tahun baru
427 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Palumara Tongkol
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Bahan-bahan   1 ekor  ikan tongkol uk sedang 1 buah  jeruk nipis 2 Batang  sereh 1 ruas jari  lengkuas (geprek) 1 ruas jari  kunyit (Bakar lalu haluskan) 2 lembar  daun salam 6 lembar  daun jeruk 2 sdm  air larutan asam jawa 1/2 bh  gula merah sisir halus 2 sdt  kaldu bubuk Secukupnya  garam 2 buah  tomat merah (jadikan 8 potong) 2 Batang  daun bawang (potong kasar) 9...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Kapurung Sarden
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Bahan-bahan 1 ikat  kangkung 1 ikat  daun katu 1 ikat  kacang panjang 1 buah  jagung pipil 1 buah  jantung pisang (sy ga pakai) 1 ikat  daun kemang 2 batang  serai 3 buah  bawang merah 2 buah  bawang putih Gula,garam dan penyedap Bahan pelengkap 5 sdm  tepung tapioka / sagu (sy pakai tapioka) 1 genggam  kacang tanah goreng 1 kaleng  sarden ABC (bebas) Ikan teri untuk sambel Langkah Rebus air bersama serai hingga mendidih. Lalu masukan bawang dan sayur satu persatu (kalo pakai jantung pisang masukan duluan) baru sayuran yang lain,kecuali kemangi. Koreksi rasa terakhir masukan daun kemangi, lalu matikan kompor. Untuk sagu atau tapioka. Taruh di wadah beri sedikit air dingin aduk hingga tepung larut. Tuangkan air mendidih kedalam wadah tepung, aduk cepat sampai mengental, Kalo tepung masih berwa...

avatar
Roro
Gambar Entri
Palekko Ceker Ayam
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Bahan-bahan: Untuk disantap 5 orang 10 siung  bawang merah ukuran sedang 6 siung  bawang putih ukuran sedang 2  sereh ukuran sedang Sesuai selera  cabe rawit Secukupnya  garam 1 bungkus  masako Secukupnya  asam 1 sdm  kunyit 2 gelas kecil  air 2 liter  ceker ayam 4 batang  daun bawang Langkah Bersihkan ceker ayam (kuliti dan buang bagian yang tidak untuk dikonsumsi). Rebus ceker yang telah dibersihkan hingga terlihat empuk dan lembut. Ini sekitar 25 menit. Semakin lama direbus semakin bagus. Tumbuk atau blender bawang putih dan merah, sereh, cabe rawit. Apabila ceker selesai direbus. Sisihkan dari air rebusannya dan pindahkan ke wajan. Tambahkan air baru 2 gelas kecil. Masukkan asam sesuai selera dan kunyit secukupnya. Rebus sekitar 5 menit. Masukkan bumbu halus, garam, masako dan aduk merata hingga meresap pa...

avatar
Roro
Gambar Entri
Damulu Banua
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Dalam menyambut Maulid Nabi besar Muhammad SAW, masyarakat adat Kaluppini di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan mengadakan ritual, salah satunya adalah Damulu.  Ada banyak macam Damulu , namun yang terbesar adalah Damulu sekarang ini, yang biasa disebut Damulu Banua , atau Maulid Akbar. Biasanya dilakukan di dalam Masjid Muttaqin Kaluppini, yang konon merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Enrekang. Bagi masyarakat Kaluppini, Damulu adalah sebuah ritual keagamaan yang wajib dilaksanakan. Jika di daerah lain, waktu pelaksanaan maulid hanya sebulan saja, maka di Kaluppini berlangsung hingga tiga bulan. Dalam rentang tiga bulan ini, setiap rumah tangga yang memiliki hajatan ataupun kebetulan ada pesta perkawinan ataupun kematian, biasanya akan dirangkaikan dengan perayaan maulid tersebut. Pelaksanaan Damulu Banua ini sendiri memiliki makna tersendiri, karena merupakan puncak perayaan maulid. Semua orang yang pernah bernazar atau bermohon sesuatu kepada T...

avatar
Aze
Gambar Entri
Pajjaga bone balla
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Selatan

