HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
LEGENDA GUA JARAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Gua Jaran (dalam Bahasa Indonesia, Jaran berarti kuda) dulu menjadi tempat pertapaan Resi Kendaliseto. Di sini terdapat legenda yang menceritakan bahwa pada suatu hari hujan turun sangat deras da nada seekor kuda yang kebingungan mencari tempat berteduh. Dia berlari kesana-kemari sampai akhirnya menemukan lobang besar lalu dia masuk ke dalamnya. Namun anehnya saat keluar keseokan harinya sudah dalam keadaan bunting (hamil). Dari legenda ini maka sekarang ada sebagian orang yang memercayai bahwa gua ini bisa membantu kaum wanita yang ingin mempunyai keturunan dengan cara bersemedi di dalamnya.   Sumber : KEMENTERIAN KEHUTANAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah

avatar
Ahadin Fahmi
Gambar Entri
Ngunduh Mantu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ngunduh Mantu adalah tradisi pernikahan adat Jawa yang diadakan oleh pihak keluarga mempelai pria. Biasanya penyelenggaraan ngunduh mantu ini dilakukan selang beberapa hari (5 hari) setelah pelaksanaan resepsi oleh pihak mempelai wanita. Kata “ngunduh” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya mengambil sesuatu yang sudah matang. Jadi istilah ngunduh mantu bisa dipahami sebagai prosesi mengambil menantu yang sudah cukup dewasa. Kenapa harus dilakukan prosesi ngunduh mantu?. Pertama, untuk mengenalkan mempelai wanita kepada keluarga besar dari pihak mempelai pria. Sebagai bentuk woro-woro atau pengumuman kepada tetangga bahwa mempelai pria tersebut sudah beristri. Kedua, mengisyaratkan bahwa pria harus menjadi pelindung, pengayom bagi istri dan anak-anaknya kelak. Prosesi acara ngunduh mantu. (1) Penyerahan putra pengantin dari keluarga pengantin wanita kepada keluarga besar pengantin pria. Menyediakan sarana berupa : slindur, gepyokan, sangsangan sekar m...

avatar
M Luthfi Fathurrahman
Gambar Entri
Asal - usul nama Kota Salatiga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.   Salatiga, kota yang terletak persis di sebelah selatan Semarang, bukan hanya menjadi kota yang menghubungkan pelabuhan Semarang dan Kasunanan Surakarta. Sejak dulu, kawasan ini memang punya pengalaman historis yang panjang dan menarik.   Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Tradisi Baratan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Baratan adalah tradisi yang berasal dari Jepara Jawa Tengah. Bertempat di Desa Kriyan, Kalinyamat Jepara, tradisi ini dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban. Dimana. Tradisi ini selalu dilakukan s etiap tahun sebelum puasa dimulai.  Dalam tradisi Baratan ini dilakukan arak-arakan dengan sosok pahlawan asal Jepara,Ratu Kalinyamat. Asal muasal tradisi ini sendiri adalah memperingati beberapa penamaan desa desa ketika Sultan Hadlirin, Suami Ratu Kalinyamat dibunuh secara sadis oleh pembunuh bayaran Arya Penangsang dalam usahanya menuntut keadilan. Sepanjang perjalanan jenazah Sultan Hadlirin dibawa yang menjadi awal mula penamaan desa desa yang diperingati dengan tradisi baratan ini.  Tradisi Baratan ini utamanya juga untuk mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan. Selain itu dalam tradisi ini juga disajikan beberapa sajian khas yang hanya dapat ditemukan di tradisi ini, beberapa diantarannya adalah, Bongko Ceblok sebuah makanan berbah...

avatar
Eunikecahya
Gambar Entri
Kacang Bogares
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Siapa yang tak kenal dengan kuliner khas Tegal yang satu ini? Kacang dengan rasa yang gurih dan renyah ini biasanya dijadikan camilan atau oleh – oleh sanak famili baik yang berada di dalam kota maupun d luar kota. Kuliner yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama di daerah Bogares Kecamatan Pangkah ini sudah sangat terkenal hingga luar kota. Bagaimana proses pembuatannya? Yuk kita lihat satu persatu: 1. Bahan baku kacang tanah dicuci bersih kemudian direndam dengan bumbu semalaman. 2. Jemur kacang yang sudah direndam dulu sekitar setengah hari atau seharian, tergantung cuaca pada saat itu. Proses penjemurannya jangan sampai terlalu kering ya. 3. Kemudian siapkan pasir yang sudah dicuci bersih sebelumnya lalu diletakkan di atas wajan dengan bahan bakar menggunakan kayu bakar. 4. Sangrai kacang tanah tersebut sekitar 20-30 menit. Harus selalu diaduk, tidak boleh didiamkan walau hanya sebentar. 5. Setelah cukup...

