Tayuban atau lebih dikenal dengan tambakboyoan, sudah menjadi tradisi warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Tradisi ini mulai dilakukan sejak adanya batu punden keramat yang berada di tengah desa. Warga menyebutnya batu gilang atau punden tambakboyoan. Batu ini dianggap sakral warga karena dulu awalnya berada di tengah sungai dan tidak bisa dipindahkan.
Tidak lama setelah batu itu ditemukan, ada salah satu warga yang bermimpi bahwa batu tersebut bisa dipindahkan jika diiringi dengan tayub (tarian) lengkap dengan musik gamelan. Setelah mencoba memindahkan kembali batu tersebut dengan tayub dan iringan gamelan, akhirnya batu bisa dipindahkan dan diletakkan di tengah desa. Sejak adanya batu tersebut banyak peristiwa unik yang terjadi di Desa Tambakboyo.
Salah satu peristiwa aneh namun nyata terjadi ketika adanya batu tersebut pada masa perang melawan agresi Belanda 1 dan 2. Pejuang kita banyak yang selamat karena bersembunyi di Desa Tambakboyo. Hanya Desa Tambakboyo yang tidak hancur ketika dijatuhi bom dan peluru dari pesawat dan tank, padahal desa lain banyak yang hancur. Peristiwa-peristiwa tersebut membuat warga Tambakboyo percaya akan kekuatan magis dari batu tersebut.
Warga percaya bahwa ada roh gaib yang menjaga batu itu yaitu roh Mbahurekso atau Eyang Kyai Guno Wijoyo. Berbagai bentuk ritual dilakukan di punden ini. Terdapat dua kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan dalam tradisi ini, yaitu menggelar kesenian tayub dan memberikan sajian dan doa ke punden Tambakboyo. Tradisi kesenian tayuban juga sering disebut Langen tayub, tarian ledhek atau tayuban.
Di dalam punden, warga juga melakukan ritual pengguguran nadzar. Siapapun yang ingin harapan nya terkabul maka ia bisa melakukan sedekah syukur di ritual ini. Sementara bagi warga Tambakboyo yang merupakan pengantin baru juga wajib mengelilingi punden sebanyak 3x dengan diiringi doa dari juru kunci. Begitu juga jika ada warga yang sakit maka pada saat ritual ini digelar juga wajib dibawa untuk mengitari punden agar bisa segera sembuh.
Sesaji yang harus dibawa ketika ritual ini berlangsung antara lain bunga setaman, pisang, kinang tembakau, pakaian baru atau bekas, serta beberapa uang sesuai kemampuan. Ritual ini dilaksanakan setiap jumat kliwon di antara akhir Bulan Agustus, September, atau awal Oktober. Warga Tambakboyo tidak pernah absen sekalipun untuk melakukan ritual ini, bahkan di masa covid 19 sekalipun. Sebelum pandemi, ritual bisa digelar selama tiga hari tiga malam. Namun di masa pandemi, ritual hanya dilakukan dalam sehari saja dengan cara sederhana dan terbatas.
Astuti, Sri Dyah (1983). Tayuban di Desa Tambakboyo, Kalurahan Tambakboyo, Kecamatan Tawang Sari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta. Skripsi thesis, Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...