we buy fc coins Visit Buyfc26coins.com Ismert és megbízható cég a piacon..aVuy
681 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Martabak Har
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

      Martabak Har adalah hidangan asal Palembang yang dipionirkan oleh Haji Abdul Rozak, saudagar asal India yang datang ke Sumatera Selatan. Beliau menikah dengah perempuan asli Palembang, dan membuka warung di Jalan Jendral Sudirman di depan Masjid Agung Palembang dimana ia menciptakan resep Martabak Har yang disukai banyak orang sampai sekarang. Martabak Har mulai dijual pada tanggal 7 Juli 1947 di warungnya. Beliau wafat pada tahun 2001.      Bahan-bahan yang umum dipakai untuk memasak Martabak Har diantara lain tepung terigu, dan telur bebek atau ayam. Biasanya Martabak Har yang menggunakan telur bebek lebih mahal daripada yang menggunakan telur ayam. Seperti Roti Canai, Martabak Har dihidangkan dengan kari yang dimasak dengan potongan cabe rawit, ikan asin, kentang, santan, dan potongan daging sapi atau kambing. Rasa, aroma, dan kekentalan kari Martabak Har tidak sekuat kari asli India.     Martabak Har dapat dinikmati...

avatar
OSKM18_19718332_Reshad
Gambar Entri
Cara membuat pempek kapal selam
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Asal Usul kata pempek           Dimasa Kerajaan Sriwijaya,pempek sering disebut kelesan yang berarti panganan adat khas palembang yang mempunyai sifat dan kegunaan tertentu.Pempek sudah dijual masal pada saat zaman kolinial. Setelah populer,pempek dijual ke orang China di Palembang yang kemudian sering dipanggil empek. Empek adalah sebutan bagi orang China yang menjajakan kelesan .Oleh karena itu,kelesan lebih populer disebut dengan nama pempek. Pada saat itu juga, orang Palembang menggunakan cuka sebagai saos untuk pempek yang berasa pedas dan manis. Macam-macam pempek           Ada beberapa macam pempek yang biasa dimakan oleh orang Palembang seperti : kapal selam(atau biasanya disebut pempek telur besar), keriting(dikarenakan berbentuk keriting),bulat (berbentuk bulat),lenjer (berbentuk balok lonjong) dan adaan/dos(pempek yang dibuat dengam menggunakan sagu) Mengapa pempek kapal selam?       &nbs...

avatar
OSKM18_16918190_david David Ananda Kolin
Gambar Entri
Asal Mula dan Keunikan Jembatan Ampera
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Asal Mula Nama Jembatan Ampera Jempatan Ampera adalah ikon dari kota yang berada di ujung selatan pulau Sumatera yang dibuat untuk menghubungkan dua kawasan yakni seberang ilir dan seberang ulu. Ide pembuatan Jembatan Ampera ini sudah mulai mucul sejak tahun 1906, namun hingga awal masa kemerdekaan ide ini belum bisa direalisasikan. Pada Masa Kemerdekaan, masyarakat seberang ulu dan seberang ilir memiliki gagasan untuk membuat jembatan yang dapat memudahkan akses transportasi penyeberangan. Akhirya permintaan masyarakat Palembang tentang gagasan Pembangunan jembatan tersebut sampai Kepada Presiden RI Ir. Soekarno dan gagasan tersebut disetujui. Pada April 1962 di mulai pembangunan Pembuatan Jembatan atas biaya pemerintah Jepang.Proses Pembuatan Jembatan memakan waktu sekitar 3 tahun lama nya.Akhirnya di tahun 1965 Jembatan pun diresmi oleh Letjen Ahmad Yan dan dinamai Jembatan Bung Karno. Tetapi pada tahun 1966 terjadi pergolakan gera...

avatar
OSKM18_16618269_Saifuddi Mahfuz
Gambar Entri
Tradisi Sastra Tutur ( Sastra Lisan )
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

       Sastra Lisan dari Sumatera Selatan termasuk sastra lisan rumpun Melayu, sebagaimana juga orang-orang Sumatera Selatan adalah rumpun/suku Melayu, dengan sub-suku Melayu Ogan, Melayu Komering, Melayu Musi, Melayu Palembang, dll. Adapun jenis-jenis sastra lisan Sumatera Selatan : 1. Mantra, dengan nama-nama lainnya adalah Jampi, Sepengucap, Ilmu Tumbuk, Pengasihan, Penawar, dll. 2. Pantun, dengan nama-nama lainnya adalah Guritan, dll 3. Dongeng, dengan nama-nama lainnya adalah Cerita, Kisah, dll 4. Tembang (Nyanyian) yang dikenal dengan nama Tembang Batanghari Sembilan, Senjang, dll.     Sastra Lisan di Sumatera Selatan diekspresikan dalam berbagai bentuk dengan nama khusus sesuai dengan tradisi daerah masing masing. Ada bermacam-macam sastra tutur di Sumatera Selatan antara lain Njang Panjang dan Bujang Jelihim yang berkembang di daerah Ogan Komering Ulu, Jelihiman di Ogan Ilir, Senjang di Musi Banyuasin, terdapat Geguritan, Be...

avatar
OSKM18_16318056_Muhammad Chavez Assad Patriot
Gambar Entri
Martabak Kari Khas Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

