Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Kebudayaan Minangkabau memiliki sistem matrilineal, atau adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu, yang mengatur sebagian besar dari kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Namun, dengan masuknya agama Islam, dibuat adaptasi dan kompromi dari hukum syariah dan adat Minangkabau, salah satunya dalam sistem waris keluarga. Harta waris dalam adat Minangkabau dibagi menjadi dua jenis, yakni harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka dari kesukuan adalah harta yang merupakan warisan secara turun-temurun dalam suku yang bersangkutan yang diperoleh bukan dari hasil pencaharian perorangan, melainkan merupakan kepemilikan bersama suku tersebut, seperti rumah adat dan tanah garapan. Harta pusaka tinggi ini diwariskan dan dimiliki oleh anak perempuan, bukan anak laki-laki. Hal ini disebabkan budaya bahwa anak laki-laki merupakan pencari nafkah sedangkan anak perempuan merupakan penjaga harta pusaka. Jika harta pusaka tinggi akan dijual atau di...
Lebaran Idul Fitri tahun 2009 lalu, ada wartawan salah satu stasiun televisi yang datang ke kampung saya, Kelurahan Balai Kaliki, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Saat mereka datang, bertepatan dengan kegiatan tahunan yang sudah ada sejak tahun 1961. Kegiatan tersebut sangat mengasyikkan, karena dapat mempererat silaturrahmi antar warga, dan menjadi momentum untuk bermaaf-maafan saat lebaran. Lalu, apakah nama kegiatan tersebut? “Jadi, nama kegiatan ini apa ya, pak?” Tanya sang reporter kepada salah satu warga. “Nama kegiatan ini adalah Pesta Maco, diak,” Si bapak menjawab dengan antusias. “Jadi para lelaki disini bakal adu kekuatan gitu ya, pak? Adu kemacoan?” Tiba-tiba warga yang berada disekeliling bapak tersebut tergelak. Pesta Maco, itulah nama kegiatan tersebut. Kegiatan itu adalah agenda wajib bagi seluruh warga Kelurahan Balai Kaliki. ...
Balopeh merupakan upacara adat yang dilakukan oleh orang Silungkang, Sumatera Barat. Balopeh adalah acara pemberian gelar kepada calon mempelai pria di Silungkang. Pria dewasa yang telah menikah di Silungkang harus memiliki gelar, contohnya D atuk Maringgi, Rajo Sampono, dsb. Pria yang telah menikah dan memiliki gelar di Silungkang sudah tidak dipanggil sesuai nama panggilannya, melainkan dipanggil dengan gelarnya. Pemberian gelar ini dilakukan oleh tetua adat di desa tersebut. Nama yang digunakan di gelar adalah nama turun temurun dari keluarga calon mempelai pria tersebut. Pemberian gelar ditunjukkan agar jika suatu saat terjadi sengketa lahan atau permasalahan yang lain, lebih mudah diselesaikan karena orang-orang yang bermasalah bisa dilihat gelarnya, dan diselesaikan dengan para tetua pemilik gelar yang sama. Acara balopeh dilakukan di Rumah calon mempelai pria. Pada pagi hari induk bako atau tante dari calon mempelai wanita mendatangi rumah calon mempe...
Sungai Janiah Sungai Janiah adalah sebuah kolam yang merangkap sebagai nama sebuah kampung dalam kanagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso,Bukittingii, Sumatera Barat. Di dalam kolam yang bernama Sungai Janiah ini ada satu jenis ikan yang sampai sekarang tidak jelas spesiesnya apa. Orang-orang yang tinggal disana biasanya menyebut ikan-ikan tersebut dengan ikan sakti. Ikan sakti ini ada yang mewarna merah, putih, hitam dan abu-abu. Legenda ikan sakti ini mermula dari rombongan yang berasal dari puncak merapi mencari hunian baru dan menemukan kawasan yang memiliki sungai dan air mancur yang sangat jenih di dekat Bukik Batanjua, namun tempat tersebut sudah di tempati jin. Maka agar bisa hidup berdampingan, dibuatlah kesepakatan antara jin dan manusia. Kesepakatan itu berisi ”jika manusia ingin menebang pohon maka sepihan pertama dai kayu tersebut harus di lempar ke arah pohon itu akan di rebahkan”. Suatu waktu ada keinginan para mamak untuk membagun balairung tempat...
