Nuwo Sesat Khas Lampung Lampung yang terletak di sumatera bagian selatan memiliki rumah khas yang bernama Nuwo Sesat. Nuwo Sesat terdiri dari dua kata yang memiliki arti sendiri yaitu Nuwo yang artinya rumah dan Sesat yang artinya adat.Nuwo sesat ini memiliki fungsi utama yaitu sebagai tempat perkumpulan atau balai warga kampung. Nuwo Sesat memiliki struktur seperti rumah adat di sumatera lainnya.rumah ini berbentuk panggung yangn dibangun dengan kayu atau papan.nuwo sesat dibentuk seperti rumah panggung berfungsi untuk menghindari serangan binatang buas yang ada disekeliling daerah tersebut, karena didaerah lampung kaya akan hayatinya.Nuwo Sesat yang didesain sedemikian rupa ternyata memiliki fungsi lain juga yaitu lebih kokoh dalam menghadapi gempa bumi karena masyarakat mengenal gempa bumi sejak zaman dahulu dan juga daerah lampung adalah daerah pertemuan dua lempeng yaitu Asia dan Australia, dan juga mencegah masuknya air kedalam rumah tersebut karena luapan suatu...
Pothil merupakan camilan yang digemari oleh banyak orang. Camilan ini tidak hanya terkenal karena bentuknya yang menyerupai cincin dan teksturnya yang renyah, tapi juga karena rasanya yang gurih dan ada sedikit rasa asam dari bahan utamanya yaitu ketela. Untuk mengetahui cara pembuatan Pothil, silakan simak bahan dan langkah pembuatannya berikut ini. Bahan Pothil: -Singkong/Ketela Pohon Bumbu Pothil: -Bawang Putih -Ketumbar -Garam -Penyedap Rasa Langkah-langkah: 1.Kupas ketela menggunakan pisau. 2.Cuci ketela sampai bersih. 3.Parut ketala menggunakan mesin pemarut ketela. 4.Pres menggunakan dongkrak sehingga kandungan air terkurangi. 5.Campurkan dengan bumbu yang sudah dihaluskan. 6.Bentuk adonan menjadi bulat-bulat. 7.Masukkan ke dalam soblok kemudian kukus hingga setengah matang. 8.Giling menggunakan mesin hingga menjadi lembaran-lembaran panjang. 9.Potong lembaran tersebut dan gulung membentuk lingkaran penuh dengan panjang sekitar 10cm 10....
Upacara adat Mappassili merupakan upacara yang dilakukan oleh masyarakat Bugis yang berupa upacara kehamilan tujuh bulan. Mappassili memiliki arti yaitu kehamilan tujuh bulan dan dalam bahasa Bugis Bone, Mappassili berarti memandikan. Tujuan dilakukannya upacara adat Mappassili ini adalah untuk menolak bala atau mengusir malapetaka / bencana serta mengusir roh-roh jahat sehingga kesialan dapat hilang dan lenyap. Upacara adat Mappassili akan dipimpin oleh seorang dukun. Sebelum upacara dimulai dengan iring-iringan, sang calon ibu harus melewati sebuah tangga yang terbuat dari bambu (sebanyak 7 anak tangga) yang disebut dengan Sapana. Hal ini memiliki makna bahwa sang calon anak akan mendapat rezeki yang naik terus seperti yang disimbolkan ibunya dengan menaikki 7 anak tangga. Upacara dimulai dengan membacakan doa-doa yang dilakukan oleh seorang ustadzah. Awal upacara tersebut akan diiringi oleh pasangan calon ayah dan ibu yang memakai pakaian adat Bugis unuk pergi ke rumah bambu...
Apabila anda berasal dari daerah Jawa Barat dan sekitarnya, tentu anda sudah tidak asing lagi dengan istilah tingkeban atau yang lebih dikenal dengan upacara tujuh bulanan. Upacara ini dimaksud untuk merayakan 7 bulan kandungan seorang ibu. Upacara ini dilaksanakan 7,17, atau 27. tentunya dalam proses acara ini dibutuhkan tujuh buah perlengkapan khusus untuk merayakan 7 bulanan. salah satunya adalah Rujak Kanistren. Rujak kanistren (rujak manis) adalah semacam salad. terdiri dari 7 buah buahan seperti jambu, mangga, pepaya, dsb. dan dilengkapi dengan saus manis pedas yg menggugah selera. Namun, rujak kanistren ini tentunya berbeda dengan rujak rujak biasa. Rujak ini menggunakan bahan dari kulit bagian dalam kelapa muda yang dicincang seperti serat dan dicampur dengan cincangan kecil buah buah tadi. Selain itu rujak ini juga dicampur dengan umbi umbian yang sudah matang dan jajanan tradisional yang disebut procot. Makna rujak kanistren dalam upacara tujuh bulanan ini be...
