Setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas dan tradisi tersendiri dalam melaksanakan prosesi pernikahan, salah satunya adalah tradisi kesenian Palang Pintu yang berasal dari Betawi. Palang Pintu berasal dari kata palang yang artinya penghalang dan kata pintu artinya tempat masuk, yang mana jika keduanya digabungkan maka akan memiliki arti menghalangi sesuatu yang akan masuk. Palang Pintu sendiri adalah sebuah tradisi yang dilakukan sebelum diselenggarakannya akad nikah di mana salah satu kerabat dari mempelai pria dan wanita beradu pantun dan silat yang akan harus dimenangkan oleh keluarga dari mempelai pria karena nantinya keluarga dari mempelai wanita harus memberikan jalan masuk untuk mempelai pria. Tidak hanya adu pantun ataupun silat, ada juga yang melakukan adu sholawat serta baca Qur’an di dalam tradisi Palang Pintu. Adu pantun, silat, maupun baca Qur’an ini dilakukan bukan hanya untuk hiburan semata, tetapi terdapat makna tersirat dari pelaksanaan tradisi Pal...
Seni ondel-ondel yang tertelan zaman modern Tentu pada zaman modern ini kita tidak asing lagi dengan istilah ondel-ondel yang kerap meriahkan sekaligus menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat, misalnya pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun. Namun, sayangnya tujuan utamanya yang dilestarikan oleh para leluhur kami secara perlahan hanyut dari peradaban globalisasi ini. Setelah mewancarai kedua orangtua saya yang pula berasal, wawasan saya mengenai ondel-ondel yang merupakan budaya betawi asli bertambah luas. Menurut orangtua saya, ondel-ondel pada saat masa muda mereka bukan semata-mata sebagai seni dan kebudayaan masyarakat Betawi yang difungsikan untuk meramaikan sekaligus meriahkan berbagai macam acara, melainkan diyakini dapat menolak bala dan wabah penyakit. Pengertian asal usul ondel-ondel merupakan suatu bentuk bentuk pertunjukan rakyat betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Tampaknya ondel-ondel mem...
SAPAAN “LO GUE” DI MASYARAKAT JAKARTA Kalau kita ke Jakarta, atau berbicara dengan orang yang berasal dari Jakarta, pasti familiar dengan percakapan berikut, “Gue kesana dulu ya” “Apa kabar lo?” Yang menjadi khas dari percakapan tersebut ialah sapaan yang digunakan oleh mayoritas warga Jakarta, yaitu “lo” dan “gue”. “Lo” (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “lu” dan “lau” sebagai versi alay -nya) merujuk pada lawan bicara, yang dalam bahasa Indonesia sama seperti “anda”, “kamu”. Sementara “gue’ (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “gua” dan “gw”, “w” dalam percakapan di dunia maya) merujuk pada orang pertama, yang falam bahasa Indonesia sama seperti “aku”, “saya”. Yang perlu diketahui disini adalah konteks penggunaan kata sapaan ini, yaitu hanya saat ber...
Kalau kalian berkunjung ke Jakarta, belum afdol rasanya kalau belum berkunjung ke kawasan kota tua. Dan kalau kalian ke kota tua, kalian pasti akan menemukan gedung Museum Bank Indonesia di Jalan Pintu Besar Utara No.3. Tampak bangunannya yang kentara akan gaya bangunan Eropa dan bercat putih berpadu dengan bangunan-bangunan bersejarah lainnya di kawasan kota tua. Museum ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospitaal , sebelum akhirnya digunakan pemerintah kolonial Belanda sebagai bank sentral De Javasche Bank. Gedung ini dibangun dengan lima tahap pembangunan yang dirancang oleh biro arsitek Architecten & Ingenieursbureau Fermont-Cuypers dan mulai digunakan pada 8 April 1828. Setelah kemerdekaan Indonesia, De Javasche Bank dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia. Penggunaan gedung ini sebagai Bank Indonesia tidak berlangsung lama karena kapasitas sudah tidak cukup, hingga pada akhirnya Bank Indonesia pinda...
TOKO MERAH Toko Merah merupakan suatu bangunan peninggalan kolonial Belanda yang tetap berdiri kokoh sampai masa kini. Terletak di bagian barat Kali Besar, gedung ini silih berganti menjadi rumah bagi berbagai kediama, institusi, dan perusahaan. Status sebagai salah satu struktur tertua di ibukota disandang gedung ini sejak peresmiannya lpada thaun 1730. Hunian ini kemudian ditempati oleh Gubernur Jenderal VOC ( Vereenigde Oostindische Compagnie) Gustaaf Willem, Deputi Hindia Timur, diantara tahun 1743 sampai tahun 1750. Selain menjadi hunian pejabat, bangunan ini merangkap sebagai tempat pelatihan angkatan laut Belanda sampai tahun 1755. Enam Gubernur Jenderal Belanda berikutnya yang menjabat setelah Gustaaf Willem tetap menjadikan bangunan tersebut sebagai residen resmi mereka. Keenam pejaba t tersebut adalah Jacob Mossel, Petrus Albertus van Parra, Reynier de Klerck, Nicolaas Hartingh, dan Baron von Hohendorff. Dengan berpindahnya kediaman Guberur Jenderal, maka ba...
