Rumah dalam bahasa Makassar disebut Balla atau Bola dalam bahasa Bugis. Rumah khas Makassar berbentuk rumah panggung yang tingginya sekitar 3 meter dari tanah. Disanggah oleh tiang-tiang dari kayu yang berjejer rapih. Rumah atau balla berbentuk segi empat dengan lima tiang penyangga ke arah belakang dan 5 tiang penyangga ke arah samping. Untuk rumah milik bangsawan yang biasanya lebih besar, jumlah tiang penyangganya berjumlah lima ke samping dan enam atau lebih ke arah belakang. Atap rumah adat Makassar berbentuk pelana, bersudut lancip dan menghadap ke bawah. Biasanya bahannya terdiri dari nipah, rumbia, bambu, alang-alang. ijuk atau sirap. Jaman sekarang bahan penutup atapnya sudah lebih modern tentu saja. Bagian depan dan belakang puncak atap rumah yang berbatasan dengan dinding dan berbentuk segitiga disebut timbaksela. Dari timbaksela ini bisa dikenali derajat kebangsawanan pemiliknya. Timbaksela yang tidak bersusun menandakan pemiliknya adalah orang biasa,...
Toraja memiliki banyak acara adat yang unik dan istimewa, diantaranya adalah Ma'Bugi, Ma'Badong, dan Ma'Gandang. Ma'Bugi adalah suatu tarian pengucapan syukur seusai panen. Tarian pengucapan syukur ini memiliki lagu yang berisi syair - syair yang penuh rasa syukur. Ma'Bugi ini dilaksanakan di tempat yang lapang serta luas seperti sawah. Tarian ini dilakukan ramai - ramai dan menggunakan baju adat. Adat ini biasanya berlangsung selama enam (6) bulan setelah panen. Ma'Badong adalah adat dimana masyarakat Toraja menangis namun ada nadanya seperti orang menyanyi. Kebalikannya dengan Ma'Bugi, nyanyian Ma'Badong berisi syair - syair belasungkawa atau kesedihan. Ma'Badong dilaksanakan saat berlangsungnya ritual Rambu 'Solo, yaitu upacara kematian atau penguburan orang meninggal. Masyarakat Toraja memiliki lambang tersendiri untuk Rambu 'Solo. Ma'Gandang adalah bermain gendang yang dimainkan oleh para pria untuk mengatur irama dan...
Toraja merupakan sebuah daerah yang penuh dengan sejuta keunikan, salah satunya dari upacara pemakamannya yang sering disebut rambu solo’. Upacara Rambu Solo’ adalah upacara adat kematian untuk mengantar kerabat yang meninggal. Walaupun hanya sebuah ritual kematian, tapi penyelenggaraannya diadakan layaknya sebuah pesta besar. Hal ini dilakukan, karena masyarakat Toraja percaya bahwa roh kerabat yang meninggal belum benar-benar meninggal sebelum dilengkapi dengan U pacara Rambu Solo ’. Prosesi upacara pemakaman ini terdiri dari beberapa susunan acara. Dimana dalam setiap acara tersebut Anda bisa menyaksikan nilai-nilai kebudayaan yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Toraja. Masyarakat toraja percaya bahwa, arwah yang meninggal akan bertranformasi, menjadi arwah gentayangan (Bombo), arwah setingkat dewa (To Mebali Puang), atau arwah pelindung (Deata Dalam adat istiadat Tana Toraja, masyarakat mempercayai bahwa setela...
Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah sejak lama terkenal akan alamnya yang permai dan adat yang beragam. Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma' Nene', yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur. Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Biasanya, Ma' Nene' digelar tiap bulan Agustus. Saat Ma' Nene' berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara. Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar. Ritual Ma' Nene' oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada par...
Upacara mayat berjalan di Tana Toraja yang sekaligus menjadi budaya tersebut dikenal dengan nama Ma'Nene. Upacara adat tersebut dilakukan dalam rangka mengganti pakaian mayat para leluhur. Terbilang unik dan khas, mengingat ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu, di pedalaman Toraja Utara. Ritual Ma'nene dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya dilakukan pada bulan Agustus. Hal tersebut mengingat upacara Ma'Nene hanya boleh dilaksanakan setelah musim panen yakni yang jatuh pada bulan Agustus. Masyarakat adat Toraja percaya jika ritual Ma' Nene tidak dilakukan sebelum masa panen, maka akan sawah-sawah dan ladang mereka akan mengalami kerusakan dengan banyaknya tikus dan ulat yang datang tiba-tiba. Prosesi Ma'Nene itu sendiri diawali dengan mengunjungi lokasi tempat dimakamkan para leluhur masyarakat setempat yakni di pekuburan Patane di Lembang Paton, Kecamatan Sariale, ibu kota Kabupaten Toraja Utara, seperti yang dilansir dari...
