Pada zaman dahulu tersebutlah seorang ulama besar asal Cirebon yang bernama Syekh Angga Suto datang ke Sumenep, Madura dalam rangka menyebarkan agama Islam. Pada saat pertama kali menginjakkan kaki di madura atau tepatnya di pantai di Desa Pinggir, Papas, Syekh Angga Suto atau yang kemudian dikenal oleh masyarakat Sumenep sebagai Embah Anggasuto mendapati sebuah telapak kaki yang sangat besar di pinggir pantai yang sedang surut dengan gumpalan garam didalamnya. Dari penemuannya yang tak disengaja itulah kemudian Embah Anggasuto memutuskan untuk mengajarkan cara membuat garam kepada masyarakat Sumenep sebagai daya tarik kepada masyarakat Sumenep yang berkenan masuk agama Islam. Pada akhirnya kebiasaan membuat garam ini terus dilaksanakan sampai sekarang. Masyarakat Sumenep menjadi terkenal sebagai penghasil garam. Dari peristiwa inilah kemudian upacara nadar atau nyadar di kalangan masyarakat Sumenep kemudian rutin dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus mengena...
Reog adalah kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog sebenarnya. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang sangat kental dengan hal-hal berbau mistis dan ilmu kebatinan yang sangat kuat. Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal usul Reog dan Warok. Salah satu cerita yang paling terkenal di masyarakat. Cerita Reog itu tentang Pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Dalam Pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Siga Barong", raja hutan, menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatas kepalanya ditancpkan bulu-bulu merak yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Pementasan Seni Reog Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-har...
Megengan berasal dari kata megeng yang artinya ‘menahan’. Tak hanya makan dan minum, tetapi juga menahan dari segala nafsu dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Tradisi Megengan dimaknai sebagai perwujudan rasa syukur atas umur panjang sehingga bisa bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan. Megengan diisi dengan kegiatan bersih-bersih makam bagi laki-laki dan bersih-bersih masjid atau mushola. Kegiatan ini dilakukan seminggu sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Sedangkan para perempuan mempersiapkan tumpeng untuk disedekahkan dalam rituan megengan. Mereka juga memasak makanan untuk kemudian dikirimkan sebagai bentuk sedekah ke tetangga atau saudara. Kue yang tak pernah ketinggalan dalam tradisi ini adalah kue apem . Apem berasal dari kata afwum yang artinya adalah meminta dan memberi maaf. Konon karena masyarakat Jawa tidak mengenal huruf “f”, kata afwun berubah menjadi apwun , lalu menjadi apwum , kemudian apwem , dan...
Bongko Kopyor adalah takjil khas Gresik. Disebut bongko karena bahan makanan tersebut dibungkus daun pisang. Bongko kopyor hanya akan bertahan 30 jam karena dibuat tanpa bahan pengawet. Entah sejak kapan Bongko Kopyor itu mulai ada dan dijual di Gresik. Hanya setiap bulan Ramadhan di berbagai daerah di Kota Gresik banyak orang yang berjualan Bongko Kopyor ini. Entah mengapa, Bongko Kopyor ini hanya dibuat oleh warga yang berada di Kecamatan Manyar, Kecamatan Sembayat , Kecamatan Bungah, Kompleks Permuhan Gresik Kota Baru, Kawasan Giri. Bongko Kopyor biasanya disajikan dengan cara dibungkus dengan daun pisang, isinya terdiri dari tepung terigu (kadang pula bubur mutiara), serutan daging kelapa muda, pisang, nangka dan roti tawar yang dipadu santan dan gula. Biasanya lebih nikmat bila dimakan saat dingin. Bentuk kemasan Bongko Kopyor yang menggunakan daun pisang yang diberi pengait dengan batang lidi pada ujung atas dan sisi-sisinya berukuran jumbo. Ukuran dan bentukny...
