Wak wak gung Wak wak gung adalah permainan tradisional anak yang berasal dari Betawi yang dimainkan lebih dari 4 orang, yang uniknya dari permainan ini adalah permainan ini mempunyai lagu yang berjudul sama dengan permainannya yaitu Wak Wak Gung. Wak wak gung, nasinya nasi jagung, lalapnya lalap kangkung, sarang gaok di puun jagung, gang.. ging.. gung.. Tam tam buku, seleret daon delima, pete lembing pete peku Tari belimbing tangkap satu, pit ala ipit kuda lari kejepit sipit, kosong ..... kosong ..... kosong, isi... isi ..... isi .... Lagu tersebut dinyanyikan oleh semua orang yang bermain Wak Wak Gung. Cara bermain wak wak gung adalah sebagai berikut : Tentukan 2 orang penjaga yang membuat terowongan dari tangan mereka, pastikan mereka telah memilih 2 kata tanpa diketahui teman teman mereka yang akan berbaris mengitari terowongan itu (misal kata nya : bulan dan bintang) Nyanyikan lagu dan saat lagu berhenti, maka 2 penjaga itu menangkap 1 orang yang memasuki t...
GPIB Immanuel, atau yang dikenal dengan nama Gereja Immanuel, merupakan sebuah Gereja bersejarah yang terletak di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Peletakan batu pertama Gereja yang dirancang oleh J.H. Horst ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 1935 dan selesai pada 24 Agustus 1939. Gereja ini dulunya bernama Willemskerk untuk menghormati raja Willem I, raja Belanda yang berkuasa dari tahun 1813 sampai tahun 1840. Pilar-pilar putih bergaya Eropa klasik menopang teras Gereja ini. Tangga masuk Gereja ini berbahan kayu jati yang tingginya lebih dari 5 meter. Pohon-pohon rindang yang ada di halaman Gereja ini juga menambah kesan hijau pada Gereja ini. Masuk lebih dalam, bangku-bangku gereja terbentang. Ada dua bagian bangku yakni di sisi tengah dan di sisi tembok. Bangku di tengah dalam terbujur dalam beberapa baris, sementara deretan bangku sisi tembok melengkung. Hal paling menarik ketika sampai di ruang utama Gereja Immanuel Jakarta adalah pipa-pipa orgel cantik ya...
Museum Bahari adalah satu dari banyak gedung bersejarah di Indonesia. Museum ini terletak di dekat pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta utara dan tidak jarang menjadi tujuan wisata para turis dan masyarakat lokal. Museum Bahari menyimpan banyak benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan maritim dan masa kolonial belanda seperti teropong, kompas, peta-peta, dan lain-lain. Bahkan kapal-kapal tradisional nelayan dan kapal bekas VOC ikut meramaikan koleksi museum Bahari. Gedung museum ini sendiri tak kalah bersejarah dengan isi koleksinya. Gedung museum Bahari merupakan satu dari sedikit peninggalan masa VOC yang masih belum berubah dari masanya. Gedung ini dibangun pada masa penjajahan Belanda secara bertahap-tahap dan pada masa itu digunakan oleh VOC untuk menyimpan rempah-rempah, kopi, teh, dan komoditi-komoditi hasil tanah Indonesia lainnya. lokasi dibangunnya gedung ini juga sudah diperhitungkan oleh Belanda kar...
Bangunan yang kini bernama Museum Sumpah Pemuda, memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Gedung didirikan pada permulaan abad ke-20. Berawal dari tumbuhnya sekolah-sekolah pada awal abd ke-20, di Jakarta tumbuh pula pondok pelajar untuk menampung mereka yang tidak tertampung di asrama sekolah atau bagi mereka yang ingin hidup lebih bebas di luas asrama yang ketat. Selain satu diantara pondokan pelajar di Jakarta adalah gedung Kramat 106. Gedung Kramat 106 didirikan oleh Sie Kong Liong pada awal tahun 1900an. Pada tahun 1925 bangunan ini disewakan kepada salah satu organisasi kepemudaan yaitu JongJava dimana bangunan ini memiliki beberapa fungsi yang digunakan pada saat itu, yaitu sebagai berikut: sebagai tempat tinggal, sebagai tempat latihan kesenian "Langen Siswo" dan juga sebagai tempat diskusi politik. Pada September 1926, Gedung Kramat 106 ini dijadikan kantor PPPI dan kantor redaksi majalah PPPI, Indonesia Raja. Tahun 1927 gedung ini berubah nama menjadi Indone...
