Apa itu Cedhak Sinten? dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan sebutan turun tanah, yang merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Jawa, untuk bayi yang berusia tujuh bulan dalam kalender Jawa atau delapan bulan dalam kalender masehi. Budaya turun tanah ini sendiri juga memiliki ciri khas yang berbeda-beda di setiap daerah. Namun, di Jawa Timur biasa dikenal dengan cedhak sinten atau nginjek tetel. Upacara cedhak sinten ini dilakukan sebagai rangkaian acara yang bertujuan agar anak tumbuh menjadi anak mandiri. Selain itu juga diiringi dengan do'a-do'a orang tua dan sesepuh sebagai pengharapan agar anaknya kelak menjadi sukses menjalani kehidupannya. Ciri Khas: -Tradisi ini dijalankan saat anak berusia hitungan ke tujuh bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran Jawa -Sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah -Menyediakan sebuah tetel atau jadah yang memiliki warna yang bervariasi, beserta makanan yaitu tumpeng dan ayam...
Dahulu di jawa timur, khususnya kota Gresik, terdapat suatu tradisi unik pada setiap bulan ramadhan, yakni blanggur. Tradisi blanggur sendiri menggunakan alat berbentuk seperti meriam yang terbuat dari bambu, suara dentuman keras yang dihasilkannya merupakan penanda bahwa waktu berbuka telah tiba. Tradisi ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa untuk menandakan waktu adzan maghrib telah tiba. Tradisi ini menjadi daya tarik sendiri bagi orang tua maupun anak anak untuk ikut berkumpul di alun-alun menyaksikan tradisi blanggur sambil membawa ta'jil dan bersama-sama menantikan waktu berbuka. Kata blanggur sendiri berasal dari suara ledakan yang terjadi sebanyak dua kali. Yang pertama terjadi sesaat setelah bambu disulut dan akan terpental ke atas yang terdengar bunyi "blang" dan yang kedua saat terjadi ledakan di udara yang berbunyi "gurrr..". Karena itulah tradisi ini disebut blanggur. Tradisi blanggur ini bertujuan sebagai isyarat bahwa waktu maghrib telah tiba bagi masya...
Kerupuk Upil adalah makanan khas daerah Kediri Jawa Timur. Berdasarkan namanya kerupuk, biasanya kerupuk dibuat camilan saat makan ataupun diluar makan. Kerupuk ini memiliki rasa asin dan renyah, kerupuk upil ini berbeda dengan krupuk yang lain karena kerupuk upil ini tidak digoreng dengan minyak melainkan digoreng dengan pasir yang tentunya pasir khusus bahan makanan dimana pasir ini bisa berasal dari pasir sungai yang bersih dan tentunya dengan goreng pasir ini kerupuk upil dapat dikonsumsi oleh kalangan anak-anak karena menyehatkan. Berikut alat bahan yang perlu disiapkan dan cara membuatnya. Bahan : 1. Tepung tapioka secukupnya 2. Bawang putih 3. Garam secukupnya 4. Air 5. Pasir sungai yang telah steril atau bersih Cara Membuat : 1. Siapkan alat untuk membuat kerupuk upil, diantaranya pisau, timbangan, dan baskom sebagai wadah 2. Haluskan bawang putih dan tepung tapioka. Campur kedua bahan dengan rata dan jangan lupa tambahkan garam secu...
Apa aja sih yang biasa kita lakukan di atas pasir? Yang paling mungkin yaitu membangun istana pasir, mengubur diri, dan menggambar garis atau menulis sesuatu diatasnya. Rakyat Madura memanfaatkan pasri ini dengan cara yang tidak biasa! Tidur di atas pasir! Tepatnya di desa Legung Timur, Masyarakatnya terbiasa tidur di atas pasir. Bukkan hanya di desa Legung Timur, kebiasaan unik ini juga bias anda temukan di dua desa lainnya yang masih berada di Kabupaten Sumenep yakni desa Legung Barat dan desa Dapenda. Dilansir dari pulaumadura.com Tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun secara turun-temurun. Bahkan kebanyakan anak di Desa Legung dilahirkan di atas pasir juga. Jadi, sedari kecil mereka memang sudah akrab dengan kasur berpasir. Mereka lahir, bermain, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa di atas pasir sehingga tak jarang ada yang menyebutnya Manusia Pasir Di setiap kamar maupun di ruang istirahat di tiga desa itu pasti didapati tumpukan pasir yang...
Desa Pancasila. Begitulah sebutan yang sering disematkan pada Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Karena di desa inilah terdapat toleransi beragama yang sangat kuat dari masyarakatnya. Di desa ini ada 3 tempat beribadah yang saling berjejer. Yaitu masjid, pura, dan gereja. Namun masyarakat desa yang memeluk berbagai agamapun tetap rukun dan damai. Masyarakat Hindu Bali sering berkunjung ke desa ini pada acara keagamaan. Begitupun sebaliknya, masyarakat Desa Balun berkunjung ke Bali pada upacara keagamaan lainnya. Toleransi keagamaan yang diperlihatkan di desa ini contohnya, saat peringatan hari besar hindu, masyarakat yang beragama islam membantu keamanan desa. Dan sebaliknya. Begitupun dengan agama lain yang ada di desa ini. Berbicara mengenai Desa Balun (orang Jawa Timur membaca ‘Mbalun’), maka akan mengarah kepada seorang tokoh pendiri desa ini. Menurut cerita rakyat yang berkembang di daerah Lamongan, Desa Balun didirikan oleh seorang be...