Telur gulung adalah kuliner jajanan khas jakarta yang berbahan dasar telur. Pasti bagi anak-anak 90an dan 2000an sudah tidak asing lagi dengan jajanan yang satu ini. Siapa yang bisa lupa akan kenikmatan setiap gigitan dari telur gulung. Telur gulung sangat digemari di hampir semua kalangan terutama anak sekolah. Selain karena rasanya yang enak, harganya yang relatif murah juga menjadi daya tarik bagi para penikmatnya. Cara penyajiannya pun sangat mudah. Keatas minyak yang panas, tuangkan telur yang sudah terlebih dahulu diaduk. Kemudian, langsung diambil dan dililit dengan menggunakan lidi. Setelah beberapa detik, angkat dan langsung tiriskan. Biasanya telur gulung disajikan tanpa saus apapun, namun ada juga yang disajikan dengan saus sambal. Seiring dengan perkembangan jaman, makanan ini pernah mengalami evolusi. Perbedaannya terletak pada bahan baku pembuat telur gulung ini. Pada era 90an telur gulung hanya berbahan dasar telur, namun sekarang penjual telur gulung semaki...
Keunikan yang paling pokok pada tari Zapin betawi ini adalah tidak terlalu menekankan pada gerakan kepala, tangan, tubuh, dan gerakan di bagian badan. Gerakan pada tarian ini terpusat pada bagian kaki dengan memakai 2 pola langkahan, yakni langkahan biasa dan juga langkahan kecil. Langkahan kaki dengan arah menyudut dan langkahan kaki yang membentuk mata panah adalah ciri yang paling khas di dalam tari Zapin Betawi. Langkahan ini merupakan langkahan pokok di dalam tari Zapin. Adapun untuk gerakan kakinya akan membentuk garis lengkung baik berupa setengah lingkaran, lingkaran penuh, maupun spiral dianggap sebagai variasinya. Gerakan Tari Zapin Betawi Dalam tari Zapin betawi ada 4 jenis pola gerakan kaki, yakni pola pokok, konde, putaran tiga, dan setengah putaran. Keempat pola langkahan tersebut, sekaligus juga dipakai dalam satu penampilan, artinya pola langkahan ini adalah satu kesatuan. Lamanya melakukan satu pola langkahan kaki ini dihitung ber...
Keroncong Tugu adalah salah satu peninggalan penjajahan Portugis yang kita ketahui. Saat ini, keberadaanya agak sulit untuk ditemukan karena sedikitnya jumlah orang yang melestarikan kegiatan musik ini. Keroncong Tugu pertama kali dimainkan oleh para pendatang yang berkebangsaan Portugis. Pada saat itu, orang-orang yang berasal dari Portugis yang berada disekitaran Kampung Tugu dalam keadaan dikucilkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena itu, mereka menghibur diri dengan cara salah satunya yaitu membentuk kelompok musik yang diberi nama Keroncong Tugu. Keroncong Tugu pada awalnya dibentuk pada tahun 1661. Pada awalnya Keroncong Tugu memiliki nama asli Orkes Poesaka Keroncong Moresco Toegoe , Anno 1661. Keroncong Tugu merupakan orkes khas yang berasal dari Kampung Tugu. Keroncong Tugu diambil dari nama sebuah kampung yang ada di Jakarta. Kampung tersebut bernama Tugu. Kampung Tugu terletak di sisi Jalan Cakung Cilincing tepatnya...
Tari Sirih Kuning merupakan pengembangan dari Tari Cokek, sebuah tarian pergaulan di Betawi sejak dulu. Biasanya Tari Sirih Kuning ditampilkan untuk mengiringi pengantin Betawi saat memasuki proses penyerahan Sirih Dare oleh mempelai laki-laki kepada pengantin perempuan. Selain itu, tarian ini juga digunakan sebagai tari penyambutan tamu maupun hiburan saat merayakan sesuatu. Biasanya, tarian ini ditampilkan oleh sekelompok wanita usia kanak-kanak hingga dewasa dan diiringi oleh musik Gambang Kromong yang terdiri dari gamelan, sukong, tehyan, dan kongahyan. Lagu Sirih Kuning tradisional Betawi pun turut mengiringi tarian ini. Kostum yang dikenakan penari umumya dominan berwarna kuning, namun terkadang ada pula umsur warna hijau dan merah, kain bermotif tanduk tradisional Betawi dan Bunga di atas kepala mereka yang melambangkan kemakmuran, kebahagiaan, dan kedewasaan. Mereka juga memakai selendang untuk mengajak penonton menari bersama. Kostum ini sangat ken...