Buku
1.565 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kerak Telor, Makanan Khas Daerah Jakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Kerak telor merupakan makanan khas daerah Betawi, suku asli Jakarta. Kerak telor merupakan makanan sejenis omelet yang cara pembuatannya dengan membalik wajan yang posisi keraknya berhadapan langsung dengan sumber panas dari arang. Hal itu yang mendasari pemberian nama kerak telor, karena adonan yang diratakan di lapisan kerak wajan. Bahan dasar kerak telor terbuat dari beras ketan dan telur yang kemudian disajikan bersama serundeng juga topping lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan di lingkungan Kota Tua pada tanggal 29 April 2023 dan melakukan wawancara langsung dengan penjual kerak telor, Abah Ucup mengatakan kerak telor sudah ada sejak masa kolonial. Kerak telor hadir dari ketidaksengajaan masyarakat yang mencoba mengolah kelapa yang banyak berkembang di daerah Sunda Kelapa, Batavia. Berawal dari ketidaksengajaan untuk memanfaatkan kelapa yang berlebihan di daerah itu justru menciptakan bentuk makanan khas yang bisa dinikmati siapa saja. Cita rasa kerak telo...

avatar
Haha_azharani_21
Gambar Entri
WATU MPOGA'A (Watumpogaa, Vatumpogaa)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tengah

WATU MPOGA'A (Watumpogaa, Vatumpogaa) Pada tahun 1800an, tokoh Hindia Belanda, Adriani dan Kruyt dalam buku mereka yang berjudul De Bare'e-sprekende Toradja's van Midden-Celebes menyebutkan suku Bare'e (Bare'e-Stammen) Sebagai Suku Asli pemilik wilayah Grup Poso-Tojo, Toraja Poso-Tojo, atau Toraja Timur (Toradja Bare'e) dengan Bahasa Bare'e (Bare'e-Sprekende) sebagai bahasa asli di wilayah tersebut. Pamona berasal dari Nama suatu Desa yaitu Desa Pamona (Dorp Pamona), dan setelah terjadi Peristiwa Watu Mpogaa (WatuMpogaa atau Vatu Mpogaa) penduduk Desa Pamona kemudian tinggal di wilayah Wotu, Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, dan kemudian di wilayah Wotu, Luwu Timur, orang-orang dari Desa Pamona tersebut menamakan Penduduk mereka dengan Nama To Lampu, To Lompoe, atau To Tawaelia. SEMUA PAMONA BERAGAMA KRISTEN DAN SUKU BARE'E BERAGAMA ISLAM DAN MOLAMOA (BERTUHAN PUEMPALABURU). Jadi Pamona bukan nama suku ataupun Bahasa tetapi hanya nama Desa, yaitu Desa Pamona (Dorp p...

avatar
IslamTerbanyakdiIndonesiaDapatApa
Gambar Entri
Filosofi Rumah Joglo: Keindahan yang Mendalam dalam Sejarah dan Kualitas Bangunan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Dalam dunia arsitektur, setiap bangunan memiliki cerita dan filosofi unik di balik desainnya. Salah satu contoh menarik adalah rumah joglo, sebuah bentuk rumah adat Jawa yang kaya akan sejarah dan makna. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang filosofi rumah joglo, menggali dari sejarah hingga karakteristik yang menggambarkan keunikan dari rumah tradisional yang indah ini. Sejarah dan Asal Usul Rumah Joglo Rumah joglo memiliki akar yang dalam dalam budaya Jawa, khususnya pada masa Kesultanan Mataram. Asal usulnya terkait erat dengan peninggalan arsitektur Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-17. Bangunan ini awalnya digunakan sebagai tempat tinggal para bangsawan, raja, dan keluarga kerajaan. Namun, seiring berjalannya waktu, rumah joglo mulai digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Rumah joglo memiliki ciri khas atap tinggi yang melengkung dengan hiasan ukiran yang indah. Atap ini tidak hanya menjadi pelindung dari hujan dan panas, tetapi juga memiliki m...

avatar
Cholid Kholidin
Gambar Entri
Menjembatani Ketidaktahuan - Benarkah Orang Hindu Menyembah Patung?
Ritual Ritual
Jawa Timur

Agama Hindu merupakan agama yang universal. Ibarat pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Artinya di mana pun agama Hindu tersebut akan selalu menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tradisi, dan budaya setempat. Hindu bukanlah agama yang kaku, karena sifatnya fleksibel. Pemujaan terhadap Tuhan dalam Hindu tak harus seragam, tak harus menggunakan mantra-mantra yang berbahasa Sansekerta, namun juga dengan bahasa lainnya yang penting niat dan ketulusan. Agama Hindu sangat menghargai seni, bahkan semua ritual dalam agama Hindu adalah seni dan akan sangat mustahil sebuah ritual tersebut terlaksana tanpa adanya seni. Patung adalah hasil imajinasi dari pikiran manusia dan lahir karena kekayaan, ketajaman, dan kejelian imajinasi. Selain itu untuk memahami sesuatu yang abstrak perlu dikonkritkan. Tuhan adalah sesuatu yang abstrak yang tak bisa digambarkan oleh siapapun di dunia ini. Dengan keterbatasan manusia sehingga dengan seni dibuatlah simbol atau media untuk memusat...