Rojhak tajin atau bisa disebut dengan bubur rujak, makanan ini berasal dari madura jawa timur. Biasanya makanan ini ada saat bulan ramadhan,karna ini merupakan salah satu menu untuk berbuka puasa. Bubur Rujak atau Rojhâk tajin sendiri memiliki rasa yang bermacam-macam tapi yang jelas tidak ada rasa manisnya seperti bubur pada umumnya. Bubur yang digunakan pada Rojhâk tajin ini adalah bubur lemak yang memiliki rasa gurih. Bahan-bahan : · 100 gram beras · 500 ml air · secukupnya garam · 3 sdm santan kental · 1 timun muda · petis madura yg super · secukupnya cabe r...
Kota Banyuwangi memiliki berbagai macam kuliner khas yaitu jenang. Jenang memiliki rasa yang legit dan memiliki topping bermacam-macam yang tampilannya berwarna-warni yang akan menggugah selera. Salah satu jenang yang banyak ditemukan di daerah Banyuwangi adalah Jenang Mutioro atau Mutiara. Dinamakan demikian karena bentuknya yang bulat kecil-kecil seperti mutiara. Jenang mutioro biasanya menjadi santapan yang paling banyak dicari untuk berbuka puasa. Selain itu harganya pun murah meriah. Cara membuat jenang ini sangat mudah. Untuk kalian yang ingin mencobanya di rumah berikut ini bahan dan cara membuatnya. Bahan-bahan : - 1/2 Bungkus Mutiara Sagu - 1 daun pandan - 1/2 sendok teh garam - 3 sendok gula pasir (sesuai selera) - 2 liter air matang - 1 bungkus Santan Instan (bisa juga menggunakan santap murni) Cara Membuatnya : 1. Rendam Sagu mutiara 1/2 jam (tergantung seberapa lembut mutiara yang diinginkan). Terus masak dengan 2 liter air serta...
Apabila anda berkunjung ke gresik, maka hal yang harus anda nikmati adalah kue pudak. Rasa kue pudak ini memiliki rasa yang enak dan manis, jadi bagi anda yang suka manis, maka anda dapat mencoba kue khas gresik yang sangat terkenal ini. Perlu anda ketahui jika kue pudak ini memiliki tiga jenis, seperti kue pudak merah, kue pudak sagu serta kue pudak putih. Namun dari ketiga kue pudak tersebut hampir semuanya memiliki rasanya yang sama serta rasa yang sangat enak. Jadi bagi anda yang saat ini ada di gresik, maka jangan lewatkan untuk membawa oleh – oleh kue pudak ini untuk keluarga anda. Cara membuat kue pudak ini sangat mudah sekali, selain bahannya yang sangat mudah kita jumpai, cara membuat kue pudak ini sangat simple, jadi bagi anda yang pecinta kuliner , maka anda dapat membuat kue pudak kapan saja untuk keluarga anda. O iya kue pudak ini juga sangat cocok untuk cemilan saat berbuka puasa atau saat sahur di bulan puasa. Baiklah, untuk anda yang penasaran dengan r...
Di Banyuwangi, kopyor terbuat dari santan, kuah, dan taburan roti tawar. Terkadang juga dicampur dengan nangka. Kopyor hanya disajikan saat bulan puasa dan cara membuatnya mudah. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-banyuwangi/
Tradisi jenis makanan Sangring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Kabupaten Gresik terdapat bermacam-macam makanan baik yang dikomsumsi dan untuk keperluan upacara masyarakat. Salah satu jenis makanan yaitu yang disebut Sangring. Makanan Sangring ini semacam kolek ayam, yang diolah dengan bumbunya terdiri dari jinten, brambang, gula jawa atau merah dan diberi santen. Menurut tradisi makanan ini yang mengolah adalah kaum lelaki dan kaum perempuan tidak boleh memasaknya. Menurut keterangan makanan ini khusus untuk persediaan buka puasa pada malam ke 23 hari dalam pelaksanaan puasa. Menurut ceritera yang sampai kini masih dilaksanakan oleh masyarakat tadi tradisi membuat makanan Sagring ini secara turun-temurun sejak berkuasanya Sunan Giri Kedaton, pada waktu itu masyarakat di sekitar Desa Gumeno terserang wabah penyakit yang sudah makan banyak korban hingga ada yang meninggal dunia. Para penguasa di daerah tadi sangat prihatin dengan munculnya wabah penyakit tadi...