Panjang Jimat adalah tradisi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Cirebon Sejak zaman Khalifah Sholahudin Al Ayubi 1993 M, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulid Nabi kerap di istimewakan. Tujuannya, tidak lain untuk mengenang dan selalu meneladani nabi Muhammad SAW. Tak heran jika di Cirebon pengaruh tersebut hingga saat ini kental diraskan masyarakat, para pemuka agama yang nota bene berada di tiga keraton Cirebon, Kanoman, Kasepuhan dan Kacirebonan, pada abad ke 15 lalu mengadopsi kegiatan tersebut yang disesuaikan dengan adat keraton yakni digelarnya upacara panjang jimat atau kerap disebut pelal. Upacara panjang jimat merupakan puncak acara peringatan maulid Nabi di tiga keraton. Di keraton Kanoman, upacara digelar sekira pukul 21.00 WIB yang ditandai dengan sembilan kali bunyi lonceng Gajah Mungkur yang berada di gerbang depan keraton. Suara lonceng tersebut merupakan tanda dibukanya upacara panjang jimat.
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal kita memperingati Maulid Nabi. Di Kota Cirebon, Maulid Nabi sendiri lebih populer dengan sebutan Muludan. Peringatan Muludan di Kota Cirebon terpusat di beberapa tempat di antaranya Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Di kedua keraton tersebut pada bulan maulid banyak sekali dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, yang tentunya juga menarik para pedagang untuk berdagang di sekitar keraton tersebut. Sehingga selama ini atmosfer tradisi Muludan lebih identik dengan suasana pasar tahunan. Tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun silam ini agaknya terlanjur memiliki daya tarik ekonomi yang lebih kuat dibanding daya tarik religiusnya. Sehingga makna Muludan seakan telah mengalami pergeseran dari ritus keagamaan menjadi sekadar pasar tahunan yang dikemas dalam tradisi budaya. Ibarat pepatah ada gula ada semut, di mana masyarakat berkumpul maka daya tarik ekonomi akan berkembang pula di sana. Di wilayah Cirebon sendiri sebenarnya keramaia...
Budaya Pamali sudah tidak asing di telinga masyarakat Bandung. Mungkin tidak banyak orang mengerti apa maksud dari kata "Pamali" sendiri. Setelah melakukan wawancara pada masyarakat sekitar yang rata-rata berumur 30-50 tahun, ternyata kata Pamali sendiri tidak memiliki deskripsi yang tetap. Beberapa orang menyebutkan Pamali merupakan suatu tindakan yang tidak baik untuk dilakukan. "Pamali itu artinya sebuah larangan menurut orang tua jaman dulu ga boleh ngelakuin yang ga boleh dilakuin karena kalo dilakuin nanti ada resikonya." Ada juga yang menyebutkan Pamali merupakan suatu hal yang tabu untuk dilakukan. Anak-anak yang terlahir di tanah Sunda sudah terbiasa untuk ditegur oleh orang tua jika melakukan suatu hal yang mereka anggap "Pamali". Contoh kecilnya, kita tidak diperbolehkan duduk di depan pintu. Orang tua menyebutkan jika kita duduk di depan pintu, maka kita akan sulit mendapatkan jodoh. Masih banyak hal lain yang idsebut sebagai "Pamali" seperti, tidak menghabiskan...
Masjid Kramat Buyut Trusmi merupakan salah satu kebanggaan masjid warganya sendiri bahkan di Cirebon. Masjid ini terletak di Jalan Buyut Trusmi Blok Deso (Orang Trusmi menyebutnya) Desa Trusmi Wetan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Desa Trusmi berasal dari nama Ki Gede Trusmi yaitu salah satu murid Sunan Gunung Jati yang merupakan tokoh penyebar islam yang memiliki kepanjangan Terus Bersemi. Letaknya diseberang Balai Desa Trusmi Wetan. Masjid ini seringkali dianggap seram oleh warganya. Karena tidak ada satupun yang tahu masjid ini tepatnya kapan dibuat dan masjid tersebut tiba-tiba saja ada, jika adanya perkiraan itu hanyalah sebuah pendapat, karena tidak ada bukti otentiknya. Situs ini dipercaya merupakan peninggalan Mbah Buyut Trusmi sendiri. Namun belum diketahui sampai sekarang siapa yang membuat rancangan atau berapa pekerja yang membangun masjid tersebut. Masjid ini diurus oleh keturunan Ki Buyut Trusmi sendiri dengan berjumlah 17 orang seperti 1 pemimpin yan...
