Kue carang gesing merupakan salah satu kekayaan kuliner nusantara yang merupakan kue khas dari daerah istimewa yogyakarta . namun karena begitu populernya kue carang gesing khas jogja , kue carang gesing pun sudah dapat ditemui dimana-dimana . dari kota jogja dan sekitar jawa tengah anda tidak akan kesulitan mencari kue carang gesing . kue carang gesing merupakan salah satu jajanan pasar tradisional yang memiliki rasa enak sekali . Jika dilihat sekilas , kue carang gesing khas jogja memang tampak sangat mirip sekali dengan kue nagasari atau kue nogosari . tentu saja , dengan bahan utama carang gesing yang mirip dengan kue nagasari serta pembungkusannya yang sama dengan menggunakan daun pisang kadang membua...
Geplak merupakan makanan tradisional yang sangat terkenal dengan rasa yang sangat manis. Merupakan makanan tradisional yang berasal dari Bantul, Yogyakarta. Makanan ini biasanya berbentuk bulat dengan warna-warna menarik seperti merah muda, hijau, putih maupun coklat. Karena rasanya yang memang manis kue tradisional ini sudah sangat terkenal sehingga sampai saat ini kue manis dan imut ini sudah diusahakan di luar kota Bantul. Makanan ini biasa dijadikan oleh-oleh khas jika anda berkunjung ke kota istimewa Yogyakarta, makanan ini awet berhari-hari sehingga bagi anda yang ingin membawa oleh-oleh khas kota Jogja ini tidak perlu khawatir oleh-oleh nya busuk jika dibawa ke luar kota. Meskipun ada makanan sejenis yang diklaim berasal dari Betawi namun bahannya ternyata berbeda. Namun apapun perbedaan yang ada namun hal itu justru makin memperkaya kekay...
Mungkin anda telah sering makan masakan khas nusantara yang sangat enak dan spesial ini, yups betul lontong kikil. Beberapa warung makan memang menyajikan lontong kikil enak dan spesial misalnya lontong kikil surabaya, lontong kikil lamongan menjadi salah satu hidangan terlezat. Kami akan memberikan resep cara membuat lontong kikil sapi enak ini hanya untuk anda pengunjung setia resep masakan 13. Simak ulasan resep lengkapnya dibawah ini. Bahan untuk kuah lontong kikil : 1/2 kg kikil sapi kita potong potong 5 lembar daun jeruk, kita buang tulangnya 2 batang serai kita memarkan 1/2 sendok teh gula pasir 1 sendok makan garam 2 sendok makan minyak untuk menumis 2 blok kaldu sapi 1 liter air (untuk rebusan kikil sapi bagian pertama / nanti setelah kikil sapi empuk, airnya dibuang) 1,5 liter air (unt...
asi Wiwit atau dikenal juga Sega Wiwitan merupakan bentuk sajian yang tidak lazim dijual di warung makan. Nasi ini pada zaman dulu hanya bisa didapatkan ketika sedang terjadi musim panen padi. Pada masa lalu umumnya orang yang akan melakukan panen padi akan mengawali kegiatannya dengan upacara wiwit terlebih dulu. Bahkan pada beberapa wilayah upacara wiwitan dilakukan juga pada saat akan menanam benih padi. Upacara wiwitan dilakukan dengan suatu maksud agar panenan padi selalu melimpah, tanaman tidak diganggu hama, dan tanah selalu subur. Dalam upacara wiwitan ini akan dibagikan nasi dalam wadah yang disebut pincuk. Di dalam pincuk tersebut akan disajikan nasi, urap atau gudangan, sambel gepeng, gorengan ikan asin (gereh pethek), seiris telur ayam atau bebek, sepotong pisang, rempeyek, dan sesuwir daging ayam. Nasi atau Sega Wiwitan ini pada masa lalu umumnya akan diburu anak-anak mengingat anak-an...
Masih seputar kue tradisional Nusantara yang seakan-akan tiada habisnya untuk dibahas, karena di negeri kita yang tercinta ini kue tradisional sangatlah banyak jumlahnya dari Sabang sampai Meuroke hampir disetiap daerah memiliki kue khas tradisional masing-masing. Jika sebelumnya kami pernah membahas kue Lumpang yang bentuknya cukup unik karena ada cekungan pada bagian tengahnya, maka untuk artikel ini kami juga akan membahas kue tradisional lain yaitu yang bernama kue Sagon Kelapa. Sesuai dengan namanya, kue ini terbuat dari adonan kelapa parut yang dipadukan dengan tepung ketan, kemudian dimasak dengan cara panggang sehingga menghasilkan kue dengan cita rasa yang khas. Namun selain dari pada itu ada juga kue Sag...
