Kemerdekaan Indonesia
283 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kantor Bank BI
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bank Indonesia Yogyakarta awal mulanya adalah sebuah kantor cabang De Javasche Bank Djogdjakarta. Keberadaan Kantor Cabang De Javasche Bank Yogyakarta ini merupakan usulan dari Firma Dorrepaal and Co Semarang. Dengan beberapa pertimbangan diantaranya dengan melihat Volume perdagangan di Yogyakarta yang semakin meningkat dan perputaran uang yang ada di Yogyakarta mencapai 2 hingga 3,5 juta gulden yang dilihat melalui Kantor Cabang De javasche Bank  Soerakarta serta nilai produksi gula yang mencapai kurang lebih 2.580 ton per tahun maka preseiden De Javasche Bank ke -7 yakni MR. N P Van den Berg beserta jajaran direksi menyetujui usulan tersebut. Dan pada tahun 1879 dibnagunlah sebuah bangunan sebagai Kantor Cabang De Javasche Bank di Yogyakarta dengan menempati area seluas 300 meter dan tanah yang dipergunakan  tanah berstatus eigendom atau bukan merupakan tanah milik Sultan Yogyakarta lagi melainkan milik De Javasche Bank sendiri. Rancangan  Bangunan Kantor Cabang D...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Monumen Jogja Kembali (Monjali)
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Monumen ini dibangun pada 29 Juni 1985. Ditandai dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.   Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan Kolonel Sugiarto. Saat itu beliau Wali kota madya Jogjakarta. Pelontaran gagasan ini bersamaan dalam Peringatan Jogja Kembali yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1983. Dipilihnya nama Jogja Kembali dengan maksud sebagai tetenger atau penanda peristiwa sejarah. Yaitu ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibu kota Jogjakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai tanda awal bebasnya Bangsa Indonesia secara nyata dari kekuasaan pemerintahan Belanda. Pembangunan monument ini membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun. Diresmikan dan dibuka pada tanggal 6 Juli 1989 oleh Presiden RI pada waktu itu, Soeharto.   Monumen setinggi kurang lebih 31.8 m ini terletak di Dusun Jongka...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Monumen Stasiun Radio Perhubungan PC-2
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Rumah beratap limas di salah satu sudut Dusun Banaran, Playen, Kabupaten Gunungkidul, YK, seperti tak bertuan dan tak terawat. Permukaan lantai tegel tampak lusuh dan bergelombang, dinding retak di mana-mana. Tak ada banyak barang di dalamnya. Hanya beberapa foto dan catatan sejarah yang dibingkai serta lesung di bagian dapur.   Siapa yang menyangka, 63 tahun silam rumah milik seorang petani, almarhum Prawirosetomo, ini menjadi saksi peristiwa penting yang memicu hengkangnya kolonial Belanda dari Tanah Air. Di rumah inilah digodok berbagai informasi mengenai perjuangan kemerdekaan dan dipancarkan lewat radio hingga tersebar ke berbagai belahan dunia.   Monumen Stasiun Radio Perhubungan (PHB) People Cooperation-PC-2 Playen yang bernaung di bawah Angkatan Udara RI (AURI) kala itu berperan besar dalam perjuangan. Sama seperti strategi perang saat itu, para pejuang kemerdekaan harus bergerilya hanya untuk menyebarkan informasi kedaulatan RI yang baru berdiri....