Desa Kadurama adalah salah satu desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Kadurama terdiri dari 3 blok/dusun yaitu pahing (sebelah barat), wage ( tengah) dan manis (sebelah timur). Adapun salah satu keunikan yang terdapat di Desa Kadurama adalah pawai andul yang selalu dilaksanakan setiap peringatan hari besar islam terutama pada saat maulid nabi. Mungkin orang-orang banyak yang bertanya apa itu andul? Andul adalah sebuah benda yang terbuat dari bambu yang dibentuk sesuai keinginan si pembuatnya. Biasanya terdapat semacam perlombaan barang siapa yang memiliki andul paling unik akan mendapat suatu hadiah dari panitia. Maka dari itu, setiap peringatan hari besar islam masyarakat desa kadurama berlomba-lomba untuk membuat kreasi andul seunik-uniknya. Pada malam harinya semua kreasi andul digiring dalam pawai peringatan hari besar islam. Pada malam hari andul tersebut akan terlihat seperti lampion berbentuk macam-macam serta didalamnya terdapat lilin ataupun lamp...
Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dalam memperingati hari-hari besar. Seperti daerah Gegesik, Kabupaten Cirebon. Gegesik mempunyai tradisi mengarak Buyut Gruda setiap pertengahan bulan Maulud penanggalan Jawa atau Rabiul Awal dalam penanggalan Islam. Lalu apa sih Buyut Gruda itu? Buyut Gruda adalah alat panggulan dengan bentuk perpaduan antara kepala garuda dengan tanduk dan lidah seperti naga. Selain itu Buyut Gruda juga memilki sayap dan diletakkan dalam suatu tempat yang bagian atasnya tertutup. Konon, Buyut Gruda berasal dari bongkahan kayu yang menancap di sungai Ciwaringin. Tapi kayu tersebut sulit dilepaskan, sampai pada akhirnya dapat dilepaskan oleh seseorang yang sakti bernama Ki Salam dengan mudah. Lalu, kayu itu langsung diukir dan dijadikan benda berbentuk Garuda dan Naga yang bisa dipanggul. Buyut Gruda diletakkan di balai desa Gegesik Lor dan dikeluarkan setiap akan diarak. Buyut Gruda dipercaya dapat terbang ke keraton Kasepuhan Cirebon dan konon ai...
Makam Sunan Gunung Jati atau Syeikh Syarif Hidayatullah (salah satu walisongo) adalah salah satu destinasi kunjungan religi bagi umat islam yang ingin berziarah untuk mendoakan makam sunan gunung jati dan bentuk penghargaan bagi jasa sang wali dan para sahabatnya. Makam ini terletak di Komplek Astana Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara, 5 km arah Utara sepanjang jalur utama Cirebon-Indramayu—di tingkat teratas, yaitu tangga ke-sembilan karena menggambarkan jumlah wali yang ada Pulau Jawa. Biasanya, para peziarah datang di waktu-waktu tertentu, yaitu Jumat Kliwon, Maulid Nabi, Grebeg Syawal, Grebeg Rayagung, dan ritual pencucian benda-benda pusaka. Para peziarah ini berasal dari berbagai daerah, dan beragama islam maupun nonmuslim. Sebelum berziarah, para peziarah seringkali membeli tasbih, alat shalat dan minyak wangi yang dijual di sisi jalanan sebelum memasuki alun-alun Astana Gunung Jati. Saat memasuki ruangan, kesucian dari para peziarah merupakan hal...
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indoesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hal tersebut tidak terlepas dari jasa para tokoh yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat. Untuk menghormati jasa para tokoh penyebar agama islam tersebut biasanya diadakan beberapa ritual atau upacara adat, salah satunya adalah Upacara Adat Ngalungsur Pusaka. Upacara Adat Ngalungsur Pusaka atau membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Prabu Kiansantang atau Syech Sunan Rochmat Suci ini diadakan setiap satu tahun sekali atau dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Upacara adat ini juga sebagai upaya penghormatan sekaligus melestarikan benda-benda bekas perjuangan mengembangkan ajaran agama Islam. Namun bukan berarti menyembah suatu benda yang diyakini akan memberikan sebuah keajaiban atau melebih kekuatan Tuhan Yang Maha Esa, melainkan sebagai cara melestarikan budaya seperti menjaga peninggalan benda-benda pusaka zaman dulu. Benda pusaka peninggalan tersebut diantarany...
Benjang, salah satu kesenian tradisional dari Ujungberu dan Cibiru, Bandung Timur. Tidak ada yang tahu pasti kapan seni Benjang lahir, konon seni Benjang mulai dikenal secara luas pada tahun 1920-an. Benjang dinilai bisa menjadi media untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta, dan sebelum pertunjukan dimulai para pebenjang selalu melakukan upacara baca doa untuk memohon keselamatan tanpa ada gangguan selama pertunjukan. Selain sebagai seni beladiri, Benjang juga termasuk dalam seni pertunjukkan rakyat. Alat musik yang digunakan dalam seni Benjang adalah gendang atau kendang, terbang, kempring, kecrek, pingprung, terompet, kempul dan bedung. Dalam pertunjukkannya Benjang diiringi dengan lagu Sunda seperti lagu Rancik Manik, Ela-Ela, Renggong Gancang dan Sorong Dayung di mana pemain Benjang melakukan gerakan-gerakan yang disebut dogong, yakni antar pemain saling mendorong dengan menggunakan alu (antan atau alat penumbuk padi) dalam arena dan yang keluar dari arena maka dinyatakan k...