Sungai Jagir adalah salah satu anak Sungai Mas dan merupakan sungai buatan pada zaman penjajahan Belanda yang mengalir ke arah timur di Kota Surabaya. Sungai Jagir terletak di sepanjang Jl. Jagir Wonokromo. Zaman dahulu, Sungai Jagir berair jernih, sehingga banyak juga dimanfaatkan masyarakat untuk MCK, atau sekadar berenang. Namun sayang, akibat pencemaran air Sungai Jagir berwarna keruh, dan saat ini Pemkot Surabaya telah memulai membersihkan Sungai Jagir. Di sungai ini juga terdapat Pintu Air peninggalan penjajah Belanda yang saat ini masih dipergunakan untuk pengaturan debit air Sungai Mas, yaitu pecahan Sungai Brantas di kota Surabaya untuk dibuang ke Sungai Jagir. Letak pintu air tersebut tepat di sebelah Stasiun Kereta Api Wonokromo dan PDAM Surabaya. Air dari Sungai Jagir juga diolah menjadi Air PAM dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Surabaya. Ada sebuah cerita rakyat mengenai Sungai Jagir, yakni kisah tentang Mbah Kalap dan Buaya Putih Ma...
Reog Ponorogo merupakan kesenian budaya dari daerah Jawa Timur, dimana Ponorogo depercaya merupakan tempat asli lahirnya seni pertunjukan Reog ini sendiri. Reog Ponorogo adalah salah satu seni pertunjukan asli Indonesia yang masih memiliki unsur hal-hal mistis yang menjadikannya memiliki sebagai daya tarik tertentu. Cerita yang disampaikan melalui pertunjukan ini merupakan kisah tentang Raja Ponorogo yang hendak memperistri putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, tetapi dihadang oleh Raja Singabarong dari Kediri. Tarian dari Reog Ponorogo ini menggambarkan "tarian perang" antara kerajaan Ponorogo dan kerajaan kediri yang saling beradu ilmu hitam. Terdapat beberapa tokoh-tokoh dalam Reog Ponorogo ini sendiri, beberapa peran pentingnya adalah Jathil, seorang prajurit kuda; Warok, penguasa ilmu lahir dan batin; Barongan , tokoh berkepala harimau yang kerap dikenal; Klono Sewandono , raja muda yang selalu membawa pusaka Cemeti yang sedang jatuh cinta; Bujang Gano...
Bermain bersama kawan-kawanku kulakukan hampir setiap Jumat setelah ibadah Jumat. Rutinitas tersebut kugandrungi antara kelas 8-9 SMP. Bersama teman, aku tergabung dalam sebuah grup band. Stenfidav namanya. Namun pembahasan mengenai bandku tak akan pernah usai kulakukan. Ada hal lain yang lebih menarik dan lebih sederhana untuk dibahas. Hal yang rutin kuamati saat perjalananku bersama teman-teman. Hal yang akan selalu menawan para pelancong maupun traveler yang melewatinya. Itulah si gagah, Candi Jawi. Candi ini terletak di Desa Candi Wates Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dan berjarak kurang lebih 31 Km dari Kota Pasuruan. Seperti yang telah kukatakan, candi ini akan selalu terlihat menawan dan memanjakan mata para traveler, karena letaknya di pinggir jalan. Di ruas jalan Pandaan-Prigen tepatnya. Di tengah perjalanan menyusuri jalan tersebut, anda akan merasa ada perubahan suhu menjadi lebih dingin, yang langsung dapat dirasakan oleh tubuh kita. Ini mengindikasikan bahwa kurang...
Merajut Memori di Candi Jawi Bermain bersama kawan-kawanku kulakukan hampir setiap Jumat setelah ibadah Jumat. Rutinitas tersebut kugandrungi antara kelas 8-9 SMP. Bersama teman, aku tergabung dalam sebuah grup band. Stenfidav namanya. Namun pembahasan mengenai bandku tak akan pernah usai kulakukan. Ada hal lain yang lebih menarik dan lebih sederhana untuk dibahas. Hal yang rutin kuamati saat perjalananku bersama teman-teman. Hal yang akan selalu menawan para pelancong maupun traveler yang melewatinya. Itulah si gagah, Candi Jawi. Candi ini terletak di Desa Candi Wates Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dan berjarak kurang lebih 31 Km dari Kota Pasuruan. Seperti yang telah kukatakan, candi ini akan selalu terlihat menawan dan memanjakan mata para traveler, karena letaknya di pinggir jalan. Di ruas jalan Pandaan-Prigen tepatnya. Di tengah perjalanan menyusuri jalan tersebut, anda akan merasa ada perubahan suhu menjadi lebih dingin, yang langsung dapat dirasakan oleh tubuh kita. Ini...