avatar
Dodik0707
Gambar Entri
Sayembara Resensi Enigma
Berita

ADA YANG BARU! Program #SayembaraEnigma tengah hadir bagi kalian pecinta buku sains dan budaya! Kami mengundang para book enthusiast yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam program #SayembaraEnigma dengan mengikuti langkah-langkah dan peraturan sebagai berikut. LATAR BELAKANG Tentang Enigma Menelaah, menelusuri, dan mendalami hakikat kepulauan nusantara merupakan serangkaian ikhtiar manusia Indonesia untuk mengenal jati dirinya lebih jauh. Keindahan dan kekayaan ragam budaya di kepulauan nusantara menyimpan enigma (teka-teki, kode-kode) yang melimpah. Hokky Situngkir, Bapak Kompleksitas Indonesia yang juga merupakan Presiden Bandung Fe Institute mencoba mengungkap kode-kode yang terkandung dalam beragam warisan nenek moyang nusantara dengan menggunakan geometri fraktal sebagai “pisau analisis” utama. Hokky menganalisa kode-kode yang terkandung dalam sistem pemerintahan kerajaan, arsitektur, lagu tradisional, kuliner, kalender, hingga batik. Dengan kode-kode ter...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Rambu Siporhas
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Naskah ini berisi petunjuk di dalam penggunaan rambu siporhas . Rambu Siporhas biasa digunakan untuk peramalan dalam konteks berperang, dan naskah ini merupakan salah satu koleksi dari Museum aan de Stroom di kota Antwerp, Belgia . Diduga, naskah ini diperoleh dari Hans Christoffel , dia yang membunuh Raja Si Singamangaraja XII . Wichelboek 'pustaha laklak' | AE.1922.0001.1007 | Toba-Batak [volk] | Sumatra [eiland] Verwervingsdatum : 1958 | Formaat : breedte: 22.8 cm | hoogte: 14 cm | diepte: 6.3 cm Het boek is gemaakt van een met rijstwater behandelde strook bast van de alimboom, in harmonika gevouwen tot 56 bladen. Met zwarte, in water onoplosbare kleurstof, werden rijen schrifttekens aangebracht, op enkele bladzijden ook half-mens-half-dier-figuren, naast magische motieven. Van alle Batak-groepen zijn de Toba veruit de meest talrijke ; op het schiereiland Samosir, in het Tobameer, hielden zij hun oorspronkelijke cultuur lange tijd ongeschonden. In het dagelijks leven sp...

avatar
Batakologi
Gambar Entri
Batu Parhundulan Tuan Manggala Bulan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Batu Parhundulan Tuan Manggala Bulan merupakan batu tempat duduk Tuan Manggala Bulan. Batu yang terletak di kawasan Rumahela, Situs Parhutaan Raja Isumbaon, di daerah Pusuk Buhit. Menurut sumber yang diperoleh pada saat Tim Survey Batakologi melakukan Ekspedisi ke Samosir, Pusuk Buhit dibagi menjadi dua daerah, yaitu daerah hasundutan (barat) yang didiami oleh Guru Tatea Bulan, dan daerah habinsaran (timur) yang didiami oleh Raja Isombaon, keduanya merupakan anak dari Si Raja Batak. Tuan Manggala Bulan adalah anak sulung dari Raja Isombaon. Kisahnya tidak tercatat di buku Tarombo Batak, sebab beliau tidak memiliki keturunan, dan diyakini Batu Parhundulan inilah tempat Tuan Manggala Bulan senang melihat Danau Toba dari atas Pusuk Buhit.

avatar
Batakologi
Gambar Entri
ASAL USUL DESA MERTANI KARANGGENENG LAMONGAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Asal-usul Desa Mertani dimulai dari keberadaan Joko Tingkir atau Mas Karebet atau Sultan Hadiwijaya yang menetap di Desa Pringgoboyo, Maduran, Lamongan. JOKO TINGKIR, MAS KAREBET, SULTAN HADIWIJAYA Joko Tingkir adalah salah satu legenda yang paling dikenal oleh masyarakat. Joko Tingkir memiliki nama asli Mas Karebet yang diambil ketika sang ayah Ki Kebo Kenongo sedang menggelar pertunjukan wayang beber dan dalangnya adalah Ki Ageng Tingkir. Namun suara wayang yang tertiup angin membuat suara "kemebret” membuat Joko Tingkir diberi nama "Mas Karebet”. Dilahirkan tahun 1549 dari pasangan Ki Kebo Kenongo dan Nyi Ageng Pengging. Joko Tingkir adalah pendiri sekaligus raja atau sultan pertama dari kesultanan atau Kerajaan Pajang dengan gelar Sultan Adiwijaya atau Sultan Hadiwijaya. Joko Tingkir adalah cucu Adipati Andayaningrat yang dikenal dengan nama Syarief Muhammad Kebungsuan. Joko Tingkir putra dari Ki Kebo Kenongo yang merupakan putra dari Ki Ageng Pengging Sepuh...

avatar
Edyprianto