Syahdan, di Kampung Timbuk Bahalang , Haruai, hiduplah seorang petani bernama Raden Palewangan. Tubuhnya gagah dan kekar. Ia mempunyai istri yang cantik jelita, baik tutur katanya, sopan-santun dalam pergaulan. Namanya Kenanga Boyan. Sesuai namanya, seumpama bunga kenanga, yang wanginya menghiasi konde pengantin. Mereka keturunan bangsawan Kerajaan Tanjung Puri yang menjauhkan diri dari perebutan kekuasaan dan pertikaian di istana, menutup diri dari khalayak ramai. Sehari-hari, mereka dipanggil “Abah Diang” dan “Uma Diang” saja. Akhirnya, mereka bermukim di Kampung Timbuk Bahalang. Kampung itu sunyi, hutan belantaranya lebat sekali. Penduduknya warga Dayak Ma’anyan, Deah dan Lawangan. Hutan yang lebat, luas dan gelap, dihuni hewan payau , kijang, kancil dan burung haruai, yang bulunya dipakai Suku Dayak sebagai tanda kepahlawanan. Di kaki bukit, mengalir Sungai Tabalong Kiwa, yang berhulu di Tampirak, Muara U...
Bahari, di Kampung Mahe, ada bibinian nang batianan. Uma Idang ngarannya. Lakinya sudah kadada lagi, hanyar am mati ditimbak patir wayah di pahumaan. Rumahnya rumbis banar. Hatapnya daun rumbia. Lamunnya ada angin tutus, takipaian hatapnya. Liwar buruk rumahnya. Gawian Uma Idang saban hari maambil upah manurih gatah, sapalih batanam gumbili, sapalihan lagi bahuma. Parutnya sudah masuk itungan lapan bulan. Ujar urang, sabulan haja lagi mambarubus. Tagal, sidin cangkal haja lagi bagawi. “Aduhhhh… Parutku ganal sudah. Parak sudah baranak. Laki, kadada. Dingsanak, kadada. Duit, kada tapi ada. Dimapa juakah kaina nasip anakku ni…,” ujar Uma Idang marista diri. Saban hari, siang malam, Uma Idang asa marista. Satutumat, manangis saurangan, sampai bantal batahi lambuan. Kada karasaan, sampai sudah sambilan bulan, sambilan hari. Manunggu wayahnya haja lagi. Saharianan Uma Idang badangsar, kasakitan parut. Hadap kiwa, hadap kanan...
Alkisah, ada seekor kera yang hidup sendirian pada sebuah pohon dekat dengan tepian sungai. Dia ditinggalkan oleh kawan-kawannya karena memiliki sifat sombong, angkuh, dan lebih mementingkan diri sendiri ketimbang kepentingan kelompoknya. Saking angkuhnya, dia menganggap bahwa pohon beserta tepian sungai tempatnya tinggal adalah miliknya dan tidak akan membiarkan binatang lain (termasuk kawan-kawan sejenisnya) datang mendekat. Suatu hari datanglah seekor itik yang ingin mencari makan dan mandi di tepian "milik" Si Kera. Awalnya, Sang Itik dibiarkan saja berada di tepian. Tetapi ketika melihat air tepian menjadi keruh, Si Kera segera turun dari pohon untuk menegurnya. Dengan nada kesal, Si Kera berkata, "Engkau memang tidak tahu malu, wahai Itik. Sebelum engkau mandi di tepianku, bercerminlah terlebih dahulu! Paruhmu seperti sudu, matamu sipit seperti pamkipit (kutu busuk), sayapmu laksana kajang sebidang (atap daun nipah), dan jari-jemarimu berselaput seperti ikan! In...
Ampal iwak tenggiri merupakan camilan khas dari Provinsi Kalimantan Selatan. Sesuai dengan namanya, camilan yang bisa merambah menjadi lauk ini menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan utamanya. Beberapa masyarakat yang tidak mempunyai ikan tenggiri, biasanya akan menggunakan udang sebagai gantinya. Rasanya yang gurih mampu membuat semua orang menyukainya. Penasaran? Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 300 gram daging ikan tenggiri giling 1 butir kelapa parut secukupnya garam dan gula 1/2 sdt merica bubuk secukupnya minyak goreng 1 sdm gula merah Bumbu halus : 5 siung bawang merah 5 siung bawang putih 1 ruas kunyit 1 ruas kencur 1 sdm makan ketumbar bubuk Langkah pembuatannya : Siapkan ikan tenggiri yang telah digiling. Siapkan kelapa parut. Usahakan saat membeli, pilih kelapa ya...