    Indonesia adalah sebuah negara yang sangat kaya dan beragam kebudayaanya, seperti budaya seni, adat istiadat,bahasa, makanan, dan sebagainya. Dari sekian banyak jumlah kebudayaan tersebut, kuliner termasuk yang sangat populer dan banyak sekali macam, rasa, dan jenisnya. Hal ini disebabkan karena sumber daya alam yang melimpah di Indonesia sehingga menimbulkan banyak ide untuk membuat dan mengolah berbagai macam jenis makanan. Setiap daerah memiliki jenis makanan yang berbeda menurut selera yang dipengaruhi oleh budaya masing masing.     Salah satu daerah penghasil kuliner yang terkenal adalah Palembang. Martabak kari merupakan makanan populer yang digemari oleh warga dan masyarakat setempat. Martabak ini dibuat dengan perpaduan antara martabak telor dengan kuah kari kental dan juga irisan cabe dicampur kecap yang seringkali dipakai sebagai penyedapnya. Martabak kari ini dikenal dengan nama populernya yaitu Martabak HAR yang merupakan inisial dari penemu M...

avatar
OSKM18_19718365_Rifqi
Gambar Entri
Mengenal Kue 8 Jam, Si Manis khas Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

   Setiap daerah di nusantara memiliki keragaman khasnya masing-masing.  Mulai dari rumah adat, pakaian, hingga makanan.  Semua memilikikeunikan yang berbeda-beda.  Bentuk rumah yang unik, pakaian yang bercorak menarik, dan citarasa makanan yang tentunya tidak sama antar daerah namun tetap sedap disantap.  Makanannya pun beragam, mulai dari rasanya, tekturnya, hingga lama pembuatannya.    Sebagai keturunan Melayu Palembang tentunya lidah saya terbiasa menjajal makanan khas Kota Sriwijaya itu. Kota maritim tersebut terkenal dengan kulinernya yang berbahan dasar ikan.  Namun, tidak hanya makanan gurih saja yang menjadi khas dari kota tersebut, makanan manis pun ada.  Salah satu makanan manis yang ikonik di Kota Pempek ini adalah Kue 8 Jam.    Seperti namanya, kue ini memang membutuhkan waktu 8 jam atau lebih untuk proses pembuatannya.  Sebenarnya prosesnya terbilang mudah, namun membutuhkan waktu yang sangat lama...

avatar
OSKM18_16818163_Dhiya Ulinnuha
Gambar Entri
Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

  Banyak yang beranggapan bahwa Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II saat ini adalah rumah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin II, anggapan itu salah besar karena Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan bangunan bekas Rumah Komisaris Belanda ( regeering commisaris ). Kenyataan yang benar adalah Bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dibangun di atas lahan yang dulunya adalah rumah atau keraton tempat tinggal Sultan Mahmud Badaruddin II.  Dahulu sebelum kekalahan Kesultanan Palembang Darusalam pada tahun 1821 di atas bagunan yang saat ini bernama Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berdiri sebuah komplek keraton Kesultanan Palembang Darussalam yang bernama Keraton Kuto Lamo, di keraton yang berdempetan langsung dengan Beteng Kuto Besak (Keraton Kuto Besak) inilah Sultan Mahmud Badaruddin II tinggal. Namun pada tahun 1821 saat Kesultanan Palembang Darusalam ditaklukan oleh Belanda (pada Perang Palembang Ke II dengan ditandai ditangkapnya Sul...

avatar
OSKM18_19718179_Masagus Achmad Aqsha
Gambar Entri
Suku Belida (Belide)
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Di Indonesia, terdapat salah satu suku yang unik di provinsi Sumatera Selatan, yakni suku Belida . Menurut penuturan masyarakat setempat, Suku Belida merupakan suku yang asal penduduknya berdomisili di wilayah perairan atau disekitar anak sungai Musi dimana terdapat ikan Belida yang akhirnya menginspirasi nama suku tersebut.   Suku Belida ini tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan . Di kabupaten Muara Enim, yaitu di kecamatan Gelumbang, kecamatan Lembak, kecamatan Sungai Rotan dan kecamatan Belida. Suku Belide juga terdapat di kotamadya Prabumulih yaitu di kecamatan Cambai, kecamatan prabumulih barat, kecamatan prabumulih timur, serta juga terdapat di Ogan Ilir dan sekitar Gandus kota Palembang Sumatra Selatan.   Secara bahasa, Suku Belida ini masih tergolong ke kelompok bangsa Melayu karena bahasa Belide ini mirip seperti bahasa Melayu Pesisir. Bahasa Belida memiliki logat yang berbeda dengan bahasa-bahasa lain di sekitar w...

avatar
OSKM18_19918216_Audi
Gambar Entri
Kemplang Goreng Ikan Putak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Kemplang Goreng Ikan Putak     Kemplang di Palembang ada 2 macam, yang pertama adalah kemplang bakar dan ada pula kemplang goreng. Yang membedakan keduanya adalah cara memasaknya. Yang satu dibakar sedangkan yang satunya lagi digoreng. Selain itu kemplang bakar dan goreng punya bentuk yang berbeda. Kemplang bakar biasanya hanya berbentuk pipih, sedangkan kemplang goreng memiliki berbagai bentuk seperti pipih, lonjong, bulat, hingga seperti pempek keriting. Secara kasat mata kemplang memang sangat mirip dengan kerupuk terutama kemplang goreng, dimana cara memasakknya pun sama seperti kerupuk yaitu digoreng. Akan tetapi sebenarnya kemplang goreng memiliki bahan dan resep yang secara umum sama dengan pempek. Oleh karena itu, sama seperti pempek dahulu kemplang goreng dibuat dari ikan belida, dimana ikan ini dahulu sangat melimpah di daerah sekitar Palembang. Akan tetapi seiring dengan waktu berjalan, lama-lama jumlah ikan belida yang ada di sekitar Palembang p...

avatar
OSKM_16718208_Faris Rafi Permana