Hingga saat ini, lagu bugis masih menjadi primadona masyarakat Sulawesi Selatan. Lantunan musik yang mengalun membawa penikmatnya terbawa dalam lantunan syair-syair yang terdengar. Tidak hanya ada di pesta hajatan (perkawinan), akan tetapi para pengemudi becak motor, pete-pete (angkutan umum Sulawesi Selatan), rumah-rumah makan khas daerah sudah sangat berkawan dengan musik bugis. Terkadang pula menjadi media pengantar tidur. Yusuf Alamudi, Pria yang lahir Kota kelahiran mantan Presiden BJ Habibie ini tidak asing lagi di telinga para penikmat musik bugis. Semasa hidupnya beliau aktif dalam menciptakan lagu-lagu bugis yang hingga kini masih tetap eksis di telinga para penikmatnya. Salah satunya, Alosi Ripolo Dua. Dinyanyikan oleh Dian Ekawati, lagu ini sering menjadi lagu favorit dalam perlombaan paduan suara. Lagu ini terdiri atas lima bait. Bait pertama dan kedua terdiri atas empat larik, bait ketiga dan ke empat terdiri atas tiga larik, sedangkan bait terakhir terdiri atas...
Juku’ Tasa’ merupakan masakan ikan khas dari Kajang, tepatnya daerah Kassi’. Kassi’ terletak 20 km dari Desa Kajang, Kabupaten Bulukumba. Daerah Kassi sendiri terkenal sebagai tempat pelelangan ikan Kajang. Juku’ Tasa’ dalam bahasa Makassar dikenal dengan nama Pallu Ce’la, dalam bahasa bugis dikenal Lajang Tase’ yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti ikan masak asin atau ikan masak kunyit. Bahan yang diperlukan cukup sederhana yaitu kunyit, garam, air, dan ikan. Semua jenis ikan yang ada di pasar dapat dijadikan Juku’ Tasa’, namun hanya dua jenis ikan yang direkomendasikan yaitu cakalang dan layang. Cara membuatnya pun cukup sederhana yaitu masukan ikan dengan cara disusun ke Loyang alumunium lalu taburi dengan garam dan kunyit. Kemudian beri air secukupnya, lalu dimasak hingga matang. Juku’ Tasa’ dapat ditemui diberbagai daerah di Makassar dengan sebutan Pallu Ce’la. Akan tetapi Juku&rsqu...
Kuliner khas masyarakat Batulabbu, Kelurahan Lembang, Kecamatan Gantaran Keke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kaloli hanya dapat ditemukan pada saat hari raya dan upacara adat Gantaran Keke. Kaloli merupakan beras yang dibungkus menggunakan daun aren. Cara memasaknya pun sederhana. Sebelum dimasak, tiga kaloli disatukan dan diikat dengan menggunakan daun aren. Kemudian baru dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Kaloli biasanya disajikan dengan daging kuda dan sop. Kaloli sendiri mengandung nilai filosofis yaitu ujungnya yang berbentuk passapu (penutup kepala masyarakat Bugis-Makassar) di dalamnya tersirat makna ikatan kekerabatan antar masyarakat di Gantarang Keke dan sekitarnya. Konon Kaloli sudah ada sejak masa kerajaan Gantaran Keke.
Permen tradisional khas Sulawesi Selatan. Selain dikenal dengan nama Baje Kacang atau Baje Canggoreng, dikenal pula dengan nama Tenteng Kacang. Berbahan dasar kacang tanah dan gula merah. Baje canggoreng mudah ditemukan di Sulawesi terutama di Kota Pare – Pare. Bahan Kacang Tanah yang sudah di buka kulitnya ½ kg Gula merah ½ kg Air secukupnya Cara membuat Kacang tanah digoreng tanpa minyak hingga matang. Setelah kacang matang, kulit arinya dikelupas dan ditapi hingga kacang bersih Gula merah dimasak dengan air secukupnya dengan menggunakan wajan atau pamuttu (Bahasa Bugis). Saat gula sudah masak, api dikecilkan. Kemudian kacang yang sudah bersih dimasukkan. Dijerang dengan api kecil sambil terus diaduk – aduk hingga merata dan warnanya kekuningan. Wadah yang datar dan lebar disiapkan. Dialasi dengan plastic yang sudah diolesi minyak (agar tidak lengket) Adonan tersebut tenteng...
