Indonesia merupakan negara dimana mayoritas rakyatnya menganut agama Islam. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dirayakan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah pun memiliki tradisinya masing-masing dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Akan tetapi, fokus bahasan disini bukanlah Hari Lebaran itu, melainkan suatu rangkaian tradisi yang biasa dilaksanakan sesudah Hari Lebaran. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di Pulau Jawa, salah satunya ialah di Kabupaten Pati. Masyarakat Kabupaten Pati mengenal istilah bernama Bodo Kupat atau Lebaran Ketupat. Ketupat memang merupakan makanan yang biasa dihidangkan saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Akan tetapi, untuk Kabupaten Pati sendiri, ketupat tidak dihidangkan tepat saat perayaan Lebaran. Tujuh hari setelah Lebaran, masyarakat Pati akan merayakan “Lebaran” untuk kedua kalinya dan di hari itulah ketupat akan dihidangkan. Hal tersebut dilakukan karena...
Puasa Mutih adalah suatu ritual yang dilakukan dengan cara tidak makan maupun minum apapun, terkecuali nasi putih dan air putih. Puasa ini dilakukan untuk mendapatkan ilmu ghaib atau supranatural, ada juga yang bertujuan untuk menyucikan hati agar jiwa kembali bersih. Kata mutih pun berasal dari bahasa jawa yang berarti putih(bersih,suci). Puasa Mutih pun hanya dapat dilakukan di waktu yang tertentu yaitu saat bulan purnama, dan dalam jangka waktu yang tertentu yaitu 3 hari, 7 hari, dan 41 hari. OSKMITB2018
Alkisah berawal dari seorang pemuda bernama Soloboyo Parikesit yang merupakan putra dari nyai ratawalu dan ki parikesit. Soloboyo yang sudah berumur 30 tahun masih saja belum memiliki pasangan hidup karena tidak ada perempuan yang mau dengannya karena takut bila Soloboto tidak akan bisa menghidupi mereka nantinya karena Ia dilahirkan di keluarga yang sederhana. Karena itu, Soloboyo merantau keluar desa untuk mencari pasangan hidup yang dapat menerima dirinya apa adanya. Kemudian dia bertemu dengan seorang perempuan yg bernama Purnamasari. Purnamasari pun mau menjadi istri Soloboyo namun Ia meminta satu syarat. Ia meminta rumah dimana Ia bisa melihat bulan dengan jelas. Soloboyo pun pergi ke berbagai tempat untuk mencari tempat yang sesuai dengan permintaan Purnamasari itu, tetapi Ia tetap saja belum menemukannya. Kemudan suatu saat Ia lelah dan kemudian duduk di tengah-tengah perjalannya di suatu hutan untuk beristirahat. Soloboyo secara tidak sengaja memandangi langit dan sadar t...
Saat eyang (nenek) buyut saya masih kecil, ada ritual yang dilakukan di desanya, di daerah Jawa Tengah. Setiap ada anak penduduk desa tersebut yang menghilang, setiap orang dewasa dalam desa tersebut akan mengitari desa tersebut telanjang sambil memukul-mukulkan alat memasak, dan membuat keributan. Ritual ini dipercaya dapat menakuti Wewe Gombel, mahluk gaib yang telah menculik anak tersebut. Sehingga Wewe Gombel akan mengembalikan anak yang hilang. Menurut saya, walaupun tidak memiliki logika yang masuk akal dengan jaman sekarang, 'ritual' tersebut mungkin memang dapat membantu menemukan anak yang hilang. Jika anak tersebut hilang karena tersesat, (seperti kehilangan jalan dalam hutan yang gelap) anak tersebut dapat mendengar keriuhan penduduk desa yang sedang melakukan ritual, dan berjalan mengikuti arah sumber suara. Sampai akhirnya ditemukan penduduk dan dikembalikan pada keluarga nya. Apalagi penduduk desa akan membuat keributan sampai ke p...
Tembang Macapat merupakan salah satu kelompok tembang yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh orang Jawa. Ada sebelas tembang dalam macapat, masing-masing memiliki karakter dan ciri yang berbeda, memiliki wataknya sendiri, dan memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya. Aturan khusus tersebut biasa disebut sebagai wewaton (guru/patokan). Dalam macapat terdapat 3 guru yakni guru gatra (banyaknya jumlah baris dalam satu bait), guru wilangan (banyaknya suku kata dalam setiap baris) dan guru lagu (jatuhnya suara vokal dalam setiap baris/ dhong-dhing ). Dalam perkembangannya tembang macapat mengalami perbedaan tafsir. Meski terdapat banyak perbedaan tafsir macapat, namun pada aturan-aturan baku tetap sama. Guru gatra, guru wilangan dan guru lagu semua tetap menggunakan patokan yang sama. Tembang macapat diyakini sebagian besar orang jawa sebagai kelompok tembang yang memiliki makna proses hidup manusia, proses dimana Tuhan memberikan r...
