Dendeng khas gunung Seulawah merupakan daging rusa yang dikeringkan. Makanan khas yang ini Aceh bgt, bumbu olahan rempahan Nangroe. Saat proses pengeringan, daging dicampur dengan olahan rempah-rempah dan bumbu tradisional lainnya. "Dominannya ketumbar dan sedikit gula," ujar Mirna. Dendeng ini memiliki citarasa khas manis dengan taburan ketumbar kasar di bagian daging. Dendeng dinikmati dengan cara digoreng atau diolah menjadi menu masakan seperti dendeng balado, dendeng sambal ijo dan lainnya Setelah diaduk rata, daging rusa dijemur di bawah sinar matahari. Jika matahari terik, dendeng bisa kering dan siap dikemas dalam tempo 3 hari, tapi jika musim hujan, dendeng kering lebih lama. “Ini dendeng hanya cocok dikeringkan di bawah sinar matahari, tidak bisa dioven, karena bisa meninggalkan bau asa. makanan ringan/cemilan ini dengan harga Rp 100.000 dari toko online RM Khas Aceh Rayeuk, Banda Aceh. sumb...
Berbicara masalah kuliner Aceh, pasti Anda akan membayang mie Aceh. Ya, mie Aceh memang sangat terkenal sampai tersohor ke penjuru dunia. Namun, kuliner mie tidak hanya mie Aceh saja. Di Kabupaten Pidie, ada mie yang sangat terkenal kelezatannya, namanya Mie Caluek. Bagi masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie, Mie Caluek menjadi menu favorit. Nama yang sangat unik, namun soal rasa pasti tak kalah dengan Mie Aceh. Jika Anda melihat penampakannya, dipastikan Anda akan teringat satu makanan khas Eropa yaitu Spaghetti. Banyak yang bilang Mie Caluk ini sebagai spaghettinya Aceh, ini mungkin karena ukuran mienya yang terbilang cukup besar seperti spaghetti. Harganya yang sangat murah, dan rasanya yang enak menjadikan Mie Caluk ini menjadi makanan kesukaan banyak kalangan. Dikatakan Mie Caluk dikarenakan cara penjual meletakkan mie ke piring pelanggan. Yaitu dengan cara mengambil mie tersebut dengan menggunakan sendok dan supaya mienya tidak jatuh, penjual menjepitnya lagi d...
Pernahkah Anda melihat kue di atas? Kue tersebut adalah apam atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan serabi. Kue gurih yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan ini hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu oleh masyarakat Aceh. Salah satunya adalah pada bulan Ra’jab sehingga bulan Ra’jab juga dikenal dengan buleun Apam dalam Almanak Aceh. Suara jingki terdengar jelas di telinga saat saya menelpon mamak di Tangse. Tuk. Tuk.Tuk. Di balik suara mamak dan jingki, juga terdengar riuh suara milik perempuan yang tidak asing lagi bagi saya, ada Po Chen, Po Saba, Po Rasyidah, dan juga Kak Na. Mereka adalah tetangga merangkap teman-teman ngerumpi mamak di kampung kami, Pulo Mesjid II, Tangse, Pidie. “ Kamoe teungoh top teupong. Singoh na khanduri apam (Kami sedang menumbuk tepung. Besok rencananya mau kenduri apam ),” ucap mamak lewat telepon. “ Apam ???” spo...
KUE satu ini dikenal dengan nama Adee Ie Leubeue atau sering juga disebut Adee Kembang Tanjung. Itulah salah satu penganan terkenal di daerah pesisir Kabupaten Pidie. Karena itu, belum lengkap rasanya mengunjungi Kabupaten Pidie apabila belum mencicipi kue adee ini. Rasanya legit, manis dan maknyus. Biasanya adee dijual dalam kap berisi sepuluh gulungan adee. Kue ini merupakan hasil racikan tangan kaum perempuan di Kembang Tanjung dan merupakan kue yang paling diburu selama bulan puasa dan saat lebaran nanti. Adee ini terbuat dari tepung beras putih, telur, dan gula pasir. Berbentuk pipih, berwarna kuning. Ada yang digulung dan ada pula dijual tanpa digulung, melebar seperti halnya kue talam. “Kue adee ini bisa tahan dari sore sampai sahur,” kata Intan, seorang pedagang adee kepada Serambi.Menurut pengakuan Nanda, pembuat kue adee asal Gampong Ara Blang Gapu, selama bulan puasa ini dirinya mempersiapkan sebanyak 60 kap adee per hari. Per kap berisi 10 adee yang digulung...
Jika Mesir dikenal sebagai negeri seribu masjid, maka Provinsi Aceh dikenal dengan nama negeri seribu warung kopi. Sebutan ini tak lain karena kegemaran warga setempat meminum kopi. Bahkan di daerah Gayo, dataran tinggi di Aceh yang menjadi penghasil kopi terbaik, aktivitas pagi hari ‘wajib’ diawali dengan menenggak segelas kopi. Selain kebiasaan rutin, minum kopi bagi warga Aceh ternyata juga dianggap sebagai penambah stamina 'pria' alias obat kuat. Kopi yang dianggap bisa menambah stamina pria ini punya nama khusus, yakni 'poding'. Poding sejatinya adalah kopi campur telur. Kopi telur kocok ini mudah didapati di kedai-kedai kopi yang tersebar di Aceh. Namun, di Kabupaten Pidie, ada kedai kopi yang biasa dikunjungi para penikmat kopi telur kocok. Kedai tersebut dikenal dengan nama Warung Kopi Boh Manok Lameue. Lokasinya berada di Desa Lameue, Kecamatan Sakti, Pidie. Kedai ini sangat ramai dikunjungi para pria yang ingin menambah staminany...