Kue sanggara balanda adalah salah satu kue tradisional khas sulsel yang biasa disajikan pada saat acara perkawinan atau acara adat. Tampilan makanan ini berupa pisang yang di goreng dan di beri saus khas suku bugis dimana sanggara dalam suku bugis berarti pisang goreng. Ciri khas kue sanggara adalah selalu menggunakan pisang raja matang dan jika yang digunakan bukan pisang raja aroma dan rasanya akan berbeda. Cara membuat kue sanggara balanda adalah sebagai berikut: Bahan-Bahan : 1 sisir pisang raja matang 1 buah telur minyak goreng daun pisang Bahan Saos : 1 liter gula 1 cup telur mentega 1 gelas air perasa vanili 1 buah telur minyak goreng daun pisang Cara Membuat Pisang raja matang di celup dalam telur kocok kemudian digoreng sampai kecoklatan setelah itu, angkat dan tiriskan, jika anda ingin bentuknya rapi dan terlihat menarik letakkan di atas...
Kuluk Harian Tutup kepala ini dipakai wanita yang berumur untuk dirumah, pergi bertamu atau pergi ke kebun dan sawah. Cara Mengenakan: Sehelai Kain sarung Bugis dilipat-lipat hingga selebar +/- 45 . Biasanya di dalamnya diisi mukena. Diletakkan di kuduk dan kedua sisinya di bawa ke tengah kepala. Silangkan. Sumber: Dalam Buku" Kuluk Penutup Kepala Warisan Leluhur dari Jambi, penggagas Ratu Munawwaroh Zulkifli Nurdin.
Bahan: 1 ekor ayam 1 liter kaldu ayam 2 siung bawang putih, dikupas dan diiris 1 sdm trasi, digoreng 2 sdm air asam jawa 2 sdt bubuk lada putih 2 daun salam 3 batang kayu manis 4 cengkeh ¼ sdt gula aren cincang 1 sdm cuka putih 1 liter santan kelapa Bawang goreng Cara membuat: Rebus kaldu ayam dalam wajan lalu tambahkan semua bahan, kecuali ayam, santan, dan bawang goreng. Kemudian rebus lagi dengan api kecil, biarkan hingga mendidih, tanpa ditutup, selama 5 menit. Kemudian masukkan ayam seutuhnya dan santan kelapa, sambil diaduk dengan api kecil. Biarkan mendidih tanpa menggunakan penutup, balikkan ayam secara berkala, hingga ayamnya empuk. Angkat ayamnya dan lanjutkan mendidihkan kaldunya hingga tersisa setengah. Sajikan dengan taburan bawang goreng. Bisa pesan di: Resister Anything Makassar 0852-4251-6910...
Selamat pagi, para pecinta kuliner dimanapun kalian berada. Kali ini kita akan makan lagi, kali ini kita akan makan - makan dari daerah Sulawesi Selatan. Burasa adalah salah satu panganan khas masyarakat Bugis dan makassar di Sulawesi Selatan. Panganan ini dikenal juga dengan nama lapat, lontong bersantan atau buras. Bentuknya hampir mirip dengan lontong cuma agak pipih dan dimasak dengan cara tersendiri. Burasa merupakan makanan wajib bagi masyarakat Sulawesi Selatan di hari lebaran yang bisanya tersaji bersama coto makassar ataupun opor ayam. Panganan ini terbuat dari beras yang dimasak tertebih dahulu dengan santan yang banyak hingga menjadi nasi lembek dan selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Biasanya dibuat menjadi dua bagian dalam satu ikatan (menggunakan tali rapia atau daun pisang) kemudian direbus hingga matang. Panganan ini juga biasanya ditemui di luar provinsi Sulawesi Selatan seperti Gorontalo atau Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia...
Lawa Bale adalah makanan khas dari suku Bugis yang ada di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Lawa Bale ini adalah ikan mentah yang dijadikan lauk pauk tanpa dimasak. Lawa Bale merupakan kuliner yang dibuat dari ikan mentah dan dicampuri bumbu-bumbu rempah lainnya. Makanan ini biasanya bukan hanya disajikan bersama keluarga, tapi juga dalam berbagai acara adat dan pesta pengantin. P erpaduan bumbu yang sederhana dalam Lawa Bale membuat bau amis dari ikan tersebut hilang. Lawa Bale hanya dapat menggunakan jenis ikan berukuran kecil yang tertentu saja, seperti ikan teri, ikan jambu, dan ikan banjar. Kemudian ada dua bumbu yang wajib dicampurkan ke dalam olahan ikan mentah itu, yakni lemon atau jeruk nipis dan garam. Serta tambahkan juga kelapa setengah tua yang sudah diparut. Untuk yang penasaran mencoba membuat di rumah, Lawa Bale sangat mudah dibuat. Ikan yang diolah dicuci bersih dan dibuang tulang-tulangnya, lalu bumbui dengan air lemon atau jeruk nipis...