Gandalia merupakan kesenian tradisional yang berasal dari masyarakat agraris di desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo. Pada mulanya seni musik ini dilakukan oleh Ki Bangsa Setra yang merupakan penduduk di dusun tersebut pada kisaran tahun 1925. Gandalia berasal dari kata Gandal/Gandol dan Lia yang bermakna Men Ora Digondong Neng Lia atau agar tidak dibawa orang lain hasil pertaniannya tersebut. Alat musik Gandalia sendiri memiliki bentuk yang mirip dengan angklung, akan tetapi Gandalia berisi empat nada, Ro, Lu, Ma, Nem dengan nada gamelan Slendro. Pada sekarang ini dalam penyajiannya Gandalia seringkali dikombinasikan dengan alat musik lainnya seperti Calung. Bagi para seniman Gandalia memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga tak banyak orang yang bisa menguasai permainan alat musik tersebut. sumber: http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id/read/29561/gandalia#.X0ZDAsgzbIU
Tari Kencar-kencar mengisahkan pembangunan di Karanganyar yang tiga kali berturut-turut ini memperoleh penghargaan Adipura. “Karena keguyuban masyarakat dan pemerintah, maka kebersihan kota bisa terjaga. Pada akhirnya, kota menjadi semakin terang benderang dan indah, menandakan warganya yang sejahtera serta berada dalam kebahagiaan.” Tarian ini diciptakan oleh Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum). Para penari sebanyak 138 orang terdiri dari para siswa SMP dan SMA di Karanganyar, dibantu mahasiswa ISI Surakarta yang juga warga Karanganyar. Tarian berdurasi 15 menit tersebut diiringi musik lesung dari Padepokan Lesung Nusantara, yang juga binaan Bupati Rina Iriani. Ciri khasnya rancak, bersemangat, dihiasi dengan atraksi tari yang dinamis, para gadis cantik yang memeragakan gerakan bersih-bersih dengan sapu dan tong sampah dari bambu sumber: http://www.karanganyarkab.go.id/20130910/tari-kencar-kencar/
Apabila dalam tradisi Barat kita mengenal gaya perjamuan standing party dan seating party, sementara dalam adat Tionghoa ada istilah perjamuan ciakciu, namun lain hal dengan gaya perjamuan adat Solo – Jogja yang disebut piring terbang. Piring terbang sendiri mengacu pada pesta pernikahan dengan gaya perjamuan yang disajikan langsung oleh pramusaji kepada tamu undangan. Jadi para tamu hanya perlu duduk di kursi yang sudah diatur untuk kemudian menerima “piring terbang” atau makanan dari pramusaji. Meskipun gaya penyajian ini terkesan merepotkan dan membutuhkan waktu lama, namun tak dipungkiri jika perjamuan piring terbang semakin sulit ditemui. Diawali dengan kirab keluarga Resepsi piring terbang diawali dengan kirab pengantin dan keluarga kedua mempelai saat memasuki area resepsi pernikahan. Biasanya kirab diawali dari kedua mempelai kemudian diikuti keluarga dari pihak pria lalu keluarga pihak wanita. Selayaknya acara kirab dalam prosesi adat, pada acara kirab di resepsi piring t...
Gamelan jawa adalah seperangkat alat musik tradisional jawa, biasanya meliputi bonang, gong, kenong, kendang dan beberapa alat musik pengiring lainnya. Keistimewaan dari jenis musik ini adalah cenderung mengeluarkan suara yang lembut, sehingga menghadirkan suasana yang tenang di dalam jiwa kita. Alat musik Kendang Kendang merupakan salah satu alat musik yang dapat ditemukan dalam seperangkat gamelan Jawa Tengah. Cara memainkannya adalah dengan tangan, tanpa bantuan apapun. Kendang memiliki 3 macam bentuk, pertama ketipung, kendang yang bentuknya. Kedua adalah kebar, kendang yang bentuknya sedang. Terakhir adalah kalih, kendang yang bentuknya besar. Kendang dalam pertunjukkan gamelan berfungsi sebagai penagtur tempo. Tabuhnya terbuat dari kulit kerbau, badan kendangnya terbuat dari kayu pohon cempedak atau kelapa, sementara ikatan talinya terbuat dari rotan kayu nangka. Alat musik Bonang Bonang adalah alat musik melodi yang dimainkan dengan baik di Degung Gamelan Sunda. M...
Bundengan: Sejarah dan Kisah Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten yang menjadi titik tengah pulau Jawa ini berkarakteristik lahan basah dan pegunungan. Wonosobo juga merupakan Kabupaten yang kaya akan budaya dan seni. Salah satunya adalah budaya pastoral seperti angon bebek (penggembala bebek). Sontoloyo atau sebutan bagi penggembala bebek ini biasa menggunakan alat semacam payung yang digunakan untuk berteduh dari panas dan hujan selama melakukan menggembala bebek. Tentu saja karena budaya itu sendiri, perkakas beradaptasi karena faktor lingkungan. 1. Sejarah Bundengan Kowangan merupakan alat yang berbentuk seperti payung besar yang karakteristik bentuknya mirip seperti tudung. Kowangan merupakan alat yang sudah ada sejak zaman Majapahit yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti tani (bertani), ngarit (mencari rumput), dan angon bebek (menggembalakan bebek). Dalam mengisi waktu istirahat biasanya penggembala...
