Ritual
Ritual
Pernikahan DKI Jakarta Bugis-Makassar
Uang Panai'
- 5 Agustus 2018

UANG PANAI'

Oleh: Ahmad Kemal Maulana

Uang panai' atau biasa disebut "uang belanja" adalah uang yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita. Uang panai' adalah tradisi Bugis-Makassar. Uang panai' juga berlaku sebagai uang mahar pada zaman dahulu. Uang panai' merupakan tanda penghargaan untuk meminang gadis keturunan Bugis-Makassar. Saat ini, masih banyak ditemukan budaya uang panai' ini karena bersifat wajib bagi pria mana saja jika ingin meminang gadis keturunan Bugis-Makassar. Tujuannya adalah agar calon mempelai pria sudah menyiapkan pekerajaan terlebih dahulu sebelum menikah agar bisa menafkahi keluarganya nanti.

Sekarang, uang panai' minimal sekitar Rp50 juta. Tetapi, ada juga yang bisa menyentuh angka milyaran. Itu pun bisa saja belum termasuk mahar yang biasa disebut jika ingin akad nikah. Belum lagi erang-erang (seserahan). Kalau orang yang memiliki banyak uang, biasanya ada mobil, rumah, dan seperangkat perhiasan emas.

Banyak hal yang bisa memengaruhi harga uang panai'. Contohnya adalah pendidikan dan status haji. Jika gadis yang akan dipinang adalah lulusan S1, maka uang panai' akan lebih mahal dibanding gadis yang lulusan SMA. Begitu juga jika gadis yang akan dipinang sudah haji, maka uang panai' akan lebih mahal dibanding gadis yang belum. Tidak kalah penting adalah keturunan. Jika gadis yang akan dipinang adalah gadis keturunan bangsawan, maka tidak salah lagi uang panai' akan jauh lebih mahal daripada biasanya.

Semua itu biasanya ditentukan oleh orang tua calon mempelai wanita dan juga para sesepuh keluarga. Namun, biasanya semuanya tergantung dari orang tua calon mempelai wanita. Tidak semua orang tua gadis mewajibkan uang panai' untuk anaknya. Contohnya, dalam beberapa kasus ada yang hanya mengedapankan agama dari calon mempelai pria. Jika baik, maka cukup.

Pada dasarnya, gadis Bugis-Makassar memang mahal karena mereka masih menjunjung tinggi harga diri dan siriSiri adalah malu, jadi ada istilah Bugis-Makassar, siri na pacce, artinya budaya malu serta tanggung jawab yang tinggi.

Sumber gambar: http://lintasterkini.com/24/03/2018/gadis-makassar-dilamar-pria-asal-london-uang-panai-rp251-juta.html

