Adat Minangkabau menganut prinsip matrilinekal dimana pewaris adalah dari pihak ibu. Misal Ibu berasal dari suku Chaniago sedangkan Ayah berasal dari suku Tanjung maka anak yang dilahirkan akan bersuku Chaniago. Agar tetap dihargai dalam keluarga pihak Laki-laki maka sang anak diwajibkan untuk dijemput oleh saudara perempuan (pewaris suku) dari pihak Ayah. Dalam menjemput anak tersebut, saudara perempuan dari pihak Ayah harus membawa berbagai makanan dan pakaian dan di arak beramai-ramai dengan pihak kampung menuju rumah anak yang akan di jemput. Setelah sampai di rumah anak yang dijemput selanjutnya di bawa ke Rumah Gadang (rumah adat Sumatera Barat) saudara perempuan dari pihak ayah dan disambut oleh tetua suku (Datuk, Ninik Mamak, pPenghulu, Mande) dari pihak saudara perempuan pihak Ayah. Penyambutan didahului dengan adu pantun antara Datuk pihak perempuan saudara Ayah dengan Datuk dari Ibu kandung sang anak yang akan...
Sama seperti dengan tradisi pernikahan di adat adat lain, mahar juga merupakan hal yang penting bagi kehidupan di adat batak. Karena sama seperti di adat lain mahar juga merupakan salah satu syarat dalam berlangsung nya pernikahan dan juga merupakan sebagai tanda keseriusan seorang pria dalam menikahi pasangannya. Nah, seperti perihal nya dengan uang panai di Sulawesi atau seserahan bagi masayarakat Jawa. Mahar di adat Batak juga punya nama khusus, yaitu Sinamot. Lalu bagaimanakah asal mula Sinamot ini ? Jadi, Sinamot itu awal mula nya terjadi karena  pekerjaan orang suku batak yang dahulu kebanyakan bertani (mangula). Sehingga pada saat wanita dan pria akan menikah, otomatis istri mengikut si suami. Sehingga keluarga si istri merasa pekerjaannya di sawah bertambah karena kurangnya pekerja (maksudnya pekerja keluarga). Disinilah si pria harus memberi ganti si wanita, entah itu wanita atau pria. (orang ganti orang).  Namun car...
Upacara sunatan merupakan upacara yang umum dirayakan di Indonesia yaitu upacara yang dirayakan setelah seorang anak melakukan sunat. Sunat sendiri adalah pemotongan atau penghilangan sedikit dari bagian penis. Dalam islam sendiri sunat merupakan kewajiban untuk semua laki laki karena itu merupakan salah satu syariat islam dan itu juga sudah dibuktikan dalam dunia kesehatan bahwa melakukan sunat bukan semata mata karena kewajiban agama tapi juga untuk kepentingan kesehatan , dengan melakukan sunat ini bagian penis yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap hilang sehingga kemungkinan terkena penyakit lebih sedikit. Pada umumnya orang Indonesia melakuan sunat bergantug pada daerahnya kalau diwilayah jawa sekitar umur 10-13 tahun sedangkan untuk di wilayah sunda sekitar umur 6-8 tahun, tetapi banyak juga yang melakukan sunat saat anaknya baru lahir karena merek beranggapan bahwa jika disunat ketika baru lahir anaknya jadi tidak merasakan sakitn...
Makanan ini dinamakan buak. Makanan ini berasal dari beras ketan dan santan kelapa. Ada dua buak, yaitu buak manis dan buak gemuk. Buak manis diberi gula dan warnanya merah gula, sedangkan buak gemuk diberi garam dan rasanya asin. Buak adalah makanan tradisi yang hanya dibuat ketika jamuan/hajatan. Makanan ini dibuat secara khusus oleh gadis-gadis desa pada saat acara hajatan. Buak dibuat sehari sebelum acara berlangsung.Dalam undangan hajatan, acara masak buak dicantumkan sebagai bagian dari acara sehingga acara hajatan itu berlangsung dua hari yaitu hari masak buak dan hari jadi. Adapun cara memasak buak dimulai dari merendam beras ketan semalaman dan besoknya dikukus. Tugas ibu muda atau anak gadis dimulai dari mengukus, sedangkan pria memarut kelapa untuk diambil santannya. Setelah santan siap, santan dibagi dua dalam kuali, kuali yang satu diberi gula dan yang satu lagi diberi garam dan keduanya dimasak di atas tungku kayu bakar. Setelah santan menyu...
