Ziarah kubur dalam bahasa Aceh berarti jak u jerat. Tradisi ini selalu dilakukan oleh masyarakat Aceh khususnya daerah Aceh Barat setiap tahunnya. Biasanya tradisi ini dilakukan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Ziarah kubur di Aceh berbeda dengan ziarah kubur biasanya. Perbedaannya adalah letak kuburannya, yaitu berada di atas gunung. Selain itu, ada pula tradisi kenduri atau makan bersama di sekitar kuburan setelah selesai berdoa. Pada awalnya masyarakat Aceh Barat datang secara bersama-sama ke tempat ziarah. Setelah sampai di tempatnya, mereka langsung mencari makam keluarga mereka masing-masing dan langsung membersihkannya. Tidak hanya itu, keluarga yang berziarah juga mengirimkan doa kepada keluarga mereka yang sudah tiada. Zikir dan bacaan yasin pun tidak lupa untuk dibacakan di depan makam. Ziarah kubur di Aceh memiliki sebuah tradisi, yaitu tradisi kenduri. Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat yang ikut berziarah. Dengan kesadaran masyarakat sendiri, mere...
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Aceh merupakan ibukota Nanggroe Aceh Darussalam, provinsi paling barat Indonesia. Di sana masih banyak budaya-budaya yang masih belum dikenali secara luas oleh masyarakat Indonesia dari daerah lain. Salah satunya makanan dan minuman yang masih belum banyak diketahui orang luar aceh. Makanan dan minuman yang beragam tidak lepas dari rempah dan bumbu yang begitu variatif dan juga tangan-tangan berbakat orang aceh. Unelhe adalah salah satunya. Unelhe adalah bumbu masak yang terbuat dari kelapa yang disangrai hingga wangi dan mengeluarkan minyak. Unelhe biasanya ditambahkan ke masakan berkuah dan bersantan seperti kari, gule, 'tumeh', rendang, dan lainnya. Unelhe akan menambahkan cita rasa gurih yang kaya dengan rasa lemak yang berat membuat orang yang memakan masakan yang ditambah uneueleu jadi ketagihan. Selain rasa gurih, unelhe juga memberikan aroma dengan kesan kelapa+kacang yang nikmat. Meskipun saya berasal...
Beragam budaya dan adat istiadat dimiliki oleh Aceh di dataran tinggi Gayo. Salah satu budaya yang disukai warga Takengon adalah lomba pacu kuda atau disebut juga dengan 'Pacu Kude'. Pacuan kuda ala Gayo ini mempunyai keunikan tersendiri, mulai dari nama kuda hingga penunggangnya pun anak kecil di bawah umur 13 tahun. Bukan hanya itu, penungang atau joki cilik ini pun tidak mengenakan plena, melainkan hanya memegang sebuah rotan di tangan. Tradisi ini diselenggarakan di saat hari-hari besar saja, seperti memperingati hari 17 Agustus dan memperingati hari jadi kota Takengon. Konon pada zaman dahulu, pacuan kuda ini adalah sebuah pesta rakyat Gayo semasa dijajah oleh Belanda dan sempat diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun Putri belanda yang bernama Putri Wilhelmina pada masa itu. Sekarang balap kuda itu pun dijadikan momentum untuk bersilaturahmi antarpecinta kuda masyarakat di tiga Kabupaten Kota yakni, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gay...
Dewasa ini, cerita rakyat menjadi salah satu ‘artifak’ kebudayaan yang banyak ditinggalkan oleh generasi muda. Era globalisasi telah mencetak diri kita sedemikian rupa sehingga kita lupa akan identitas kita yang sebenarnya – Indonesia adalah SATU! Padahal melalui cerita rakyat, banyak pesan moral yang bisa kita ambil dan tentu dapat menyandang signifkansi yang tajam di zaman ini. Berikut ini saya lampirkan cerita rakyat berjudul “Batu Belah Batu Tertangkup”; dari Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam. Batu Belah Batu Tertangkup Pada jaman dahulu di tanah Gayo, Aceh – hiduplah sebuah keluarga petani yang sangat miskin. Ladang yang mereka punyai pun hanya sepetak kecil saja sehingga hasil ladang mereka tidak mampu untuk menyambung hidup selama semusim, sedangkan ternak mereka pun hanya dua ekor kambing yang kurus dan sakit-sakitan. Oleh karena itu, untuk menyambung hidup keluarganya, petani itu menjala ikan di sungai Kru...
Sejarah Serta Asal Usul Tari Saman Tari Saman merupakan salah satu tari asal Suku Gayo, Aceh, Indonesia yang biasanya diperankan oleh laki-laki. Di mana tari ini mulai dikembangkan sejak abad ke-14 oleh seorang ulama besar Aceh yang bernama Syekh Saman. Pada awalnya, tari Saman hanyalah semua permainan rakyat yang disebut dengan Pok Ane . Akan tetapi setelah kebudayaan Islam masuk ke daerah Aceh, khususnya Suku Gayo, permainan rakyat ini kemudian berakulturasi . Sehingga nyanyian pengiring permainan rakyat Pok Ane yang mulanya bersifat pelengkap, berubah menjadi sebuah nyanyian penuh makna serta pujian kepada Allah. Tak hanya itu, kebudayaan Islam juga mampu mengubah beberapa gerakan dasar pada tarian ini, mulai dari tepukan tangan hingga perubahan pada tempat duduk para penarinya. Penggunaan Tari Saman dan Pengakuan dari Dunia Di masa kesultanan Aceh, tarian ini hanya ditampilkan saat acara atau perayaan Maulid Nabi Muhammad. P...