Makanan spesial unik dari simeulue terbuat dari sagu dinamakan Tabbaha longon ada juga namanya tabbaha loyang yang biasanya dijadikan santapan ringan saat menikmati secangkir minuman kopi atau teh manis disiang hari,tabbaha sendiri di olah dengan menggunakan bahan dari sagu yang telah di keringkan kemudiaan di campur dengan kelapa ada juga yang di aduk dengan pisang yang dimasak dengan cara di gonseng enaknya makan yang unik tabbaha akan terasa di ujung lidah rasa pisangnya lebih dari itu walaupun sedikit kita makan tabbahanya akan membuat anda terasa berat dan kenyang pada tahun 1945 di masa penjajahan belanda masyarakat simeulue bertahan hidup dengan memanfaatkan makanan pokok dari sagu sebab di masa penjajahan belanda dulu warga simeulue tidak sempat untuk bertani menanam padi di pulau terpencil yang termasuk aceh penduduk memanfaatkan ubi kayu rebus dan makanan tabbaha dari sagu untuk kelangsungan hidup hingga sampai sekarang masih di jadikan makanan pokok sebagai solusi a...
Ie Bu Peudah (baca: i-bu-pedah), makanan takjil Ramadhan jenis bubur rempah nasi pedas dari beras khas Aceh yang dimasak dalam sebuah kuali besar yang dibuat permanen di atas tungku yang dicor semen. Usai mencuci beras dan mencampurinya dengan bumbu, lalu dituangkan dalam kuali. Lalu mengaduknya terus-menerus, sambil menjaga nyala api. Menu yang hanya di masak di bulan Ramadhan itu unik, karena diolah dari 44 macam jenis tanaman dan dedaunan hutan. Misalnya, lada,kunyit, lengkuas, bawang putih, kelapa parut, daun cengkeh dan biji cengkeh, daun sitahe, daun seumalu bate, daun sukun, daun pandan dan aneka lainnya. Tongkat pengaduknya adalah batang rebung kala,yang punya dapat meninggalkan aroma tersendiri di dalam makanan. Penggunaan aneka rempah membuat rasa takjil itu pedas, oleh karenanya disebut Ie Buu Peudah. Rasa dan tradisi itu diyakini masyarakat Daerah Istimewa Aceh dapat membuat badan segar sepanjang hari di bulan suci Ramadhan. Selain itu, Ie Bu Peudah juga dinilai baik unt...
"Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan mati syahid." Itulah kalimat yang diucapkan oleh Teuku Umar, pahlawan nasional asli Aceh sebelum memimpin penyerangan terhadap Belanda. Sayang, sebelum sempat menyerang, suami Cut Nyak Dien ini sudah lebih dahulu dibunuh Belanda. Kata-kata Teuku Umar ini menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh sudah sejak lama mengenal kopi. Selain karena kualitas kopinya yang sudah mendunia, Aceh juga memiliki Kupi Khop, suatu cara minum kopi yang unik. Lazimnya, minum kopi dilakukan dengan menyeruput dari bibir cangkir atau gelas. Namun di Aceh Barat, tepatnya di Meulaboh kopi disajikan dengan gelas terbalik di atas sebuah piring kecil. Asal-usul Kupi Khop Cara penyajian kopi semacam ini dikenal dengan sebutan Kupi Khop alias Kopi Tertelungkup. Konon, gelas kopi yang dibalik terinspirasi dari topi Teuku Umar. Kupi Khop banyak dijumpai di pesisir Aceh Barat, identik sebagai minuman di kalangan pelaut. Kopi sengaja disajikan terbal...
Eungkot Keumamah ini adalah salah satu dari sekian banyak masakan khas Aceh. Masakan ini sudah ada dari jaman dulu. Bahkan makanan ini andalan para pahlawan Aceh pada saat perang melawan kafir Belanda. Fungsi masakan ini sendiri hampir sama dengan rendang—makanan yang awet dan tidak mudah basi. Semakin dipanaskan/dihangatkan semakin enak. Disebut ikan kayu karena tekstur ikan ini keras akibat dari proses pengeringan di terik matahari dan melalui pengasapan. Hal ini dimaksudkan agar ikan lebih awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Setelah dijemur dan dipotong sepanjang pergelangan tangan, lalu dilanjuti dengan proses pelumuran tepung dan sekikit kapur. Secara umum, sejarah masakan Aceh berkembang pada saat zaman hindu yang dibawa oleh orang India yang secara lokasi dekat dengan Aceh. Masakan Aceh sendiri pun sangat mirip dengan masakan India. Hal ini didukung pula karena ketersediaan rempah-rempah di daerah setempat yang mewarnai...