Begalan adalah salah satu tradisi masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Begalan menjadi salah satu ritual dalam pernikahan yang diwariskan secara turun temurun di kalangan masyarakat Banyumas. Begalan dalam bahasa Banyumas mempunyai arti rampok atau perampok, yaitu dimana rombongan pengantin pria yang membawa barang-barang dicegat akan tetapi setelah itu dilepaskan kembali. Pada zaman dahulu Begalan digunakan untuk acara ruwatan atau ritual pembersihan diri. Seiring berjalannya waktu, begalan diadakan dalam ritual pernikahan yang mengandung pesan atau rambu-rambu bagi calon pengantin. Tradisi Begalan biasa dilaksanakan dalam rangkaian acara pernikahan, yaitu jika yang dinikahkan anak pertama dengan anak pertama, anak pertama dengan anak terakhir, dan anak satu-satunya dengan anak pertama atau anak terakhir. Begalan diperankan oleh dua orang. Seorang pertama membawa atau memikul barang-barang peralatan dapur yang bernama Gunareka. Dan seorang lain bertindak sebagai pemb...
Batagor adalah salah satu jajanan khas Kota Bandung, Jawa Barat. Nama batagor diambil dari singkatan "Bakso Tahu Goreng". Batagor ini mirip dengan siomay, yakni berbahan dasar adonan ikan tenggiri dan tepung tapioka yang kemudian dibungkus dengan pangsit atau tahu lalu digoreng. Batagor disajikan 2 macam ada batagor kuah dan batagor dengan bumbu kacang. Untuk menambah cita rasa dari batagor, bisa ditambahkan perasan jeruk nipis dan beberapa potongan mentimun. Selain itu, bisa ditambahkan kecap manis atau sambal. Rasa dari batagor ini kenyal, kriuk, pedas manis dan gurih. Jajanan batagor ini banyak digemari masyarakat. Dari yang kecil hingga dewasa. Karena selain rasanya yang khas dan lezat, harga nya sangat terjangkau hanya Rp. 5000/porsinya. Selain itu, batagor bisa ditemukan dimana saja. Batagor biasanya dijual dipinggir jalan atau di depan sekolah-sekolah. Bahkan, sekarang cafe atau tempat nongkrong anak muda pun ada yang menjual batagor. Batagor in...
Upah-upah adalah upacara adat Mandailing yang bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan. Tondi tersebut diyakini sebagai aspek kejiwaan manusia yang mempengaruhi semangat dan kematangan psikologis individu. Istilah tondi berasal dari bahasa Mandailing (daerah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara), berpadanan dengan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang mencakup kata semangat, tenaga, dan kekuatan yang bersifat psikologis. Seiring dengan itu, beberapa pakar memiliki kesamaan pendapat tentang pembahasan makna tondi ini. Bangun (dalam Koentjaraningrat, 2002) mengatakan tondi itu merupakan kekuatan, tenaga, semangat jiwa yang memelihara ketegaran jasmani dan rohani agar tetap seimbang, kukuh, keras, dan menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Menurut masyarakat Mandailing tondi dapat mengembara sesukanya dan bahkan boleh jadi bertemu dan bergabung dengan roh jahat. Dalam keadaan ketaku...
Pasti banyak dari kita yang belum mengenal budaya marria raja atau yang di beberapa daerah disebut Martonggo Raja (walaupun ada perbedaan dimana martonggo raja merupakan diskusi yang lebih besar). Marria raja adalah kegiatan bermusyawarah atau berdiskusi mengenai adat yang akan digunakan dalam proses pemakaman orang yang sudah meninggal. Dalam hal ini diundang dongan tubu (pihak ayah), hula-hula (pihak ibu), parboru (pihak anak merempuan), dan Paranak (piahk anak laki-laki). Hal-hal yang didiskusikan pada diskusi ini antara lain mengenai tata cara pemakamannya, siapa yang berperan, dan siapa yang diikutkan. Tata cara pemakamannya biasanya dibagi dua, yaitu Sari matua atau saur matua. Sari matua sendiri adalah tata cara pemakaman dimana orang yang meninggal punya status memiliki cucu namun masih ada anaknya yang belum menikah, dan saur matua adalah orang yang meninggal dengan status punya cucu dan semua anaknya sudah menikah. Namun...
Et dah ntu bocah, kagak prele pisan dah urusannya. pegawean dikit doang ge, ampe ora kelar-kelar…!!!” (Gawat anak itu, tidak beres urusannya. Pekerjaan sedikit saja sampai tidak bisa selesai…!!!) Kalimat diatas adalah salah satu contoh kalimat yag pernah saya dengar dari teman SMP saya yang berasal dari bekasi. Bahasa ini sudah sangat jarang digunakan oleh warga bekasi karena sudah tercampur dengan bahasa indonesia. Pada artikel kali ini, saya akan memperkenalkan kepada pembaca tentang bahasa yang mulai punah ini, bahasa Bekasi. Berbicara masalah kata serapan dari bahasa Betawi ke dalam bahasa Indonesia memang agak sedikit sulit. Hal ini disebabkan karena identitas bahasa Betawi itu sendiri yang pada eksistensinya sudah tercampur dengan banyak bahasa, baik bahasa Jawa, Sunda, bahkan bahasa Asing lain, seperti Belanda, Inggris dan Portugis. Contoh yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti contoh berikut ini : “Gimana din...