Hari Pahlawan
199 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nasi Kolo / Tapa Kolo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Nasi Kolo / Tapa Kolo Khas Kupang Nusa Tenggara Timur Tapa kolo adalah hidangan tradisional yang sudah dibuat dan dikonsumsi secara turun menurun. Tapa sendiri memiliki arti bakar sementara kolo artinya memasak dengan bambu. Jadi tapa kolo memiliki arti memasak makanan di dalam bambu dengan cara dibakar. Uniknya, tapa kolo biasa ditemukan saat digelar upacara adat. Jadi akan sulit menemukan tapa kolo di hari biasa karena masyarakat tidak menyajikan tapa kolo sebagai santapan harian. Meskipun yang dimasak adalah nasi tapi beras yang digunakan bukan sembarang beras. Beras dari hasil panen masyarakat ini akan melalui serangkaian ritual adat oleh tetua adat kampung sebelum diolah dan dimasak menjadi tapa kolo. Cara membuat Tapa Kolo/Nasi Kolo Khas Kupang NTT: Bahan-bahan Kolo : Beras secukupnya; garam secukupnya; dan bumbu penyedap rasa sesuai selera. Peralatan Kolo : Daun pisang secukupnya; dan Bambu diameter 7 cm dan panjang 30 cm Cara Membuat Kolo: Siapkan bah...

avatar
Citraha
Gambar Entri
Terbentuknya Danau Kelimutu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Pada dahulu kala di puncak gunung Kelimutu atau yang biasa disebut Bhua Ria (hutan lebat yang selalu berawan), terdapat sebuah desa yang di kepalai oleh Konde Ratu. Dalam daerah tersebut, terdapat dua tokoh yang sangat disegani, yaitu Ata Polo si tukang sihir jahat dan kejam yang suka memangsa manusia, dan Ata Bupu yang dihormati karena sifatnya yang berbelas kasih serta memiliki penangkal sihir Ata Polo. Walaupun memiliki kekuatan gaib yang tinggi dan disegani masyarakat, keduanya berteman baik serta tunduk dan hormat kepada Konde Ratu. Ata Bupu dikenal sebagai petani yang memiliki ladang kecil di pinggir Bhua Ria, sedangkan Ata Polo lebih suka berburu mangsa berupa manusia di seluruh jagat raya. Pada masa itu, kehidupan di Bhua Ria berlangsung tenang dan tenteram, sampai kedatangan sepasang Ana Kalo (anak yatim piatu) yang meminta perlindungan Ata Bupu karena ditinggal kedua orang tuanya ke alam baka. Karena sifatnya yang berbelas kasih, permintaan kedua anak yatim piatu tersebu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tonu Wujo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Alkisah, pada jaman dahulu kala hiduplah tiga orang bersaudara. Anak pertama yang bernama Soba Warat Braha Tana, tinggal di Lela Riang Sina Goran Lewo Jawa. Anak kedua yang bernama Haja Lino Kenawe Rere (yang menurunkan Ama Koten) tinggal di Blepa Riang Sina Kehule Rera Gere. Anak ketiga yang bernama Boki Lewotala Pelatin Waitiu,dan biasa dipanggil Boki Bisu yang tinggal di Lewotala. Pada masa kelaparan yang melanda, ketiga bersaudara ini pergi mencari daerah tempat tinggal masing-masing. Boki Bisu yang masih kecil dipanggil oleh Ama Daton untuk tinggal bersama mereka di Wailolong. Di Wailolong, Boki Bisu diajarkan cara untuk mengiris tuak, berkebun dan berburu. Setelah dirasa cukup untuk hidup mandiri Boki Bisu dipanggil pulang oleh saudari mereka, Tupa Woli Hadun Horet dan tinggal bersamanya di Lewo Kena’a Duli Sabu Sosa Peli Lusi Gile atau Huwu matan. Boki Bisu kembali dengan membawa serta perlengkapan berburu dan anjingnya. Boki Bisu bekerja sebagai pengiris tuak. Ketika mengiris...

avatar
Widra
Gambar Entri
Moke Aimere
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Moke merupakan salah satu minuman paling terkenal di Flores. Ini juga menjadi salah satu keunikan dari Flores yang tidak dimiliki persis oleh daerah lain di Indonesia. Moke memiliki beberapa keistimewaan dan fakta uniknya, sebagai berikut; Merupakan simbol kekerabatan Moke memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Flores, khususnya Aimere, yaitu minuman ini merupakan simbol keakraban atau kekerabatan antar masyarakat Flores pada khususnya. Selain itu, Moke merupakan produk warisan yang secara turun temurun diwariskan dari nenek moyang. Diminum layaknya air minum biasa Karena simbol yang sangat kental terhadap nilai-nilai persaudaraan dan kekerabatan itulah, maka Moke umum dikonsumsi setiap hari dan sesering mungkin, layaknya orang pada umumnya mengkonsumsi air minum mineral. Minuman ini sering disajikan dalam rituan kepercayaan, minuman penyambutan dan pesta adat lainnya. Cara minumnya dengan cara ditenggak sekaligus Jika biasanya orang minum arak dengan cara dimi...

