Makanan Bugis telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada masa lalu bugis dibuat hanya untuk hidangan dan isi besek dalam slametan-slametan, seperti pernikahan, tujuh bulanan, sunatan, kematian, muludan, Lebaran dan oleh-oleh untuk tamu yang datang dari luar kota. Sekarang bugis bisa didapatkan kapan saja karena telah diperdagangkan, panganan ini karena pembuatannya relatif mudah dan bisa tahan hingga 3 hari. Dengan catatan, jika telah disimpan lama, maka ketika akan memakannnya sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu Bahan-bahan : Tepung beras ketan putih 1 kg Gula merah ½ kg Kelapa sedang 2 butir Daun pandan atau 5 lembar Sari pandan ½ sendok makan esens Vanili ½ sendok teh Garam ½ sendok teh Air 3 gelas Daun pisang klutuk berbentuk segi 4 (masing-masing sisi ±20 cm) Peralatan...
Bahan baku encrod adalah singkong. Nama encrod populer pada masyarakat kota Cirebon. Dinamakan encrod disebabkan makanan ini memiliki bentuk irisan yang miring. Sementara itu ditempat asalnya encrod dikenal dengan lantak. Jenis kerupuk ini disamping dijadikna cemilan sering dijadikan makanan suguhan kepada tamu dan oleh-oleh sepulang dari Cirebon. Makanan ini juga lazim dijadikan kerupuk apda rujak cur / teng teng. Dan kadang-kadang dijadikan kerupuk pada baso. Entah apa penyebabnya, encrod lebih banyak dimakan pada saat musim hujan. Bahan – bahan : Singkong 5 kg Bawang merah ½ ons Bawang putih 1 ons Ketumbar 0,2 ons Garam kasar 1 ons Gula pasir ½ kg Cara pembuatan : Singkong dikupas dan direbus selama kurang lebih 2,5 jam Bawang merah, bawang putih dan ketumbar diblender atau dihaluska Singkong hasil rebusan ditumbuk hingga halus...
Seperti halnya kerupuk melarat, kerupuk upil biasanya dimakan dengan sambal. Sambal yang digunakna biasanya sama seperti yang digunakan pada kerupuk melarat. Baik sambal kacang, sambal asem atau keduanya, juga sambal saos. Bahan-bahan : Tepung aci singkong 1 ½ kwintal Garam 6 kg Terasi ½ kg Cara pembuatan : Semua bahan diulen dengan air mendidih sebanyak 1 wajan besar (ukuran diameter 120 cm) pada cetakan kotak hingga rata (± ½ jam). Caranya air dituangkan sedikit demi sedikit Setelah rata adonan dicetak (diantaranya menggunakan bumbung dari besi yang memiliki panjang ± 30 cm dan diameter ± 2 cm dengan bagian bawah terbuat dari papan) Bahan hasil cetakan yang berbentuk seperti lontong (panjang 30 cm) direbus. Cara pengukusan diantaranya bahan seperti lontong tadi ditempatkan dibeberapa ancak / irig (terbuat dari bambu ukuran ± 30 x 30 cm) dan agar sekali mengu...
Tidak jelas benar mengapa panganan yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut ini dinamai koci. Koci telah ada sejak zaman dulu, jauh sebelum Indonesia merdeka. Hampir semua perempuan dewasa, terutama yang tinggal di pedesaan dapat membuat koci. Pada masa lalu, koci hanya dibuat untuk dihidangkan dalam besek (makanan yang ditempatkan dalam wadah anyaman bambu) biasanya dibawa oleb peserta kenduri. Koci selalu ada dalam acara selamatan seperti tujuh bulanan, sunatan, kematian, muludan, pernikahan dan oleh-oleh untuk tamu yang datang dari luar kota. Sekarang, koci bisa didapat di pasar tradisional. Banyak pedagang kue basah yang menjualnya terutama di pagi hari. Panganan ini digemari masyarakat Cirebon karena pembuatannya mudah dan bisa tahan 3 hingga 7 hari. Dengan catatan, setelah disimpan selama 7 hari, koi harus dihangatkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Koci juga bisa dinikmati dengan cara lain, yakni digoreng setelah pembungkus daun pisangnya dilepas. Resep Koc...
