Lakuer atau leker adalah Kerajinan khas Palembang dalam bentuk alat-alat rumah tangga mulai dari meja, kursi, lemari sampai hiasan dinding. Lakuer adalah kerajinan yg berbahan dasar kayu dan getah sebagai pelapis benda tersebut. Getah yg dipakai pada kerajinan lakuer adalah getah/damar yg dihasilkan oleh sejenis serangga ( Laccifer lacca ).Di Sumatra Selatan pohon tumbuhan tempat bertenggernya serangga ini dikenal dengan nama pohon kemalo. Orang-orang Palembang menyebut Mebel ini Rek atau Lakuer, karena warnanya yang kuning berkilau. Warna-warna Lakuer seperti ini akibat dari pengaruh budaya Tionghoa pada zaman dahulu. Mabel Lakuer menggunakan 3 Warna yang berbeda, yaitu Merah, Hitam dan Emas. Warna Hitam digunakan sebagai warna dasar pada mebel. Warna merah dan emas menjadi warna hiasan. Biasanya, hiasan Lakuer berupa gambar sulur tanaman. Tekadang, warna Merah juga digunakan sebagai warna dasar mebel, malah warna hitam yang dijadikan untuk menggambar garis luar hiasan...
Di Desa Muara Emil, Kec. Tanjung Agung, Kab. Muara Enim, terdapat sebuah air terjun yang dinamakan air terjun Napal Carik, karena suara airnya becarik (bergemericik) dan jatuhnya ke napal (tanah keras menyerupai batu). Di Sungai Emil memang terdapat air terjun, sebab banyak curug yang menyerupai air terjun kecil. Tetapi yang sering dikunjungi dan dikenal oleh wisatawan adalah tempat pemandian dan bersembunyi Putri Dayang Rindu. Berdasarkan cerita para puyang (pendahulu) salah seorang Sultan Palembang meminta kepada seluruh masyarakat desa terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari Sembilan untuk mengumpulkan telur. Telur akan digunakan sebagai perekat pembangunan benteng pertahanan dari serangan penjajah. Dalam perjalanan pengumpulan telur, sultan melihat banyak gadis-gadis desa yang cantik. Ia pun berniat mempersunting salah satunya sebagai istri. Ia pun memerintahkan prajurit dan hulubalangnya untuk mengumpulkan para gadis. Na...
Palembang adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal akan kebudayaannya. Salah satu makanan yang sangat terkenal dan ikonik dari Palembang adalah pempek. Pempek adalah makanan olahan yang berbahan dasar ikan dan tepung. Ada berbagai macam jenis pempek dari Palembang, antara lain : pempek bulat, pempek lenjer, pempek panggang, pempek kapal selam, pempek kulit, model, tekwan, otak-otak, dan lain sebagainya. Kali ini saya akan menjelaskan cara membuat salah satu dari sekian banyak pempek yaitu model. Model adalah pempek yang berisi tahu dan disajikan dengan kuah seperti tekwan. Berikut langkah-langkah membuat model. Bahan-bahan : Bahan model : 500 gram ikan cincang (biasanya ikan gabus atau tenggiri) 300 gram tepung sagu 200 ml air 1 butir telur Tahu putih Garam Gula Bawang putih Bahan kuah : 200 gram udang segar (dicincang atau ditumbuk) Jamur kuping merah Bengkoang (dipotong...
Tadut merupakan salah satu seni pertunjukkan tradisional rakyat Sumatera Selatan. Seni tradisional ini merupakan warisan dari suku Besemah yang saat itu berada di wilayah Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang, sebagian Provinsi Bengkulu hingga Provinsi Lampung. Tadut ini merupakan seni tutur membaca syair berulang-ulang bersama alunan petikkan gitar. Pada zaman dahulu tadut digunakan untuk menyebarkan ajaran islam kepada masyarakat Suku Besemah. Lewat tadut, ajaran islam lebih mudah diterima oleh masyarakat dahulu. Hal ini dikarenakan pada zaman dahulu masyarakat Besemah tidak bisa membaca maupun menulis. Berikut merupakan salah satu contoh potongan syair tadut yang dikutup dalam buku Sejarah Besemah: Lampik Empat Mardike Due (Bedur,2007). "Malam ini malam jemahat kah masuk malam sabtu Perintas Nabi Muhammad ngajung semayang lime waktu Malam ini malam sabtu kah masuk malam Ahad Semayang lime waktu jangan benagh berbuat jahat" Dal...
