Manisan adalah salah satu makanan yang sangat disukai oleh semua kalangan masyarakat di Nusantara. Rasa kenyal dan segar adalah ciri khas dari manisan ini, buah kolang kaling dijadikan sebagai pilihan. Ciri khas dari manisan kolang-kaling Betawi ini adalah cara membuat manisan kolang kaling yang dicampurkan dengan sirup rasa jeruk dan rasa cocopandan yang menyegarkan, biasanya buah kolang kaling ini gampang dicari dipasar-pasar tradisiaonal saat menjelang puasa, sebagai makanan pembuka diwaktu berbuka puasa. Kolang kaling sangat banyak manfaat bagi kesehatan karena memiliki kadar air sangat tinggi yang dapat membantu memperlancar kerja saluran pencernaan manusia serta bagus juga sebagai makanan diet. Bahan-bahan : Kolang kaling - 1 kg dicuci bersih lalu rendam dengan air kapur sirih sehari-semalam Gula pasir - 150 gram Daun pandan - 2 lembar Perasan jeruk lemon - 1 buah Vanili - 1 bungkus kecil Vla pandan - 1 sendok makan (secukupnya) Esen jeruk - 1 sendok makan (secukupnya) Esen pa...
Tape Uli merupakan satu dari sekian banyak panganan khas Betawi yang masih eksis. Pembuatan tape uli memiliki makna mendalam dalam budaya masyarakat Betawi, yaitu sebagai simbol kekeluargaan atau silaturahim yang terjalin antar keluarga. Mungkin tak banyak yang tahu, ternyata pembuatan tape uli mengandung sebuah arti. "Biasanya kaum pria yang menumbuk ketan, sedangkan para wanita kebagian tugas memasak atau membuat tape ulinya. Pembagian tugas itu ada maknanya, termasuk sebagai simbol kebersamaan bagi masyarakat Betawi". Bahan untuk membuat tape ketan khas Betawi: . 500gr beras jenis ketan bisa yg warna putih maupun warna hitam. . 10 gr ragi halus,jkgn lupa alat maupun tangan yg untuk mengahaluskan harus bersih dari garam dan kering. . Tempat yg kedap uadara untuk proses permentasi. . gula secukupnya . daun pisang untuk membungkus . tusuk gigi Proses pembuatan tape ketan khas Betawi: . Pertama cuci ketan hingga bersih lalu rendam hingga kurleb 2jam ,lalu angkat dan tiriskan. . kemud...
Bir Pletok atau juga biasa dikenal dengan sebutan "Bandrek" merupakan minuman khas dari Jakarta. Minuman ini merupakan hasil imitasi atau tiruan dari "wine" buatan masyarakat Barat. Menurut peneliti budaya Betawi, pada mula terbuatnya Bir Pletok yaitu banyak masyarakat Betawi yang sering menyaksikan pesta yang diselenggarakan oleh orang Belanda dan wine sebagai suguhan di pesta tersebut. Masyarakat Betawi merasa iri karena belum pernah mencoba wine, dikarenakan wine dilarang sebab dapat memabukkan dan ada larangan dalam ajaran Islam. Lalu masyarakat Betawi membuat Bir Pletok sebagai tandingan dari wine buatan Barat. Namun, Bir Pletok memiliki rasa berbeda dengan wine. Rasa manis, pedas jahe sebagai penghangat tubuh dan tidak ada kandungan alkohol yang memabukkan. Wine dan Bir Pletok serupa soal warna, sama-sama memiliki warna merah kecoklatan. Sebutan "Pletok" tersebut juga memiliki filosofi menurut masyarakat Betawi yaitu suara yang terdengar ketika membuka tutup botol bir. Oh iya...
Salah satu kue tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Betawi adalah kue kelinca. Penyajian kue kelinca biasanya dilakukan ketika hari raya lebaran. Hal tersebut merupakan salah satu tradisi turun temurun dikalangan masyarakat Betawi karena kue kelinca menjadi salah satu suguhan utama. Resep Kue Kelinca Bahan: 250gr Gula jawa 50gr gula plastic 1 gelas air Bumbu: 2 buku jari jahe ¾ butir kelapa ½ sdt jinten hitam 1 jari kayu manis 5 bunga pe’chak 1 jari kayu manis 5 bunga cengkeh 1 bunga pe’chak ½ butir biji pala 5 lembar daun pandan 2 sdm mentega vanili secukupnya garam secukupnya Cara membuat: Tepung beras disangrai sampai kuning Kelapa kupas, parut sangria, sampai kuning dan gilling sampai ¾ halus Gula jawa + gula pasir + air + jahe parut masak sampai larut saring dan kembali masak sampai &f...