avatar
Widra
Gambar Entri
Cerita Rakyar Gasing Pencari Jejak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Di sebuah dusun hiduplah sebuah keluarga petani kecil, dengan dua orang anak, yaitu seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Anak perempuan bernama Rambu Kahi dan anak laki-laki bernama Umbu Delu. Mata pencaharian mereka hanyalah berkebun. Ketika Umbu Delu berumur 1 tahun, ibu Umbu Delu pergi untuk selamanya mendahului mereka. Tinggalah ayah bersama kedua anaknya Rambu Kahi dan Umbu Delu. Tetapi, tiga bulan kemudian ayah mereka mengikuti jejak almarhumah, meninggalkan mereka. Rambu Kahi berumur tiga tahun dan adiknya Umbu Delu berumur satu tahun. Hari demi hari dilalui tanpa ada orang yang menghiraukannya apalagi menjenguknya. Makanan yang ditinggalkan oleh ayah dan ibu mereka hanyalah sebakul nasi yang ditumbuk oleh Rambu Kahi. Lama kelamaan padi itupun habis, Rambu Kahi bingung untuk minta pertolongan kepada siapa? Setiap malam jika sudah selesai makan malam Rambu Kahi mendengar piring yang dicuci, ia berdiri berdiri tepat di tempat pencucian piring, ia mengangakan mulu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Paki Kaba Bok Golo
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Paki Kaba Bok Golo (Sembelih Kerbau untuk kesejahteraan warga kampung). Pada jaman dahulu leluhur Manggarai membuat suatu upacara adat persembahan kepada Tuhan Allah, dengan sarana kerbau. Lewat persembahan seperti ini mereka terhindar dari bencana dalam kampung atau wilayah . Mereka meminta perlindungan dari leluhur minta berkat atas usaha mereka dan menolak atas bencana yang menimpa mereka. Upacara ini sangat sakral dan menarik melalui doa mereka secara adat dengan mempersembahkan seekor kerbau besar dengan warna kulit tertentu sesuai pesan leluhur. Kata-kata mutiara adat (tudak kaba) kepercayaan orang tua sangat mereka rasakan hasilnya dari (roba kaba) mereka harus bersama-sama mencari kerbau persembahan dan dua hari sebelum acara puncak, kerbau persembahan harus sudah diikat di halaman.

avatar
Widra
Gambar Entri
Etu/Tinju
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Ritual Etu atau Tinju Tradisional erupakan upacara ritual pertanian yang diselenggarakan setiap tahun berdasarkan pada peputaran bulan atau dalam perspektif upacara ritual pertanian suatu pesta dengan kultur bulan yang mengikat suatu masyarakat dalam tradisi yang teratur berdasarkan peredaran bulan purnama dalam setahun. Upacara Etu meliputi beberapa tahap upacara dengan kegiatan dan waktu yang ditentukan. Setelah tiba waktu yang ditetapkan, Upacara Etu dilaksanakan tahap demi tahap sampai mencapai puncaknya pada waktu Etu. Maksud dan tujuan dari Upacara Etu ini adalah: Pengucapan Syukur atas hasil panen yang telah diperoleh dan pemohonan kesuburan untuk tanaman pada tahun berikutnya Penggalangan dan peningkatan rasa solidaritas sosial antar warga masyarakat baik dala suatu klen dan warga masyarakat dan kampung tetangga. Pencetus sifat-sifat para leluhur yang telah menciptakan Etu. Sebagai rasa pernyataan, rasa kebanggaan masyarakat Boawae terhadap jasa-jasa para leluhur....

avatar
Widra
Gambar Entri
Bijalungu Hiupaana
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Setiap memasukiawal tahun, tepatnya diakhir Januari atau permulaan Februari, warga Wanokaka menyelenggarakan ritual adat yang disebut Bijalungu Hiupaana yang berpusat di kampung Waigalli. Tanggal pasti ritual ini ditentukan oleh para rato berdasarkan tanda-tanda alam serta perhitungan bulan gelap dan bulan terang. Secara harafiah Bijalungu berarti meletakkan dan yang diletakkan adalah persembahan dan tanda berkat menyambut musim baru, sedangkan Hiupaana adalah nama sebuah hutan kecil berjarak kurang lebih 500m dari Waigalli, tempat tanda berkat tersebut diambil untuk selanjutnya di simpan di loteng rumah adat (uma daluk). Jadi Bijalungu Hiupaana berarti pergi ke hutan Hiupaana, karena di sanalah, tepatnya di sebuah gua kecil yang dianggap sakral, puncak upacara dilaksanakan. Upacara adat besar di Sumba Barat selalu merupakan kronologi dari serangkaian ritual yang berhubungan, yang jika dihitung hingga ke puncak upacara bisa berlangsung berhari-hari bahkan ada yang berminggu-minggu....

avatar
Widra
Gambar Entri
Tragedi Cinta Segitita (Asal Muasal Pasola)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Alkisah, berabad-abad silam di kampung Weiwuang hidup tiga bersaudara: Ngongu Tau Matutu, Yagi Waikareri dan Ubu Dula. Ketiganya telah menikah dan si bungsu Ubu Dulla memperistri seorang wanita cantik bernama Rabu Kabba. Suatu hari ketiganya turun ke laut untuk mencari ikan yang memang merupakan mata pencaharian mereka, namun tanpa sepengetahuan para istri dan warga Weiwuang mereka terus berlayar hingga ke Muhu Karera, sebuah negeri yang terkenal makmur untuk mengadu nasib. Hari demi hari terus berlalu. Sewaktu mereka tak kunjung pulang, warga yang cemas pun mencari kian kemari. Namun sia-sia, ketiganya bak’ hilang tertelan lautan. Warga Weiwuang yakin mereka telah meninggal dan Rabu Kabba pun dilanda kepedihan tak terperi. Tapi di sisi lain, batinnya menolak percaya Ubu Dulla telah meninggal dan setiap ada kesempatan ia selalu pergi ke tepi pantai dengan harapan suatu hari kelak akan melihat perahu yang membawa suaminya kembali pulang. Akhirnya harapan Rabu kabba terwujud juga. S...

avatar
Widra