Pekalongan merupakan kota kecil yang berada di Jawa Tengah. Kota ini juga tempat ibu saya dibesarkan. Selama ini banyak orang berparadigma bahwa Pekalongan terkenal dengan batiknya. Berbagai macam-macam batik Pekalongan sudah dikenal oleh para wisatawan yang datang berkunjung. Setiap kali mereka berkunjung rasanya kurang afdal jika tidak membeli batik. Namun, ternyata ada yang lebih menarik dan mengisi perut dibandingkan dengan kain batik, yaitu jajanan pasar. Jajanan pasar yang ada di Pekalongan merupakan jajanan pasar tradisional yang alami dan tanpa bahan pengawet. Pewarnanya makanannya pun berasal dari alam contohnya daun suji. Tetapi, tetap saja ada jajanan yang mengandung pewarna makanan sintetis. Makanan yang pertama akan dibahas adalah Wilatok. Wilatok merupakan jajanan pasar yang menurut saya mirip sekali dengan lapis. Bahannya sendiri terdiri dari tepung beras, gula, daun suji, dan pandan. Bedanya dengan kue lapis, wilatok ini agak sedikit lebih keras dan tidak mem...
Cerita tentang Ajaran Dewa Ruci kepada Werkudara/Bima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan (Tirtamerta), terdapat pada kakawin (tembang) oleh pujangga Surakarta, Yasadipura I. Alkisah, seorang kesatria yang mulia, jujur, bahkan cenderung lugu yaitu Arya Bimasena alias Prabu Werkudara diutus oleh sang Guru Resi Durna untuk mencari "Tirta Prawitasari" yaitu air kehidupan. Air kehidupan ini berkhasiat untuk menyucikan batin guna mencapai kesempurnaan hidup. Kemudian Bima menghadap Ibundanya yaitu Dewi Kunthi untuk pergi ke Hutan Tibaksara tepatnya di pegunungan Reksamuka. Dikatakan bahwa letak air itu tersimpan di bawah Kayu Gung Susuhing Angin (Pohon besar tempat bersarangnya angin). Namun Ibunya, Dewi Kunthi serta sanak saudaranya hendak melarangnya dan mengingatkan bahwa mungkin itu hanya jebakan dan dapat membahayakan keselamatannya. Tekad yang kuat mengantarkan Bima sampai...
Agama Islam seringkali menjadi salah satu penyebab dari terbentuknya tradisi maupun kesenian baru di Indonesia. Salah satu peninggalan kesenian yang bercampur dengan agama islam yaitu Kesenian Janengan. Kesenian Janengan merupakan seni tradisi yang memadukan musik jawa dengan syi’iran. Janengan ini diakui sebagai kesenian khas Kebumen. Hal itu disebabkan karena kesenian ini tidak berkembang di wilayah lain di sekitar Kebumen seperti Purworejo, Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga. Sebaliknya hampir di seluruh desa di Kebumen terdapat kelompok Janengan ini. Menurut pemain kesenian ini, Janengan diciptakan oleh Kyai Zamzani yang pada saat itu menggunakan kesenian ini untuk berdakwah dengan memadukan syair-syair yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan musik Jawa ciptaan Ibrahim al-Samarqandi (Brahim Samarkandi). Tokoh ini diperkirakan hidup pada abad ke-15-16, masa dimana Islam berkembang pesat di Tanah Jawa. Menurut sumber lain, pergerakan masuknya Janengan...
Serat adalah karya sastra dari jawa yang berisi tentang ajaran-ajaran dari leluhur untuk sebuah kebaikan. Banyak sekali serat dalam budaya jawa, salah satu diantaranya adalah Serat Tripama. Serat tripama muncul pertama kali pada zaman Mangkunegaran, yaitu diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV) dalam bentuk Tembang Macapat Dhandanggula sebanyak tujuh pada (bait), di Surakarta. Serat tripama ini diterbitkan pertama kali dalam kumpulan ciptaan Mangkunegara IV, jilid III (tahun 1927). Ketujuh bait Serat Tripama mengisahkan tiga tokoh wayang yang memiliki keteladanan. Bait pertama dan kedua mengisahkan keteladanan Patih Suwanda (Bambang Sumantri), Patih dari Raja Harjunasasrabahu dari negara Maespati pada era sebelum kisah Ramayana. Bait ketiga dan keempat mengisahkan keteladanan Kumbakarna, adik dari Prabu Dasamuka raja Ngalengkadiraja (Alengka) pada era kisah Ramayana. Bait kelima dan keenam mengisahkan Suryapu...