Krumpyung adalah salah satu bentuk teater rakyat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesenian yang berupa drama tari topeng ini bersifat humor yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat sekitar. Nama Krumpyung diambil dari suara iringannya yang terdiri dari angklung, terbang, keprak, kentongan dan kendang yang apabila digerakkan secara bersamaan akan menimbulkan efek bunyi “kemrumpyung”. Kesenian krumpyung lahir pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII. Konon, di masa itu antarseniman saling bersaing untuk menciptakan sebuah kesenian baru agar lebih digemari penonton. Dari persaingan itu lahirlah suatu kesenian yang disebut sebagai “krumpyung”. Waktu itu adalah salah seorang seniman (seorang dalang wayang kulit) berasal dari Desa Keyongan, Bantul yang bernama Ki Residana atau terkenal dengan nama Mbah Sompil. Beliau termasuk orang yang kreatif. Dengan kekreatifannya itulah kemudian menciptakan suatu pertunjukan topeng yang b...
Naskah asli Babad Nitik tersimpan di Perpustakaan (Widyabudaya) keraton Yogyakarta. Babad ini ditulis di atas kertas berukuran folio, dengan tinda hitam, berhuruf Jawa dengan bahasa Jawa Bercampur Kawi, digubah dalam bentuk tembang macapat. Penulisnya tidak diketahui, tetapi diterangkan bahwa ditulis atas perintah Sultan Hamengku Buwono VII. Waktu penulisannya disebutkan dengan Sengkalan “Resi nembah ngesthi tunggal” (1867 Jw/1936 M). Babad Nitik (Sultan Agung) yang seluruhnya terdiri dari tiga puluh lima pupuh tembang itu berisikan pengalaman Sultan Agung sejak masih menjadi putera mahkota, pelantikannya sebagai Sultan dan masa pemerintahannya yang berpusat di keraton Kerto. Diceritakan bahwa sewaktu masih menjadi putera mahkota, beliau mengadakan perjalanan ke seluruh Jawa, Asia Tenggara, Timur Tengah, bahkan ke dasar laut dan alam kedewataan. Semua perjalanan itu dilaksanakan secara gaib. Seperti kita ketahui pada zaman dahulu...
Sekilas Sejarah Awal Mula Munculnya Aksara Jawa Aksara jawa merupakan aksara turunan dari aksara Kawi (aksara Jawa Kuno), dimana aksara Kawi adalah turunan dari aksara Pallawa. Meskipun aksara Jawa turunan dari aksara Kawi tetapi mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan aksara sebelumnya, antara lain dalam hal bentuk dan urutan. Di jawa, khususnya di Jawa Tengah, ada dua aksara turunan Kawi, yaitu aksara Budha di wilayang sekitar gunung merapi-Merbabu yang mempunyai bentuk yang relatif hampir tak berubah banyak dari aksara Kawi, dan aksara Jawa di wilayah Demak-Pajang-Mataram-Kartosura-Surakarta-Yogyakarta yang mempunyai bentuk yang sudah berubah banyak dari aksara Kawi. Aksara Budha mempunyai urutan 'kaganga' seperti Kawi, sedangkan aksara jawa mempunyai urutan 'hanacaraka' sehingga sering disebut juga 'carakan'. Setelah pudarnya kejayaan majapahit maka pusat budaya juga bergeser ke kerajaan baru yaitu Demak yang dibidani oleh para Wa...
Aksara Jawa dalam Seni Kaligrafi Bertuliskan Bismillah Aksara Jawa yang direka menjadi tulisan indah ataupun bentuk tertentu yang indah merupakan salah satu kekayaan budaya nusantara dalam hal ini budaya Jawa berupa aksara Jawa. Karya-karya kaligrafi aksara Jawa kontemporer akan memperkaya aset budaya nusantara. Berikut ini adalah contoh kaligrafi aksara Jawa berbentuk sosok setengah badan kawula jawa yang memakai blangkon dengan tulisan "Kanthi Asma Allah" pada media papan tulis dengan kapur sebagai alat tulisnya. Selain pada media papan tulis kapur, juga bisa dilukiskan pada media kanvas. Bagi anda yang berminat kaligrafi aksara Jawa sebagai koleksi, maka bisa menghubungi kami . Isi tulisan dan gambar bisa sesuai yang diinginkan pemesan. Karya tersebut merupakan kreasi orisinal dari Sanggar Aksara Iqra Hanacaraka yang berkedudukan di Yogyakarta. ê¦ê¦ê¦¿ ê¦...