Tari Lenggang Nyai adalah salah satu kesenian tari masyarakat Betawi di Jakarta. Nama Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata "lenggang" yang berarti melengak-lengok, sedangkan "nyai" diambil dari nama tokoh yang menginspirasi tarian ini. Tarian ini terinspirasi dari kisah hidup Nyai Dasimah. Konon, Nyai Dasimah merupakan wanita cantik dari Betawi yang berada dalam kebingungan dalam memilih pasangan hidupnya. Pada saat itu, ia dihadapkan pada dua laki-laki yang berbeda kebangsaan. Salah satunya merupakan pria Belanda, sedangkan yang lainnya merupakan pria Indonesia. Setelah pemikiran panjang, akhirnya Dasimah memilih untuk menikah bersama pria Belanda. Setelah menikah, kehidupan Dasimah pun berubah. Adanya aturan-aturan yang dibuat suaminya membuat Nyai Dasimah merasa terkekang. Karena merasa hak-haknya sebagai wanita telah dirampas, Dasimah memutuskan untuk memberontak dan memperjuangkan kebebasannya. Gerakan tari Lenggang Nyai menggambarkan karakter seorang Nyai Dasi...
UANG PANAI' Oleh: Ahmad Kemal Maulana Uang panai' atau biasa disebut "uang belanja" adalah uang yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita. Uang panai' adalah tradisi Bugis-Makassar. Uang panai' juga berlaku sebagai uang mahar pada zaman dahulu. Uang panai' merupakan tanda penghargaan untuk meminang gadis keturunan Bugis-Makassar. Saat ini, masih banyak ditemukan budaya uang panai' ini karena bersifat wajib bagi pria mana saja jika ingin meminang gadis keturunan Bugis-Makassar. Tujuannya adalah agar calon mempelai pria sudah menyiapkan pekerajaan terlebih dahulu sebelum menikah agar bisa menafkahi keluarganya nanti. Sekarang, uang panai' minimal sekitar Rp50 juta. Tetapi, ada juga yang bisa menyentuh angka milyaran. Itu pun bisa saja belum termasuk mahar yang biasa disebut jika ingin akad nikah. Belum lagi erang-erang (seserahan). Kalau orang yang memiliki banyak uang, biasanya ada mobil, rumah, dan seperangkat...
Monumen Pahlawan Revolusi atau sering dikenal dengan Monumen Lubang Buaya merupakan monumen bersejarah yang didirikan oleh Presiden RI ke-2, Soeharto, yang berlokasi di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Monumen ini merupakan bukti nyata perjuangan para Pahlawan Revolusi untuk mempertahankan pancasila dan menolak paham komunisme di Indonesia. Keenam pahlawan tersebut adalah Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI D.I. Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Selain itu, Jenderal TNI A.H. Nasution juga merupakan salah satu target tetapi Beliau selamat dari pembunuhan tersebut dan yang menjadi korban adalah putrinya (Ade Irma Nasution) serta ajudannya (Pierre Tendean). Monumen yang berluaskan 14,6 hektare ini dulunya merupakan kebun kosong. Di kebun tersebut terdapat sumur yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Selain sumur, terdapat juga Rumah Penyiksaan dan...
Patung Pahlawan atau Tugu Tani Patung Pahlawan atau yang dikenal dengan Tugu Tani mempunyai warna hitam pekat dengan figur wanita yang mengenakan kebaya memberikan perbekalan kepada figur pria yang berdiri tegap menggunakan caping dan memegang senjata berlaras panjang lengkap dengan belati. Tetapi Patung Pahlawan ini mempunyai sejarah yang banyak tidak diketahui oleh orang-orang yang sering melewatinya, padahal daerah Patung Pahlawan adalah salah satu daerah yang selalu menjadi titik kemacetan setiap jam pulang kerja maupun saat jam pergi kerja. Sejarah pembuatan patung pahlawan dimulai saat Ir. Soekarno mengunjungi Uni Soviet pada Mei 1959. Presiden Ir. Soekarno berkunjung ke Uni Soviet untuk bertemu dengan Pemimpin Uni Soviet yaitu Nikita Kruschev. Pada saat berjalan-jalan Ir.Soekarno melihat patung patung bertema komunis yang tersebar di seluruh penjuru kota dan ia menyukainya. Oleh karena itu, ia bertemu dengan Matvey Manizer (Ketua USSR Academy for Arts) dan Ossip Man...
Passer Baroe Jakarta, atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan Pasar Baru Jakarta , merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dari masa kolonial Belanda. Kawasan yang terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat ini terkenal sebagai wisata berbelanja multikultural yang telah diakui secara internasional menurut SK Gubernur No. 3048 Tahun 2000. Hal ini dikarenakan banyaknya pengaruh kebudayaan yang diimplementasikan dalam pembangunan kawasan Pasar Baru pada abad ke-18 oleh Belanda. Kebudayaan yang berperan berasal dari India, Tionghoa, Belanda, dan Indonesia. Toko dan barang yang dapat dijumpai di Pasar Baru sangat beragam, dari peralatan makan, alat elektronik, makanan, pakaian hingga tekstil. Dulu Pasar Baru terkenal karena mayoritas pedagangnya adalah masyarakat India yang kemudian menetap di Indonesia untuk menjual kain (seperti Toko Bombay). Selain pedagang India, Pasar Baru juga terkenal dengan toko-toko Tionghoa. Bahkan di dalam kawasan Pasar Baru terdapat Kelenteng...