avatar
Dindacitray
Gambar Entri
Prabu Ajisaka
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Pada zaman dahulu Tanah Jawa dikuasai oleh seorang raja raksasa, Dewata Cengkar namanya. Dia memerintah sangat sewenang-wenang dan bermewah-mewah diatas penderitaan rakyat yang hidup miskin. rakyat tentu saja ingin melepaskan diri dari belunggu sang raja yang terkenal kejam dan bengis tetapi, banyak ksatria gagah yang mencoba melawan sang raja, namun pada akhirnya mati sia-sia. Suatu hari ada seorang ksatria muda bernama Ajisaka yang ak bisa tinggal diam menyaksikan ketidakadilan tersebut, dia pun berpikir keras bagaimana untuk menyingkirkan raja bengis itu, ia pun memperdalam ilmunya. Dan sampai ia sudah saat ia siap , ia memanggil para abdinya yang setia . Ajisaka mempunyai abdi yang sangat setia bernama Dora dan Sembada. Dua abdinya sangat cemas mendengar tuannya hendak mengalahkan Dewata Cangkar. si abdi pun menawarkan diri untuk ikut bersama dengan tuannya tp, Ajisaka tersenyum menolak sang adbdi setia untuk ikut , "Paman saya butuh paman untuk menjaga tempat ini , selain i...

avatar
Nonik Puji
Gambar Entri
Tedak Siten, awal bayi menginjakkan kaki di tanah
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedak Siten atau yang lebih dikenal sebagai upacara turun tanah merupakan suatu ritual khusus untuk bayi yang berumur tujuh sampai delapan bulan. Nama Tedhak Siten sendiri memilikki arti yakni ‘Tedak’ berarti turun dan ‘siten’ berasal dari kata siti yang berarti tanah. Tradisi ini dilakukan pada saat umur bayi berusia hitungan ketujuh bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran Jawa. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada bumi tempat si kecil belajar menginjakkan kakinya untuk pertama kali. Dalam pelaksanannya, bayi akan melalui prosesi menginjak bubur yang terbuat dari beras merah yang dicampur dengan santan. Hal tersebut diyakini akan membuat sang bayi kuat dan sehat dalam menjalani kehidupannya. Adapun prosesi selanjutnya yaitu bayi dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang sudah dihiasi dengan berbagai macam kertas berwarna. Prosesi tersebut menyimbolkan bahwa kelak sang bayi akan dihadapkan dengan berbagai macam jenis...

avatar
Bayu_prasetyo
Gambar Entri
Cinde Laras
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Cindelaras bermula dari kerjaan Jenggala dengan rajanya Raden Putra. Suatu hari, salah satu selir Raden Putra hendak mencelakai permaisuri agar dirinya bisa diangkat menjadi permaisuri. Setelah itu, sang selir bekerjasama dengan tabib kerajaan untuk merekayasa bahwa sang selir sedang sakit parah. Sang tabib memberi tahu kepada Raden Putra bahwa selir itu diracun oleh permaisuri. Raden Putra marah dan menyuruh patihnya untuk membunuh sang permaisuri di hutan. Tetapi sang patih berhati bijak. Ia memutuskan untuk berbohong kepada Raden Putra bahwa ia telah membunuh permaisuri, padahal ia sama sekali tidak membunuhnya. Permaisuri yang sedang mengandung akhirnya melahirkan. Ia melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh dan besar di hutan sehingga ia memiliki banyak sekali teman dari kalangan hewan. Suatu hari ketika Cindelaras beranjak remaja, ia mendapat telur ayam dari burung rajawali. Ia lalu menetaskan telur itu. Ternyata ayam yang dimilikinya...

avatar
Yohanesadityawahyutomo
Gambar Entri
Ruwatan Bocah Rambut Gimbal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ruwatan Bocah Rambut Gimbal merupakan suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan baik pada si bocah gimbal maupun masyarakat Dieng pada umumnya. Bocah berambut gimbal sendiri merupakan sebuah fenomena unik dan sudah ada di Dieng sejak dahulu kala. Anak-anak berusia antara 40 hari hingga 6 tahun ini memiliki rambut gimbal yang tumbuh secara alami di kepalanya. Bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng, jumlah anak berambut gimbal berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak jumlah anak berambut gimbal, masyarakat Dieng yakin kesejahteraan mereka akan semakin baik. Begitu pula sebaliknya. Munculnya rambut gimbal pada seorang anak akan ditandai dengan panas tubuh yang tinggi selama beberapa hari. Suhu tubuh anak tersebut akan normal dengan sendirinya pada pagi hari, bersamaan dengan munculnya rambut gimbal di kepala sang anak. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang anak berambut gimbal tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Me...

avatar
Atika Amalina