masyarakat adat
154 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lawang Pintu, Bukti 'Cinta' Mempelai Pria Melayu
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kepulauan Bangka Belitung

Pulau Belitung adalah salah satu pulau 'surga' yang jatuh ke Bumi Nusantara. Banyak keindahan yang masih belum terjamah di pulau ini. Kenampakan alam yang indah serta kebudayaan melayu dan tiongkok yang saling bersinergi, menambah nilai kultur dari pulau ini. Keindahan pulau ini semakin terkenal semenjak keindahan pulau ini diangkat ke layar lebar. Film yang diangkat dari novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini banyak menampakan keindahan Pulau Belitung, salah satunya budaya 'ngopi' di Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Manggar terkenal akan budaya minum kopinya. Maka tidak aneh bila di Manggar kita banyak menjumpai warung kopi. Maka dari itu, Manggar mendapatkan julukan kota seribu satu warung kopi. Selain terkenal akan budaya minum kopinya dari masyarakat Manggar, ada juga kebudayaan unik dari Masyarakat Melayu Belitung. Tradisi ini acap kali kita temui saat acara pernikahan berlangsung. Bila di DKI Jakarta kita mengenal tradisi Palang Pintu. Maka di Bel...

avatar
OSKM18_19718058_Ghaly Abiyyu Irfansyah
Gambar Entri
Perayaan Imlek di Indonesia
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Ketika Anda berjalan di tengah keramaian kota dan melihat banyak orang berpakaian merah dan kuning dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, maka selain daripada rombongan turis yang memakai pakaian yang sama, mungkin hari itu adalah hari Imlek, perayaan tahun baru masyarakat Tionghua yang dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender China. Selain perbedaan kalender yang digunakan dengan masyarakat internasional, perbedaan yang mendasar pada perayaan ini adalah durasi keseluruhan perayaan. Selagi masyarakat internasional merayakan tahun baru hanya dalam 1 hari, Imlek dirayakan selama 15 hari terhitung dari malam sebelum tahun baru (ChúxÄ« 除夕 / malam pergantian tahun) hingga perayaan Cap Go Meh 十äº"冥 Ã¥...Æ'&Ati...

avatar
OSKM_19818013_Angelica Wiliana
Gambar Entri
Asal Usul Nama Bandara Pangkal Pinang, Depati Amir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Di kota Pangkal Pinang, terdapat bandara yang dulunya mungil bernama Bandar Udara Depati Amir. Bandara tersebut dulu merupakan bandara mungil yang sederhana. Namun sejak dibangunnya terminal baru, maka sejak Januari 2017, Bandara Depati Amir resmi memindahkan operasional ke gedung terminal baru yang lebih modern walaupun ukurannya tidak terlalu besar. Namun, beberapa orang masih belum mengetahui mengapa Bandara di Pangkal Pinang tersebut diberi nama Depati Amir. Kali ini saya akan menjelaskan sejarah mengapa Bandara ini diberi nama Depati Amir. Depati Amir adalah salah satu pahlawan yang berjasa di Indonesia. Depati Amir merupakan putra sulung dari Depati Bahrin dan Depati Amir memiliki adik bernama Hamzah. Ia mendapatkan gelar Depati dari Belanda. Awalnya ia menolak namun lama kelamaan nama Depati pun melekat baik bagi Depati Amir maupun Depati Hamzah. Depati Bahrin merupakan pemimpin dari gerakan perlawanan rakyat Bangka terhadap penjajahan Belanda. Amir dan Hamzah pun jug...

avatar
OSKM18_16818011_Ricky
Gambar Entri
Pempek Udang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Pempek adalah makanan yang sudah terkenal di Indonesia. Masyarakat umum mengetahui pempek berasal dari Palembang. Fakta ini tidak sepenuhnya salah, tetapi seperti banyak budaya lainnya, daerah yang berdekatan secara geografis memilki budaya yang mirip. Ternyata pempek juga merupakan salah satu makanan tradisional Bangka Belitung. Kedua provinsi ini memang cukup berdekatan. Pempek yang biasa dijumpai adalah pempek yang terbuat dari ikan tenggiri atau belida. Namun, terdapat variasi-variasi pempek lain yang tetap berbahan dasar binatang laut. Artikel ini akan secara khusus membahas pempek udang. Beginilah rupa pempek udang. Bentuk pempek udang seperti pempek lenjer, yaitu memanjang. Warna pempek udang berbeda dengan pempek ikan. Pempek udang berwarna merah muda. Jangan terkejut dengan warnanya. Warna ini bukan warna buatan, melainkan berasal dari udang. Penyajian pempek udang sama dengan pempek biasa, dapat digoreng atau dikukus dan dimakan dengan cuka (cuko kalau di Pal...

avatar
OSKM18_16518300_Andhita Zirly
Gambar Entri
Batu Satam, oleh-oleh perhiasan khas Pulau Belitung
Ornamen Ornamen
Kepulauan Bangka Belitung

