? Nah, artikel ini akan membahas sedikit tentang makanan satu ini. Goreng asem adalah makanan Betawi yang biasa disajikan saat acara-acara, seperti pernikahan, ataupun sehari-hari sebagai lauk di rumah. Seperti namanya, rasa dari makanan ini adalah asam. Bahan-bahan yang digunakan hampir mirip dengan sayur asem. Namun berbeda dengan sayur asem yang semua bumbu dan bahannya direbus, bumbu dan bahan goreng asem ini digoreng. Cara memasaknya juga tidak terlalu sulit. Pertama, masukkan bawang merah dan cabai yang sudah diiris. Kemudian masukkan juga daun salam, lengkuas, sedikit terasi, dan udang kering. Bahan-bahan tersebut lalu digoreng. Setelah itu, masukkan tomat, kacang panjang, jagung muda, tempe, air asem jawa, dan...
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Entah itu budaya yang sifatnya negative untuk diri sendiri atau positif tergantung orang yang melakukanya. Dari banyak budaya di Indonesia, yang akan dibahas di makalah ini adalah makan menggunakan tangan. Makan dengan tangan di Indonesia merupakan suatu budaya karna ini adalah suatu kegiatan yang dilakukan turun menurun. Dari anak – anak yang dulu selalu disuapi oleh orang tuanya begitu pula sebaliknya. Entah makan yang berjenis berat seperti nasi sampai yang ringan seperti kue. Kegiatan ini berkembang tidak hanya di daerah terpencil saja, melainkan di ibu kota Jakarta saja banyak yang melakukan kegiatan ini. Makan menggunakan tangan sudah ada sejak zaman islam yaitu zaman khalifah Nabi Muhammad SAW. Beliau selalu makan menggunakan tangan kanan dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan. Sejak...
Kalau kalian berkunjung ke Jakarta, belum afdol rasanya kalau belum berkunjung ke kawasan kota tua. Dan kalau kalian ke kota tua, kalian pasti akan menemukan gedung Museum Bank Indonesia di Jalan Pintu Besar Utara No.3. Tampak bangunannya yang kentara akan gaya bangunan Eropa dan bercat putih berpadu dengan bangunan-bangunan bersejarah lainnya di kawasan kota tua. Museum ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospitaal , sebelum akhirnya digunakan pemerintah kolonial Belanda sebagai bank sentral De Javasche Bank. Gedung ini dibangun dengan lima tahap pembangunan yang dirancang oleh biro arsitek Architecten & Ingenieursbureau Fermont-Cuypers dan mulai digunakan pada 8 April 1828. Setelah kemerdekaan Indonesia, De Javasche Bank dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia. Penggunaan gedung ini sebagai Bank Indonesia tidak berlangsung lama karena kapasitas sudah tidak cukup, hingga pada akhirnya Bank Indonesia pinda...
Lebaran yang biasanya dirayakan adalah lebaran di hari raya idul fitri dan idul adha. Tapi kali ini ada yang beda dengan masyarakat betawi, mereka memiliki lebaran lainnya selain kedua lebaran itu, yaitu lebaran betawi. Lebaran betawi adalah acara dimana masyarakat betawi dari berbagai daerah berkumpul dan bersilaturahim. Lebaran betawi diadakan setelah lebaran idul fitri. Lebaran betawi biasanya diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tapi semenjak tahun 2017, lebaran betawi diadakan di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Setu Babakan merupakan perkampungan budaya betawi yang telah ditetapkan oleh gubernur DKI Jakarta di tahun 2000. Alasan mengapa pemerintah DKI Jakarta memindahkan lebaran betawi ke setu babakan adalah untuk menhemat biaya dan memelihara taman agar tetap rapi. Dalam Pelaksanaannya, lebaran betawi biasa diadakan setelah lebaran idul fitri selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut banyak ditampilkan kesenian betawi seperti sohibul hikayat, musik tanjidor, p...