Indonesia memiliki beragam suku dan kebudayaan yang menarik untuk disimak. Terlebih jika kita bicara mengenai pesta pernikahan adat. Prosesi pernikahan mulai dari busana adat, dekorasi pernikahan, hingga tata cara tradisi yang penuh makna merupakan pengalaman berkesan yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu yang seringkali kita jumpai adalah tradisi adat pernikahan Minang. Seperti halnya dengan tradisi adat pernikahan lainnya di Indonesia, tradisi Minang memiliki prosesi pernikahan yang menarik. Berikut ini tata cara adat pernikahan Minang. 1. Marasek Lamaran atau maresek merupakan tahap perkenalan antar calon mempelai. Sesuai dengan sistem kekerabatan matrilineal, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Dalam prosesi ini biasanya pihak mempelai wanita terlebih dahulu yang datang ke pihak mempelai pria dengan membawa buah tangan seperti kue atau buah-buahan. 2. Maminang / Batimbang Tando Keluarga mempelai wanita kembali datang ke pihak mempe...
Upacara Tabuik adalah upacara tahunanyang berasal dari Sumatera Barat dan dilakukan oleh masyarakat Minangkabau khususnya di daerah Pariaman. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka mempengeringati meninggalnya cucu dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Imam Husain, dan Pertempuran Karbala. Upacara Tabuik berlangsung selama 10 hari, dimulai dari tanggal 1 Muharram, Â dan diakhiri pada tanggal 10 Muharram. Rangkaian Upacara Tabuik terdiri dari tujuh tahapan, yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan acara diakhiri, dan memuncak, dengan membuang tabuik ke laut. Tabuiknya sendiri dibuat di dua daerah berbeda yang dibatasi oleh sebuah sungai, yakni di Pasa (berlokasi di sisi selatan sungai), dan Subarang (berlokasi di sisi utara sungai). Pembuatan Tabuik biasanya diiringi oleh gendang untuk meningkatkan semangat para pengusung (pengangkut). Kedua Tabuik akan dipajang berhadap-hadapan sebagai...
Gulo Saka merupakan sebutan untuk gula merah tebu bagi masyarakat lokal minangkabau khususnya daerah Bukik Batabuah, gulo saka ini terbuat dari tebu asli, di daerah Bukik Batabuah terdapat banyak sekali perkebunan tebu sehingga hal inilah yang menjadi latar belakang bagi para masyarakat Bukik Batabuah untuk menjadi pengrajin usaha gulo saka ini. Bukik batabuah merupakan salah satu sentral produksi gula merah tebu di Sumatera Barat. Bukik batabuah ini terletak di kecamatan Canduang, kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menjadi pengrajin usaha gulo saka ini merupakan pekerjaan utama bagi masyarakat di daerah tersebut. Untuk memproduksi gulo saka ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena masih menggunakan cara dan alat yang masih tradisional. Tempat untuk mengolah dari tebu menjadi sulo saka adalah pada tempat yang bernama pondok. Pondok ini terdiri dari 2 bagian yang memiliki fungsi berbeda. Pondok pertama berfungsi sebagai tempat pengilangan tebu. Di pondok ini terda...
Padang, Prokabar – Mentawai pulau di lamun-lamun ombak itu, punya banyak keunikan. Tidak hanya alam tapi juga budaya dan tradisi masyarakat. Sebelumnya tato Mentawai sudah mendunia, karena menjadi salah satu tradisi tato tertua di dunia. Belum lagi kehidupan Sikerei yang punya banyak keahlian. Selain itu, masyarakat Mentawai punya tradisi memanah. Uniknya anak panah tersebut dioles dengan racun. Racun itu langsung membunuh target hanya dalam waktu lima menit. Panah beracun Mentawai, bagi masyarakat dulunya adalah perisai. Gunanya menjaga diri dari ancaman orang lain ataupun binatang buas. Seiring perkembangan waktu, panah itu kemudian digunakan untuk berburu. Berburu bagi masyarakat tidak hanya soal mencari makanan, tapi ada makna di balik perburuan tersebut. Salah satunya pembuktian anak laki-laki bisa menjadi lelaki dewasa. Berburu juga dilakukan pada waktu tertentu untuk kepentingan adat. Padang, Prokabar – Men...