Tari tradisional Pajjaga bone balla tidak diketahui siapa penciptanya dan hanya diketahui dari kisahnya dari mulut ke mulut. Menurut sejumlah orangorang tua pada masyarakat Bugis Luwu, tarian Pajaga bone balla diperkirakan ada sebelum Islam masuk di Kerajaan Luwu, di mana tarian ini selalu ditampilkan baik secara ritual maupun pada seremonial. Namun dalam perkembangannya, setelah agama Islam masuk di Kerajaan Luwu sekitar pada tahun 1604, Pajaga bone balla berubah fungsinya menjadi tari hiburan bagi raja-raja, bahkan menjadi tari penghormatan kepada tamu-tamu raja yang datang. Pajaga bone balla sering pula dipertunjukan pada malam hari, di saat pengawal sedang menjaga keselamatan raja, sehingga tari itu diberi nama tari Pajaga, yang artinya pengawal. Akan tetapi, tarian ini biasa juga disebut tari Istana, karena dimainkan di istana oleh anak anak bangsawan istana. Tarian ini gerakannya sangat beraturan halus dan lembut. Gerakannya digambarkan seperti putaran gasing, semakin kelihat...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Songkabala accera kallompoang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, terdapat sebuah rumah panggung kerajaan (balla lompoa), yang kini menjadi museum – sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda peninggalan yang ada seperti; mahkota raja ( Salokoa ), busana raja, tombak, bendera, dan termasuk alat-alat kesenian. Semua benda yang ada di atas rumah museum Balla lompoa , tersimpan dengan baik dan rapi karena dirawat secara rutin oleh keluarga kerajaan dan pemerintah setempat. Adapun di antara benda pusaka itu ada yang terlihat usang, hal demikian disebabkan karena faktor usianya yang diperkirakan sudah ratusan tahun. Pada setiap tahunnya ( tammu taung ) benda-benda pusaka dibersihkan dengan mengadakan ritual khusus yang disebut accera’ kalompoang (pembersihan benda kerajaan dengan memberi darah). Kalompoang sebenarnya adalah benda-benda tanda kebesaran dari kesatuan pemerintahan atau kerajaan, baik berupa senjata, perhiasan maupun alat rumah tangga yang diberikan kepada gaukang (benda-benda pu...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Mappogau sihanua sinjai
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mappogau Sihanua adalah suatu upacara adat terbesar yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Oktober atau November oleh masyarakat pendukung kebudayaan Karampuang. Upacaranya berlangsung dengan sangat meriah, diikuti oleh ribuan orang dan dipusatkan di dalam kawasan adat Karampuang. Upacara Mappogau Sihanua ini berlangsung dalam beberapa tahapan sebagai berikut : 1) Mabbahang, adalah musyawarah adat yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Inti acara dalam mabbahang adalah Mattanra esso atau menentukan hari pelaksanaan upacara. 2) Mappaota, adalah sebuah ritual permohonan izin atau restu untuk melaksanakan upacara besar ini. Dalam pelaksanaannya, seluruh penghulu adat dibantu oleh masyarakat mengunjungi tempat-tempat suci dengan membawa lempeng-lempeng , sejenis bakul mini yang  berisi bahan-bahan sirih. Seluruh bahan-bahan ini dibawa oleh dua orang gadis kecil dalam pakaian adat khas Karampuang. 3) Mabbaja-baja, adalah kewajiban seluruh wa...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Passureq
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Sejak berabad-abad lalu, suku Bugis mengenal 2 metode dalam melestarikan kebudayaannya, yakni: tradisi tulis, catatan yang dikenal dengan lontara , dan tradisi lisan Massureq , yaitu membacakan lontara dengan cara melagu dan tidak menggunakan musik. Massureq adalah salah satu mahakarya yang sangat vital dalam penyebaran ajaran-ajaran orang Bugis dulu yang tercatat dalam naskah lontara. Mulanya pertunjukan tradisi lisan massureq dijadikan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat daerah Wajo. Pelaksanaan kegiatan massureq sebenarnya tidak memerlukan usaha yang besar, karena untuk membacanya hanya memerlukan sureq itu sendiri, penyangga untuk alat bantu membaca, serta pakaian tradisional untuk mendukung nuansa tradisionalnya. Manakala ada acara massureq , orang beramai-ramai mengunjungi karena tertarik mendengar lagoq (nada, irama). Dalam kondisi seperti itu tradisi massureq berperan sebagai sarana jumpa sehingga momentum itu dapat digunakan untuk menggalang massa. L...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Maudu Lompoa, Tradisi Merawat Alam dari Cikoang Takalar
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Maudu Lompoa bisa diartikan Maulid Akbar. Sebuah perayaan hari kelahiran junjungan Nabi Muhammad SAW, yang dirayakan di setiap 12 Rabiul Awal H. Disebut Maudu Lompoa karena Maulid ini terbesar sebagai puncak dari penyelenggaraan di daerah itu. Maulid akbar biasanya di peringati oleh Warga Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan pada 29 Rabiul Awal Hijriah. Perahu yang digotong itu bukanlah perahu biasa. Mereka menyebut julung-julung . Sebuah replica perahu kayu khas Sulawesi, yang biasa digunakan nelayan setempat menangkap ikan. Berbeda dengan perahu biasa, perahu ini lebih ‘berwarna’. Perahu ini telah didandani sedemikian rupa dengan beragam macam kelengkapan sehari-hari. Mulai dari baju, celana, kain, hingga lemari plastik, dan seprei. Bahkan sabun, odol dan panci bergelantungan di sepanjang sisi perahu. Layar yang dibuat berwarna-warni dari berbagai macam kain ini konon perlambang kedatangan ajaran kebenaran Nabi yang d...

avatar
Aze