Samu Goreng Anakan Iwak merupakan makanan modifikasi masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Samu Anakan artinya Anak ikan yang masih sangat kecil, biasanya yang di gunakan anak ikan gabus. Cita rasa dari kuliner ini sudah dipastikan sangat menggoda dan mampu menambah nafsu makan lho. Penasaran? Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 200 gram Iwak samu anakan 5 siung Bawang merah, iris tipis 5 siung Bawang Putih, iris tipis 3 buah Cabe merah dan hijau, di iris serong secukupnya Cabe rawit, boleh ditambahkan jika suka secukupnya Minyak Goreng Sedikit gula pasir Sedikit penyedap (jika suka) Jika Samunya tidak asin bisa ditambahkan kaldu bubuk atau garam Langkah pembuatannya : Yang dinamakan iwak samu anakan, yang menjadi ciri khasnya adalah beras yang disangrai hingga kecoklatan lalu ditumbuk halus. Bentuk anaka...
Sekilas ======= Lamut adalah sebuah tradisi berkisah yang berisi cerita tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar Lamut merupakan seni cerita bertutur, seperti wayang atau cianjuran. Bedanya, wayang atau cianjuran dimainkan dengan seperangkat gamelan dan kecapi, sedangkan lamut dibawakan dengan terbang , alat tabuh untuk seni hadrah. Mereka yang baru melihat seni lamut selalu mengira kesenian ini mendapat pengaruh dari Timur Tengah. Pada masa Kerajaan Banjar dipimpin Sultan Suriansyah (Pangeran Samudra, Berkuasa 1520-1546), Lamut hidup bersama seni tutur Banjar yang lain, seperti Dundam, Madihin, Bakesah, dan Bapantun. Pelaksanaan Lamut akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 atau menjelang subuh tiba. Pembawa cerita dalam Lamut ini diberi julukan Palamutan . Pada acara, Palamutan dengan membawa terbang besar yang diletakkan dipangkuannya duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah), dikelilingi oleh pen...
Naskah Asli tersimpan baik oleh Ratu Yus Roostianah Keturunan garis ke-3 / cicit dari Pangeran Hidayatullah Surat diatas merupakan tulisan tangan dalam huruf arab berbahasa Melayu Banjar. Terjemahan : Bismillahirrahmannirrohim Asyhadualla ilaha ilalloh naik saksi aku tiada Tuhan lain yang di sembah dengan se-benar2nya hanya Allah Wa asyhaduanna Muhammadarasululloh naik saksi aku Nabi Muhammad itu se-benar2nya pesuruh Allah Ta’ala Dan kemudian dari pada itu aku menyaksikan kepada dua orang baik2 yang memegang hukum agama Islam yang pertama Mufti Haji Jamaludin yang kedua pengulu Haji Mahmut serta aku adalah didalam tetap ibadahku dan sempurna ingatanku. Maka adalah aku memberi kepada cucuku Andarun bernama Pangeran Hidayatullah suatu desa namanya Riyam Kanan maka adalah perwatasan tersebut dibawah ini ; Mulai di Muha Bincau terus di Teluk Sanggar dan Pamandian Walanda dan Jawa dan terus di Gunung Rungging terus di Gunung Kupang terus di G...
Bilungka bakarik adalah sebutan bahasa Banjar dari Timun yang dikeruk, dalam penyajiannya digunakan kuah santan sehingga menjadi perpaduan antara gurih dan segar. Bahan yang sehat membuat bilungka bakarik dapat dinikmati oleh siapa saja, anak-anak maupun orang dewasa. Pembuatannya pun gampang tanpa harus menggunakan api. Namun sajian ini hanya menjadi sajian rumahan tanpa ada yang menjualnya di kaki lima maupun di rumah makan. Bahan: 1 buah bilungka (timun) 2 siung bawang merah 200 ml santan cair Garam secukupnya Penyedap secukupnya (opsional) Cabe secukupnya (opsional) Cara Membuat: Belah bilungka (timun) menjadi dua, kerok isinya menggunakan sendok, sisihkan Iris tipis bawang merah, masukkan ke dalam santan, tambahkan garam, penyedap, dan irisan cabe Sajikan bilungka (timun) yang telah dikeruk dengan kuah santan Lokasi penjual: Rumah Sambal Acan Raja Banjar Alamat: Jl. RE Martadinata...
SEKILAS ======== Ulatih, begitulah cemilan ini sering disebut, sebagai ada juga yang menyebut walatih. Perbedaan penyebutan cemilan ini terjadi karena di Kalimantan Selatan sendiri ada bebera logat, dan setiap daerah walaupun menggunakan Bahasa Banjar, tetapi logat daerahnya yang menjadi ciri khas penyebutan dan asal mereka. Penulis sendiri sering memakan kue ini diwaktu kecil, tetapi hingga saat ini masih belum tau terbuat dari apa, kemungkinan terbuat dari nasi kering yang digoreng, dan dipadatkan (disatukan menjadi bentuk kotak persegi dengan gula), rasanya manis dan guring, ada lengketnya juga sedikit, mungkin karena efek dari gulanya. Cemilan ini menjadi favorit anak-anak Banjar, bahan terkadang orang dewasa pun juga sering memakannya, sebagai cemilan untuk teman ngobrol. Wananya pun sangat menggoda, kebanyakan berwarna pink, terkadang ada juga yang berwarna coklat dan putih, tetapi sangat sedikit. DIMANA BISA DITEMUKAN ========================...