Kota Solo, Jawa Tengah selain dikenal dengan ragamnya kuliner yang lezat dan legendaris. Namun, Solo juga terkenal mempunyai pertunjukan seni yang indah dan mewah yang diselenggarakan tiap setahun sekali, Salah satunya Solo International Performing Arts (SIPA). Event berskala internasional rutin ini sudah ada sejak tahun 2009. SIPA sendiri tiap tahunnya memiliki tema yang berbeda-beda. Pada tahun lalu yaitu SIPA 2022 menyuguhkan konsep dan tema Arts as The Spirit Of Life Changing yang memiliki arti bahwa seni menjadi penggerak dari semangat untuk mewujudkan perubahan hidup atau harapan. Pemilihan tema ini digunakan untuk menempatkan kedudukan peran seni dalam keselarasan kehidupan. Pada tahun 2022 ini Covid-19 menyerang segala sektor dalam kehidupan, melalui seni yang disuguhkan dalam petunjukkan SIPA diharapkan dapat mewujudkan kebebasan dari belenggu pandemi yang dapat tersalurkan. SIPA yang ke-14 ini diselenggarakan pada tanggal 8-10 September 2022. Panggung SIPA 2022 dapat di...
Nama campursari diambil dari bahasa Jawa yang sebenarnya bersifat umum. Musik campursari di wilayah Jawa bagian tengah hingga timur khususnya terkait dengan modifikasi alat-alat musik gamelan sehingga dapat dikombinasi dengan instrumen musik barat, atau sebaliknya. Di jawa tengah sendiri memiliki aliran musik yang cukup terkenal yaitu Campursari Sragenan. Campursari Sragenan memainkan musik campursari garapan yaitu mengubah aransemen agar berbeda dengan langgam aslinya. Gaya khas yang menggunakan Irama rancak dan ramai dalam memainkan musik campursari. Irama Rancak ialah memainkan alat musik dengan lebih cepat. Wira swara dan Swara wati adalah penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan. Wira Swara bisa merangkap menjadi pembawa acara dan Swara Wati lebih ditekankan untuk menyanyikan langgam tetapi fungsi lain wira swara dan swara wati untuk meramaikan suasana dengan guyonan, yaitu cerita jenaka dengan gaya khas Sragenan. Teknik vokal yang digunakan yaitu menggunakan teknik pernafasan d...
Solo Batik Carnaval merupakan acara tahunan yang diadakan di kota Solo yang merayakan seni tradisional Jawa dari batik. Acara ini menampilkan parade beragam mobil hias yang berwarna-warni, masing-masing dihiasi dengan pola dan motif batik, serta orang-orang yang memakai pakaian batik. Solo Batik Carnaval diikuti oleh berbagai kalangan dan komunitas seperti pelajar, mahasiswa, seniman, dan masyarakat umum juga dapat bergabung dalam parade ini. Acara ini rutin diadakan setiap tahun dan diikuti sejumlah komunitas dan organisasi seperti komunitas seni, kelompok pecinta budaya, kelompok pecinta batik, dan masih banyak lagi. Tidak sedikit juga peserta menggunakan pakaian batik dengan berbagai desain dan motif yang beragam, tak lupa mereka juga menghias mobil mereka dengan batik untuk diikutkan dalam parade. Setiap kelompok peserta akan menampilkan kreativitas mereka dengan perpaduan batik dengan tema yang telah disepakati oleh panitia. Oleh karena itu batik carnaval menjadi ajang yang mempr...
Tayuban atau lebih dikenal dengan tambakboyoan, sudah menjadi tradisi warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Tradisi ini mulai dilakukan sejak adanya batu punden keramat yang berada di tengah desa. Warga menyebutnya batu gilang atau punden tambakboyoan. Batu ini dianggap sakral warga karena dulu awalnya berada di tengah sungai dan tidak bisa dipindahkan. Tidak lama setelah batu itu ditemukan, ada salah satu warga yang bermimpi bahwa batu tersebut bisa dipindahkan jika diiringi dengan tayub (tarian) lengkap dengan musik gamelan. Setelah mencoba memindahkan kembali batu tersebut dengan tayub dan iringan gamelan, akhirnya batu bisa dipindahkan dan diletakkan di tengah desa. Sejak adanya batu tersebut banyak peristiwa unik yang terjadi di Desa Tambakboyo. Salah satu peristiwa aneh namun nyata terjadi ketika adanya batu tersebut pada masa perang melawan agresi Belanda 1 dan 2. Pejuang kita banyak yang selamat karena bersembunyi di Desa Tambakboyo. Hanya Desa...