#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Jamu Jawa: Warisan Mataram, Ikon Mbok Jamu, dan Pengakuan UNESCO
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Jamu Jawa: Warisan Mataram, Ikon Mbok Jamu, dan Pengakuan UNESCO Identitas dan Asal-Usul Jamu tradisional Jawa merupakan warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai kesehatan dan filosofi kehidupan, dipraktikkan secara turun-temurun sejak era Kerajaan Mataram [S1, S3, S4, S5]. Pengobatan alami ini telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa selama berabad-abad [C2]. Pengakuan UNESCO terhadap budaya kesehatan jamu sebagai "Warisan Budaya Takbenda" pada Desember 2023 menegaskan pentingnya kearifan lokal ini [C3]. Jamu tidak hanya sekadar minuman herbal, melainkan simbol kebijaksanaan lokal yang mengutamakan alam sebagai sumber penyembuhan [C12]. Tradisi herbal ini masih bertahan di pedesaan, di mana masyarakatnya terus menjaga kesehatan melalui obat herbal alami warisan leluhur [S2, C6]. Ramuan yang dikenal sejak zaman nenek moyang ini terbukti memberikan manfaat kesehatan yang diakui ilmu pengetahuan, bukan hanya menyembuhkan gejala tetapi juga memperbaiki fun...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Gamelan: Lebih Tua dari Hindu-Buddha?
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Gamelan: Lebih Tua dari Hindu-Buddha? Identitas dan Asal-Usul Gamelan adalah ansambel musik tradisional yang menjadi ciri khas Indonesia, khususnya Pulau Jawa [S1]. Ansambel ini umumnya menampilkan instrumen metalofon, gendang, dan gong [S3]. Gamelan bukan sekadar kumpulan bunyi, melainkan warisan budaya Nusantara yang kaya, kompleks, dan berpengaruh, serta menjadi simbol kebudayaan yang sarat makna dan nilai spiritual [S5, S4]. Alat musik ini telah menjadi identitas bangsa Indonesia dan dikenal luas di seluruh dunia, bahkan telah dipentaskan secara internasional oleh generasi muda [C10, C7, C9]. Sejarah gamelan di Jawa diperkirakan telah ada jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha [C4]. Beberapa pakar sejarah menduga bahwa gamelan berasal dari kebudayaan asli masyarakat Jawa yang berkembang pada masa prasejarah, sekitar 4000 tahun lalu [C5]. Namun, sumber lain mengaitkan sejarah gamelan di Jawa dengan dominasi budaya Hindu-Buddha di tanah Jawa pada masa lampau [S2, C8]. Ter...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tongkonan: Lebih dari Sekadar Atap Perahu dan Tanduk Kerbau?
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Tongkonan: Lebih dari Sekadar Atap Perahu dan Tanduk Kerbau? Identitas dan Lokasi Rumah Adat Tongkonan merupakan arsitektur khas yang berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan [S1]. Bangunan ini mencerminkan kekayaan budaya suku Toraja [S4]. Tongkonan memiliki bentuk rumah panggung persegi panjang dengan atap yang menyerupai perahu dan menggunakan buritan [S2], [S5]. Atap ini juga sering disamakan dengan tanduk kerbau [S2], [S5]. Pembangunan Tongkonan melibatkan partisipasi seluruh anggota komunitas, sekecil apapun peran mereka [S3]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap secara spesifik mengenai sejarah perkembangan arsitektur Tongkonan atau jenis-jenisnya berdasarkan fungsi [C1], [C5]. Namun, disebutkan bahwa posisi bangunan didasarkan pada arah mata angin [C3]. Bentuk dan Struktur Rumah Adat Tongkonan memiliki bentuk dasar panggung persegi panjang [C6]. Ciri khas utamanya terletak pada atapnya yang menyerupai perahu dengan bagian buritan yang menonjol [C6]. Bentuk atap ini...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kolintang Minahasa: Kayu Berbunyi dari Utara Sulawesi
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Utara

Kolintang Minahasa: Kayu Berbunyi dari Utara Sulawesi Identitas dan Asal-Usul Kolintang adalah alat musik tradisional yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Alat musik ini termasuk dalam kategori idiofon, yang berarti bunyinya dihasilkan dari getaran bahan itu sendiri, dalam hal ini, bilah-bilah kayu yang disusun berderet dan dipasang di atas sebuah bak kayu [S1][S3]. Sejarah kolintang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Minahasa, di mana alat musik ini telah ada selama ratusan tahun dan terus dimainkan dalam berbagai acara, baik tradisional maupun modern [S2][S5]. Kolintang biasanya dimainkan dalam ansambel, yang menciptakan harmoni yang kaya dan beragam [C4]. Alat musik ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga digunakan untuk mengiringi upacara adat, tari, dan menyanyi, sehingga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Minahasa [C5][C8]. Keunikan kolintang terletak pada kemampuannya menghasilkan nada-nada tinggi dan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi...
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi... Lead Kisah Di sebuah kampung di Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya bernama Mbok Srini [C5]. Ia memiliki seorang putri cantik, baik hati, cerdas, dan pemberani bernama Timun Mas [C1]. Kecerdasan dan kebaikan hati Timun Mas membuatnya sangat disayangi oleh ibunya [C2]. Namun, kebahagiaan mereka terusik ketika sesosok raksasa jahat muncul dengan niat mengerikan: menyantap Timun Mas [C3]. Berkat keberanian luar biasa yang dimilikinya, Timun Mas bersama ibunya berhasil menghadapi dan melumpuhkan raksasa tersebut [C4]. Legenda Timun Mas adalah salah satu cerita rakyat yang kaya akan nilai-nilai kehidupan [S2, S3, S4]. Cerita ini, yang berasal dari Jawa Tengah, mengisahkan perjuangan seorang gadis muda melawan ancaman yang datang [S1]. Keberanian Timun Mas dalam menghadapi raksasa jahat bukan sekadar kisah fiksi, melainkan cerminan dari kekuatan yang dapat dimiliki oleh setiap individu ketika dihadapkan pada kesulitan [C4]....

avatar
Kianasarayu