Kue abug merupakan jajanan khas betawi. Biasanya kue abug disajikan pada perayaan pernikahan, khitanan maupun upacara adat lainnya. Kue ini banyak terdapat di kawasan Betawi pinggiran. Kue abug memiliki citarasa yang manis dan dapat dijadikan alternatif untuk bekal ketika berlibur. Kue abug cocok dikonsumsi selagi masih hangat. Berhubung kue abug tidak memakai bahan pengawet, maka kue ini hanya bisa bertahan hingga 3 hari apabila disimpan dalam kondisi baik. Resep Kue Abug Bahan: Tepung beras Kelapa muda parut Gula merah Daun Pisang Garam Cara pembuatan: Masukkan tepung beras, garam bersama kelapa muda parut lalu aduk sampai merata Siapkan daun pisang untuk membungkus Masukkan campuran tepung beras dan parutan kelapa Isi dengan gula merah yang sudah dihancurkan Jepit daun pisang dengan potongan lidi Kukus hingga matang Angkat dan sajikan RM/Toko yang Menyediakan:...
Sayur babanci adalah makanan khas warga Betawi yang biasa disajikan pada perayaan hari-hari besar keagamaan. Walaupun namanya sayur, namun masakan ini tidak menggunakan sayuran sebagai bahan utama dalam masakan ini. Masakan ini justru menggunakan daging sapi/ kerbau, isi kelapa muda dan buah petai/pete dengan kuah asam peda bersantan. Konon, nama babanci diambil dari “perilaku” sayur ini yang tidak jelas kejelasannya alias seperti banci. Masakan ini bisa di katakan sebagai perpaduaan rasa dari gulai, kare, dan soto betawi. Beberapa orang juga meyakini bahwa nama babanci diambil dari perpaduan antara babah dan enci yang disinyalir makanan ini dulunya dibuat oleh para peranakan Betawi-Tionhoa. Karena hanya dari golongan mandor (kaya) dan tuan tanah saja yang bisa menghadirkan makanan ini pada hari raya. Secara umum, Sayur Babanci atau ketupat babanci rasanya menyerupai masakan gulai yang sangat dominan di aroma dan rasa rempah yang kuat namun memiliki ciri kh...
Kuping Gajah merupakan salah satu kue tradisional asli Indonesia. Memiliki bentuk yang unik serta rasa yang manis, enak dan renyah. Bentuknya unik, tipis dan bermotif, memang sesuai dengan namanya, yaitu menyerupai kuping gajah.kue kecil berentuk bulat dengan lingkaran hitam-putih. Kue ini sangat melegenda di kalangan masyarakat Indonesia sebagai kudapan yang disuguhkan pada saat perayaan hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Makanan manis ini juga di gemari sebagai cemilan saat arisan atau kumpul-kumpul bersama keluarga maupun teman menonton TV atau membaca. Kue kuping gajah ini cocok untuk dikonsumsi semua usia, karena tidak mengandung bahan pengawet juga pemanis buatan. Kuping gajah sendiri ada dua motif yaitu hitam bergaris putih dan putih kekuningan bergaris putih. Selain bentuknya yang istimewa itu, kue kuping gajah ini memiliki aneka rasa, mulai dari rasa coklat, vanila hingga rasa mocca. Bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat kue ini adalah tepung terigu...
Kue talam ubi ini memiliki warna yang menarik yakni paduan putih di atas serta cokelat kekuningan di bagian bawahnya. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat kue ini digemari masyarakat pecinta kuliner. Inilah kue talam ubi, kudapan tradisional yang menjadi salah satu jajanan pasar. Kue khas Betawi ini memiliki beberapa macam jenis yang telah dikenal masyarakat seperti kue talam hijau, talam ubi, talam kentang dan juga talam ebi. Kue talam ubi terbuat dari bahan utama ubi jalar, tepung kanji, dan tepung beras. Untuk menambah nuansa rasa pada kue, tambahan santan menjadikan kue ini menjadi nikmat saat berada di mulut kita. Kue ini banyak kita temui di pasar-pasar tradisional. Warnanya yang unik, menjadikan kue ini mudah dikenali jika disandingkan dengan kue-kue tradisional lainnya. Harga kue ini juga relatif terjangkau, satu buah dijual Rp1.000 - Rp1.500. Menikmati kue ini sangat pas ditemani secangkir teh hangat sambil bersantai di rumah bersama keluarga...
YO.... Ngemil lagi kali ini kita akan makan kue cucur Kue Cucur atau Cucur (dalam bahasa Indonesia) or kuih cucur (dalam bahasa Melayu), dan as khanom fak bua (à¸à¸à¸¡à¸à¸±à¸à¸à¸±à¸§) atau khanom jujun (à¸à¸à¸¡à¸à¸¹à¹à¸à¸¸à¸ or à¸à¸¹à¸à¸¸à¹à¸) dalam bahasa Thailand, adalah kudapan tradisional di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Thailand Selatan . Di Indonesia, kue cucur dapat ditemukan di seluruh pasar tradisional; akan tetapi, versi popularnya, adalah versi Betawi dari Jakarta. Di Thailand Sela...