Massureq Tradisi seni dan kebudayaan dari Sulawesi Selatan Massureq berasal dari suku bugis. Massureq terdiri dari kata Ma dan Sureq . Ma dalam Bahasa Bugis adalah suku kata yang menandakan sebuah kegiatan, sementara Sureq disini adalah kata benda. Maka massureq jika diartikan secara keseluruhan adalah suatu kegiatan membaca sureq atau naskah. Adapun naskah yang biasanya dibacakan adalah semua episode atau tereng dalam epos I La Galigo, Meongpalo Karellae dan beberapa naskah lainnya. Filosofi terciptanya tradisi massureq berawal dari kebutuhan masyarakat bugis akan hiburan, dan pengetahuan terkait naskah-naskah Bugis. Massureq sendiri merupakan pendukung eksistensi atau keberadaan naskah-naskah Bugis. Karena melalui massureq , naskah tersebut dapat dengan mudah diwariskan dan dipahami isinya dengan cara yang lebih menghibur. Bahasa yang digunakan adalah bahasa suku bugis yaitu aksara lontara. Saat ini, massure q masih ser...
Sanggara Balanda merupakan salah satu kue tradisional lhas satu-satunya yang hanya ada di Sulawesi Selatam khusus nya di kota Makassar. Sanggara Balanda merupakan kue yang terbuat dari buah pisang khusus nya jenis Pisang Raja yang dibalur dengam kocokan telur lalu digoreng. kemudian diisi dengan isian yang terbuat dari kacang tanah sangrai yang ditumbuk semi kasar dicampur dengan gula pasir dan mentega. pisang yang sudah digoreng kemudian dibelah tengahnya kemudian diisi dengan isian. biasanya sanggara balanda disiram dengan cairan gula agar rasanya lebih manis lagi. sanggara balanda tidak ada di kota lain selain kota Makassar, dan sering dijumpai pada saat acara hajatan perkawinan suku bugis Makassar. pada perayaan adat Sulawesi Sleatan khusus nya suku bugis Makassar, biasanya disajikan kue yang mengembang. salah satu nya Sanggara Balanda. filosofinya agar perkawinan tersebut makmur dan sejahtera perjalanan nya. disebut sanggara balanda karena terbuat dai mentega. menurut i...
Barobbo merupakan makanan khas yang terbuat dari Jagung atau masyarakat Sulawesi Selatan kenal dengan nama " Biralle " (makassar) atau " arelle " (Bugis). Makanan ini merupakan salah satu makanan dengan penggemar yang cukup fantastis, kalau dikalangan masyarakat sendiri bahan dasar ini memang sangat familiar. A da banyak masakan dan makanan yang dapat dibuat atau dihasilkan dari bahan dasar jagung ini,jagung untuk masyarakat Sulawesi Selatan sendiri berada di urutan dua setelah pisang untuk dibuat masakan atau makanan, baik itu dalam bentuk kue, makanan tradisional, campuran untuk sayur dan lain-lain. Sepintas tampilan barobbo mirip dengan bubur manado. Karena barobbo menggunakan banyak sayuran dan jagung putih yang digunakan sangat mirip dengan nasi. Letak perbedaan keduanya berada pada bahan utama, bubur manado terbuat dari beras sedangkan barobbo terbuat dari jagung. Barobbo memiliki cita rasa ringan jika dibandingkan dengan makanan khas Sulawesi Selatan lain yang mayorit...
Coto Makassar adalah salah satu makanan khas Kota Makassar, makanan ini merupakan racikan kuah rempah dan kacang tanah yang direbus dengan jeroan sapi, atau dari campuran potongan daging sapi. Coto dihidangkan dengan ketupat khas Sulawesi Selatan dimana kulit ketupat terbuat dari jalinan daun pandan, atau dihidangkan dengan burasa atau buras, bahannya sama dengan ketupat yaitu menggunakan beras namun pembungkusnya terbuat dari gabungan daun pisang dan potongan daun pandan. Dalam penyajiannya coto juga dilengkapi dengan potongan jeruk nipis, irisan daun bawang, lombok tumis dan kecap manis yang dicampurkan dalam semangkuk Coto Makassar ketika ingin disantap. Coto makassar dimasak dengan racikan rempah-rempah di dalam kuali tanah yang disebut dengan korong butta atau uring butta . Coto Makassar sudah ada sejak kerjaan Somba Opu, pusat Kerajaan Gowa, yang berjaya pada tahun 1538. Coto Makassar merupakan hidangan seni bercita rasa tinggi yang menjadi hidangan khusus bagi...