Lenggang goreng merupakan salah satu makanan khas dari Sumatera Selatan, lebih tepatnya dari Kota Palembang. Seperti makanan khas palembang lainnya, lenggang goreng juga berbahan dasar tepung terigu dan ikan yang telah dihaluskan. Sehingga makanan satu ini sering juga dikategorikan sebagai pempek. Namun, rasa dan bentuknya jauh berbeda dari pempek biasanya. Lenggang sendiri dibedakan menjadi dua; lenggang goreng dan lenggang bakar. Keduanya memiliki bahan yang sama, hanya cara pembuatannya saja yang berbeda. Artikel kali ini akan lebih fokus membahas lenggang goreng. Lenggang goreng memiliki hampir bulat yang datar, dengan ketebalan sekitar 2 hingga 3 cm. Sekilas makanan ini terlihat seperti telur dadar atau pun martabak biasa. Namun, ketika melihat isi adonan di dalamnya, akan terlihat jauh perbedaannya. Tidak seperti telur dadar pada umumnya, lenggang goreng menggunakan telur bebek sebagai bahannya. Hal ini membuat adonannya terlihat lebih kemerahan dan lebih bercita rasa....
 Pulau Kemaro adalah salah satu tempat bersejarah yang berada sekitar 40 km dari Kota Palembang. Pulau Kemaro ini adalah tempat rekreasi yang merupakan delta di Sungai Musi. Selain menjadi tempat wisata umum, Pulau Kemaro juga merupakan tempat wisata religi bagi umat Buddha untuk berziarah dan berdoa ke makam yang ada di kuil buddha yang terdapat disana. Masyarakat keturunan Tiong Hoa juga kerap melakukan tradisi Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek. Kunjungan ke tempat ini ditempuh melalui jalur laut, yaitu menggunakan speedboat.  Di tempat ini pula, terdapat makam putri Palembang. Kemudian, daya tarik utamanya terletak pada Pagoda 9 lantai yang berdiri di tengah-tengah Pulau Kemaro yang baru dibangun pada tahun 2006. Bangunan tua disana adalah Klenteng Hok Tjing Rio atau yang lebih dikenal, Klenteng Kuan Im yang dibangun sejak tahun 1962.  Pulau Kemaro menyimpan cerita sejarah yang diyakini sejak dulu oleh masyarakat Kota Palembang mengen...
 Pulau Kemaro adalah salah satu tempat bersejarah yang berada sekitar 40 km dari Kota Palembang. Pulau Kemaro ini adalah tempat rekreasi yang merupakan delta di Sungai Musi. Selain menjadi tempat wisata umum, Pulau Kemaro juga merupakan tempat wisata religi bagi umat Buddha untuk berziarah dan berdoa ke makam yang ada di kuil buddha yang terdapat disana. Masyarakat keturunan Tiong Hoa juga kerap melakukan tradisi Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek. Kunjungan ke tempat ini ditempuh melalui jalur laut, yaitu menggunakan speedboat.  Di tempat ini pula, terdapat makam putri Palembang. Kemudian, daya tarik utamanya terletak pada Pagoda 9 lantai yang berdiri di tengah-tengah Pulau Kemaro yang baru dibangun pada tahun 2006. Bangunan tua disana adalah Klenteng Hok Tjing Rio atau yang lebih dikenal, Klenteng Kuan Im yang dibangun sejak tahun 1962.  Pulau Kemaro menyimpan cerita sejarah yang diyakini sejak dulu oleh masyarakat Kota Palembang mengen...
MIDANG Midang merupakan sebuah adat istiadat dari Kayuagung, OKI dimana putra-putri daerah melakukan arak-arakan menggunakan 14 macam pakaian adat OKI dan berjalan kaki sekitar 5-6 km. Kemudian, barisan pengantin remaja ini menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu ketek. Hal ini memberikan gambaran betapa mulianya ritual perkawinan yang merupakan pertanda berakhirnya masa bujang ( muanai ) dan gadis ( mouli ). Dalam ritual itu digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status. Ritual ini juga biasanya diadakan dengan adanya festival bidar (lomba perahu dayung) dan berbagai acara lain yang menarik untuk disaksikan. Secara umum ada dua jenis midang, yakni midang pernikahan dan midang morge siwe. Midang pernika...
Sejarah Perahu Bidar Palembang Kelahiran perahu bidar tidak terlepas dari kondisi dan situasi kota Palembang, yang dikelilingi banyak sungai beserta anaknya. Data terakhir, anak sungai yang dulunya berjumlah 108, kini tinggal 60 anak sungai. Dahulu, untuk menjaga keamanan wilayah,diperlukan sebuah perahu yang larinya cepat. Kesultanan Palembang lalu membentuk patroli sungai dengan menggunakan perahu. Ketika itu perahu berpatroli itu disebut perahu pancalang , berasal dari pancal dan lang/ilang. Pancal berarti lepas, landas dan lang/ilang berarti menghilang. Singkatnya pancalang berarti perahu yang cepat menghilang. Perahu ini dikayuh 8-30 orang, bermuatan sampai 50 orang. Memiliki panjang 10 sampai 20 meter dan lebar 1,5 sampai 3 meter. Karena bermuatan banyak orang, Pancalang juga digunakan sebagai alat angkutan transportasi sungai. Raja-raja dan pangeran kerap pula menggunakan pancalang untuk plesiran. Gambaran bentuk pancalang diungka...