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Lontong Sayur Betawi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ketupat sayur merupakan makanan khas Betawi yang biasa dijadikan sebagai menu sarapan. Ketupat sayur terbuat dari irisan ketupat/ lontong dengan kuah santan yang gurih. Taburan ketupat sayur berupa bawang goreng, kacang kedelai, dan kerupuk/emping. Lontong sayur ini biasa juga disebut sebagai Ketupat Sayur Betawi. Adapun bahan-bahan dan cara pembuatannya sebagai berikut: Bahan Resep Lontong Sayur Betawi  : 2 sdm minyak goreng 500 gram pepaya muda, kupas, potong bentuk korek api 10 lonjor kacang panjang, potong 3 cm 3 sdm ebi kering 1,5 liter santan dari 2 butir kelapa 2 batang serai, memarkan 3 cm lengkuas, memarkan 2 lembar daun salam 1 sdm kaldu bubuk rasa ayam Haluskan  : 7 cabai merah besar 8 butir bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdt terasi goreng 1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk Pelengkap : ketupat/Lontong, bawang goreng dan kerupuk...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Besek
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Hingga saat ini, besek masih sering dipakai oleh masyarakat Jawa, yang salah satunya difungsikan sebagai tempat bumbu dapur. Namun sering pula besek dalam partai besar digunakan untuk keperluan kenduri. Besek lengkap, wadah dan tutupnya,  koleksi Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta Namanya cukup mudah diingat, yakni besek. Begitulah masyarakat Jawa menyebutnya. Salah satu fungsi alat ini adalah untuk menyimpan bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, kunyit, dan sebagainya. Barang ini hadir di dapur tradisional. Dalam kamus Jawa “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta (terbitan tahun 1939), halaman 37 disebutkan, “besek yaiku araning wadhah saemper tumbu nanging cilik sarta nganggo tutup”. Dalam bahasa Indonesia, artinya besek adalah wadah sejenis tumbu/wakul wujudnya kecil serta ada tutupnya. Dalam kenyataannya, bentuk besek lebih seperti kub...

avatar
M Luthfi Fathurrahman
Gambar Entri
Lezat dan gurihnya Geblek khas Kulonprogo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Jogja, satu daerah yang memang tidak ada matinya dalam hal seni dan kuliner. Kuliner Jogja yang beraneka ragam membuat para wisatawan terus berkunjung ke daerah istimewa ini. Salah satu kuliner khas Jogja yang sudah langka terdapat di Kabupaten Kulonprogo dan bernama geblek. Geblek menjadi salah satu identitas lokal Kabupaten Kulonprogo, seperti halnya gudeg bagi kota Jogja. Cemilan tradisional ini sangatlah unik karena dibentuk menyerupai angka 8, sama seperti penganan lanting tetapi bentuknya lebih besar. Bentuk angka 8 tersebut konon diartikan sebagai kesatuan yang saling mengikat utuh satu sama lainnya. Geblek dibuat dari tepung kanji atau tepung tapioka basah. Hal pertama yang dilakukan dalam membuat geblek adalah dengan mengukus tepung tapioka basah sampai setengah matang. Kemudian adonan tersebut akan dipelintir dan digilas sambil dibumbui garam dan dikukus kembali. Lalu tahap yang terakhir adonan yang telah dikukus kembali tersebut dicampur dengan bawang putih halu...

avatar
Bayu_prasetyo
Gambar Entri
“Babad Suluk Sultan Agungan (Soewelatjala)”
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

“Babad Suluk Sultan Agungan (Soewelatjala)”             Naskah Babad Suluk Sultan Agungan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah bernomor panggil KGB 918 ini menggunakan aksara dan bahasa Jawa.              Pada bagian sampul, naskah ini dilapisi dengan kulit. Terdapat sebuah gambar pada sampul depan dan belakang. Naskah ini memiliki panjang 34, 5 cm dengan lebar 21 cm dan ketebalan naskah sebesar 3 cm. Kertas yang digunakan oleh kertas ini adalah kertas Eropa. Memasuki halaman i  terdapat tulisan: Babad Soewelatjala. Nitik Sultan Agungan Di sisi lain terdapat tulisan: Ankoop Ir Moens 1929 KBG No. 2 Jogjakarta             Naskah yang berbentuk Macapat ini pada setiap awalan pupuhnya terdapat iluminasi. Iluminasi juga muncul ket...

avatar
Yohanesadityawahyutomo
Gambar Entri
batik kayu
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sebetulnya ini hampir sama dengan membatik di atas kain. Di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Canting digunakan untuk membatik di media kayu. Produk kreativ ini antara lain: topeng kayu, miniatur binatang, dan pernak-pernik lainnya dihias dengan motif-motif batik. Hasil kerajinan batik kayu ini telah menembus pasar mancanegara yaitu Asia, eropa, dan Timur Tengah. Di Desa Sendangsari ini juga, perngunjung dapat belajar membatik di media wayang kayu.

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
GUDEG
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

avatar
Yulius Dwi Kristian