Makanan yang berjenis kerupuk dan terbuat dari kulit kerbau ini biasanya dijual oleh pedagang oleh-oleh. Pedangan ini, menjual lambak dengan kiloan. Selain itu dalam ukuran kantong-kantong kecil, lambak bisa dijumpai di tempat-tempat penjual makanan, seperti penjual empal gentong dan rumah makan. Bahan-bahan utama : Kulit dari 1 kerbau Bahan-bahan bumbu : Asem ½ kg Garam 2/3 kg Cuka 1 botol kecil Penyedap rasa sapi 3 bungkus kecil Cara pembuatan : 1. Membuang bulu Kulit kerbau tadi dibuang bulunya. Namun sebelum melakukanproses ini kulit kerbau harus dipotong menjadi 4. Cara membuang bulu adalah seperti membuang bulu ayam dalam memasak ayam, yakni direndamkan ke air agak panas ½ drum. Dalam merendam kulit kerbau tidak diperkenankan dibiarkan begitu saja tetapi harus sambil diaduk-aduk. Agar bagian yang ada di bawah tidak keras. Setelah itu dikerok dengan menggunakan pisau...
Penganan ini disebut rara gudig karena ada bintik-bintik putih, coklat atau merah pada sekililing permukaannya, dan telah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Pada awalnya panganan ini merupakan kelengkapan sajian pada slametan, terutama isi besek (makanan yang ditempatkan pada kotak anyaman bambu untuk dibawa pulang oleh peserta kendur). Dlaam perkembangannya, panganan ini tidak hanya untuk keperluan slametan saja, melainkan menjadi hidangan pada saat minum teh sore hari. Bahan-bahan : Tepung beras ketan putih 1 kg Kelapa 1 butir (diparut) Gula merah 1 kg Vanili 1 sdt Garam 1 sdt Daun pisang klutuk/plastik Air 2 geals Peralatan : Kuali waja (untuk membuat ulen) Sendok kayu adukan Cetakan loyang atau tampah (wadah adonan) Parut (untuk memarut kelapa) Saringan (untuk membersihkan air gula) Baskom (untuk membuat adonan) Pisau Cara membuat :...
Kue Aci Keju Kue aci yang biasa dikenal dengan kue sagu ini, merupakan salah satu dari jajaran kue kering yang cukup diminati, terutama pada hari Raya. Bedanya, kue sagu ini digabungkan dengan keju supaya menghasilkan rasa yang lebih unik. Berikut resep kue sagu keju yang lezat, halal, dan bergizi: Bahan-bahan yang digunakan: 1/2 kg mentega 400 gram gula tepung 2 sdt vanili 30 gram wisman 200 gram white creamer dapat juga memakai susu kental manis putih 200 gram (setengah kaleng) 130 gram keju 1200gr tepung sagu 2butir telur ayam Cara Membuatnya : Campurkan: mentega, tepung gula, vanili, wisman, telur, kocok sampai lembut Tambahkan: keju, susu, dan tepung sagu aduk dengan sendok kayu Cetak kue sesuai bentuk yang diinginkan Panggang dengan open hingga warna berubah agak kekuning-kuningan Demikian resep ...
Kabupaten Kuningan sejak awal Kemerdekaan sudah dikenal di mancanegara. Saat itu, perjanjian Linggajati dilaksanakan di Linggajati orang lebih mengenalnya dengan nama Linggarjati Kab. Kuningan. Alam Kab. Kuningan juga sudah banyak dikenal dan dinikmati oleh masyarakat, khususnya para wisatawan. Banyak makanan khas Kabupaten Kuningan semacam opak yang oleh masyarakat disebutnya beca dan yang paling populer peuyeum ketan. Khusus peuyeum ketan, para wisatawan banyak yang doyan. Bahkan, mereka banyak yang membelinya sebagai buah tangan bagi keluarganya di rumah. Rasa peuyeum ketan Kuningan ini berbeda dari produk daerah lain. Luar biasa. Manisnya pas di lidah. Peueutnya (air peuyeum) banyak digemari dan menjadi idola. Para pedagang kuliner di Kuningan, umumnya selalu menjual...
Nilai Filosofi Kue Nagasari Nagasari atau Nogosari (Jawa) adalah jenis kue tradisional dan termasuk dalam golongan kue basah. Kue Nagasari merupakan kue tradisional yang sangat populer dalam masyarakat yang diwariskan secara turun–temurun. Nama nagasari sendiri sampai sekarang belum memiliki informasi pasti dari mana berasalnya namun ditinjau dari namanya terdapat dua suku kata yakni Naga dan Sari, kita mengetahui bahwa Naga adalah hewan legenda dari daratan cina yang hidupnya kuat serta salah satunya di lambangkan sebagai jiwa yang terhormat sedangkan Sari dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai isi utama dari suatu benda. Jadi bila disatukan,Nagasari berarti isi utama dari suatu benda yang terhormat atau melegenda. Acara yang sering menyajikan kue Nagasari adalah kenduri, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti perjamu...