Batu Satam adalah sebuah cinderamata ciri khas Pulau Belitung. Batu ini berasal dari meteorit yang bertabrakan dengan lempeng Bumi berjuta-juta tahun yang lalu. Serpihan meteorit ini lalu bercampur dengan timah yang terkandung di dalam Bumi. Sebagai informasi, timah merupakan hasil tambang utama dari Pulau Belitung. Oleh karena itu, dari seluruh wilayah Indonesia, Batu Satam ini hanya dapat ditemukan di Pulau Belitung saja. Batu Satam memiliki warna hitam sebagai hasil reaksi antara batu meteorit dengan timah. Batu Satam seperti ini dapat ditemukan di pusat kota Tanjung Pandan, yaitu di Tugu Batu Satam. Setelah diolah, batu ini dapat berubah warna menjadi hijau atau coklat kehijauan, dengan bentuk kaca yang tidak beraturan dan memiliki ukiran - ukiran yang terbentuk secara alami. Batu Satam yang sudah diolah para pengrajin biasanya digunakan sebagai perhiasan, seperti layaknya batu akik atau batu mulia lainnya. Batu yang berukuran kecil biasanya dijual dengan harga kurang lebih...

avatar
OSKM18_16518380_Morgen Sudyanto
Gambar Entri
Asal Usul Nama Bangka
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Kepulauan Bangka Belitung

Peneliti sejarah banyak menemukan kemungkinan asal-usul penamaan Bangka, diantaranya adalah : Berasal dari legenda dan bahasa sansakerta "VANCA", VANCA=WANGKA=TIMAH Sejauh ini para pengamat dan peneliti cenderung mempercayai bahwa penamaan Pulau Bangka berasal dari kata Wangka ( Vanca ), bahasa sansakerta yang berarti timah ( timah hitam maupun timah putih -unsur kimia yang berumus kimia Pb ataupun Sn). Nama Wangka untuk pertamakali muncul bersama dengan nama Swarnabhumi dalam buku sastera India _Milindrapantha, _dan dalam Kitab Suci Budha dalam bahasa Pali (Niddesa) yang ditulis pada abad ke 1 SM; penyebutan ini terulang lagi dalam Mahaniddessa yang ditulis pada abad 3 M. Teori ini dikuatkan dengan pendapat George Coedes bahwa sejak dini Pulau Bangka sudah dikunjungi pelayar-pelayar India yang datang karena tertarik pada keterdapatan timah, yang disebutnya Vanca . Dan hingga saat ini penghasilan terbesar Pulau Bangka adalah pertambangan timahnya. B...

avatar
OSKM18_16618257_Shafira Ahmad
Gambar Entri
Kulat Kukur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kulat Kukur adalah masakan khas Provinsi Bangka Belitung, tepatnya Pulau Bangka. Kata kukur sendiri merupakan bahasa daerah setempat yang memiliki arti jamur. Jamur yang digunakan pada masakan ini adalah Jamur Gerigit yang merupakan salah satu jamur yang banyak tumbuh di Indonesia dengan cuacanya yang lembap. Nama ilmiah jamur ini adalah Shizophylum commune. Jamur ini berukuran kecil, sekitar 4-5 cm dengan bentuk menyerupai kipas dan berwarna putih. Setelah dipanen, jamur ini berubah menjadi berwarna kecokelatan dan keabu-abuan apabila dikeringkan. Masyarakat Bangka biasanya mengolah jamur ini dengan cara ditumis. Sebelum ditumis, jamur tentu harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa kayu yang menempel dengan cara dicuci. Setelah dicuci, barulah kemudian ditumis dengan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, terasi dan garam. Masakan ini sendiri dominan bercita rasa asin dengan kadar pedas yang dapat diatur sesuai selera. Meski belum sepopu...

avatar
OSKM18_16618130_Annisa Fauziah Kusumawardani
Gambar Entri
Rumah Panggung Bangka
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kepulauan Bangka Belitung

Rumah Panggung atau juga dikenal dengan Rumah Panggong merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rumah Panggung ini secara keseluruhan terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperoleh langsung dari alam. Tiang dan lantainya terbuat dari bahan kayu, dindingnya dari bambu ataupun pelpah/kulit kayu, serta atapnya terbuat dari daun rumbia dan ijuk. Salah satu filosofi yang menjadi daya tarik dari rumah ini adalah falsafah 9 tiang. Rumah adat ini ditopang oleh 9 tiang dengan 1 tiang utama yang berukuran lebih besar dari tiang lainnya berada di tengah sebagai tiang utama. Tiang utama ini diletakkan pertama kali lalu diikuti 8 tiang lainnya. Salah satu keunikan lainnya adalah berdasarkan adat kebudayaan melayu Bangka pemilik rumah tidak diperboleh kan mengecat atau memberi warna pada Rumah Panggung ini. Hal ini menyebabkan Rumah Panggung kadang terlihat agak lusuh, tapi hal inilah yang member keunikan tersendiri bagi rumah ini. Pada bagian atap...

avatar
OSKM18_16718091_Eric Okto Fernandez
Gambar Entri
Perayaan Chit Ngiat Pan/Chiong Si Ku (Sembahyang Rebut) di Bangka Belitung
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Sembahyang Rebut (Hakka: Chiong Si Ku ) merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 (Hakka: Chit Ngiat Pan ) penanggalan Imlek. Sembahyang Rebut masih dilakukan setiap tahun hingga saat ini. Sembahyang Rebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.   Dalam kepercayaan warga Tionghoa, pada Chit Ngiat Pan , pintu akhirat terbuka dan arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut akan turun ke dunia. Ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada yang turun terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk arwah yang terlantar tersebut. Selain itu, tersedia rumah-rumahan dari kertas, uang dari kertas, dan baju-baju dari kertas pula. Barang barang tersebut merupakan persembahan khusus untuk para arwah.   Ritual ini diadakan di kelenteng di mana umat Tionghoa memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan kepada De...

avatar
OSKM18_16518408_Rizkin Geordany