Alat Musik
Alat Musik
Perkakas Jawa Tengah Surakarta
Gamelan Jateng
- 5 Maret 2021 - direvisi ke 2 oleh Palupi anggraeni pada 5 Maret 2021

Gamelan jawa adalah seperangkat alat musik tradisional jawa, biasanya meliputi bonang, gong, kenong, kendang dan beberapa alat musik pengiring lainnya.

Keistimewaan dari jenis musik ini adalah cenderung mengeluarkan suara yang lembut, sehingga menghadirkan suasana yang tenang di dalam jiwa kita.

  1. Alat musik Kendang Kendang merupakan salah satu alat musik yang dapat ditemukan dalam seperangkat gamelan Jawa Tengah. Cara memainkannya adalah dengan tangan, tanpa bantuan apapun. Kendang memiliki 3 macam bentuk, pertama ketipung, kendang yang bentuknya. Kedua adalah kebar, kendang yang bentuknya sedang. Terakhir adalah kalih, kendang yang bentuknya besar. Kendang dalam pertunjukkan gamelan berfungsi sebagai penagtur tempo. Tabuhnya terbuat dari kulit kerbau, badan kendangnya terbuat dari kayu pohon cempedak atau kelapa, sementara ikatan talinya terbuat dari rotan kayu nangka.

  2. Alat musik Bonang Bonang adalah alat musik melodi yang dimainkan dengan baik di Degung Gamelan Sunda. Memainkannya dengan cara ditabuh lembut pada bagian atasnya. Bonang terbuat dari besi atau logam perunggu. Memiliki keunikan berupa tonjolan di bagian tengah yang biasa disebut pencu atau pencon. Memukul bonang tidak bisa sembarangan. Harus menggunakan alat khusus yaitu bindhi. Bonang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bonang barung dan bonang penerus. Bonang barung berukuran sedang dan bernada tinggi. Dia adalah instrumen terkemuka dalam ansambel. Di Gendhing, Bonang akan menjadi penampilan pembuka. Bonan tidak digunakan sebagai pedoman dalam teknik pemberian penghargaan. Pada saat yang sama, penerus Bonang kecil. Kecepatan permainannya dua kali lipat dari Bonang Barung. Cara mainnya hanya dengan mengikuti iring-iringan Bonang barung. Bonang penerus tidak digunakan untuk lagu tuntunan.

  3. Alat musik Saron Saron atau yang juga dikenal dengan ricik termasuk dalam alat musik gamelan milik keluarga Balungan. Pada gamelan di Jawa Tengah versi Pelog dan Slendro memiliki 4 saron. Alat musik Jawa Tengah ini juga termasuk alat musik yang terbuat dari besi atau logam perunggu yang tersusun rapi. Tabuhnya tersebut terbuat dari kayu yang berbentuk seperti palu. Cara bermainnya adalah dengan menggunakan teknik memathet, yaitu memukul wilahan dengan tangan kanan, kemudian bersiap untuk menekan area pukulan dengan tangan kiri untuk menghilangkan sisa senandung.

  4. Alat musik Demung Demung adalah alat musik pukul yang masuk dalam keluarga Balungan. Terdapat 2 demung dengan model Pelog dan Slendro dalam satu set gamelan Jawa. Demung menghasilkan nada tinggi yang paling rendah dalam keluarga Balungan. Potongan wilahannya cenderung lebih tipis tetapi lebih lebar daripada wilahan saron. Instrumen ini dimainkan dengan cara ditabuh sesuai bilangan nada secara bergantian antara demung satu dan dua, sehingga nada yang dihasilkan selaras.

  5. Alat musik Kenong Kenong adalah alat musik yang memiliki kedudukan penting setelah gong. Ia mengisi akor harmoni seuatu gamelan. memberikan jeda terstruktur gatra suatu gending guna menegaskan irama. Sama halnya dengan bonang, Kenong juga bagian dari seperengkat gamelan Jawa Tengah. Bentuknya berderet dan diletakkan pada rangka kayu yang di ikat dengan menggunakan tali. Satu set kenong terdiri dari 10 buah. Cara mainnya sama dengan demung dan saron, yaitu dipukul. Alat musik ini serupa dengan bonang versi lebih besar.

  6. Alat musik Slenthem Slenthem yang masih bagian dari Gamelan Jawa Tengah. Terdiri dari kepingan logam tipis yang dironce dengan seutas tali dan direntangkan di atas bingkai tabung kayu. Slenthem juga masuk dalam gender penembung. Alunan degungannya rendah mengikuti ritme balungan saron dan rindik.

  7. Alat musik Gong Gong memberikan sentuhan nada ritmis dan menghidupkan kombinasi beberapa alat musik, gong terbuat dari logam atau tembaga berat dan dibentukbunda, dengan bagian tengah yang menonjol. Sekilas alat musik ini mirip dengan bonang, namun dengan ukuran lebih besar.

  8. Alat musik Siter Siter memiliki ukuran panjang seiktar 30 cm dan jenisnya bermacam, ada siter dengan senar berjumlah 11 pasang dan ada pula yang berjumlah 13 pasang. Masing-masing senar direntangkan pada kotak resonator. Alat musik ini mirip dengan kecapi suku Sunda. Memainkan Siter butuh keahlian, sebelumnya ia harus distel pada nada Pelog dan Slendro. Siter memiliki tiga jenis ukuran, yaitu Siter biasa dengan ukuran pada umumnya, Siter penerus yang ukurannya lebih kecil daripada Siter dan Clempung yang memiliki ukuran lebih besar dari Siter.

  9. Alat musik Rebab Rebab merupakan alat musik gesek yang menggunakan senar. Alat musik ini sangat penting untuk mengolaborasikan alat musik lainnya untuk menghiasi melodi dasar. Rebab merupakan instrumen yang berasal dari timur tengah. Ia hadir akibat persebaran jalur perdagangan Islam. Selain di Jawa Tengah, alat musik ini juga bisa kita temui di daerah lain seperti Kalimantan.

  10. Alat musik Gambang Gambang adalah alat musik tradisional pukul Jawa Tengah yang terdiri dari 18-20 bilah bambu. Biasanya instrumen ini dimainkan dalam kesenian Gambang Kromong. Memainkannya adalah dengan cara dipukul dengan pemukul khusus. Gambang berfungsi untuk mengiringi langgam sebagai pangrengga.

  11. Alat musik Suling Suling merupakan alat musik yang pada umumnya dimiliki oleh beberapa daerah di wilayah Indonesia. Itulah alat musik ini begitu familiar. Sebagian besar suling memang terbuat dari bambu, namun ada juga yang terbuat dari kayu bahkan terbuat dari logam dan tembaga. Alat musik ini kerap digunakan dalam berbagai pentas pertunjukkan tidak hanya pada pementasan seni karawitan saja.

  12. Alat musik Gender Gender terbuat dari logam (metalofon) dan sudah menjadi elemen dari gamelan Jawa maupun Bali. Terdiri dari 10-14 bilah logam kuningan yang ditempa dan dibentuk hingga menghasilkan nada. Nada yang dihasilkan Gender bermacam, tergantung pada bilah mana yang dipukul. Ada tiga jenis gender dalam Gamelan Jawa, yaitu pelog pathet nem dan lima, pelog pathet barang dan slendro. Alat musik ini dirangkai pada bumbung-bumbung resonator.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999