Cerita Cindelaras bermula dari kerjaan Jenggala dengan rajanya Raden Putra. Suatu hari, salah satu selir Raden Putra hendak mencelakai permaisuri agar dirinya bisa diangkat menjadi permaisuri. Setelah itu, sang selir bekerjasama dengan tabib kerajaan untuk merekayasa bahwa sang selir sedang sakit parah. Sang tabib memberi tahu kepada Raden Putra bahwa selir itu diracun oleh permaisuri. Raden Putra marah dan menyuruh patihnya untuk membunuh sang permaisuri di hutan. Tetapi sang patih berhati bijak. Ia memutuskan untuk berbohong kepada Raden Putra bahwa ia telah membunuh permaisuri, padahal ia sama sekali tidak membunuhnya.
Permaisuri yang sedang mengandung akhirnya melahirkan. Ia melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh dan besar di hutan sehingga ia memiliki banyak sekali teman dari kalangan hewan. Suatu hari ketika Cindelaras beranjak remaja, ia mendapat telur ayam dari burung rajawali. Ia lalu menetaskan telur itu. Ternyata ayam yang dimilikinya bukanlah ayam biasa. Ayam ini mempunyai bunyi yang sangat unik yaitu
“Kukuruyuk ... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan, atapnya dari daun kelapa, anaknya Raden Putra.”
Mendengar itu kagumlah cindelaras. Selain merasa kagum, ia juga kaget mendengar perkataan ayam tersebut. ia bartanya-tanya apakah benar dia adalah anak dari Raden Putra.
Setelah mencari tahu tentang Raden Putra, Cindelaras tahu betul bahwa Raden Putra gemar menyabung ayam. Lalu Cindelaras hendak mengadu ayamnya dengan ayam milik Raden Putra. di tengah perjalanan ia selalu menguji ketangguhan ayamnya. Ternyata ayamnya menang terus ketika bertanding. kabar mengenai kehebatan ayam Cindelaras ini didengar oleh Raden Putra. Ia pun langsung menyuruh Cindelaras dan mengajak tanding. Setelah itu mereka bertanding dan ayam Cindelaras menang. Setelah menang, ayam milik Cindelaras berkata lagi :
“Kukuruyuk ... Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan, atapnya dari daun kelapa, anaknya Raden Putra.”
Kagetlah Raden Putra mendengar itu. Raden Putra bertanya mengenai asal usul Cindelaras. Lalu cindelaras menceritakan asal usulnya. Di akrhir cerita, ibu cindelaras kembali lagi ke kerajaan bersama Cindelaras.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...