Tradisi Peusijue k, atau di daerah Melayu disebut Tepung Tawar, adalah sebuah ritual atau prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang dilakukan pada hampir untuk semua kegiatan di dalam kehidupan. Secara etimologi, ritual Peusijuek diartikan sebagai ritual untuk mendoakan agar diberi ketentraman dan diberi keberkahan oleh Tuhan dalam hidup ( Peusijuek = Membuat sesuatu menjadi dingin). Tradisi Peusijuek ini masih dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat Aceh. Ritual ini dilakukan ketika ada kegiatan penyambutan rumah baru, memulai sebuah usaha, terlepas atau selesai dari bencana, terlepas atau selesai dari sengketa, merayakan kelulusan, memberangkatkan orang pergi haji atau penyambutan sepulang dari haji, sunatan, kembalinya keluarga dari perantauan, dan masih banyak lagi. Pada masyarakat perdesaan, ritual ini sudah biasa dilakukan bahkan dilakukan un...
Dibabah Pinto merupakan lagu asal daerah Aceh, yang memiliki arti Didepan pintu. Kalimat kalimat yang terdapat dalam lagu ini memiliki arti yang mendalam dan mengisahkan seorang istri yang suami nya tak kunjung pulang, berikut adalah lirik dari lagu Dibabah Pinto Dibabah pintoe Su meu aloen Dara meupantoen Ngoen hate luka Wahe cut abang Pakoen tinggai loen Neujak ka netroen Uloen han neuba Hudep dua... Bahgia tanyoe dalam sijahtra Bahgia tanyoe dalam sijahtra Hate loen seudeh Saket di dalam Bak uloen tuan Han neubri haba Bah cit meunan Do'a loen lake Cut abang neubri Beumeubahgia Hudep dua... Bahgia tanyoe dalam sijahtra Bahgia tanyoe dalam sijahtra Dibabah pintoe Su meu aloen Dara meupantoen Ngoen hate luka Wahe cut abang Pakoen tinggai loen Neujak ka netroen Uloen han neuba Hudep dua... Bahgia tanyoe dalam sijahtra Bahgia tanyoe dalam sijahtra Lagu ini juga diciptakan pada saat aceh sedang berhadapan dengan penjajahan Belanda. Kisah singkat dalam lagu ini yaitu...
Rumoh Aceh, rumah perjuangan. Indonesia begitu kaya. Tidak hanya bahasa, pakaian adat, dan tradisi, setiap provinsi di Indonesia memiliki rumah adat masing-masing. Kontur dan cuaca tiap daerah sedikit banyak mempengaruhi bentuk rumah adat, tentunya tanpa menghilangkan nilai-nilai estetika rumah adat tersebut. Jika di Papua terdapat honai yang beralaskan tanah, lain halnya dengan rumah adat Aceh yang menggunakan pancang-pancang untuk menyanggah bangunan rumah. Rumah adat ini merupakan salah satu rumah adat di Indonesia yang menggunakan tangga di depan rumah sebagai akses masyarakat yang ingin memasuki rumah tersebut. Rumah ini disebut juga sebagai Rumoh Aceh atau “Krong Bade”. Krong Bade adalah rumah dengan bentuk yang seragam, yang kesemuanya berbentuk persegi panjang, dan letaknya memanjang dari timur ke barat. Penentuan letak arah ini dipakai guna mempermudah menentukan arah kiblat untuk sholat. Rumoh Aceh memiliki segudang keunggulan. Selain ramah bencan...
Makam Sultan Iskandar Muda Makam Sultan Iskandar Muda merupakan objek wisata yang terletak di daerah Krueng Daroy, Banda Aceh. Lebih tepatnya lagi di samping “Meuligoe Aceh” atau bahasa Indonesia nya pendopo gubernur Aceh. Makam Sultan Iskandar Muda merupakan makam sultan termasyhur atau dengan kata lain sultan yang pernah membawa kejayaan emas pada abad ke 17. Dulu, makam ini pernah dihilangkan jejaknya oleh Belanda, dan kemudian dicari-cari lalu ditemukanlah oleh Pocut Meurah pada tanggal 19 Desember 1952. Makam Sultan Iskandar Muda ini dijadikan objek wisata ziarah yang memikat wisatawan penikmat sejarah.Mengapa? Karena Sultan Iskandar Muda sendiri pernah membawa kejayaan yang menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan internasional. Sultan Iskandar Muda merupakan raja yang adil. Hal itu dibuktikan melalui hukuman pancung untuk anaknya sendiri, Meurah Pupok, karena anakn...