Tahukah Anda, Legenda Puteri Petung ? Putri Petung adalah mitologi penduduk Paser (Kalimantan Timur) yang diyakini sebagai pemimpin atau ratu pertama kerajaan Sadurengas. Konon di daerah Paser penduduknya masih sederhana kehidupannya. Belum memiliki tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Keadaan penduduk tidak tentram tidak menentu, saling silang tikai. Dan disebabkan karena belum adanya pemimpin atau belum ditemukannya seorang yang dapat dijadikan pemimpin mereka. Di situlah banyak masyarakat yang sering terjadi pertikaian kesalahpahaman dan pembunuhan yang tidak bisa terelakkan. Dan masyarakat sering berpindah ladang dan pindah tempat, tidak ada kepastian dalam kehidupan. Masyarakat berburu hewan untuk dimakan bersama keluarga dan dibagi rata dengan teman-temannya. Ditengah kehidupan yang sarat pertikaian dan pertentangan, muncul lah dua orang yang oleh masyarakat tidak diketahui asal-usulnya. Pastinya, kedua orang tua itu bukan masyarakat atau orang yang berada di l...
Umbul Brondong terletak di Dukuh Ngrundul, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Di umbul ini ada mitos banyak warga yang ketakutan mandi padusan disana, katanya akan ada hal buruk jika nekad mandi padusan disana. “Pada waktu menjelang bulan Ramadhan umbul Mbrondong sering sepi karena banyak takut mandi padusan disana” kata salah satu warga di daerah Ngrundul. Ibu Handiem. “warga disini banyak yang percaya karena mereka tidak ingin terjadi hal hal yang tidak diinginkan” tegasnya lagi. Warga sekitar ada yang percaya ada pula yang tidak. Ada juga warga yang tidak percaya karena belum ada bukti yang cukup kuat. Ada sebuah cerita yang mendasari timbulnya mitos – mitos tersebut yang membuat para warga di sekitarnya ketakutan Dahulu ada pembunuhan di umbul Brondong Desa Ngrundul, korbannya bernama Lie Tjiauw. Lie Tjiaw dibunuh oleh tiga orang yang tidak dikenal. Peristiwa itu terjadi ketika Lie Tjiaw akan melakukan ritual padusan disana. Pem...
Serangan cacing kremi (oxyuris vemicularis) meliputi seluruh golongan masyarakat baik di kota maupun di desa. Masyarakat pedesaan khususnya di Semarang, Jawa Tengah, menyebut penyakit yang sering melanda anak-anak ini dengan sebutan Kreminen. Pengobatan dengan cara tradisional ini disebabkan oleh kurang beragamnya fasilitas kesehatan, pengetahuan yang memadai, dan tentunya keterbatasan biaya. Cara pengobatan tradisional yang dilakukan masyarakat Jawa antara lain adalah: a. Temu Hitam Temu hitam sebanyak setengah jari diparut bersama 3 butir bawang putih. Kemudian dicampur air panas, disaring, dan diberi campuran gula jawa. Diminumkan pada pagi hari sebelum makan, satu minggu sekali hingga cacing lenyap. b. Campuran Adonan yang dimasukkan ke dalam dubur penderita, terdiri dari campuran minyak kelapa dan bawang putih. Selain dengan ramuan, masyarakat Jawa kuno turut mengupayakan kesehatan secara rohani, yaitu dengan pengucapan syair tertentu yang ditemban...
Permainan tradisional merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang berasal dari berbagai daerah di negeri ini, Indonesia. Setiap daerah memiliki permainan tradisional yang sangat banyak macamnya. Salah satu daerah yang memiliki permainan tradisional adalah Tanah Sunda, Jawa Barat. Di Jawa Barat permainan tradisional disebut 'Kaulinan Sunda'. Kaulinan Sunda itu banyak macamnya, salah satunya adalah Sépdur-sépdur. Adapun lirik/tembangnya adalah sebagai berikut : "Sépdur-sépdur. Mantri-mantri maan jedur Kahijina, kaduana, katiluna, saha nu di tangkap!" Kaulinan Sunda ini biasanya dimainkan oleh banyak orang, berjajar seperti kereta. Permainan Sépdur-sépdur ini terbagi ke dalam 2...
Mohon bantuannya agar dapat menyempurnakan artikel ini. ---------- Menurut cerita yang diturunkan dari mulut ke mulut, terdapat seorang kerabat Sultan Kutai yang bernama Aji Pao. Salah satu versi cerita adalah sebagai berikut: Aji Pao dengan semangat dan tekad bersama orang-orang kepercayaannya berkelana mencari tempat baru untuk bermukim, berburu, dan bertani. Sampailah Aji Pao daerah sungai yang konon dijaga oleh 3 makhluk yang bergelar 'Sang". Salah satu anak sungai Api-api dijaga oleh Sang Attak, dimana daerah tersebut sekarang disebut Sangatta. Satu anak sungai yang lain dijaga oleh Sang Kima sehingga daerah tersebut sekarang disebut Sangkimah. Yang ketiga adalah Sang Antan yang juga menjaga salah satu anak sungai, sehingga daerah tersebut sekarang disebut Santan. Aji Pao meminta kepada ketiga Sang daerah untuk bermukim, bertani, berburu, dan mengolah hasil hutan. Permintaan ini dikabulkan. Bahkan oleh ketiga Sang, Aji Pao beserta orang-orangnya dijanjikan k...